
"Aku memiliki sebuah permintaan." Ucap dewi Yolin.
"Apa itu?"
"Bisakah kau pinjamkan para bawahan mu untuk membantu bangsa Elf mengusir bangsa penjajah?"
"Mereka?" Anna menoleh dan menatap Elf yang sudah di anggapnya sebagai teman-temannya itu, yang masih pingsan di altar. "Apakah mereka mampu melakukannya? Maksud ku, bukan kah bangsa penjajah itu kuat?"
"Mereka sangat kuat. Karena itulah aku ingin meminta bantuan mu untuk meminjamkan kekuatan mereka. Jika ada mereka, mungkin bangsa Elf akan memiliki peluang untuk mengusir para penjajah itu tanpa perjuangan panjang."
Anna mengernyitkan alisnya. "Kenapa bukan kau dan dia saja yang membantu bangsa mu? Bukankah akan lebih mudah jika kalian turun tangan?" Anna kemudian menatap dewa Eru yang sejak tadi hanya berdiri diam di belakang dewi Yolin.
Setelah tahu Anna berada di dalam tubuh dewi Ann, dewa Eru tidak berani berbicara sepatah kata pun. Dewa yang terkenal di kalangan para dewa, sebagai dewa pemarah itu bahkan tidak berani bertatapan dengan Anna lagi.
"Kami tidak bisa. Kami tidak boleh melakukannya. Jika kami turun tangan, peperangan antar para dewa pasti akan terjadi."
"Apa?" Mendengar hal itu, malah membuat Anna bertambah bingung. "Kalau akan berakibat seperti itu, kenapa dewa mereka tidak mencegah bangsa nya untuk menjajah bangsa lain?"
"Hukum para dewa tidak memperbolehkan kami untuk ikut campur dalam segala macam tindakan makhluk hidup yang berada di bawah tanggung jawab kami. Kecuali dewa mereka membantu secara langsung, maka kami di perbolehkan untuk turun tangan membantu. Karena jika demikian, dewa mereka yang akan terkena hukumannya."
Anna terdiam mendengarnya.
'Ternyata kehidupan yang rumit bukan hanya di dunia manusia saja.'
"Tapi, kenapa Ann Arnix melakukannya?"
"Dia tidak melakukan hal yang salah. Dia ingin menangkap para malaikat tersesat itu dan...," dewi Yolin tiba-tiba terdiam.
Ia akhirnya menyadari kenapa dewi Ann meminjamkan tubuh dan kekuatannya pada Anna.
"Jadi begitu...," dewi Yolin bergumam, lalu tersenyum.
"Ya?"
"Tidak apa-apa."
Anna menatap dewi Yolin dengan penasaran, "Tadi seperti ada yang ingin di katakannya, kan?" pikir Anna.
"Kami harus kembali sekarang. Mereka sudah semakin jauh." Ucap dewi Yolin seraya menatap pada para Elf.
"Apa? Siapa yang semakin jauh?"
"Mereka," ucap dewi Yolin, seraya menunjuk pada para Elf yang pingsan di altar. "Aku mengirim jiwa mereka ke gerbang kehampaan. Aku harus memanggil mereka kembali sebelum mereka masuk semakin jauh, atau mereka akan benar-benar mati."
"A-apa? Jadi mereka..."
"Ya. Aku harus melakukannya supaya mereka tidak tersadar sebelum kita selesai berbicara."
__ADS_1
'Pantas aku tidak merasakan adanya kehidupan dari mereka. Dia kejam.'
"Mengenai yang tadi, aku akan memberikan pesan pada mereka. Semua tergantung pada mu. Jika kau berkenan, maka bangsa Elf mungkin akan selamat."
"Tunggu. Tapi, bukankah dulu bangsa penjajah juga pernah datang? Bagaimana cara bangsa Elf mengusir bangsa penjajah dulu?"
"Dulu, peperangan terjadi selama enam ribu tahun lamanya. Bangsa penjajah akhirnya pergi setelah menghabiskan sumber daya di planet kami."
Mendengar itu, Anna menjadi gelisah.
"Kenapa kalian tidak membantu mereka saja? Bukankah dengan membiarkan mereka, kau akan membuat bangsa mu sengsara? Lalu, untuk apa kalian ada?" ucap Anna, yang tidak memerdulikan dan takut dewi Yolin akan marah padanya, jika dia tersinggung mendengar kata-katanya.
Dewi Yolin tersenyum. Wajah tersenyumnya terlihat sangat cantik, sekaligus sangat menyeramkan.
Walaupun marah, namun dia tidak ingin menanggapi sindiran keras Anna.
"Mereka tidak memiliki banyak waktu lagi. Kami harus pergi sekarang. Selamat tinggal, Anna. Senang bisa bertemu dengan mu."
"Ap... Tunggu!"
Belum sempat Anna berbicara lagi, kedua dewa Elf itu telah menghilang, digantikan patung yang berdiri di tempat yang sama seperti sebelumnya.
Tidak merasakan adanya energi Mana pada kedua patung itu. Anna menggeram kesal.
'Sial... Dia mau melimpahkan masalah di dunia nya pada ku?!'
•••
Seingat para Elf, sebelum mereka tidak sadarkan diri, Anna sedang bertarung dan berhasil memukul patung dewa Eru. Namun mereka tidak melihat saat dewa Eru melepaskan anak panahnya. Pada saat itulah dewi Yolin menarik roh semua Elf yang berada di kuil suci, agar mereka tidak dapat melihat wujud asli dewa Eru.
"Apakah semuanya baik-baik saja, dewi agung?" tanya Nobara pada Anna, ketika ia melihat patung dewa Eru sudah berdiri kembali di tempatnya semula.
"Ya," sahut Anna seraya memaksakan senyumnya. "Lihat, mereka memberikan pesan pada kalian semua di situ," Anna menunjuk 'plat batu' di depan para Elf.
Saat semua Elf berpaling untuk melihat pesan yang di tinggalkan dewa mereka, senyum Anna menghilang dari wajahnya di gantikan dengan ekspresi marah yang sedang di pendamnya.
Nobara menatap 'plat batu' yang bertuliskan,
"3 utusan bangsa penjajah akan datang dan membawa ribuan pasukan mereka melalui lubang hitam dalam 13 hari lagi. Bersiaplah."
"Jadi waktu kedatangan mereka hanya tiga belas hari lagi?"
Wajah semua Elf tampak muram. Termasuk Nobara dan semua Elf pengikut Anna. Walaupun mereka sebenarnya tidak ingin tinggal di planet Elf lagi, namun tetap saja mereka memikirkan kelangsungan hidup bangsanya yang berada di tempat itu.
"Kalian, bantulah bangsa Elf untuk mengusir mereka." Ucap Anna pada Nobara.
"Apakah tidak apa-apa jika kami tinggal?" tanya Nobara, ragu.
__ADS_1
Anna menarik nafas panjang, berusaha menenangkan diri.
Ia kemudian berusaha menunjukkan senyumnya sebaik mungkin saat melihat wajah para Elf pengikutnya terlihat penuh harap. Ia tahu bahwa mereka sebenarnya sangat ingin membantu bangsa nya.
"Tidak apa-apa. Aku akan berada di sini bersama kalian. Kita juga akan minta bantuan dari pasukan Drucalla." Sahut Anna.
Anna kemudian menoleh pada patung dewi Yolin.
'Kali ini saja, aku akan membantu masalah yang kalian abaikan.'
•••
Setelah keluar dari gerbang hutan suci, Anna langsung membuka gerbang dunia biatannya dan memanggil pasukan Elf dari Klan Angin. Nobara kemudian membawa pasukannya itu untuk pulang ke wilayah Klan Angin demi mempersiapkan diri sebelum perang melawan bangsa penjajah terjadi.
Sementara itu, Nyrna dan Glynka pergi ke Klan Es untuk membantu klan nya mempersiapkan pasukan tempur dan melatih para panglima perangnya agar memiliki sedikit tambahan teknik bertarung yang lebih baik, yang mereka sudah pelajari dari Anna dan dari pengalaman bertempur mereka di ratusan Dungeon.
Anna sendiri mengikuti Fael, Eleanor dan Glynka untuk kembali ke perkemahan Klan Api.
Dengan adanya Fael, Eleanor dan Glynka yang kekuatan bertarungnya sudah berkembang berkali lipat dari sebelumnya, pasukan perang Klan Api menjadi jauh lebih bersemangat dalam mempersiapkan diri untuk bertempur melawan bangsa penjajah.
Setelah waktu kedatangan bangsa penjajah sudah hampir tiba, semua bangsa Elf berkumpul di dekat lumbung-lumbung penyimpanan kristal sihir klan mereka masing-masing. Tentu saja untuk menyambut kedatangan musuh, yang datang dengan tujuan untuk menguras habis sumber daya tersebut.
•••
Sementara itu di Bumi...
Setelah kematian seluruh Hunter terbaik Kota C yang di pimpin oleh Wang Chu Gong, Kota C dalam keadaan krisis yang sangat memprihatinkan.
Sangat banyak gerbang Dungeon yang kini terabaikan dan hanya tinggal menunggu untuk terjadi dungeon break saja.
Kota C benar-benar kekurangan stok Hunter peringkat tinggi.
Hunter terbaik yang mereka miliki saat ini hanyalah Hunter sekelas Robin Lloyd yang masih berperingkat A. Memang masih banyak Hunter kelas atas dari 4 guild besar, namun semuanya hanyalah Hunter berperingkat B.
Warga Kota C sudah tidak bisa berharap lagi pada Brandon Lloyd, yang mereka pikir akan langsung kembali bertugas setelah ia dibebaskan dari penjara Hunter.
Walaupun banyak warga yang sudah mengirim permohonan langsung untuk mendapatkan bantuan dari Hunter tersebut, namun Brandon sama sekali tidak pernah mau kembali bekerja.
Tanpa warga ketahui, Brandon sebenarnya tidak sedang berada di Kota C. Ia sedang menjalani masa pemulihan setelah Anna membuang sebagian besar energi Mana nya, hingga peringkatnya turun drastis dari A ke D.
Morgan Lloyd telah membawa Hunter tersebut untuk mendapatkan perawatan dan peningkatan energi Mana secara khusus di Kota A, dengan bantuan pil iblis dari Li Wen Xia.
Melihat krisis yang terjadi di Kota C tersebut, Morgan malah membacanya sebagai peluang untuk meningkatkan kembali popularitas guild Black Diamond yang telah jatuh sangat dalam.
Jadi, ia tidak memerdulikan permintaan warga Kota C untuk meminta agar Brandon segera kembali ke Kota C. Morgan ingin agar anaknya meningkatkan dulu peringkatnya ke peringkat S dan akan kembali saat sudah benar-benar siap dan dia akan datang sebagai pahlawan penyelamat kota.
Untuk menjawab permintaan warga yang terus mendesak keluarga Lloyd, Morgan menggunakan akal liciknya dan melemparkan kesalahan pada Anna yang ia tuduh sebagai dalang atas mogoknya Brandon Lloyd setelah mendapat fitnah dari gadis itu.
__ADS_1
Mendengar itu, banyak warga Kota C yang pada akhirnya semakin membenci Anna.
•••••••