Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 46 - Kecuali Kalian Membawaku


__ADS_3

Anna Lloyd melemparkan tanduk dipelukannya ke tanah dan melepaskan ransel dari punggungnya.


“Ini sebagian kecil yang bisa ku bawa. Karena ini Dungeon berperingkat C, harga jual hasil jarahannya seharusnya lumayan mahal.” Ucap Anna sambil menatap Ren, kemudian beralih pada pria brewok.


Pria brewok mengangguk-angguk dengan cepat.


“Ini bagian ku, bagian kalian, kalian bisa ambil di dalam. Aku menyisakannya banyak dan sudah ku taruh di tengah lorong goa.” Ucap Anna. “Ada yang keberatan?”


Mereka menggelengkan kepala secara bersamaan.


‘Siapa yang berani melakukan protes?’ pikir kedua orang itu.


Anna kemudian berpaling pada Tanker yang baru saja bergabung bersama mereka lalu berdiri diam disebelah pria brewok.


“Tuan berbadan besar, kau baik-baik saja, kan?” Tanya Anna sambil menatap Tanker.


“B-baik... ss-saya baik-baik saja nyonya...” Sahut Tanker yang sejak tadi sebenarnya merasakan sakit kepala dalam usahanya untuk mencerna keadaan yang sedang terjadi.


Melihat apa yang Anna, yang tampak lemah, lakukan, ketiga pria itu mengalami syok. Selama hidup mereka, ketiganya tidak pernah melihat langsung aksi seorang Hunter yang dapat menghabisi monster-monster secepat itu dan juga dengan cara yang brutal.


Gaya bertarung Anna yang tidak seanggun seorang Mage, tidak sehalus seorang Assassin, membuat mereka takjub.


Gaya bertarungnya juga berbeda dengan Hunter kelas Warrior yang mereka pernah lihat. Gadis itu benar-benar brutal dalam menghabisi lawannya.


"Atau harusnya memang seperti itu cara Warrior bertarung?" Pikir pria brewok.


Anna pergi menghampiri pria brewok dan memegang pundak pria brewok itu dengan satu tangannya.


“Tuan brewok, sebaiknya Anda dan teman-teman Anda berhenti melakukan hal berbahaya seperti melakukan raid ilegal seperti ini lagi.”


“Anda tidak memiliki persiapan yang layak. Anda dan rekan-rekan Anda bahkan tidak bisa mengukur kekuatan energi sihir gerbangnya karena Anda dan tim tidak memiliki alat pendeteksi gerbang dan hanya percaya pada alat pengukur tim pasar gelap, yang melakukan pengukuran dengan alat yang sudah ketinggalan zaman.”


“Hari ini adalah contohnya. Dungeon ini tidak layak untuk Hunter-hunter yang kemampuannya di bawah peringkat C.”


Anna kemudian menoleh pada Ren sebelum akhirnya menatap kembali pada pria brewok.


“Anda tau apa yang akan terjadi jika saya tidak sedang berkencan, kan?”


Pria brewok mengangguk-anggukan kepalanya. Dia sama sekali tidak berani menatap Anna dan hanya terus menunduk saat gadis itu mengomelinya seperti seorang ibu yang sedang mengomeli anaknya.


Walaupun dia sebenarnya ingin protes karena sejak tadi hanya bisa merasakan energi Mana gadis itu yang hanya ada di kisaran peringkat F, namun apa yang dilakukan gadis itu sepertinya tidak mungkin akan bisa dilakukan Hunter dengan peringkat F.


“Apakah dia seorang Hunter berperingkat S yang sedang menyamarkan energi Mana-nya? Di antara Hunter peringkat S ada yang bisa melakukannya, kan?” Pikir pria brewok penasaran.


Dia tidak berani bertanya, takut gadis itu tidak menyukai pertanyaannya. Bisa saja gadis itu membunuhnya semudah membunuh Minotaur-minotaur tadi.


Melihat pria brewok hanya menunduk tanpa berani mengucapkan sepatah kata pun, Anna menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Saya rasa hasil raid ini bisa untuk menghidupi Anda dan keluarga dalam beberapa bulan ke depan. Tolong lain kali lebih berhati-hati. Ikutlah bersama tim raid resmi dari guild-guild kecil. Keselamatan Anda dan tim jauh lebih penting, ok?”


“Y-ya no…- nyonyaa...”


Anna berbicara dengan suara yang tenang hingga mereka tidak merasa sedang diremehkan. Namun, tetap saja mereka merasa terintimidasi. Itu adalah perasaan berbeda dari perasaan diremehkan.


Anna kemudian menatap ketiga Hunter itu satu persatu untuk melihat respon ketiganya.


Namun, tatapan mata gadis itu seakan menambah rasa terintimidasi yang mereka bertiga rasakan. Mereka mengalihkan tatapannya setiap kali bertemu pandang dengan tatapan Anna.


Tapi sebenarnya bukan hanya perasaan terintimidasi yang mereka miliki. Mereka juga terpesona dengan kemampuan Anna.


“Kecuali…,” Anna kembali berbicara. “Kecuali kalian membawa ku lain kali, kalian boleh melakukan raid ilegal ini.”

__ADS_1


“Y-ya?”


“Aku tidak akan mengulangi ucapan ku.”


“Dimengerti, nyonya.”


“Rahasiakan diri ku dari siapapun. Anggap Anda semua tidak pernah bertemu dengan ku. Nikmatilah hasil hari ini dalam diam, ok?”


“Y-ya nyonya...”


Sahut pria brewok dan pria berbadan besar bersamaan, sementara itu, Ren masih diam mematung menatap Anna dengan pikiran kosong.


“Baiklah, aku akan berkeliling untuk menghabisi sisanya di goa lain. Manfaatkan kesempatan tersisa yang sudah kalian janjikan untuk mengumpulkan tanduk-tanduk Minotaur dan tinggalkan Dungeon ini setelahnya tanpa harus menutup gerbangnya.”


Untuk menutup gerbang Dungeon, mereka harus menghancurkan pilar sihir yang biasanya berada di area boss Dungeon berada. Selama pilar sihir itu tidak dihancurkan, gerbang Dungeon tidak akan pernah tertutup walaupun monster-monster didalamnya telah dikalahkan.


Pria brewok itu mengangguk.


“Baiklah, silahkan pergi untuk mengambil tanduk-tanduk mereka di dalam sana." Ucap Anna sambil menunjuk ke arah lorong goa tempat beberapa mayat monster yang ia bunuh tadi berada.


Pria brewok itu ragu-ragu dan hanya saling bertatapan dengan pria berbadan besar yang masih mematung disebelahnya.


“Apa yang Anda tunggu? Anda dan teman Anda bisa mengambil sisa-sisa tanduk di dalam sana. Sudah tidak ada monster-monster disana.” Ucap Anna sambil menunjuk ke arah dia pergi tadi.


“Baik nyonya...” Sahut pria brewok yang kemudian mengambil ranselnya dan berlari cepat ke bagian dalam goa.


"Oh, aku lupa. Jangan pergi ke ujung goa. Aku sudah menaruh semua tanduknya di tengah lorong. Mengerti?"


Pria brewok berhenti dan berbalik sebentar hanya untuk mengangguk, lalu berbalik kembali dan pergi meninggalkan mereka.


Melihat pria brewok menurut dan segera pergi, pria berbadan besar pun segera mengambil ranselnya dan menyusul pria brewok.


“Ini milik boss Minotaur. Mungkin agak mahal dibanding yang lain. Ambilah ini untuk mu dan jual diluar yang lainnya.”


Takut padanya, dengan refleks Ren mengangguk lalu dengan cepat mengambil tanduk itu dari pelukan Anna.


Namun saat gadis itu melepaskan pegangannya dari tanduk itu, Ren jatuh terjerembab akibat tanduk itu memiliki berat yang mengerikan.


Anna terkejut melihatnya.


“Oh... apakah seberat itu?” Tanya Anna dengan wajah panik.


“S-sangat berat...”


“Benarkah?”


“...”


“Kalau mereka memaksa meminta bagian tanduk merah ini, katakan, aku akan memburu mereka, ok?”


“...”


“Tanduk-tanduk lain ini milik ku. Tolong bawakan keluar dan jual. Uang hasil penjualannya titipkan pada Rin, aku akan mengambilnya nanti.”


“…”


“Baiklah, aku akan mengurus tempat lain lalu pulang. Tidak usah menunggu ku.” Ucap Anna yang kemudian menepuk pelan pundak Ren yang masih berusaha membebaskan tangannya dari himpitan tanduk itu.


“K-kau mau kemana?” Tanya Ren bingung.


“Kau tidak dengar apa yang baru saja ku katakan?”

__ADS_1


“A-aku mendengarnya…”


“Mengapa kau bertanya lagi? Masih mau berkencan dengan ku?”


“…”


Ren hanya bisa menatap dengan linglung dari balik tanduk besar.


“Jangan lupa, belikan Rin makanan yang enak. Baiklah, sampai ketemu lagi." Ucap Anna sambil pergi menjauh tanpa menoleh lagi.


•••


Anna pergi untuk memeriksa keadaan tim lain yang sangat terkejut dengan kedatangannya.


Dia membersihkan semua Minotaur yang ada di semua goa yang tim-tim kecil itu masuki.


Reaksi semua Hunter sama persis seperti yang terjadi pada pria brewok dan Tanker sebelumnya dan Anna pun tidak lupa untuk memberikan pidatonya pada mereka semua, seperti yang dia berikan pada pria brewok.


“Kecuali kalian membawa ku, maka kalian akan selamat. Hubungi Ren, jika kalian ingin mencari ku.”


Tidak lupa, Anna selalu menyampaikan kalimat itu di akhir pidatonya.


Setelah merasa pekerjaannya telah selesai, Anna akhirnya pergi meninggalkan Dungeon tersebut, meninggalkan tim raid yang sedang mengumpulkan hasil raid yang gadis itu lakukan.


Anna langsung kembali ke apartemen Gina tanpa melalui gerbang Dungeon. Apa yang dilakukannya itu nantinya mengakibatkan pertengkaran kecil di antara ketua tim pasar gelap dan tim raid yang dipimpin pria brewok.


Ketua tim pasar gelap mengira bahwa pria brewok dan rekan timnya telah 'mencelakai' gadis itu lalu membunuhnya dan meninggalkannya di dalam Dungeon.


Namun rekan-rekan pria brewok menyanggah tuduhan itu dan mengakibatkan mereka sempat ribut beberapa saat.


Namun, setelah mengingat hasil raid yang sangat besar untuk ukuran mereka yang merupakan Hunter-hunter tanpa lisensi dan pedagang gelap, akhirnya mereka memutuskan untuk berdamai dan menghitung pembagian mereka secara adil.


Sementara itu, Ren yang diberi hak sebagai pemilik tanduk merah oleh Anna, mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar.


Tak ada satupun dari tim raid yang memprotes apa yang Ren dapatkan, bahkan mereka memberikan sebagian dari bagian mereka pada Ren dan mengatakan bahwa itu adalah titipan mereka untuk pacarnya yang telah menyelamatkan hidup mereka yang telah memberikan mereka nafkah untuk beberapa bulan kedepan.


Tim raid dan tim pasar gelap bersuka cita atas hasil raihan yang mereka capai. Bahkan raid ilegal yang mereka rencanakan akan selesai dalam 3 jam waktu Bumi, dapat selesai hanya dalam waktu 2 jam waktu Bumi.


Mereka bahkan sempat mengangkut beberapa tubuh Minotaur untuk dijual sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu.


•••


Anna berdiri mematung dengan kedua matanya yang melebar, menatap pakaiannya yang sangat kotor dan berantakan pada cermin besar dihadapannya.


Benda yang paling pertama dia selamatkan adalah smartphone dan kartu yang Gina Stewart berikan padanya dari dalam saku hoodienya.


Dia bingung tak tau harus mengatakan apa pada layanan cuci, saat mereka nanti melihat kotoran dari darah Minotaur itu menempel pada hoodie dan celananya.


“Apakah ini bisa dicuci bersih? Apa yang harus ku katakan pada mereka nanti?” Pikir Anna.


Dia mencoba mengebaskan tangannya seperti yang dilakukannya pada kristal sihir di tempat para Orc berada, namun kotoran-kotoran dari darah Minotaur itu tetap berada disana.


Dia kemudian pergi ke kamar mandi dan melepas seluruh pakaiannya disana dan memasukkannya kedalam bak mandi dan menyalakan kran hingga air mulai mengalir kedalam bak tersebut.


Saat bak sudah terisi setengahnya, Anna mematikan kran air lalu mengucak-ngucak Hoodie beserta celananya.


Setelah setengah jam mengucak pakaiannya itu dan tampak kotoran-kotoran itu tidak bisa hilang, Anna mencoba mencucinya dengan mesin cuci. Namun hasilnya tetap sama, malah hal itu membuatnya repot karena darah Minotaur kini mengotori mesin cuci.


Putus asa, Anna akhirnya memutuskan untuk berteleportasi dan membawa pakaiannya ke atas gunung, meninggalkannya disana lalu kembali pulang, mandi, setelah itu dia akhirnya pergi tidur.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2