
Setelah Gina menghubunginya, Miyuki akhirnya datang dengan menggunakan portal sihir.
Semua Hunter yang berada di dalam kantor Gina tentu saja kaget karena Miyuki memiliki kemampuan seperti itu.
Miyuki yang seharusnya berada di salah satu kota di Tiongkok, bisa berpindah tempat melalui portal sihir setelah Gina memanggilnya.
"Jadi dia bisa mendatangi orang yang darahnya telah dioles di pisaunya...," pikir Gina.
"Ternyata bukan hanya Anna yang bisa pindah tempat...," gumam Gus Stevin sambil menatap Miyuki dengan tatapan kagum.
°°°
"Apa yang terjadi?" tanya Miyuki, mengabaikan tatapan takjub dari teman-temannya.
"Ah, y-ya... Kami sebenarnya menemukan sebuah laboratorium di salah satu pulau di Kepulauan Seribu itu," sahut Gina. Ia menelan ludahnya sekali untuk menghilangkan rasa terkejutnya sebelum melanjutkan, "Kami juga bertemu dengan orang yang mirip ayah ku, Steven, dan juga Anna."
"Huh?"
"Ini. Coba kau periksa. Kami menemukan banyak catatan juga disana." Ucap Gina sambil menyerahkan smartphone nya pada Miyuki. Apa yang Gina lakukan juga di lakukan Gus Stevin yang juga sudah mengambil banyak foto dari dokumen yang mereka temukan.
Tapi, Miyuki baru membaca beberapa baris dari catatan di smartphone Gina sebelum ia mengembalikan dua smartphoene di tangannya pada Gina dan Gus dengan ekspresi tidak tertarik.
"Ada apa? Apa kau juga tidak mengerti arti dari tulisan-tulisan itu?" tanya Gina penasaran.
"Tidak. Justru aku sangat mengerti jadi aku tidak perlu membacanya. Itu adalah penemuan ayahku yang tidak digunakannya. Memerlukan energi Mana yang sangat kuat untuk membuat penemuan itu menjadi nyata. Jadi ayahku hanya menyimpannya saja.
"Apa? Tapi bagaimana formulanya ada disana?"
"Itu sangat mudah ditebak. Takayoshi Sato hilang, kan? Dia pasti orang di balik semua itu. Mungkin dia yang dulu membunuh dan membakar ayahku beserta laboratoriumnya untuk mencuri hasil penemuan itu. Jadi, dialah yang mungkin membuat manusia-manusia kloning itu."
"Manusia kloning?"
"Ya. Hal itu mungkin bisa dilakukan jika mereka mencampurkan energi Mana iblis pada tumbuhan yang sudah dicampur dengan DNA orang yang telah mati. Energi Mana iblis sangat kuat. Jauh lebih kuat dibandingkan energi Mana dari monster dan kristal sihir."
"Jadi membuat manusia kloning itu bisa dilakukan ya...," gumam Gina. Ia merasa takjub dengan ayah Miyuki.
"Tentu saja. Aku juga menggunakan rumus yang mirip seperti itu untuk membuat sebuah avatar hunter." Sahut Miyuki yang kemudian berbalik dan pergi kembali ke portal buatannya. "Aku kembali dulu. Ada sesuatu yang sedang kuselidiki di Tiongkok. Aku mungkin akan membutuhkan kalian untuk membantuku saat waktunya sudah tiba. Bersiaplah."
__ADS_1
"Tapi, Miyu. Apakah manusia-manusia kloning itu tidak berbahaya?" tanya Gina penasaran saat melihat Miyuki sepertinya tidak terlalu mengkhawatirkan hal itu.
"Mereka berbahaya. Karena kloning itu berasal dari DNA makhluk aslinya, mereka akan bisa menggunakan kekuatan manusia aslinya juga."
"Kalau begitu kenapa kau terlihat sangat tenang?" tanya Kevin yang sama penasarannya seperti Gina.
"Yang berbahaya diantara mereka cuma makhluk yang menyerupai Anna, kan? Mereka bisa menggunakan kekuatan Anna jika mereka bisa mengumpulkan energi Mana sebanyak yang Anna miliki. Walaupun kita tidak bisa mengukur seberapa besar energi Mana yang Anna miliki, kurasa mereka membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mengumpulkannya."
"Kalau begitu, bukankah sekarang adalah saat yang tepat untuk menghabisi mereka? Sebelum mereka bisa mengumpulkan energi Mana."
"Ya. Lakukan saja. Aku pergi dulu."
"Kau tidak membantu kami?"
"Mereka bukanlah lawan yang sepadan untuk kalian sekarang ini. Asalkan kalian bertiga bekerjasama, itu sudah cukup." Sahut Miyuki.
Yang ia maksud adalah Gina, Kevin dan Bimo.
"Nah, aku pergi dulu. Cepatlah tangani mereka. Aku mungkin akan memanggil kalian dalam waktu 1 bulan kedepan." Ucap Miyuki. Ia akhirnya masuk kembali kedalam portal sihirnya.
•••
Setelah strategi yang ia atur dapat dimengerti oleh semua Hunter, Gina dan pasukannya akhirnya kembali lagi ke Kepulauan Seribu, hanya satu hari setelah ia dan Gus melarikan diri dari sana.
Pasukan Asosiasi yang terdiri dari ratusan Hunter muda itu dikapteni oleh Lucy Logan dan Yola Silvia.
Mereka menjelajahi Kepulauan Seribu dari dua arah berlawanan sampai akhirnya tiba di pulau terakhir yang sudah Gina informasikan letaknya. Itu adalah pulau dimana gerbang kecil berada. Gerbang yang akan membawa mereka pada manusia-manusia kloning.
Saat mereka semua sudah berkumpul di pulau tersebut, Gina, Kevin dan Bimo akhirnya masuk kedalam gerbang.
•••
Keadaan di dalam laboratorium itu masih sama persis seperti saat Gina dan Gus meninggalkannya terakhir kali. Air masih menggenangi tempat itu.
Tapi, sesaat setelah mereka masuk, mereka sudah langsung bertemu dengan manusia-manusia kloning yang tentu saja langsung menyerang ketiga Hunter itu.
Dengan adanya Bimo, ketiga Hunter itu tidak perlu khawatir akan bisa didekati oleh ribuan makhluk kloning.
__ADS_1
Dengan sihirnya, Bimo membuat sebuah tembok yang bisa menghalangi mereka.
Begitu semua manusia kloning tertahan oleh tembok, Kevin langsung membakar mereka hingga hangus dan menguap.
Bimo dan Kevin juga tidak perlu khawatir akan kehabisan energi Mana dalam menggunakan sihir bertahan dan menyerang mereka, karena Gina akan selalu mengisi energi Mana mereka kembali kapanpun juga.
Perpaduan dari ketiga Hunter itu memang sangat mengerikan. Hanya kurang dari satu jam saja, semua makhluk kloning yang mengepung mereka telah berhasil mereka habisi.
Ketiganya akhirnya masuk menuju ruangan dimana makhluk kloning Anna berada. Tapi, mereka tidak menemukan makhluk yang sebelumnya berada di dalam 3 tabung di ruangan kecil yang sudah Gina ceritakan.
Ketiga tabung itu telah pecah dan tidak ada siapapun disana.
"Apa mereka keluar dari tempat ini?" tanya Kevin pada Gina, yang sebenarnya tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan tersebut.
Saat mereka bertiga masih menebak-nebak apakah makhluk itu sudah pergi atau mati di dalam sihir api Kevin tadi, Gus Stevin yang berwajah pucat masuk kedalam ruangan.
"Apa yang terjadi?" tanya Gina. Ia tahu bahwa ada masalah diluar sana hanya dari raut wajah Gus Stevin.
"Mereka... Mereka ada di kota!" seru Gus.
"Siapa?"
"Anna, Rin dan Ren!"
"Apa?!"
"Cepat keluar. Mereka menghancurkan apa pun yang berada di kota!" seru Gus yang langsung menarik tangan Gina dan membawanya pergi keluar dari ruangan itu.
Mereka baru mengerti apa yang Gus katakan saat sudah berada di luar gerbang.
Gus langsung menyalakan berita di smartphone nya dan menunjukkan kejadian yang sedang berlangsung di pusat Kota C.
Disana mereka melihat Anna, Ren dan Rin yang berambut pirang-platinum sedang mengamuk menghancurkan seisi kota dan membunuh semua orang yang mereka temui.
Ada banyak Hunter yang sudah berusaha mencegah ketiganya, namun mereka bukanlah lawan yang sepadan untuk ketiga makhluk tersebut.
Hanya dalam beberapa menit saja, pusat Kota C sudah dipenuhi oleh lautan darah dan tumpukan mayat manusia.
__ADS_1
•••