Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 34 - Ujian Masuk Akademi


__ADS_3

Jika Reinhard Bern adalah pria yang paling di idamkan oleh para wanita di Kota C dan saat ini sedang mulai terkenal, maka Gina Stewart adalah gadis yang sebenarnya paling di idamkan para pria di Kota C. Bukan Cassey Lloyd, seperti yang keluarga Lloyd banggakan.


Selain cantik, Gina juga seorang Hunter dengan peringkat pencapaian sangat luar biasa tinggi untuk ukuran Kota C di usianya yang masih sangat muda. Selain itu, Gina Stewart juga salah satu instruktur termuda di Akademi.


“Dia ini adiknya?” Pikir instruktur penguji yang langsung merasa tidak nyaman jika harus mengirim pulang adik dari Gina Stewart. “Tapi bukankah adiknya itu laki-laki?” Pikirnya lagi yang mengingat Gina hanya memiliki satu orang adik laki-laki.


“Kau tidak memulainya, tuan instruktur?” Tanya Anna yang sudah tampak bosan menunggu dengan kuda-kudanya.


“Ehm... b-bersiaplah...” Pria itu memberikan aba-aba.


Instruktur penguji kemudian menarik pedangnya yang tersarung di pinggangnya lalu mulai menerjang ke arah Anna Lloyd.


Namun, baru beberapa langkah, pria itu dengan cepat menghentikan langkah kakinya karena hampir saja lehernya tertusuk mata tombak yang kini mengarah tepat ke lehernya.


“Ukh...”


Instruktur penguji menudur beberapa langkah sebelum kembali mengambil ancang-ancang menyerang.


Sementara dengan kuda-kuda dan posisi masih seperti sebelumnya, Anna terus mengarahkan mata tombak pada sang instruktur penguji.


Pria itu berlari-lari kecil berkeliling untuk mencari celah menyerang sementara ujung tombak Anna terus mengikuti gerakannya.


Saat melihat tak ada kesempatan dan celah yang gadis itu berikan padanya, instruktur penguji menjadi sangat bersemangat.


“Kau pintar… cara mu untuk menjaga jarak boleh juga.” Pujinya. “Baiklah, coba tahan ini gadis kecil!” Serunya kemudian.


Pria itu tiba-tiba bergerak cepat berlari memutar ke arah kiri Anna.


Anna ikut berputar mengikuti gerakan instruktur penguji. Namun, pria itu tiba-tiba berhenti, mengambil sedikit gerakan ke kanan lalu maju menyerang.


“Ukh...!!!”


Untung saja instruktur penguji cepat mengerem langkah kakinya. Hampir saja mata tombak Anna menembus lehernya.


Ujung tombak itu mengenai sedikit kulit leher pria itu. Darah segar mengalir dari goresan di lehernya.


Walaupun itu hanya sebuah tes, namun senjata yang di gunakan adalah senjata yang sebenarnya.


“Gila, hampir saja aku mati.” Umpat pria itu dalam hatinya.


Untuk berjaga-jaga, instruktur itu melepaskan sedikit energi sihirnya.


Beberapa instruktur yang mengawasi jalannya pertarungan sebagai juri, terkejut saat merasakan energi sihir yang lebih besar mengalir keluar dari tubuh instruktur penguji.


Namun, mereka mengabaikannya saat tahu bahwa dia hanya menggunakan energi sihir untuk melindungi seluruh tubuhnya. Mereka tahu jika instruktur penguji kini akan mulai menyerang dengan serius.

__ADS_1


Pria itu mundur beberapa langkah, kemudian dengan gerakan yang sangat cepat dia berlari zig zag menuju Anna Lloyd.


“Ugh... sial!”


Lagi-lagi serangannya kembali terhenti karena ujung tombak Anna yang kembali mengancam lehernya dan hanya berjarak beberapa jari saja dari kulit leher instruktur tersebut.


Instruktur penguji mundur beberapa langkah, lalu mulai bergerak lagi untuk mencari celah menyerang.


Ia terus bergerak dan mencoba masuk menyerang dari berbagai arah, namun semua usahanya berakhir sama persis seperti usaha-usaha sebelumnya. Sampai akhirnya, bel tanda ujian telah mencapai 3 menit berbunyi.


Anna berdiri tegak dan mengucapkan terimakasih pada instruktur penguji.


Sementara instruktur penguji yang berkeringat dan terengah-engah kelelahan bercampur perasaan tegangnya, menanggapinya dengan mengangkat satu tangannya.


“Gila… dia benar-benar pemula? Dia bisa saja membolongi leher ku hanya dengan mendorong sedikit tombaknya. Benar-benar seperti Hunter profesional yang sudah sangat terlatih.” Pikir pria itu dengan hampir tak percaya.


Sementara itu, petugas yang tadi mengejek Anna di dalam hatinya, hanya bisa menatap tak percaya dengan kemampuan gadis itu.


Dia mengikuti Anna dengan tatapan matanya yang terpaku, saat gadis itu mengembalikan tombak dan rompi yang dipinjamnya ke tempat semula.


Pria itu bahkan hanya melongo dan tidak mendengarkan, saat Anna mengucapkan terima kasih padanya.


Di sisi tribun, terdengar suara sorakan banyak orang setelah melihat pertunjukan kecil yang Anna lakukan.


Setelah menyaksikan apa yang Anna lakukan, banyak para calon siswa, yang memiliki kelas Warrior sepertinya, memilih tombak sebagai senjata mereka walaupun senjata yang biasanya mereka gunakan bukanlah tombak.


Namun, menggunakan senjata yang sama bukan berarti mereka bisa melakukan hal yang sama dan meniru seperti yang Anna lakukan. Mereka benar-benar dipecundangi instruktur penguji, yang kesal saat melihat niat calon-calon siswa itu yang sepertinya ingin mengulangi hal yang sama seperti yang Anna lakukan padanya.


Setelah ujian kedua selesai dilakukan, para calon siswa yang sebelumnya diberikan waktu beristirahat, kembali berkumpul untuk mengikuti ujian ke 3 yang merupakan tes terakhir.


Dalam tes ini, calon siswa akan melakukannya secara tim.


Calon siswa itu dibagi dengan masing-masing tim memiliki 10 anggota dalam timnya.


Dari 10 calon siswa tersebut, 5 di antaranya adalah calon siswa yang lolos di ujian kedua dengan poin penilaian rendah. Sedangkan 5 lainnya adalah mereka yang lolos dengan poin penilaian tinggi.


Di antara calon siswa dengan poin tinggi itu, ada satu siswa yang mendapatkan penilaian tertinggi dari instruktur pengawas ujian. Calon siswa dengan poin tertinggi itu kemudian ditunjuk sebagai kapten tim.


Dalam timnya, Anna Lloyd adalah calon siswa dengan poin penilaian tertinggi dan akan bertindak sebagai kapten tim.


“Instruktur, mengapa dia yang menjadi kapten? Bukankah pertarungan ku lebih baik darinya?” Protes seorang calon siswa yang merasa penilaiannya tidak adil.


Instruktur yang adalah seorang pria berusia akhir 30an, menatap calon siswa yang melakukan protes itu dan tersenyum ramah padanya. Dia merupakan seseorang instruktur yang sangat berpengalaman dan sudah tau diantara anak-anak muda yang bersemangat pasti ada yang terlalu percaya diri dan terlihat sedikit angkuh seperti gadis itu.


Pria itu mengingat calon siswa yang melakukan protes itu adalah calon siswa yang bertarung dengan sengit melawan instruktur pengujinya dan dia berhasil melancarkan beberapa serangan yang hampir mengenai instruktur pengujinya.

__ADS_1


Walaupun gadis itu adalah salah satu calon siswa yang cukup unggul dibandingkan peserta ujian lainnya, namun penampilan Anna tampak lebih baik dan menonjol.


Bagi orang yang tidak mengerti, sekilas penampilan Anna tampak membosankan karena hanya berputar-putar di tempatnya berdiri tanpa melangkah satu langkah pun dari tempatnya.


Namun, bagi Hunter berpengalaman, apa yang Anna lakukan adalah hal yang luar biasa. Gadis itu bisa membuat instruktur pengujinya kewalahan tanpa melakukan banyak gerakan.


Anna telah berhasil membuat instruktur pengujinya kewalahan bahkan membuat instruktur itu sampai harus menggunakan energi sihir yang lebih besar untuk melindungi tubuhnya dalam usahanya untuk mengalahkan gadis itu, walaupun Anna sama sekali tidak melakukan satu usaha pun untuk menyerang.


Anna adalah satu-satunya calon siswa yang berhasil membuat instruktur pengujinya mengeluarkan usaha terbaiknya dan satu-satunya yang berhasil melukai instruktur penguji walaupun dia tidak melakukan serangan secara langsung.


Padahal, jika Anna menusukkan tombaknya, mungkin saja instruktur pengujinya tadi tidak bisa menghindarinya dan akan kalah, bahkan akan terluka parah.


Pria itu menghampiri calon siswa yang melakukan protes dan tersenyum hangat padanya. Dia melihat nama peserta yang tertempel di dada gadis itu.


“Lucy Logan… Apakah dia dari keluarga Logan yang terkenal itu?”


Dahinya sedikit berkerut mengingat keluarga Logan yang terkenal di Kota D.


“Apakah kau menganggap penilaian kami tidak layak?” Tanya instruktur itu padanya.


Mendengar pertanyaan itu, Lucy Logan terkejut dan menggelengkan kepalanya. Hal itu membuat calon siswa lain cekikikan menahan tawa mereka, melihat gadis itu tidak dapat berkata-kata setelah mendapatkan pertanyaan balik dari instruktur.


Pria itu kemudian menunjuk pada sebuah meja. “Ambillah kacamata virtual itu.” Perintahnya, yang kemudian dituruti 10 orang calon siswa.


“Ujian terakhir adalah ujian pertarungan virtual dengan para monster. Walaupun ini pertarungan virtual, jika kalian terkena serangan monster-monster virtual, rasa sakit yang akan kalian alami akan terasa sangat nyata, jadi bekerjasamalah dengan baik.”


“Dalam ujian ini, kalian akan menghadapi monster-monster bawahan di awal dan kalian harus bertahan dengan baik selama 10 menit sampai monster-monster bawahan itu menghilang dan digantikan boss monster. Dan kalian akan diberikan waktu 3 menit untuk bertahan hingga boss monster itu menghilang. Apabila berhasil bertahan, maka kalian akan dinyatakan lulus.”


“Ingat, ujian ini hanyalah mengenai bertahan dan hidup, karena tim ini dibuat bukan berdasarkan kelas Hunter yang ada seperti yang wajib dilakukan saat melakukan raid di Dungeon yang sebenarnya. Tim ini dibuat berdasarkan poin dari tes kedua tadi.”


Pria itu kemudian menoleh pada Anna.


“Diharapkan ketua tim dapat memimpin kerjasama tim yang baik agar semua anggota dapat bertahan hidup. Setiap orang yang terkena 3 kali serangan monster virtual, akan kehabisan health point dan akan dianggap gagal pada ujian terakhir ini.”


Instruktur itu kemudian menatap pada seluruh anggota tim yang akan dipimpin oleh Anna Lloyd.


“Ada yang ingin bertanya?”


Beberapa calon siswa menggelengkan kepala mereka, sementara sisanya hanya diam menatap instruktur.


Para calon siswa sudah mengetahui dasar-dasar ujian yang mereka baca di situs Akademi sebelumnya, jadi sebenarnya mereka sudah dapat memahami cara kerja ujiannya walaupun instruktur penguji tidak menjelaskan lebih lanjut.


Setelah instruktur itu melihat tampaknya tidak ada yang hendak bertanya, dia meminta tim itu untuk menepi ke tribun bagian depan karena ujian ketiga akan segera dimulai.


•••

__ADS_1


__ADS_2