Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 279 - Anna Dan Pasukannya


__ADS_3

Sambil membalas pelukan ketiga temannya, Anna bisa merasakan adanya ancaman lain di berbagai tempat yang berada jauh dari lokasi keberadaannya.


'Pasukan iblis disana sudah keluar dari gerbang juga.'


Setelah ia menguasai sihir dari kitab dewi Arnix, yang merupakan kitab dari penguasa pusaran putih atau galaksi Milky Way ini, ia bisa merasakan hal-hal buruk yang berada di Bumi, bahkan sampai ke seisi galaksi.


'Ini bisa membuatku gila. Aku belum terbiasa dengan pengetahuan seperti ini.'


"Anna?" tegur Davina, saat Anna sepertinya melamun saat Lucy bertanya padanya.


"Ya. Aku melakukan perjalanan ke beberapa tempat," sahut Anna yang kemudian terdiam dan kagum dengan kemampuan barunya.


Entah bagaimana, ia bisa tahu apa yang barusan Lucy tanyakan padanya walaupun ia tidak mendengar apa yang ia tanyakan.


Davina dan Yola yang mengira Anna tidak mendengarkan pertanyaan Lucy, saling bertatapan.


Anna menoleh ke arah lain. Menatap pada Cassey yang terlihat enggan untuk menyapanya, walaupun ia sangat ingin melakukannya.


Anna akhirnya menghampiri ketiga saudara tirinya itu, merentangkan kedua tangannya, lalu memeluk mereka bersamaan.


"Senang bisa mekihat kalian lagi," ucap Anna pelan, lalu ia mengecup pipi Cassey. "Kondisimu sudah baik kan saudariku?"


Mendapat perlakuan seperti itu dari orang yang pernah disiksanya secara brutal, Cassey tak bisa membendung air matanya lagi. Ia menangis dalam pelukan Anna dan dua saudara laki-lakinya.


"Y-ya... Berkatmu... aku baik-baik saja sekarang..."


°°°


Setelah agak lama melepas rindu dengan ketiga saudara tirinya, Anna akhirnya berbalik dan pergi kembali menghampiri Davina, Lucy, Yola, pria brewok dan pria bertubuh kekar. Ia juga menyapa dan berbicara selama beberapa menit dengan Jo Fizer, sebelum pergi kembali ke dekat gerbang buatannya.


"Nyrna, Cirdan, keluarlah," ucap Anna, setelah ia tiba di depan gerbang.


Tak lama berselang, dua makhluk bertubuh tinggi-ramping dengan paras mereka yang sangat anggun, keluar dari dalam gerbang.


Semua orang yang melihat mereka awalnya terkejut karena kedua Elf itu tiba-tiba keluar dari gerbang tempat Anna keluar sebelumnya. Selain itu, mereka juga bisa merasakan aura sihir mematikan dari mereka.


Tidak seperti Anna yang aura dari energi Mana nya tidak bisa dirasakan oleh semua makhluk ciptaan di alam semesta dan Miyuki yang bisa menyimpan hawa keberadaannya dengan sempurna, kedua Elf itu tidak repot-repot menyimpan aura sihir mereka.


Hal itu membuat ratusan Hunter yang berada di tempat itu gemetaran.


Jika Davina, Lucy dan Yola yang berperingkat SS saja hampir tidak sanggup berdiri saat terkena radiasi sihir kedua Elf itu, apalagi semua Hunter yang berada dibawah level mereka bertiga.

__ADS_1


Tubuh Hunter-hunter itu gemetar. Lalu, secara hampir bersamaan mereka jatuh terduduk dengan tubuh menggigil akibat hawa dingin dan panas yang bercampur menjadi satu.


"S-siapa mereka? Apa mereka musuh?"


"J-jangan mengharapkan itu. Aura keberadaan mereka saja jauh lebih mengerikan dari ribuan monster itu."


"G-gila... Apa-apaan aura sihir ini..."


"Aku mungkin akan mati jika terlalu lama duduk disini."


Hunter-hunter mulai ketakutan.


Tapi, mereka lebih terkejut lagi saat menyaksikan kedua makhluk rupawan itu tiba-tiba berlutut dihadapan Anna dan berbicara layaknya seorang prajurit pada jendral perangnya.


Walaupun mereka tidak mengerti bahasa kedua makhluk itu, namun dari gesture tubuh dan cara mereka menatap Anna, mereka tahu bahwa kedua makhluk itu adalah pengikut gadis itu.


"Ini gila... Siapa sebenarnya Anna ini?" gumam Jo Fizer, yang berusaha menguasai tubuhnya agar tidak terluka dalam akibat pengaruh energi Mana kedua Elf.


Hunter-hunter itu akhirnya lebih-lebih terkejut lagi saat mereka mengingat wajah kedua makhluk itu.


Mereka ingat bahwa kedua Elf itu adalah makhluk yang juga pernah keluar dari gerbang Dungeon dan membunuh semua Hunter dari guild Gold Dragon dengan memenggal leher mereka semudah memenggal seonggok daging dari hewan yang sudah mati.


"M-mereka... Bukankah mereka Elf yang mengerikan itu? Yang menghabisi seluruh Hunter muda dari guild Gold Dragon?"


Mendengar kata-kata itu dari salah satu Hunter yang berada di antara mereka, semua Hunter akhirnya memerhatikan wajah kedua Elf itu lagi lekat-lekat.


Tahu bahwa apa yang rekan mereka katakan itu benar, semua orang yang berada disitu bergidik ngeri. Mereka tahu, kedua Elf itu sama bengisnya seperti Miyuki.


Pada saat itu, kedua Elf kebetulan menoleh ke arah mereka dan tersenyum lembut. Itu adalah saat dimana Anna meminta kedua Elf untuk menghabisi ribuan monster yang berasal dari 99 gerbang dan saat Anna meminta mereka untuk menjaga semua Hunter.


Tapi, bagi Hunter-hunter, senyuman kedua Elf itu membuat mereka merinding seakan itu adalah senyuman yang diberikan oleh malaikat pencabut nyawa sebelum mencabut nyawa seseorang.


°°°


Setelah berbicara pada Nyrna dan Cirdan, Anna kembali pada rombongan Hunter.


"Mereka akan menghabisi semua iblis itu. Kalian nanti hancurkan pilar sihir nya setelah semua iblis itu mati, ok?"


"Iblis?"


"Ya. Mereka adalah pasukan iblis dari dimensi lain."

__ADS_1


Davina, yang Anna ajak bicara, mengangguk.


"Tapi, kenapa harus mereka?" tanya Davina.


"Aku mau pergi ke tempat lain. Ada banyak gerbang yang terbuka."


"A-apa?"


"Aku pergi dulu."


Anna akhirnya lenyap dari hadapan semua orang.


•••


Anna pergi ke Sydney, dimana monster sudah mulai menghabisi Hunter-hunter yang berusaha untuk menghentikan para monster di dekat gerbang kemunculan mereka.


Saat Anna tiba di tempat itu, puluhan ribu pasukan iblis yang sebelumnya tersebar di segala penjuru kota berlarian tunggang langgang, kembali ke dekat gerbang karena mereka bisa merasakan aura keberadaan dari energi Mana pemilik galaksi yang mereka masuki hadir di tempat itu.


Melihat bagaimana reaksi pasukan iblis pada kehadiran Anna, tentu saja membuat semua Hunter yang ada di tempat itu tercengang.


Disitu, Anna meminta Tzullu dan adiknya untuk membereskan para pasukan iblis.


Melihat dua Orc yang memiliki aura sihir mematikan itu, tentu saja membuat semua Hunter yang berada ditempat itu ketakutan.


Bagi mereka, lebih baik untuk menghadapi ribuan pasukan iblis dibandingkan harus bertarung dengan salah satu dari kedua Orc itu.


Tapi, saat Anna menenangkan mereka dan mengatakan bahwa dua Orc yang sedang berlutut dihadapannya itu adalah pengikutnya, mereka akhirnya merasa tenang.


"Aku akan meninggalkan mereka disini, ok? Setelah mereka menghabisi seluruh pasukan iblis itu, kalian hancurkan pilar sihir nya."


"T-tapi nona Anna... Apakah Anda akan meninggalkan kami?"


"Ya. Ada hal lain yang harus kulakukan." Sahut Anna sambil tersenyum.


Ia tidak mau repot-repot memberitahu mereka bahwa ada dungeon break juga di kota lain. Ia tidak ingin menambah beban pikiran bagi mereka.


Padahal, seluruh warga dunia sudah tahu bahwa ada banyak dungeon break karena ulah malaikat tersesat. WABC juga sedang menyiarkan hal itu secara langsung dan saat kemunculan Anna juga sedang disiarkan secara langsung.


Anna belum menyadari hal itu.


Setelah berbicara pada Hunter-hunter itu, Anna pun lenyap dari hadapan mereka.

__ADS_1


Setelah Anna pergi, Tzullu dan adiknya memberikan senyum terbaik mereka pada para Hunter. Keduanya berusaha menyapa bangsa tuan mereka seramah mungkin. Namun, semua Hunter itu gemetar hebat saat melihat senyuman aneh kedua Orc tersebut.


•••


__ADS_2