
"Kau mencari ku?" Tanya Anna pada Miyuki, begitu dia telah pindah ke bawah tanah, di ruang kerja Miyuki.
"Bisakah kau muncul di depan pintu saja lalu mengetuknya? Cara mu datang selalu mengagetkan ku." Ucap Miyuki yang langsung memberikan tatapan kesal pada Anna.
"Maafkan aku."
Miyuki tidak memerdulikan permintaan maaf itu. Dia langsung berdiri dari tempat duduknya, mengambil laptop dari samping monitor komputer, lalu pergi ke sofa dan mengajak Anna untuk duduk di sana.
"Ponsel mu tidak aktif?"
Anna mengangguk, namun ia kemudian mengeluarkan smartphone dari saku hoodie nya. Sebelum ke laboratorium, ia tadi mampir ke gedung 9 AM terlebih dahulu untuk mengambil smartphone nya, sekaligus mengecek keadaan Cassey yang masih belum siuman.
"Ren menghubungi mu sejak tadi pagi." Ucap Miyuki, seraya menunjukkan pesan Ren di layar laptop.
Anna menatap Miyuki dengan kening berkerut. "Kau masih memata-matai kami? Kau benar-benar mengerikan."
"Tsk... Baca pesannya saja."
Mengabaikan kekesalannya, Anna akhirnya menatap ke layar dan membaca pesan yang Ren kirim padanya. Sambil membaca pesan itu, Anna juga menyalakan kembali smartphone nya.
"Empat Hunter dari Asosiasi Amerika mengejar ku. Kalau kau tidak sibuk, bisakah kau datang ke sini? Aku akan mengirimkan lokasinya."
"Di mana lokasinya?" tanya Anna pada Miyuki saat ia tidak melihat pesan susulan dari Ren yang seharusnya melampirkan lokasi keberadaannya.
Sebenarnya, Ren tidak sempat mengirimkan lokasi keberadaannya, karena pada saat itu situsi tidak memungkinkan baginya untuk mengirimkan pesan lagi.
"Dia tidak mengirimkan pesan apa pun lagi setelahnya." Sahut Miyuki.
"Bisakah kau melacaknya?"
Miyuki menggelengkan kepalanya. "Ada beberapa peretas yang mengacaukan lokasi keberadaan ponsel Ren. Aku sudah mencobanya berulang kali, namun selalu gagal."
"Dia masih di Kepulauan Fiji, kan?"
"Ya."
"Kalau begitu, aku akan pergi ke sana."
"Nyalakan ponsel mu."
Anna mengangkat ponselnya lalu menunjukkan layarnya pada Miyuki. "Sudah ku lakukan. Aku pergi dulu."
Setelah pamit pada Miyuki, Anna pun lenyap dari pandangan gadis imut itu.
•••
__ADS_1
Anna berteleportasi ke dalam sebuah kamar di vila tempatnya menginap beberapa hari yang lalu. Kamar itu adalah kamar tidurnya saat ia berada di Kepulauan Fiji.
Anna kemudian pergi ke jendela dan membuka jendela kamar tersebut, lalu terbang menuju kantor Asosiasi untuk menanyakan informasi keberadaan terakhir Ren pada Rodman Kilirayna yang mungkin saja mengetahuinya.
Sebagai ketua Asosiasi, Rodman mungkin tahu kemana Ren pergi. Mereka pasti saling menghubungi karena Ren masih terikat kontrak pada Kepulauan Fiji.
Namun, saat Anna tiba di pintu utama gedung Asosiasi, security gerbang langsung menghadangnya.
"Saya ingin bertemu tuan Kilirayna." Ucap Anna, yang merasa tidak nyaman dengan blokade yang security lakukan padanya. Padahal, baru beberapa hari yang lalu, pria itu terlihat sangat gembira ketika bertemu dengannya.
"M-maaf nona Anna. A-anda tidak diizinkan untuk masuk ke gedung Asosiasi." Sahut pria itu.
Anna mendengus kesal. Ia tahu mereka pasti memblokirnya setelah berita pengecaman pada dirinya di umumkan secara resmi di situs Asosiasi Dunia.
Kedua kaki security yang gemetar juga membuktikan bahwa Asosiasi Dunia telah berhasil membuat pria itu berpikir bahwa dia adalah sosok iblis jahat, seperti yang Li Wen Xia katakan.
Anna sebenarnya bisa dengan mudah menerobos masuk. Namun, ia tidak menyukai melakukan kekerasan pada Hunter lemah dan juga tidak bersalah. Jadi, dia memilih untuk mengeluarkan smartphone nya lalu menghubungi Rodman Kilirayna.
Namun, setelah Anna mencoba untuk menghubungi pria paruh baya itu sampai 3 kali, panggilannya tidak bisa terhubung satu kali pun. Yakin ada kesalahan yang pasti pria baik hati itu lakukan hingga mematikan ponselnya, Anna akhirnya memilih untuk menerobos masuk.
Pertama-tama, Anna membuat petugas penjaga pintu di hadapannya tidak bergerak, dengan sihirnya. Ia kemudian masuk ke dalam gedung dan membuat 4 petugas keamanan lain tidak dapat bergerak juga.
Namun, Hunter-hunter yang berada di lobi langsung berlarian untuk mengepungnya.
Anna terus berjalan dengan cepat menuju tangga darurat alih-alih memilih lift untuk menuju lantai ruang kantor Rodman berada. Ia merasa akan lebih cepat baginya naik ke lantai 15 dengan berjalan kaki menaiki tangga, di bandingkan harus menggunakan lift.
Anna bahkan bisa tiba di depan pintu ruangan Rodman jauh lebih cepat dibandingkan petugas Asosiasi yang baru saja di hubungi oleh tim keamanan dari ruang kontrol CCTV. Jadi, Anna bisa masuk ke dalam ruangan ketua Asosiasi itu tanpa ada hambatan lagi.
Namun, setelah ia tiba di sana, Anna tidak menemukan Rodman atau siapapun berada di ruangan tersebut.
Mendongkol karena tidak berhasil menemukan Rodman, Anna akhirnya menghancurkan salah satu dinding ruangan untuk segera keluar dari bangunan itu.
Ia kemudian pergi ke atap gedung dan berdiri lama di sana menatap ke seluruh area untuk melihat detail lingkungan dan memerhatikan orang-orang yang berada di pulau tersebut.
Karena jarak pandangannya terhalang oleh cekungan Bumi, Anna akhirnya terbang sampai beberapa kilometer di atas gedung Asosiasi agar ia bisa mendapatkan jarak pandang yang lebih jauh.
Tidak dapat menemukan keberadaan dua orang yang sedang dicarinya hanya dengan kedua matanya saja, Anna akhirnya mengonsentrasikan kepekaannya pada energi Mana untuk mendeteksi energi Mana Ren dan Rodman.
Beberapa menit kemudian, walaupun ia tidak berhasil mendeteksi keberadaan Ren, Anna akhirnya berhasil mendeteksi keberadaan Rodman yang berada di pulau berbeda dari tempatnya berada.
Tidak ingin membuang waktu lagi, Anna langsung melesat pergi menuju tempat ia merasakan energi Mana Rodman berada, secepat yang ia bisa.
•••
Albert Brosman menatap tiga Hunter yang tidak bisa melaksanakan tugas yang ia berikan dengan baik, dengan kedua matanya yang melotot.
__ADS_1
Bukan hanya karena tidak bisa menyelesaikan tugas yang ia berikan saja, mereka bahkan telah kehilangan salah satu anak buahnya akibat serangan mendadak yang lawan mereka, Ren, berikan.
Ketiga Hunter yang tahu akan kesalahannya itu hanya bisa menundukkan kepala mereka saja, seraya berlutut di hadapan Albert, berharap tuannya itu tidak langsung membunuh mereka.
Rodman yang menyaksikan 3 Hunter peringkat tinggi itu tampak ketakutan dan berlutut dengan tubuh gemetar, tentu saja merasa takut. Jika ketiga Hunter yang memiliki peringkat jauh lebih tinggi darinya itu saja setakut itu, sudah pasti dia harus lebih takut lagi pada pria paruh baya yang kini berdiri sambil mengomeli mereka.
Walaupun demikian, Rodman juga memiliki sebuah tanda tanya besar di dalam hatinya. Ia tahu pria paruh baya yang berdiri di hadapannya itu sebenarnya masih berperingkat S.
Walaupun ketiga agen rahasia yang sedang berlutut itu adalah bawahan pria paruh baya tersebut, namun mereka yang memiliki peringkat lebih tinggi darinya, harusnya tidak ketakutan sampai gemetaran seperti yang ia lihat sekarang.
"Apakah Albert Brosman menyembunyikan peringkat aslinya?" Pikir Rodman, seraya menatap Albert, ketua Asosiasi Hunter Amerika tersebut dengan heran.
°°°
"Aku hanya menyuruh kalian untuk menangkapnya, dan apa yang kalian lakukan?!" Umpat Albert pada ketiga pria yang sedang berlutut itu.
"Dia hanya manusia biasa tanpa kekuatan khusus seperti yang telah ku berikan pada kalian!"
Setelah memaki ketiga orang itu, Albert menoleh pada Rodman, kemudian menatap kembali pada Fred yang ia anggap sebagai pemimpin tim yang gagal.
Kegagalan Fred dalam menjalankan tugas yang ia berikan bukan hanya karena ia membunuh orang yang ingin Albert sandera. Fred juga malah membawa Rodman ke hadapannya, yang akhirnya bisa membuat ketua Asosiasi Kepulauan Fiji itu menjadi saksi atas tindakan mereka.
"Untuk apa kalian membawanya kesini, hah?!" tanya Albert dengan suara nyaring, sembari menudingkan telunjuknya pada Rodman.
"K-kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan padanya, tuan." Sahut Fred denga suara bergetar.
"Kau bisa langsung membunuhnya!" Bentak Albert.
"T-tapi... Dia ketua Asosiasi..."
"Tidak peduli dia siapa, dia tidak berguna!" Bentak Albert lagi, memotong kalimat pembelaan diri Fred.
Albert kemudian menatap salah satu Hunter paruh baya dan berbicara padanya. Dia adalah Hunter yang tadi pagi menjemput Ren bersama Jordan.
"Kau..., bawa dia pergi kembali ke pantai tempat kalian bertarung tadi. Bunuh orang tak berguna ini dan buat seolah-olah pria dari Nine Bears itu yang melakukannya." Ucap Albert, memberikan perintah.
Pria paruh baya itu langsung berdiri dan pergi menghampiri Rodman dengan cepat.
Tahu bahwa ia tidak akan bisa melawan mereka semua di tempat ini, Rodman pun mengikuti pria paruh baya itu tanpa perlawanan apa pun, juga tanpa ingin repot-repot memohon ampunan dari Albert. Ia berpikir, akan jauh lebih mudah bertarung melawan pria paruh baya yang kini menariknya pergi, saat keriga rekan orang itu tidak ada.
Namun saat pria paruh baya tersebut baru menarik Rodman, sosok bayangan keemasan yang baru saja menghancurkan salah satu dinding bangunan tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
Buakkkk!!!
Anna langsung menghantam tubuh pria paruh baya yang sedang menarik Rodman hingga tubuh pria malang tersebut terpental menghantam dinding ruangan, hingga menghancurkan dinding tersebut.
__ADS_1