
Tidak ada jawaban dari dewan pengawas agung. Sebagai gantinya, ia mengangkat satu tangan yang menandakan bahwa semua dewan pengawas yang berada di tempat itu diberikan perintah untuk menangkap dewi Ann dan dewi Lyn.
Melihat tanda tersebut, seluruh dewan pengawas yang berada di kuil suci berdiri.
Masing-masing dari mereka mengarahkan kedua telapak tangan pada dewi Ann dan dewi Lyn secara serempak.
Tapi, sebelum semua dewan pengawas menembakkan sihir pada kedua dewi cantik tersebut, kilatan cahaya api biru menghancurkan kubah kuil suci dan turun ke tengah-tengah ruangan di mana dewi Ann dan dewi Lyn berdiri.
°°°
Dewan pengawas agung terperanjat dan langsung berdiri dari singgasananya setelah melihat kehadiran makhluk yang memiliki kedudukan yang sama tinggi dengan dirinya dalam tingkatan para makhluk ciptaan.
"Serafim..."
Semua dewan pengawas yang sudah terlanjur mengarahkan tangan ke tengah-tengah kuil suci buru-buru menurunkan kedua tangan dan menundukkan kepala mereka.
Tidak ada di antara mereka yang berani menatap langsung wajah Serafim yang berkilauan.
Hal yang sama juga di lakukan dewi Lyn, yang langsung berlutut si hadapan Serafim.
Tidak ada yang berani menatap langsung wajah Serafim. Mereka tahu, tubuh mereka akan langsung terbakar jika tanpa sengaja bertemu pandang dengannya.
Hal yang sama juga dilakukan dewan pengawas agung. Dia langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Dewan pengawas agung memang memiliki tingkatan yang sama dengan Serafim, namun ia juga tidak memiliki keberanian untuk saling bertatapan dengannya.
'Hampir saja aku mati. Untung aku sempat memalingkan wajah.'
•••
Serfim mengalihkan pandangannya pada satu-satunya dewa yang masih berdiri tegak sambil membalas tatapan sang Serafim tanpa rasa takut sekalipun, karena dewa itu sama sekali tidak terpengaruh oleh efek sihir Serafim yang bisa menghanguskan siapa pun yang bertatapan dengannya.
"Ann Arnix, terimalah titah dari Absolut yang maha tinggi."
Saat Serafim mengumumkan jika ia mrmbawa titah dari Absolut, barulah dewi Ann menurunkan tatapan matanya ke lantai kuil suci, menekukkan kedua kaki dan berlutut di hadapan Serafim.
"Ann Arnix siap menerima titah dari Absolut yang maha tinggi."
"Musnahkan dewan pengawas agung dan seluruh dewan pengawas para dewa yang sudah bersekongkol membelot dari hukum Absolut. Jika ada di antara mereka yang melarikan diri, kejar dan binasakan mereka tanpa tersisa setitikpun darah dari tubuh mereka."
"Ann Arnix akan menjalankan titah Absolut yang maha tinggi."
Keadaan hening setelahnya.
Serafim juga telah lenyap dari kuil suci.
__ADS_1
Baik dewan pengawas agung dan dewan pengawas para dewa saling bertatapan.
"Kita semua dimusnahkan?" ucap salah satu dewan pengawas para dewa, syok dengan apa yang baru didengarnya.
Dewan pengawas agung menatap dewi Ann dan dewi Lyn yang sudah berdiri kembali di tempatnya, dengan kemarahan yang meluap-luap di hatinya.
'Pantas mereka tidak merasa takut. Jadi mereka sudah melaporkan pembelotan ini pada Absolut!'
•••
"Pergilah ke bintik biru. Aku akan mengurus mereka," ucap dewi Ann pada adiknya, dewi Lyn.
"Kalau begitu aku pergi dulu," sahut dewi Lyn sebelum lenyap dari kuil suci.
Dewi Ann menatap berkeliling, memerhatikan ekspresi wajah para dewan pengawas yang memiliki sorot mata dan ekspresi beragam.
Ada yang takut padanya, ada yang marah, juga ada yang meremehkannya.
"Ku kira Absolut tidak memerdulikan kami. Ternyata Absolut masih memberikan kesempatan hidup pada kami," ucap dewan pengawas agung dengan suara lantang.
Semua perhatian kini tertuju padanya.
Puas dengan perhatian itu, dewan pengawas agung melanjutkan ucapannya,
"Dia cuma seorang diri. Apa dia pikir akan bisa menghabisi kita semua?"
Dewi Ann memang terkenal sangat kuat. Namun, tidak mungkin dia bisa mengalahkan mereka semua, yang jauh lebih kuat dibandingkan dewa.
Dan lagi, tidak ada di antara mereka yang pernah melihat kekuatan dewi Ann secara langsung kecuali dewan pengawas agung yang diciptakan sebelum dewi Ann ada.
Jadi, saat dewan pengawas agung baru saja mengatakan jika mereka bisa menang, maka mereka yakin jika perkataan itu adalah sebuah kebenaran.
°°°
Rasa takut para dewan pengawas setelah mendengar titah yang Serafim kumandangkan secara perlahan mulai menguap.
Dengan penuh tekad membunuh, ribuan dewan pengawas mengarahkan tatapan mereka pada dewi Ann yang masih berjalan berputar-putar di tempatnya.
Lalu, semua dewan pengawas mengangkat kedua tangan mereka kembali dan mengarahkannya pada dewi Ann.
•••
"Kalau kalian mendengar titah tadi, harusnya kalian tahu jika Absolut sudah tahu kalau aku sanggup menghabisi kalian semua," ucap dewi Ann, hampir bersamaan dengan gerakan tangan para dewan pengawas yang baru saja terangkat.
Setelah berbicara, dewi Ann merentangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Conqueror of Darkness, part 2... Light in the Darkness."
Ziiiiiiiiinnnnnnggggg...
Cahaya emas yang sangat menyilaukan memendar keluar dari tubuh dewi Ann.
Baik itu kuil suci maupun tubuh semua dewan pengawas para dewa, lenyap tertelan sihirnya.
Hanya lantai kuil suci dan dataran kosong yang tersisa, bersama dengan ribuan kepala yang tertinggal setelah tubuhnya tertelan oleh sihir dewa Arnix yang baru saja dewi Ann lesakkan.
Ribuan kepala, termasuk kepala dewan pengawas agung jatuh berdebum di bekas lantai kuil suci yang berlapis emas.
Tak lama kemudian, ribuan pedang sihir keemasan yang sama jumlahnya dengan kepala yang berada di lantai, muncul dari langit dan jatuh menikam semua kepala yang tergeletak di lantai, kecuali kepala dewan pengawas agung yang dewi Ann biarkan selamat dari pedang sihirnya.
Kepala dewan pengawas agung terbang melayang saat dewi Ann menjulurkan tangannya dan kepala itu mendarat tepat di tangan dewi Ann.
Kedua mata dewan pengawas agung melotot, menatap dewi Ann dengan perasaan ngeri.
Ia tidak tahu jika dewi Ann memiliki kekuatan yang jauh lebih besar darinya.
Ia mengira jika kehebatan dewi Ann hanyalah isapan jempol belaka. Ia mengira para dewa yang pernah bertarung dengannya hanya melebih-lebihkan kemampuannya.
'Benar... Absolut tidak mungkin tidak tahu jika dia sekuat ini. Adiknya juga tidak mungkin pergi meninggalkannya sendiri jika tidak tahu dia sekuat ini...'
"Tepat seperti apa yang kau pikirkan," ucap dewi Ann seraya tersenyum lembut pada dewan pengawas agung yang hanya tersisa kepalanya saja.
Dewan pengawas agung tersentak.
"Kau... Jangan-jangan kau bisa membaca pikiranku?"
Dewi Ann mengangguk.
"Bagaimana bisa..."
"Bisa saja. Kenapa tidak?"
Crakkkkk...!
Sinar keemasan yang berasal dari jemari dewi Ann melesat menembus otak dewan pengawas agung. Bersamaan dengan itu, dewan pengawas agung pun binasa.
•••••••
Tubuh dewan Ra gemetar setelah mendengar cerita penatua keluarga mengenai apa yang dewi Ann telah lakukan di kuil suci.
Anggota keluarga itu juga bisa lolos karena mereka secara kebetulan menyaksikan pembantaian itu melalui kristal sihir dari kediaman mereka.
__ADS_1
Para keluarga kemudian melarikan diri ke pusaran putih dan pusaran coklat.
Tadinya mereka bermaksud untuk membawa dewan pengawas Ge dan Ra untuk melarikan diri ke celah dimensi, namun Anna menghalangi mereka.