Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 122 - Rencana Balas Dendam (2)


__ADS_3

Liu Gong lanjut menasehati Luke, "Kau bawalah mereka semua pergi. Jika sampai terjadi masalah disini, masalah itu tidak hanya akan berakhir disini. Akan ada perselisihan antara Asosiasi Kota C dengan Asosiasi Amerika. Ku harap kau bisa mengerti."


Namun, baru saja Liu Gong selesai berbicara, ia merasakan pundaknya di pegang dengan kasar lalu ia merasakan cengkeraman di pundaknya itu semakin menguat seakan hendak meremukkan tulangnya.


Liu Gong tidak tinggal diam. Merasa telah di serang terlebih dulu, ia juga melakukan serangan balik dengan mengarahkan tinjunya ke perut pria kekar yang sudah mencengkeram pundaknya.


Wussshhh...


Tap...


Pria bertubuh kekar berhasil menahan dan menangkap tinju Liu Gong dengan tangan lainnya.


Di sebelah mereka, Luke sudah mencabut pedangnya dan langsung menyerang Anna.


Namun, saat pedangnya sudah berjarak beberapa jari lagi dari Anna, gadis itu lenyap seakan tak pernah berada disana sebelumnya.


Bukk... Krakkk… Bukkk… Krakkk…


Mengganti lenyapnya Anna dari hadapannya, Luke mendengar suara-suara pukulan keras dan tulang-tulang patah dari arah belakang, ia pun segera menoleh, lalu terkejut dengan apa yang ia lihat.


Luke menatap ngeri pada 10 rekannya yang sudah terkapar pingsan di tanah tanpa pernah ia lihat bagaimana rekan-rekannya itu terpukul jatuh.


Belum habis rasa terkejutnya, Luke terkesiap dan melompat mundur saat Anna tiba-tiba muncul lagi di hadapannya.


'Kapan dia melakukannya? Bukankah itu tidak sampai satu detik sebelum aku berbalik?!'


"Tuan Wang, maaf mengganggu pertarungan Anda. Tapi, saya harus ikut campur agar tidak membuang waktu Anda." ucap Anna yang kemudian meraih kedua tangan pria kekar dan mengabaikan Luke yang memelototinya, bukan karena marah, namun karena merasa terkejut dan juga takut.


Pria bertubuh kekar melepaskan cengkeramannya dari tinju Liu Gong saat ia merasakan sakit di pergelangannya yang telah di cengkeram Anna.


Tidak terima dengan rasa sakit yang di berikan gadis itu, ia menggunakan tangannya yang lain untuk menyerang Anna, namun Anna menangkap juga tangan itu dengan santai.


Anna mendongak dan menatap kedua mata pria kekar dengan tatapan malas, lalu berbicara padanya. "Gunakan semua kekuatan Anda supaya Anda nanti tidak penasaran dan banyak protes. Kita akan beradu tenaga.”


"Ap... Ukh...!"


Pria bertubuh kekar langsung mengerahkan seluruh energi sihirnya saat merasakan cengkeraman kuat Anna pada kedua pergelangan tangannya.


Anna tersenyum sinis saat melihat keringat mulai bercucuran dari wajah pria bertubuh kekar, terutama saat ia mendengar lawannya itu merintih kesakitan.


"Apakah kau sudah menggunakan semua kekuatan mu?"


Merasa diremehkan, wajah pria bertubuh kekar yang sudah di penuhi dengan keringat itu menjadi merah padam karena marah. Ia sudah menggunakan seluruh kekuatannya, namun cengkeraman gadis itu sangat kuat menahan kedua tangannya tanpa bisa ia lepaskan sama sekali.


Takkk... Takkkk...


Saat Anna menarik kedua tangan pria bertubuh kekar secara tiba-tiba, kedua sambungan tulang di pangkal lengan pria bertubuh kekar itu terlepas.


Anna melepaskan cengkeramannya lalu berjalan ke belakang pria bertubuh kekar. Ia menendang kedua kaki berotot pria itu di sendi engsel lutut bagian belakangnya hingga tubuh besar itu jatuh dalam posisi berlutut.


Luke melihat kejadian itu dengan tatapan ngeri. Namun kengerian itu bertambah lagi saat Anna mengarahkan salah satu tangannya pada Luke dan tiba-tiba tubuh Luke terhisap dan terbang cepat menuju Anna.


Anna menangkap Luke tepat di lehernya.

__ADS_1


Tidak ingin dipermalukan lagi, Luke menebaskan pedangnya tepat ke leher Anna.


Tanggg…!


Kedua mata Luke melotot saat melihat pedangnya patah saat hampir bersentuhan dengan kulit Anna.


Anna melepaskan cengkeraman dari leher Luke, lalu dengan cepat ia menyambar kedua tangan Luke.


Takkkk... Takk...


Sama seperti yang ia lakukan pada pria bertubuh kekar, Anna melepaskan sendi di kedua pangkal tangan Luke, lalu menyepak kedua kakinya, hingga Luke juga terjatuh dalam posisi berlutut.


Di sela rintihan kedua orang yang sedang berlutut itu, Anna memberikan mereka peringatan.


"Aku tidak punya waktu berurusan dengan penguntit kecil seperti kalian." Ia kemudian menatap Luke dengan marah, "Dan kau..., ku rasa orang tua dan kakak mu akan sangat kecewa jika mereka tahu perbuatan bodoh yang kau lakukan ini,


"Sungguh sia-sia menghamburkan uang mengirim mu pergi belajar ke luar negri hanya untuk melihat mu menggunakan hasil belajar untuk membuat keonaran tak penting seperti ini."


Anna menengadahkan tangannya lagi, lalu bersamaan dengan itu, sebuah batu seukuran mobil terbang melayang ke arah mereka seakan hendak menabrak tubuh kedua orang yang sedang berlutut.


Namun, hanya beberapa meter sebelum menabrak, batu besar itu tiba-tiba hancur berkeping-keping.


Bangggg!!!


Pria bertubuh kekar menatap ngeri kejadian itu. Dia adalah seorang Hunter berperingkat A. Bisa saja ia menghancurkan batu besar itu dengan sangat mudah seperti yang Anna lakukan.


Namun, ia tidak bisa menarik batu itu dengan kekuatan aneh seperti sebuah kekuatan telekinesis yang baru di lakukan gadis remaja di hadapannya. Itulah yang membuatnya benar-benar menyadari bahwa gadis itu sangat berbahaya untuk di jadikan musuh.


“Dia ingin menebas leher saya, tuan Wang.” Sahut Anna, ketus.


“Ya. Tapi…”


“Tidak usah khawatir. Saya tidak akan bertindak lebih jauh lagi.” Sahut Anna, memotong kalimat Liu Gong. Ia kemudian berjalan melewati Liu Gong untuk berdiri lagi di hadapan Luke dan pria bertubuh kekar.


"Kalian bawalah semua orang yang pingsan itu keluar dari Dungeon sekarang. Aku akan menyambungkan lagi sendi kalian yang terlepas. Tapi, jika kalian berusaha membuat ulah lagi, aku tak segan-segan menghancurkan kalian berdua seperti batu itu. Mengerti?"


Pria bertubuh kekar dengan cepat menganggukan kepalanya, berbeda dengan Luke yang mengumpat dan meludahi Anna begitu gadis itu selesai berbicara.


Namun, ludah itu berbalik dan jatuh di wajahnya sendiri.


"Ah, kau benar-benar tidak jera?!" Umpat Anna setelah melihat usaha yang Luke lakukan. Ia kemudian mendekati pria bertubuh kekar, memegang bagian sendinya yang terlepas, lalu dengan satu gerakan menyambungkannya kembali.


Kluuk... Klukkk...


"Kau bawalah semua rekan mu keluar." Perintah Anna pada pria bertubuh kekar, sementara itu, Anna sendiri meraih dan menjambak rambut Luke, lalu ia menyeretnya pergi. "Tuan Wang, ayo kita antar mereka keluar Dungeon dulu."


"S-siswi Anna..., bukankah ini terlalu kasar?" Liu Gong berusaha mengingatkan Anna dengan caranya menyeret Luke pergi.


"Dia mau menebas leher saya dan juga ingin meludahi saya. Kenapa Anda terus membelanya?” sahut Anna ketus.


"Kau wanita ******! Lepaskan aku keparat!" Umpat Luke.


"Tsk… kau berisik sekali. Seperti seorang pecundang yang hanya bisa menggunakan mulut untuk menyumpah karena tidak bisa berbuat apa-apa. Sangat menyedihkan bagi Gina karena harus memiliki adik tak berguna seperti mu."

__ADS_1


Saat mereka hendak pergi meninggalkan tempat itu, kebetulan 3 Hunter penjaga gerbang tiba disana.


Ketiganya terkejut saat melihat orang-orang sangar berjas hitam sudah pingsan dan terkapar di tanah.


Bahkan, pria bertubuh kekar yang sebelumnya memiliki tatapan mengintimidasi, kini terlihat ketakutan dan sedang berusaha menaikan beberapa pria yang pingsan ke pundaknya.


Liu Gong langsung menghampiri ketiga petugas penjaga gerbang tersebut.


“Apa yang terjadi? Kenapa kalian membiarkan mereka masuk?” tanya Liu Gong pada salah satu petugas penjaga gerbang.


“Mereka menerobos masuk saat kami sedang lengah.” Sahut orang yang bertatapan langsung dengan Liu Gong.


“Sudahlah. Ayo kita bawa mereka semua keluar dari sini. Apa kau sudah melaporkannya ke kantor?”


“Kami sudah melakukannya.”


“Bagus. Ayo kita angkat mereka.” Ajak Liu Gong.


Namun, saat Liu Gong dan ketiga rekannya hendak memindahkan tubuh orang-orang yang pingsan ke pundak mereka, tubuh orang-orang itu tiba-tiba terangkat dari tanah dan melayang-layang di udara.


Liu Gong sudah tahu siapa orang yang telah melakukan hal itu. Ia pun menoleh pada Anna.


“Lihat! Kau yang membuat masalah, tapi aku yang kerepotan dan harus membawa orang-orang ini.” Umpat Anna pada Luke, dengan kesal.


Plak…!


Anna memukul salah satu pipi Luke.


"Sialan, aku jadi mengurus hal tak berguna seperti ini!" Anna mengumpat lagi. Ia benar-benar kehilangan kesabaran saat mengingat bahwa ia tak boleh menyakiti Luke lebih dari yang telah dilakukannya karena dia tidak ingin menyakiti hati Gina jika melihat adiknya sampai cacat karena perbuatannya.


"Haaah... Kau benar-benar mengingatkan ku pada Cassey. Ingin rasanya menghancurkan wajah mu!"


“Hei… hei… sudahlah." Liu Gong buru-buru menahan tangan Anna saat gadis itu terlihat ingin memukul wajah Luke lagi.


"Lihatlah, dia membuat saya repot untuk membawa orang-orang itu keluar dari tempat ini."


"Kau sendiri yang membuat mereka pingsan hingga mereka tak bisa berjalan sendiri dengan kakinya.”


Anna menoleh pada Liu Gong dan menatapnya dengan marah. “Anda masih saja membela mereka, tuan Wang? Kalau saya tidak membuat mereka pingsan, mereka akan membuat lebih banyak masalah lagi.”


Liu Gong akhirnya menyerah dan mengunci mulutnya dengan rapat.


‘Berdebat dengan seorang wanita memang selalu berakhir seperti ini.’


Liu Gong membiarkan Anna menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk menerbangkan orang-orang yang pingsan itu dan membawa mereka keluar dari Dungeon. Ia sendiri, berjalan di belakang Anna dengan santai sambil bersiul-siul.


Yang Liu Gong sesali hanya ketika ia melihat Luke yang dibawa dengan cara diseret secara kasar, sementara belasan orang lainnya terbang dengan lembut mengikuti Anna di sampingnya.


‘Dia sengaja kan? Kenapa dia harus repot-repot menyeret bocah itu ketika dia bisa menerbangkannya saja?’


Sementara itu, tiga petugas penjaga gerbang menatap pria-pria berjas hitam yang terbang dengan mulut yang menganga. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat seseorang bisa menggunakan kekuatan aneh seperti itu.


•••

__ADS_1


__ADS_2