
Sebenarnya, jarak gerbang dari lokasi dasar jurang tidak terlalu jauh.
Namun, karena Hunter dengan peringkat D dan B seperti Frank Arnold dan Gus Stevin tidak memiliki status sense sebaik Gina, mereka berjalan dengan sangat hati-hati sembari berlindung di sekitar bukit-bukit karang untuk menghindari sergapan monster jika mereka mendengarkan ada suara-suara mencurigakan atau merasakan ada energi sihir yang melintas di sekitar jalan yang mereka lalui.
Setelah menghabiskan waktu perjalanan selama 3 jam lamanya, akhirnya Gus Stevin dan Frank Arnold yang sangat beruntung, karena tidak mengalami hambatan apa pun, akhirnya tiba juga di dekat gerbang Dungeon.
Namun, mereka langsung bersembunyi saat melihat ada puluhan Raptor dan puluhan Pterodactyl yang datang dari dua arah berbeda menuju gerbang Dungeon lalu menghilang ke dalamnya.
“Mereka keluar dari gerbang?!” Saking terkejutnya, Gus Stevin memekik saat melihat fenomena aneh tersebut.
“A-apakah sudah waktunya sihir penghalangnya terbuka?” tanya Frank yang juga bingung melihat kejadian itu.
Normalnya, monster tidak akan bisa keluar dari Dungeon sampai jangka waktu tertentu, hingga sihir pengunci gerbang yang secara otomatis dimiliki sebuah Dungeon menghilang.
“Tidak. Seharusnya masih ada waktu dua hari lagi di dunia kita. Artinya, masih dua puluh hari di waktu Dungeon.”
“Apakah karena ada monster-monster baru?”
Gus Stevin mengangguk-angguk pelan. “Ya, mungkin saja.”
Gus Stevin juga mengingat-ingat kembali saat beberapa kali merasakan adanya energi sihir melintas di kejauhan waktu mereka masih dalam perjalanan, "Apa energi sihir tadi milik monster-monster itu juga? Energi sihirnya sangat besar hingga bisa terasa dari kejauhan," pikir Gus Stevin.
Ia kemudian bergidik saat membayangkan jika mereka sampai dipergoki monster-monster tersebut.
'Kami pasti akan langsung mati!'
Keduanya akhirnya pergi lagi dengan mengendap-endap di antara batu karang yang cukup untuk menyembunyikan tubuh mereka.
Walaupun gerbang besar Dungeon sudah terlihat dari tempat mereka berada, namun kedunya sama sekali tidak berani gegabah untuk langsung pergi berlari menuju gerbang.
Pilahan kedua Hunter itu untuk bertindak hati-hati memang sangat tepat, karena beberapa saat kemudian, lagi-lagi puluhan Raptor dan puluhan Pterodactyl datang dari arah mereka yang sama seperti sebelumnya, lalu keluar lagi ke dunia manusia melalui gerbang.
Takut jika keberadaan mereka diketahui monster-monster itu, Gus dan Frank akhirnya memutuskan untuk menunggu dan bersembunyi di balik sebuah batu besar sambil memikirkan cara untuk bisa pergi menuju gerbang tanpa ketahuan, dengan jantung yang berdebar-debar. Terutama Frank. Wajahnya bahkan pucat pasi dan keringat dingin tampak bercucuran keluar dari balik helm pelindungnya.
°°°
Gus tidak ingin Frank tiba-tiba bertemu mereka saat sudah berada di dekat gerbang lalu tewas terbunuh.
__ADS_1
Namun, setelah ia amati, ada jeda beberapa menit sebelum monster-monster datang dan keluar dari Dungeon.
“Nah, sepertinya ada kesempatan bagus untuk selamat dari mereka. Selalu ada jeda sekitar lima menit sebelum mereka datang. Tunggu sampai mereka datang dan keluar sekali lagi, lalu kau cepat lari dan keluar dari sini. Kau mengerti?"
Frank Arnold menganggukkan kepalanya dan mereka pun menunggu siklus kedatangan monster berikutnya.
Gus Stevin langsung menyuruh Frank Arnold untuk segera pergi keluar dari Dungeon setelah rombongan monster berikutnya datang. Frank menurutinya dan langsung berlari menuju gerbang dengan cepat, setelah ia mengucapkan terima kasih berulang kali.
Melihat Frank Arnold telah keluar dari gerbang dengan selamat, Gus Stevin akhirnya merasa lega. Satu tugasnya akhirnya selesai.
Namun, masih ada tugas lain yang harus ia lakukan. Mencari tempat persembunyian untuk anggota tim lain.
Setelah rombongan monster datang dan pergi sekali lagi, Gus keluar dari tempat persembunyiannya untuk memeriksa keadaan sekitar.
Mengetahui ada yang datang dan pergi di sekitar gerbang seperti itu, bisa saja monster-monster tersebut memergoki seluruh anggota tim nya nanti.
Gus akhirnya berinisiatif untuk mencari tempat persembunyian di dekat gerbang yang dapat menampung 19 Hunter yang masih tersisa di dalam Dungeon, termasuk dirinya, agar dapat bersembunyi dengan aman sebelum meninggalkan Dungeon.
Ia memandang ke beberapa bukit yang agak tinggi yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Setelah memutuskan bukit mana yang ia pilih, Gus Stevin segera berlari ke bukit karang tersebut, untuk memeriksa keadaan di sana.
Setibanya di atas bukit, Gus Stevin memerhatikan keadaan sekeliling bukit untuk memastikan apakah tempat itu benar-benar aman. Ia memandang seluruh tempat dari yang terdekat sampai yang terjauh.
"Ah, itu sepertinya tempat yang bagus untuk bersembunyi. Tidak terlalu jauh dari gerbang dan tidak berada di dua jalur lintasan monster." Pikir Gus, saat melihat sebuah bukit kecil yang agak jauh dari tempatnya berada.
Saat itu, ia merasakan lagi energi sihir yang tiba-tiba muncul dari arah kiri dan kanannya. Gus langsung tiarap saat itu juga, karena ia tahu energi sihir itu pasti milik rombongan Raptor dan Pterodactyl yang akan melintas.
"Gila. Dungeon ini benar-benar mengerikan. Aku sampai tidak bisa bergerak sebebas biasanya!" Umpat Gus dengan suara tertahan.
Setelah monster-monster tersebut keluar dari Dungeon. Gus berdiri untuk segera turun dari bukit tempatnya berada.
Namun, pada saat itu juga, ia kebetulan melihat tim raid nya sedang berlari dengan sangat kencang di kejauhan, menuju ke arah gerbang Dungeon.
“Mereka sudah sampai juga? Kenapa secepat ini?”
Gus awalnya merasa bingung kenapa tim raid bisa tiba dengan cepat dan hanya berselisih sekitar 1 jam darinya.
Namun, ketika dia melihat kecepatan masing-masing orang, dia akhirnya berpikir bahwa itu adalah hal yang sangat wajar.
__ADS_1
“Yah, bisa saja mereka tiba secepat ini jika berlari kencang, tidak mengendap-endap seperti kami tadi.”
Gus Stevin kemudian memutuskan untuk turun dan menemui rekan-rekannya, bermaksud untuk meminta mereka untuk bersembunyi dulu sampai rombongan monster tiba dan keluar terlebih dulu dari Dungeon, barulah mereka akan keluar setelahnya.
Namun, saat Gus tiba-tiba merasakan energi sihir yang sangat kuat yang bahkan membuat seluruh tubuhnya gemetar, ia pun menghentikan langkah kakinya untuk kembali memantau keadaan.
Gus menatap lagi ke arah timnya di kejauhan.
Tak lama kemudian, dari balik bukit besar yang melindungi pandangannya, ia akhirnya melihat penyebab mengapa anggota timnya berlari dengan sangat cepat. Ada dua Ty-Rex sedang mengejar mereka.
“Apakah itu Dinosaurus yang berada di atas tebing tadi?”
Gus akhirnya memutuskan untuk segera turun dari puncak bukit karena ia merasa beberapa menit lagi rombongan Raptor dan Pterodactyl itu akan tiba dan bisa saja rekan-rekannya terpergok makhluk-makhluk tersebut.
Namun, sekali lagi, saat Gus baru melangkahkan kaki beberapa langkah untuk turun dari atas bukit, ia baru menyadari bahwa ada sesuatu yang salah. Energi sihir yang ia rasakan, sepertinya tidak berasal dari dua Ty-Rex tersebut.
Gus juga merasa bahwa keadaan di sekitarnya lebih gelap dibandingkan sebelumnya, seperti ada awan mendung yang menaungi.
Gus menoleh ke atas tapi tidak ada awan yang ia kira berada di atasnya.
‘Apakah dari arah belakang ku?’
Gus Stevin akhirnya menoleh ke belakangnya.
Saat itu juga, ia terkejut sampai-sampai membuat kedua kakinya saling tersandung dan ia pun jatuh berguling dari atas bukit.
Gus Stevin berusaha menguasai tubuhnya. Lalu dengan sekali sentakan, ia akhirnya bisa menahan tubuhnya agar tidak terguling lagi.
Setelah berdiri, ia pun berlari kencang turun dari bukit.
“I-itu... Apa mereka Dark Elf? Kenapa energi sihir mereka sekuat itu?” Gus Stevin sedang mengingat apa yang baru saja ia lihat, sambil terus berlari menuruni bukit batu tanpa mau menoleh lagi ke belakang.
Ia melihat ada puluhan monster yang keluar dari lubang hitam besar, yang ia duga adalah sebuah gerbang lain yang menghubungkan tempat para monster dan Dungeon ini.
Sambil mengabaikan gemetaran di tubuhnya, Gus Stevin terus berlari ke arah rekan-rekannya dengan kecepatan terbaik yang bahkan melebihi batas kecepatan berlarinya.
•••
__ADS_1