Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 298 - Keluarga Zhephyr


__ADS_3

Di dunia para dewa, di sebuah rumah keluarga dewa dari pusaran merah, galaksi tempat salah satu planet iblis berada.


Kar Zhephyr menggosok-gosok punggung tangannya yang satu dengan telapak tangan lain. Ia memerhatikan 3 putranya yang sedang berlatih teknik berpedang warisan keluarga, dengan penuh minat.


"Ada apa dengan tanganmu itu?" tanya pria yang sedang duduk bersamanya untuk menyaksikan betapa hebatnya teknik berpedang ketiga putra Kar.


Dewa Kar menatap punggung tangannya yang terasa gatal itu.


"Hal biasa yang datang sebelum aku membunuh petarung."


Oru Zhephyr, sang dewa penguasa pusaran merah, mengernyitkan sebelah alisnya.


"Apa itu Ann?"


Kedua sudut bibir dewa Kar melengkung ke bawah. Ia menggosok-gosok lagi punggung tangannya sembari menggelengkan kepalanya.


"Aku sudah mati enam kali olehnya. Aku tidak yakin," sahut dewa Kar sembari tersenyum kecut.


Dewa Kar dan dewa Oru tahu jika mereka sudah pernah mati sebanyak enam kali saat dewi Ann datang menghabisi mereka setelah ia tanpa sengaja menghancurkan pusaran putih, juga menghancurkan pusaran merah.


Mereka, sebagai pihak yang dihancurkan mendapat ingatan itu.


Berbeda dengan dewi Ann, sebagai pihak penghancur, yang tidak mendapatkan ingatan itu setelah dewi Lyn mengulang kembali kehidupan para makhluk ciptaan, yang secara otomatis mengembalikan juga kehidupan makhluk-makhluk dan pusaran yang bersinggungan dengan pengembalian kehidupan itu.


"Ini kesempatan terakhir yang kita miliki. Kau dan ketiga putramu harus bisa mengalahkannya kali ini," ucap dewa Oru yang kemudian menghela nafas panjang.


Jika mereka bisa memilih, mereka tidak akan melakukan kesalahan yang sama hanya setelah pengulangan kehidupan kedua terjadi pada mereka. Namun, ada dewan pengawas yang telah menuliskan garis takdir yang tidak bisa mereka tentang sama sekali.


Walaupun tidak ingin, entah bagaimana mereka berdua akan terseret ke dalam masalah yang terjadi antara pusaran putih dan pusaran merah.


Yang membuat mereka cukup frustasi adalah dewa perang gila yang harus mereka hadapi. Tidak tanggung-tanggung, dia adalah dewa perang terkuat yang semua dewa tahu bahwa hanya Absolut saja yang bisa mengalahkannya.


Ada yang mengatakan bahwa dewan pengawas agung mungkin bisa mengalahkan dewi Ann, namun mereka belum pernah beradu kekuatan dalam pertandingan antar dewa. Jadi, itu belum pasti.


•••


Di dunia para dewa, ada kasta juga bagi para dewa.


Dewa dengan kasta tertinggi adalah mereka yang memiliki nama depan dengan 3 huruf. Kasta kedua dengan 4 huruf, kasta ketiga dengan 5 huruf.


Sedangkan kasta keempat diberikan kebebasan memilih ingin menggunakan berapa huruf dalam nama mereka. Yang membedakan mereka nantinya dengan 3 kasta tinggi hanyalah nama keluarga.


Contohnya adalah dewa Zeus, dan dewi Yolin. Mereka berasal dari kasta keempat. Mereka hanya memiliki nama depan tanpa ada nama keluarga.


Mereka nantinya hanya akan disebut sebagai keluarga Zeus atau keluarga Yolin, berdasarkan nama dewa penguasa pusaran.

__ADS_1


Berbeda dengan dewi Lyn yang memiliki nama keluarga Arnix atau dewa Oru yang memiliki nama keluarga Zhephyr.


Dewa Oru dan dewi Lyn yang kebetulan berasal dari kasta tertinggi yang sama itu sebenarnya tidak pernah saling bersinggungan sepanjang sejarah kehidupan para dewa.


Hanya garis takdir yang di tulis oleh dewan pengawas tidak bertanggung jawab itulah yang nantinya akan membuat mereka saling bersinggungan.


Itulah yang kedua dewa saat ini sedang sesalkan.


°°°


"Andai aku bisa menemukan siapa dewan pengawas yang secara sembarangan menuliskan garis takdir itu, setidaknya aku bisa beradu kekuatan dengannya sebelum bertarung dengan dewi Ann," ucap dewa Kar sembari masih menggosok-gosok punggung tangannya.


"Tapi," dewa Kar kembali melanjutkan ucapannya, "Kenapa Anda tidak menemui dewi Lyn dan berbicara padanya, yang mulia?"


Dewa Oru menggelengkan kepalanya.


"Ann akan langsung membunuhku jika aku berani menginjakkan kaki di tanah keluarga mereka. Kau lupa dulu anggota keluarga kita di fitnah telah membawa lari Ana?"


Dewa Kar menghela nafas panjang.


"Bagaimana mungkin aku melupakannya?" dewa itu adalah kakak mereka berdua, jadi dewa Kar tidak mungkin melupakannya. "Apa dewi Ann memang akan bertindak sejauh itu tanpa mau mendengar penjelasan?"


Dewa Oru tersenyum pahit.


Saat kedua dewa itu sedang berada dalam rasa frustasi mereka, sosok malaikat keluarga dewa Zhephyr tiba-tiba muncul dengan membawa berita yang sangat mengejutkan.


"Ada apa dengan wajahmu?" tanya dewa Oru, melihat wajah pucat malaikat keluarganya.


"Dewi Ann dari keluarga Arnix datang berkunjung, yang mulia," ucap malaikat itu.


Dewa Oru dan dewa Kar langsung berdiri dari tempat duduk mereka saat mendengar berita itu.


Ketiga putra dewa Kar juga secara bersamaan langsung menghentikan latihan mereka saat mendengar nama itu disebutkan.


"Apa ada pesan yang diberikannya padamu?" tanya dewa Oru pelan.


"Ada, yang mulia. Dewi Ann mengatakan bahwa dia ingin bekerjasama dengan keluarga dewa Zhephyr."


"Apa?!"


Dewa Oru dan dewa Kar saling bertatapan.


Tidak ingin membuang banyak waktu dewi berbahaya itu untuk menunggu di luar kediaman mereka, dewa Oru bergegas pergi ke gerbang untuk menyambut dewi Ann sendiri. Ini adalah hal yang tidak biasa yang dewa dari kasta tertinggi lakukan.


Biasanya, mengutus dewa perang untuk menerima tamu secara langsung saja sudah hal yang sangat terhormat untuk dilakukan.

__ADS_1


•••


"Ann Arnix?"


"Dewa Oru Zhephyr, saya datang berkunjung," sapa dewi Ann di sela senyum menawannya.


"Silahkan... Silahkan...," dewa Oru langsung mempersilahkan dewi Ann memasuki gerbang kediaman Zhephyr.


Ia juga membawa dewi Ann langsung ke kuil khusus tempat biasanya keluarga Zhephyr menyambut tamu agung.


"Ada kepentingan apakah sampai membuat Anda berkenan mengunjungi kami, dewi Ann?" tanya dewa Oru, setelah mereka duduk berdampingan beralaskan bantalan bundar di dalam kuil suci itu.


Dewi Ann tersenyum penuh simpatik pada kedua dewa dari keluarga Zhephyr itu saat melihat ada sedikit rasa takut pada tatapan mereka. Ia tahu, mereka pasti takut padanya setelah mengingat enam kehidupan yang telah mereka lalui dan harus tewas di tangannya.


"Saya akan langsung pada inti masalah yang saya ingin diskusikan pada Anda berdua," ucap dewi Ann.


"Masalah?"


"Ya, dewa Oru. Masalah yang membuat saya sampai memusnahkan keluarga Zhephyr dan pusaran merah sampai enam kali."


Glup...


Dewa Oru dan dewa Kar saling bertatapan agak lama, sebelum dewa Oru kembali bertanya.


"A-apa Anda mengingatnya, Ann?"


"Tidak. Dewi Lyn yang memberitahukan pada saya."


"Apa?!" dewa Oru dan dewa Kar tersentak bersamaan.


Itu adalah sebuah pelanggaran. Dewa penguasa tidak diizinkan untuk memberitahukan apa yang telah terjadi saat mereka telah menggunakan kekuatan untuk mengulang kehidupan pada siapapun yang berada di bawah tanggungjawabnya.


Pelanggaran itu sangat berat. Dewi Lyn bisa mendapatkan hukuman pemusnahan jika hal itu sampai dilaporkan pada dewan pengawas para dewa.


"Dewi Lyn sudah mengambil resiko itu untuk bekerjasama dengan keluarga Zhephyr, dewa Oru," ucap dewi Ann yang bisa menebak apa yang mereka pikirkan. "Adalah hak Anda untuk melaporkannya pada dewan pengawas agung jika Anda ingin." tambah dewi Ann.


Kedua bersaudara itu kembali bertatapan. Mereka tahu, mereka memiliki kesempatan untuk menyingkirkan dewa penguasa dari pusaran putih, Lyn Arnix, sekarang setelah ia memberitahukan tentang enam kehidupan yang di ulang pada dewi Ann.


Dewa Oru menelan ludahnya lagi. Ia memiliki kesempatan itu, namun ia juga tidak sejahat itu untuk melaporkannya sebelum tahu apa tujuan dewi Ann berani membocorkan hal itu padanya.


"Boleh sampaikan dulu seperti apa kerjasama yang keluarga Arnix inginkan, Ann?"


"Akan saya ceritakan dari awal," sahut dewi Ann. Sebuah senyuman merekah di bibirnya.


•••

__ADS_1


__ADS_2