Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 219 - Orang Yang Keji


__ADS_3

...----------------...


Peringatan : Bab ini dipenuhi adegan kekerasan. Harap bijak dalam membaca. 🙏💖


...----------------...


Miyuki kemudian menatap pemimpin kru WABC dan berbicara padanya dengan nada suara dingin, dengan tatapan yang juga sama dinginnya.


"Tetap tayangkan siaran langsung ini, atau kalian semua akan mati di tempat ini."


"A-apa..."


Wush... Stabbb!!!


Belum selesai pemimpin kru WABC menerjemahkan arti ucapan Miyuki di dalam pikirannya, ia melihat Jordan sudah tergantung pingsan di dinding belakang meja kasir dengan tanto tertancap sampai ke gagangnya di dada kanan Hunter berperingkat SS tersebut.


Melihat itu, Lucy dan Yola langsung mundur secara refleks. Mereka bahkan tidak tahu bagaimana caranya kepala Fred bisa berada di atas meja, juga bagaimana proses tubuh Jordan bisa tergantung di dinding.


Jika Miyuki yang melakukannya, mereka pikir hal itu sangat mustahil. Mereka tidak melihat Miyuki bergerak sama sekali. Gadis itu sejak tadi hanya diam di tempatnya sembari memegang tanto di salah satu tangannya.


Namun, saat mereka melihat tetesan darah di bilah tanto yang masih berada di salah satu tangan Miyuki dan tanto yang masih berada di dalam kotak kayu itu hilang, mereka akhirnya yakin bahwa Miyuki-lah yang telah membunuh Fred dan menggantung Jordan di sana.


•••


Miyuki mengembalikan tanto ke dalam kotak kayu lalu membuka kotak kayu yang lebih panjang dan mengambil sebuah katana dari sana.


Ia kemudian membawa katana itu dan berjalan menghampiri Kenichiro Tanaka yang berdiri dengan sikap waspada di tengah ruangan.


"Saya tadinya ingin mendatangi putri Anda dan mencari tahu keberadaan Anda darinya. Saya tahu semua masalah yang datang pada kami bermula dari fitnah yang Anda dan Li Wen Xia lakukan pada teman saya, Anna. Beruntung kita bisa bertemu di sini." Ucap Miyuki seraya menatap dingin Kenichiro yang sudah mengalirkan energi Mana ke tangan kanannya.


Melihat lawannya sudah memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang, Miyuki kembali berbicara, "Khusus untuk Anda, saya akan memberikan sebuah kehormatan bertarung layaknya seorang samurai," ucap Miyuki, yang kemudian meletakkan katana di samping pinggang rampingnya dan membungkuk dengan kuda-kudanya, siap menghadapi pertarungan dengan Hunter ternama dunia tersebut.


"Ku harap kemampuan mu sama besarnya dengan omongan mu," ucap Kenichiro, sebelum maju menyerang.


Hanya dalam satu tarikan nafas kemudian, Kenichiro menghilang, menerjang Miyuki yang masih diam membungkuk dengan kuda-kudanya.


Wusshhh... Bletakkkk!!!


Semua orang dapat menyaksikan bagaimana tubuh Kenichiro, yang sebelumnya melesat dengan sangat cepat menerjang Miyuki, jatuh menghantam rak bunga yang berada di dekat dinding toko bunga.


Tubuh yang sudah kehilangan tangan kanannya itu, terkulai pingsan di atas tumpukan rak yang telah hancur.


Sementara itu, Miyuki masih membungkuk diam dengan kuda-kudanya di tengah ruangan. Ia sama sekali belum bergerak dari tempatnya sejak tadi, sampai-sampai mereka mengira Miyuki yang baru saja terpental menghantam rak bunga.


Mereka tidak sadar bahwa Miyuki memiliki kecepatan bergerak jauh di atas Kenichiro.


Secepat apapun Kenichiro, orang-orang yang berada di tempat itu masih dapat melihat bayangannya saat ia menerjang maju ke arah Miyuki. Sementara mereka tadi tidak melihat kapan Miyuki mengambil kepala Fred dan kapan ia menancapkan Jordan di dinding.


°°°


Tak lama kemudian, semua orang melihat tetesan darah mengalir dari langit-langit ruangan dan melihat katana Kenichiro menancap di sana dengan tangan kanannya yang masih memegang gagang pedang tersebut.

__ADS_1


Miyuki akhirnya berdiri tegak kembali.


Saat ia bergerak, semua orang terkejut dan baru menyadari apa yang baru saja dilakukannya pada Hunter top internasional peringkat SSSS itu.


Sontak saja, mereka yang tadinya berada di pihak Fred hendak berlari pergi. Namun, mereka langsung menghentikan langkah kakinya saat Miyuki tiba-tiba membentak mereka.


"Yang berani melarikan diri, mati!"


Setelah mengucapkan kalimat itu, Miyuki melemparkan katana nya, yang kemudian mendarat dengan lembut di dalam kotak kayu panjang, sementara tanto yang berada di kotak kecil terbang dan mendarat di genggamannya.


Detik berikutnya, tubuh gadis itu tiba-tiba menghilang, lalu 3 detik kemudian muncul kembali di tempatnya semula berdiri dengan membawa 6 kepala tanpa tubuh di pelukannya.


"Lihat. Mereka Hunter-hunter Asosiasi yang ingin melarikan diri." Ucap Miyuki, sembari melemparkan kepala itu ke dekat reporter wanita yang akhirnya mual dan muntah, saat kepala-kepala itu mendarat di dekat kakinya.


"Bagi yang berani beranjak selangkah saja dari tempatnya berdiri tanpa perintah dari ku, akan bernasib sama dengan Hunter-hunter itu,"


"Sorot wajah mereka," ucap Miyuki lagi, seraya menatap pada pemimpin kru WABC. "Bagi keluarga mereka yang tidak terima, silahkan datang pada ku. Aku dengan senang hati akan menghabisi orang-orang yang mendukung para pemfitnah ini."


•••


Saat Miyuki masih berbicara, Keisuke diam-diam mengerahkan energi Mana, lalu menyerang Miyuki dengan sihir racunnya.


Pria itu mengarahkan kedua telapak tangannya pada Miyuki dan menembakkan asap hitam beracun padanya.


Namun, tiba-tiba saja, balon sihir transparan biru tua seukuran tubuh Keisuke, muncul dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sial bagi Keisuke yang sudah terlanjur melontarkan sihir, racun itu akhirnya beredar di dalam balon tersebut dan mengenai tubuhnya sendiri.


Ia melihat bagaimana proses tubuh Keisuke yang berada di dalam pelindung itu mulai mengelupas dan meleleh dengan sangat menjijikkan.


Tak lama kemudian, lendir-lendir hitam yang sebelumnya merupakan tubuh Keisuke, menggumpal di atas lantai toko bersama dengan tulang-tulangnya yang mencuat dari dalam lendir itu.


Semua orang yang melihat wujud menjijikkan Keisuke tentu saja kembali mual dan muntah-muntah.


Namun, sebagian orang lagi melihat lendir itu dengan tanda tanya di pikiran mereka dan akhirnya mereka teringat pada lendir serupa yang berada di sekitar tulang belulang Hunter yang tewas secara mengenaskan di dalam gudang tua terbengkalai di dekat dermaga.


"I-itu... Jadi dia yang menyebabkan Ronald Stewart dan Hunter-hunter itu mati dengan cara yang sama?" ucap seseorang dengan suara bergetar.


Mereka tahu, bukan balon sihir transparan Miyuki yang membuat Keisuke seperti itu. Mereka juga sempat melihat Keisuke mengarahkan kedua telapak tangannya pada Miyuki dan melihat sendiri ada asap hitam tebal yang keluar dari telapak tangannya.


Miyuki hanya secara tidak sengaja melakukan hal itu pada Keisuke yang mati karena sihirnya sendiri.


"Jadi dia yang membunuh tuan Stewart dan instruktur Wang?!" Umpat Lucy yang akhirnya menyadarinya juga.


•••


Setelah kematian Keisuke, Miyuki akhirnya menghampiri orang terakhir, Brandon Lloyd, yang jelas terlihat ketakutan.


Pria paruh baya itu padahal datang dengan penuh kebanggaan sebelumnya. Ia merasa sangat yakin bahwa nama nya akan kembali naik setelah penyergapan yang akan dilakukannya bersama Fred.


Namun, ia tidak menyangka bahwa remaja yang mereka sangka sangat lemah itu ternyata sangat mengerikan.

__ADS_1


Namun, Miyuki bukan hanya mengerikan. Tak lama lagi, Brandon dan orang-orang di seluruh dunia akan tahu betapa kejam dan kejinya Miyuki.


•••


"Aku tidak murah hati seperti Anna, yang hanya memberikan sedikit pelajaran dan ingin agar kau berobat," ucap Miyuki, sembari berjalan dengan perlahan menghampiri Brandon. "Kau harusnya tahu, walaupun dia sudah menghajar mu, tapi dia masih bermurah hati karena tidak menghabisi mu," ucapnya lagi, dengan menatap tajam kedua mata Brandon.


Baru saja Miyuki selesai berbicara, Brandon langsung mencabut pedang di pinggangnya dan berusaha menyerang Miyuki terlebih dahulu. Ia berpikir bahwa itulah kesempatan satu-satunya untuk menyerang, saat Miyuki lengah.


Tapi, itu hanya niatnya saja.


Miyuki tiba-tiba sudah berada di hadapannya, menahan tangan Brandon yang hendak mencabut pedang dari sarungnya.


Buakkkk!


Miyuki tiba-tiba meninju perut Brandon dengan sangat keras hingga pria itu dapat merasakan energi sihir yang berasal dari tinju gadis itu tembus sampai ke pingganggnya.


Namun, walaupun pukulan itu sangat keras, tubuh Brandon tidak terpental karena Miyuki telah menahan pundaknya dengan tangannya yang lain.


Bauuuaaakkk... Krakkkk!


"Akkkhhh...!"


Tinju Miyuki berikutnya, meremukkan tulang rusuk Brandon, yang membuat pria paruh baya itu muntah darah di sela teriak kesakitannya.


Plakkkkk!!! Krakkkk!!!


Tamparan keras yang menghancurkan rahang Brandon, menjadi serangan Miyuki berikutnya, saat ia muak mendengar jeritan pria paruh baya itu.


Miyuki kemudian mencengkeram leher Brandon, lalu melemparnya dengan keras hingga tubuh pria paruh baya itu terbang menghantam dan menghancurkan tembok toko bunga dan terbang jauh menembus tembok pertokoan di seberang jalan sana.


Miyuki masih mengarahkan telapak tangannya, yang baru saja melemparkan Brandon, pada dinding berlubang hasil dari lemparan tubuh pria paruh baya itu tadi.


Tak lama kemudian, tubuh Brandon terbang dan datang kembali padanya.


Tappp...


Miyuki menangkap Brandon lagi di lehernya dan menyeret pria paruh baya itu pergi bersamanya keluar dari toko bunga.


Sembari berjalan ke luar toko, ia menoleh pada kru kamera, "Sorot semua yang ku kerjakan!" ucap Miyuki, dengan tatapan mengancam.


Miyuki melemparkan tubuh Brandon ke teras toko. Lalu, saat ia membuka lebar salah satu telapak tangannya, tanto yang sebelumnya sudah ia kembalikan lagi ke dalam kotak kayu, muncul di tangannya itu.


Miyuki kemudian menancapkan tanto itu di dada kanan Brandon.


Stabbb!


Brandon yang sudah tak kuasa menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, langsung berteriak nyaring saat tanto itu di tancapkan ke dadanya.


Namun, rahangnya yang sudah hancur, membuat teriakan itu hanya terdengar seperti sebuah gumaman yang tersangkut di tenggorokkannya.


Sakit yang sangat mengerikan itu, membuat Brandon menangis dengan mata melotot. Bukan karena ia marah, namun karena rasa sakit yang dirasakannya benar-benar sangat menyiksa dirinya, jauh lebih mengerikan dibandingkan saat Anna dulu menyiksanya juga.

__ADS_1


"Kau tidak penasaran kenapa aku melakukan ini pada mu?" tanya Miyuki, yang sudah berjongkok di sebelah Brandon.


__ADS_2