Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 39 - Obrolan Dalam Perjalanan (2)


__ADS_3

“Jadi, di masa-masa awal gerbang Dungeon pertama kali muncul di seluruh dunia, kita umat manusia hanya mencoba untuk bertahan hidup. Membuat senjata-senjata canggih untuk melawan monster-monster yang keluar dari gerbang Dungeon."


"Sampai akhirnya, setelah tiga tahun dari awal gerbang itu bermunculan, seorang peneliti dari Jepang, Takayoshi Sato, berhasil menemukan cara agar seseorang dapat memiliki kekuatan super yang bisa mengimbangi bahkan melebihi monster-monster itu.”


“Saat itu pun, orang-orang yang memiliki kekuatan super yang kemudian disebut sebagai Hunter, masih saling bekerjasama bahu-membahu untuk membasmi Dungeon-dungeon yang ada di seluruh dunia.”


“Sampai dimulai sekitar 20 tahun yang lalu, tiap-tiap negara mulai membangun kekuatannya masing-masing dan membatasi bantuan ke negara-negara yang kekurangan Hunter. Bukan hanya antar negara, akhirnya mereka membuat persaingan antar sesama warga negara itu sendiri dan mulai membuat guild-guild seperti yang kau tahu saat ini.”


“Kau tahu kan, semuanya bermula dari keserakahan kita, manusia. Teknologi yang dapat mengolah hasil raid saat ini dapat membuat hasil raid itu menjadi sangat bermanfaat dan menjadi salah satu komoditi yang paling tinggi nilainya.”


“Karena itulah, kau juga pasti sudah tahu bahwa dalam daftar 500 orang-orang terkaya di dunia adalah orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan Dungeon, Guild dan Hunter.”


“Karena persaingan yang begitu ketat, setiap Guild membutuhkan banyak Hunter yang benar-benar kuat untuk bisa memonopoli raid sebuah Dungeon untuk kelompok mereka sendiri agar mendapatkan hasil yang maksimal.”


Sampai disitu, Gina menoleh pada Anna. Saat dia melihat Anna tampak serius menyimak ceritanya, Gina hampir saja tertawa.


Walaupun Gina tidak yakin Anna yang masih sangat muda dapat memahami ceritanya, namun dia tetap melanjutkannya. Ia pun kembali berbicara.


“Dari yang ku ceritakan barusan, apa yang kau lakukan saat ujian tadi, ada baik dan buruknya untuk mu.”


“Guild-guild yang bersaing untuk memonopoli sebuah Dungeon seperti yang ku ceritakan tadi, selalu berusaha mencari bibit-bibit calon Hunter terbaik. Mereka selalu memantau perkembangan dari anak-anak muda dari setiap Akademi Hunter di seluruh dunia.”


“Tentu saja, bukan hanya sebuah Guild yang menerima manfaat dari keberhasilannya menemukan Hunter berbakat dan potensial, tapi Hunter itu sendiri akan menerima manfat yang baik. Kau bisa lihat dari daftar 100 orang terkaya di dunia, 50% lebih adalah milik individu dan sisanya adalah milik organisasi.”


“Hal baiknya, masa depan mu mungkin akan cerah karena Guild-guild besar pasti akan melirik mu saat melihat hasil ujian mu tadi.”


“Apakah hasil ujian tadi akan sehebat itu dimata mereka?”


Gina menoleh lagi pada Anna. Pertanyaan itu tampak sangat polos.

__ADS_1


Tentu saja, walaupun Anna sudah hidup lebih dari 15.000 tahun di planet asing, namun pengetahuannya tentang kehidupan manusia masih sama dengan usianya di Bumi, sebatas usianya yang masih 18 tahun.


Anna masih belum memiliki pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat, apalagi mengetahui seluk beluk kehidupan Hunter yang sudah berlangsung selama puluhan tahun.


Anna, yang hidup sendiri di planet asing dan hanya mengisi hari-harinya dengan berlatih dan bertapa, tentu masih memiliki pengetahuan sebatas dan sejauh usianya saat sebelum dipindahkan ke planet tersebut.


Gina kembali berbicara.


"Apa yang kau lakukan tadi benar-benar luar biasa. Aku sampai tidak mempercayai apa yang ku lihat tadi. Aku yakin, semua orang yang berada di arena tadi juga sama dengan ku. Seorang Hunter memang memiliki kekuatan sihir untuk bisa mengalahkan monster-monster di dalam Dungeon, tapi dengan itu saja tidak cukup."


"Makanya, banyak Hunter yang belajar seni bela diri untuk dapat memaksimalkan kekuatan mereka. Dan kau… kau seperti sudah sangat berpengalaman dalam bertarung. Apa kau pernah berlatih beladiri sebelumnya?”


Anna mengangguk. Dia memang berlatih melalui petunjuk yang didapatkannya saat berada di pulau terpencil itu.


Gina tersenyum kaku saat melihat jawaban itu dan sedikit berpikir bahwa saudari tirinya mungkin melakukan serangan jarak jauh pada Anna hingga bisa mengalahkannya. Karena dengan pertarungan jarak dekat, Cassey tidak mungkin akan bisa mengalahkan Anna.


Gina akhirnya berpikir. “Pantas saja dia ingin mengikuti pendaftaran tahun ini, aku tidak menyangka dia semampu itu.”


“Lalu apa buruknya?” Tanya Anna lagi, saat melihat Gina tidak melanjutkan ceritanya.


“Oh… maaf, aku belum menyelesaikannya...”


Gina sedikit tersipu.


“Sebenarnya, hal buruknya itu tidak terlalu buruk jika kau saat ini sedang tidak mengalami masalah dengan keluarga mu.”


“Buruknya hanya, kau akan merasa sangat terganggu saat pihak-pihak Guild itu berusaha mendekatimu untuk mendapatkan tanda tanganmu di kontrak perjanjian. Akan ada banyak janji-janji manis yang akan bersaing untuk mendapatkan simpatik dan minatmu. Hanya itu saja."


"Sebenarnya, kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu karena aku akan membantumu untuk memberikan saran dalam memilih Guild terbaik bagimu, saat kau sudah siap dan lulus dari Akademi nanti.”

__ADS_1


Gina mengatakannya seolah-olah mereka akan tinggal berdua selamanya di apartemen miliknya dan bisa berbagi cerita.


Anna sangat tersentuh dengan sikapnya.


“Mereka akan terus berusaha mendekati ku?” Tanya Anna.


“Ya.”


“Bahkan saat aku masih belajar di Akademi?”


“Ya. Mereka juga akan memberikanmu uang saku yang menggiurkan bahkan saat kau masih seorang siswi dan belum bergabung dalam raid Guild. Hal itu mereka lakukan untuk mengikatmu, agar merasa berhutang budi. Tapi jangan khawatir, selama kau berada di lingkungan Akademi, Akademi akan melindungimu karena Akademi tidak ingin seorang Hunter muda sepertimu dimiliki guild lain yang berada di luar Kota C.”


Anna mengangguk. Apa yang dia rencanakan sepertinya akan berjalan dengan baik, dia mungkin akan bisa mendapatkan lisensi dengan cepat. Dia memiliki target hanya 6 bulan untuk mendapatkannya untuk membantu manusia mendapatkan keamanan dengan menutup gerbang-gerbang Dungeon di seluruh dunia. Dan juga, untuk memperkaya dirinya.


Anna agak tidak nyaman saat memikirkan hal terakhir. Dia kemudian mengipas-ngipas wajahnya dengan tangannya.


Namun, apa yang baru Gina katakan juga sedikit menggaggu pikirannya. Jika videonya di unggah, ada kemungkinan Cassey menontonnya dan tahu bahwa dia masih hidup. Itu akan membuatnya sedikit kerepotan karena dia sangat malas berurusan dengan hal yang tidak berguna.


"Tapi, mengapa video ujian harus di unggah ke situs milik Akademi? Jika Akademi ingin mempertahankan siswanya agar tetap berada di kotanya, bukankah harusnya mereka jangan membocorkannya?"


Gina mendengus saat mendengar pertanyaan Anna.


"Yah, kau tahu... Amerika, yang memiliki banyak Hunter terkuat yang telah membuat kebijakan itu. Mereka sepertinya ingin menambah stok Hunter berbakat untuk mereka sendiri dengan membuat kesepakatan itu, untuk bisa memantau bakat-bakat baru yang bermunculan."


"Ah... Aku mengerti."


Itu adalah rahasia umum. Anna juga tahu. Sejak zaman dulu, negara itu selalu berusaha untuk menjadi yang nomor satu di dunia.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2