Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 199 - Pembantaian


__ADS_3

"Menentang? Apa yang Anda lakukan hingga kami harus menentangnya, paman? Coba Anda katakan. Jika itu adalah hal baik, kenapa kami harus menentangnya?" sahut Wang Zhu Ming dengan memberikan pertanyaan balik, dan berhasil membuat pria paruh baya itu langsung naik pitam.


Namun, Wang Xu Chan menahan diri untuk tidak meledakkan kemarahannya atas pertanyaan yang ingin menjebaknya itu. Ia menarik nafas panjang, lalu memaksakan sebuah senyum pada Zhu Ming.


Ia pun berbicara lagi, dengan nada suara dan tatapan bersahabat pada keponakannya itu.


"Zhu Ming. Kau tentu tahu berapa cepat aku dan sepupu mu, Chu Gong bisa naik ke peringkat S, kan? Kau sudah terlalu lama berada di peringkat S. Apa kau tidak ingin menaikkan peringkat mu lagi?"


Setelah berbicara pada Zhu Ming, Xu Chan mengalihkan tatapannya pada Liu Gong.


"Putra ku. Kau tahu ayah sangat peduli pada mu, kan? Karena itu sejak dulu ayah tidak menentang apa pun yang kau mau walaupun hal itu sangat ayah dan mendiang kakak mu tidak sukai. Kali ini saja, berdirilah di pihak ayah. Kau akan melihat nanti, bahwa pilihan mu tidak salah."


Liu Gong langsung tertawa begitu Wang Xu Chan menyelesaikan kalimatnya.


"Apa kau sudah tidak waras ayah? Apa kau tidak sadar yang kau lakukan itu tidak benar?"


Melihat usaha Xu Chan gagal, Chris Meyers menoleh padanya dan berbicara, "Xu chan. Ku rasa kita sudah terlalu lama di sini. Aku sudah memberi mu waktu untuk berbicara pada mereka tapi sepertinya semua sia-sia."


"Chris, tolong berikan waktu..."


"Aku tahu dia adalah satu-satu nya putra mu yang tersisa. Tapi, apa kau berani menentang perintah ketua?" potong Chris, saat Xu Chan hendak meminta waktu untuk membujuk, setidaknya anaknya, sekali lagi.


Mendengar ancaman Chris dengan memakai nama ketua organisasi mereka, Xu Chan akhirnya terdiam. Ia langsung berbalik dan pergi meninggalkan tempat itu dengan perasaan bercampur aduk saat ia tahu akan kehilangan kedua putranya sekaligus dalam waktu yang tidak berjauhan. Padahal, ia masih sangat berduka atas tewasnya Wang Chu Gong.


Namun demikian, demi pertemanan mereka, Chris memberikan tawaran terakhir. Tapi hanya pada Liu Gong.


"Aku akan memperbaiki pertanyaan ayah mu tadi," ucap Chris seraya menatap tajam pada Liu Gong, "Kau mau ikut kami, atau kau akan mati bersama semua orang ini?" tanya Chris, sembari menyapu telunjuknya pada lima Hunter yang berdiri berdekatan dengan Liu Gong.


"Aku lebih baik mati dari pada mengikuti kalian." Sahut Liu Gong, tegas.


Mendengar itu, Xu Chan yang masih berdiri diam di luar pintu gudang, langsung pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah lebar, tidak ingin melihat apa yang akan terjadi pada putranya yang tersisa.


°°°


Chris akhirnya menoleh pada Kenichiro dan memberikannya perintah, "Jangan bunuh mereka. Biar Keisuke yang mengakhirinya. Aku ingin mereka tersiksa sebelum mati." Ucap Chris, yang kemudian menyeringai lebar.


Kenichiro Tanaka yang sejak tadi diam akhirnya mencabut katana di pinggangnya setelah Chris memberikan perintah.


Ia kemudian berlari pelan menuju Ronald Stewart, yang juga sudah bersiap dengan belati di kedua tangannya.

__ADS_1


Melihat itu, Zhu Ming langsung melompat ke depan Ronald untuk menghadang serangan Kenichiro, sementara Steven dan Jester mundur jauh ke belakang, untuk membantu memberikan serangan jarak jauh dan menjaga vitalitas tim.


Sembari ia melompat mundur, Steven juga langsung memberikan serangan jarak jauh pada Kenichiro yang sudah berada di dekat Zhu Ming, sementara Ronald yang sebelumnya menjadi target penyerangan Hunter asal Jepang itu, telah berputar untuk menyerang Kenichiro dari arah belakang.


Bammmmm...!


Bola api yang Steven lesakkan, berhasil menghujam tubuh Kenichiro.


Melihat serangan Steven berhasil mengenai lawan, Ronald dan Mira yang sudah berada di belakang Kenichiro juga langsung menyerangnya, sementara Zhu Ming menyerang langsung dari depan untuk mencuri perhatian lawan agar tidak berbalik dan menghindari serangan dua rekannya.


Namun, saat belati Ronald dan Mira sudah berada sangat dekat pada kedua kaki lawan, Kenichiro tiba-tiba lenyap dari hadapan mereka.


Hunter bersenjata katana itu melompat tinggi sampai ke langit-langit bangunan, lalu menggunakannya sebagai pijakan untuk menyerang balik Ronald dan Mira, yang tentu saja lengah saat mereka baru saja kehilangan targetnya.


Ziiiiinnng! Sraaatttttt!


Memiliki kecepatan dan kekuatan dengan perbandingan yang terlalu jauh, membuat serangan Kenichiro, yang sudah menyerang dengan sungguh-sungguh, tak bisa kedua Hunter itu hindari.


Katana nya berhasil memenggal lengan kanan Ronald sekaligus memutuskan tangan kiri Mira.


Serangan yang dilakukan dengan sangat cepat itu, membuat Jester yang biasanya sudah memberikan buff pada rekan-rekannya, belum sempat melakukan tindakan apa pun untuk melindungi mereka.


°°°


Liu Gong yang sebelumnya terpana dengan pergerakan tiba-tiba Kenichiro yang tak kasat mata, melompat maju untuk membantu Zhu Ming menyerang Kenichiro yang baru saja mendaratkan kakinya di lantai, usai melukai Ronald dan Mira dari udara.


Namun, Kenichiro lagi-lagi menghilang dari hadapan mereka, lalu muncul kembali di belakang Steven dan Jester.


Walaupun dia seorang Hunter tipe Warrior, namun dengan level nya yang sangat tinggi, ia memiliki kecepatan berlari yang jauh lebih baik di bandingkan Ronald Stewart yang seorang Assassin sekali pun.


Slashhhh...!


Hanya dalam satu kali tebasan miring, ia berhasil memenggal kedua kaki Steven dan merobek punggung Jester dengan sangat dalam.


Kehilangan kedua kakinya sekaligus, Steven langsung terjatuh seketika. Sementara Jester yang terkena sabetan katana di punggungnya, terpental jauh hingga jatuh bertabrakan dengan Ronald dan Mira.


Kenichiro kembali bergerak. Kali ini targetnya adalah Zhu Ming dan Liu Gong.


Tahu musuhnya sangat kuat, kedua Hunter itu langsung mengerahkan energi Mana untuk menggunakan special skill terkuat mereka.

__ADS_1


Sayangnya, Kenichiro benar-benar bukan tandingan mereka, baik dalam kekuatan, terutama dalam kecepatan.


Saat kedua Hunter masih mengerahkan energi Mana untuk segera menggunakan sihir mereka, Kenichiro tiba-tiba sudah muncul di hadapan mereka dan langsung mengayunkan katana nya dengan sangat cepat.


Sraatttt... Sraatttt...!


Hanya dalam sekejap mata, serangan Kenichiro membuat dua Hunter kelas atas di Asia Tenggara itu mendapatkan cidera parah.


Wang Zhu Ming harus rela kehilangan satu lengannya, sementara Liu Gong juga tak kalah sial nya dengan harus kehilangan tangan kirinya yang telah putus di mata tajam katana Kenichiro.


Hanya sampai di situ, Kenichiro kemudian menyarungkan kembali katana, mengebaskan kimono nya yang sempat terkena serangan dadakan Steven, lalu melangkah pergi menuju Chris Meyers, meninggalkan lawan-lawannya yang sudah terkapar di lantai gudang tua.


Serangan super cepat dengan pergerakan yang sangat efisien dari Kenichiro, berhasil membuat lawan-lawannya hampir saja terbunuh, bahkan sebelum mereka sempat mengeluarkan kemampuan terbaiknya.


Chris tertawa panjang sebelum akhirnya membawa Kenichiro keluar dari gudang tua itu, meninggalkan Keisuke seorang diri di sana.


Bukan tanpa alasan mereka pergi meninggalkan Keisuke di situ. Chris ingin memberikan kematian yang sangat menyakitkan untuk para Hunter itu. Jika itu Kenichiro, mereka semua akan mati dengan sangat mudah, tanpa sempat merasakan sakit yang menyiksa.


Setelah kedua rekannya pergi, Keisuke langsung menengadahkan kedua tangannya ke atas. Tak lama kemudian, asap hitam tebal keluar dari kedua telapak tangannya.


Setelah asap hitam terkumpul di langit-langit gudang tua, asap hitam tebal kemudian bergerak dengan cepat, mengikuti gerakan tangan Keisuke yang mengarahkannya pada para Hunter hingga asap itu menyelimuti tubuh keenam Hunter yang sudah terluka parah.


Tidak sampai satu detik berselang, semua asap menghilang, terhisap ke dalam bekas luka yang tadi Kenichiro tinggalkan.


Begitu asap itu meresap ke dalam tubuh mereka, keenam Hunter itu pun langsung mengalami kejang-kejang dan muntah darah hitam pekat.


Kulit tubuh mereka juga mulai menggelap.


Mendapat serangan mematikan dari seorang Mage dengan skill langka seperti Keisuke yang mengandalkan sihir racun, semua Hunter langsung lemas tak berdaya saat racun itu melumpuhkan sendi-sendi mereka di awal penyerapannya.


Mereka hanya bisa mengerang menahan rasa sakit saat organ-organ di dalam tubuh mereka akhirnya mulai meleleh terbakar asam dari sihir beracun.


Jangankan 5 Hunter lain. Jester yang seorang Helaer pun bahkan tidak bisa mengatasi racun itu. Racun di tubuhnya malah memakan seluruh organ dalamnya lebih cepat saat ia menggunakan energi Mana nya untuk memproduksi sihir penyembuh.


Alhasil, keenam Hunter hanya bisa berteriak-teriak menahan rasa sakit sembari memegangi semua bagian tubuh mereka yang mulai meleleh oleh racun yang kini sudah membakar daging dan kulit mereka.


Sihir racun Keisuke itu, membuat keenam Hunter tersiksa dengan amat sangat menyakitkan sebelum akhirnya tewas secara mengenaskan.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2