
Merasa khawatir dengan pertarungan yang sedang Miyuki hadapi, Anna segera berteleportasi ke tempat Miyuki berada setelah ia menghabisi pasukan iblis gelombang terbaru, yang baru saja keluar dari gerbang.
Karena Anna muncul dan menghilang berkali-kali dari area berbahaya itu, semua orang yang sedang menyaksikan siaran langsung melalui saluran berita WABC menjadi khawatir jika Anna sedang merahasiakan adanya gerbang lain yang juga tak kalah berbahayanya.
Karena itu, salah satu pembawa berita mulai membuka topik pembicaraan dengan 3 narasumber dan membuat terkaan tentang adanya gerbang lain yang tidak terpantau citra satelit.
Apa yang mereka bahas pada akhirnya membuat warga dunia menjadi cemas dan memutuskan untuk tidak keluar dari bunker-bunker persembunyian.
•••
Di atas reruntuhan gedung, seorang wanita cantik sampai berusaha memfokuskan indra pengelihatannya untuk dapat mengikuti jalannya pertarungan antara Miyuki dan pria yang datang bersamanya.
Tapi, sebanyak apa pun sihir yang ia gunakan untuk membantu indra pengelihatannya, tetap saja wanita itu tidak bisa melihat jalannya pertarungan sama sekali.
Hanya ledakan-ledakan sihir dan suara dentingan senjata yang saling beradu saja yang dapat terlihat dan terdengar olehnya.
"Kecepatan mereka berada di luar kemampuanku," gumam Cyntia, merasa minder dengan kemampuan yang sudah diasahnya selama bertahun-tahun, yang ternyata tidak berguna hanya untuk melihat pertarungan dari dua Hunter yang peringkatnya sudah tidak terukur lagi.
"Jangan terlalu dipikirkan. Kau tidak selemah yang kau pikir," sahut seorang gadis yang entah kapan sudah berdiri di samping Cyntia.
Cyntia melompat menjauh, kaget dengan kemunculan gadis itu.
Namun ia merasa lega setelah tahu bahwa gadis itu adalah hunter yang beberapa saat lalu berjuang untuk menghabisi pasukan monster bertubuh merah di kota Tianjin.
"Kau... Anna Lloyd, kan?"
"Senang bertemu denganmu, Cyntia Maxwell."
"...Kau mengenalku?"
"Tidak. Aku cuma tahu namamu. Tapi, jika kau mengizinkanku memegang tanganmu selama beberapa detik, aku pasti akan langsung mengenalmu."
"Ya?"
Anna tersenyum lembut padanya. "Lupakan saja."
Anna kemudian berpaling dan menatap jalannya pertarungan antara Miyuki dan pria ramping bertubuh tinggi yang berjalan dengan sedikit keunggulan di pihak Miyuki.
__ADS_1
"Apa tuan Frostman yang menyiagakan warga untuk bersembunyi di sekitar bunker?" tanya Anna saat melihat keadaan kota yang sangat sepi juga memprihatinkan.
Kota itu terlihat seperti baru saja mengalami Dungeon Break besar hingga seluruh bangunan yang berada di sana hancur dan tak terurus.
°°°
Cyntia tidak langsung menanggapi. Ia masih menatap lekat-lekat wajah Anna sambil mengagumi aura keanggunannya.
Padahal, setahunya, gadis itu masih berusia 19 tahun dan memiliki usia 6 tahun lebih muda dibandingkan dirinya.
'Bagaimana dia terlihat sangat anggun bahkan tampak jauh lebih dewasa dari usianya? Dia juga seperti seorang Hunter yang sangat berpengalaman. Bukankah dia baru 19 tahun?'
Selain itu, walaupun dia juga seorang wanita, Cyntia sangat mengagumi kecantikan dan keanggunan Anna yang memiliki paras bak seorang dewi.
“Ya. Tuan Frostman telah memberikan peringatan terlebih dahulu hingga kami bisa bersembunyi dengan aman,” sahut Cyntia.
Setelah itu, keduanya tidak membicarakan apa pun lagi dan fokus menyaksikan pertarungan yang terjadi antara Miyuki dan Alvin, pria yang tadi datang bersama Cyntia.
Saat Anna melihat bagaimana Alvin di hajar habis-habisan oleh Miyuki, Anna melirik untuk melihat reaksi Cyntia yang sepertinya tidak melihat apa yang sedang terjadi di dalam pertarungan karena begitu cepatnya pertarungan itu terjadi.
‘Baguslah karena dia tidak bisa mengikuti kecepatan mereka. Jika tidak dia mungkin akan bergabung dan malah akan mencelakai dirinya saja.’
Cyntia hendak pergi menolong Alvin namun Anna dengan cepat mencegahnya.
“Apa yang kau lakukan? Biarkan aku pergi!” seru Cyntia sembari berusaha melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Anna.
Usaha wanita itu tentu sia-sia. Anna terlalu kuat untuknya.
“Tolong biarkan saja mereka menyelesaikannya.”
“Apa?! Dia sudah…”
“Dia belum kalah. Itu baru permulaan,” potong Anna, yang sebenarnya lebih mengkhawatirkan Miyuki yang terlihat unggul.
•••
Beberapa detik kemudian, bangunan yang runtuh menindih tubuh Alvin tiba-tiba meledak. Bukan hanya itu saja, ledakan bangunan itu bahkan meledak lagi hingga kini hanya debu-debu kecil yang tersisa di sana.
__ADS_1
Pertarungan antara Miyuki dan Alvin tampak akan berkembang menjadi lebih serius saat Anna dan Cyntia bisa merasakan aura energi sihir besar dari keduanya.
Anna memicingkan matanya, menatap Alvin dengan dugaan jika pria itu memiliki skill untuk menghilangkan aura sihirnya karena ia tadi sempat melihat Miyuki tampak sedikit kesulitan untuk merasakan hawa keberadaan pria itu saat mereka sedang bertukar serangan.
Tapu, hal itu tidak terjadi pada Anna. Ia dapat merasakan aura dan besarnya energi sihir dari makhluk apapun walau mereka sedang berusaha menyembunyikannya, termasuk kostum robot tak terlihat yang sejak tadi menyelimuti seluruh tubuh Alvin dan tidak bisa dilihat oleh mata siapapun kecuali dirinya.
‘Pantas saja Miyu terlihat kerepotan.’
Anna menoleh dan melihat Cyntia yang kini duduk berjongkok di sebelahnya tampak sedang berusaha menahan kekuatan sihir yang menyelimuti udara setelah Miyuki dan Alvin mengerahkan energi sihir yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Anna pun menjentikkan jari dan gelembung keemasan muncul di sekitar tubuh Cyntia dan melindunginya dari radisasi sihir mengerikan tersebut.
“Tetap di sini,” pinta Anna saat melihat Cyntia sudah hendak pergi lagi untuk membantu Alvin saat tubuhnya sudah tidak merasakan tekanan energi sihir setelah pelindung yang Anna berikan menghilangkan tekanan sihir tersebut.
“Tapi…, mereka mungkin akan saling membunuh jika tidak dihentikan,” protes Cyntia.
“Aku akan menghentikan mereka jika sudah melewati batas,” sahut Anna.
Apa yang Cyntia khawatirkan terjadi hanya dalam dua menit kedepan saat Miyuki dan Alvin mengerahkan hampir seluruh energi Mana yang mereka miliki untuk saling menyerang.
Tahu jika Miyuki sedang dalam bahaya besar, Anna akhirnya turun tangan untuk mencegah serangan Miyuki dan Alvin saling beradu.
Anna berteleportasi dan muncul di antara mereka lalu menangkap lengan kedua Hunter untuk menghentikan mereka.
Wushhhh…
Udara terasa dingin selama beberapa detik saat Anna menyerap semua energi sihir yang berasal dari skill Miyuki dan Alvin.
Jika energi sihir itu sampai pergi lebih jauh lagi, Anna yakin jika seluruh bangunan dan hutan yang berada di pulau yang memiliki luas di atas 500.000 km² itu akan mengalami kepunahan.
“Tolong hentikan sampai di sini saja,” pinta Anna pada kedua Hunter itu.
Miyuki mendecak kesal setelah melihat kehadiran Anna. Tapi ia langsung menarik tangannya dari genggaman Anna dan menuruti permintaannya setelah Anna berbicara padanya melalui telepati.
“Lihat apa yang sudah kalian lakukan. Kalian terlalu berlebihan,” ucap Anna.
Miyuki dan Alvin memandang sekitar mereka dan menyadari hilangnya reruntuhan bangunan dan bangunan rusak yang sebelumnya memenuhi Kota S. Kini, hanya tampak hamparan tanah kosong saja di sekeliling mereka.
__ADS_1
“Tsk... Untung saja sebagian besar warga masih berada di bunker. Kalian tahu jika pertarungan berlebihan ini akan menyebabkan warga ikut tewas juga, kan?” ucap Anna, menegur kecerobohan mereka.