
"Apa mereka ini suku penyihir kuno?" tanya Anna pada dewa Ogun yang bertengger di pundak kanannya.
"Ya. Asalkan mereka mau membantu, sepertinya kita bisa menemukan jejak dewi Lyn," sahut dewa Ogun sembari menyeringai.
"Apa?! Kau serius?!" seru Anna. Ia terdengar sangat senang.
"Mereka ini para penyihir kuno dari planet Titans dan dapat melihat makhluk asing apa pun yang pernah mendarat ke planet ini." Ucap dewi Ezili, dari pundak kiri Anna.
Anna mengangguk pelan dan menatap lurus pada sepuluh makhluk berjubah merah yang sedang berjalan di depan mereka.
"Tapi, bagaimana jika mereka tidak mau membantu?" tanya Anna lagi.
Dewa Ogun mendecakkan lidahnya. "Kau pasti berpikir untuk bertarung melawan mereka, kan?"
"... Penilaian mu padaku sepertinya tidak begitu baik ya?"
"Kau memang orang yang seperti itu!"
"..."
"Kau tidak merasakan energi Mana mereka?"
"Aku tahu. Mereka sangat kuat. Bukankah kita berempat bisa melawan mereka?"
"Kita tidak akan menang tanpa energi Mana." Sahut dewi Ezili.
"Dia benar," ucap dewa Ogun menyetujui ucapan dewi Ezili.
"Kenapa?" tanya Anna penasaran.
"Kau akan tahu nanti saat kita bertemu pemimpin suku ini." Sahut dewa Ogun.
•••
"Apa yang membuat Anda datang kemari, sabit merah?" tanya Nordic saat ia sudah menerima kehadiran Lorelei dan rekan-rekannya di dalam goa tempat peristirahatannya.
Goa itu berada di bawah dasar laut hingga untuk mencapainya, Anna dan rekan-rekannya harus melewati 7 gerbang sihir yang di buka oleh salah satu penyihir kepercayaan Nordic.
Tidak sembarang orang diizinkan untuk turun sampai ke dalam goa tersebut. Namun, karena Nordic sudah mengenal Lorelei dengan baik, maka Lorelei diizinkan turun menemuinya.
__ADS_1
Anna pada akhirnya mengerti apa yang dewa Ogun katakan tadi. Energi Mana milik Nordic benar-benar sangat luar biasa kuat dan sangat besar. Bahkan, gabungan dari seluruh energi Mana para pengikutnya di dunia buatan, masih belum cukup untuk menandingi besarnya energi Mana Nordic.
Jika Damballa, Li Wen Xia dan Albert Brosman di gabungkan jadi satu pun, masih tidak ada apa-apanya jika dibandingkan kekuatan energi Mana yang Nordic miliki.
'Lebih besar mana energi Mana orang ini jika dibandingkan dengan Miyu?'
Menurut Anna, mungkin hanya Miyuki lah yang sebanding dengannya.
Anna juga memerhatikan. Di antara dirinya dan Lorelei, Nordic sejak tadi hanya menatap pada Lorelei. Nordic bahkan seperti menganggap dirinya tidak sedang berada di sana.
Tapi, walaupun demikian, Anna melihat tidak ada sikap persahabatan, bahkan hanya sedikit sikap pertemanan, di antara mereka walaupun mereka saling menyapa layaknya seorang teman lama.
Nordic menatap Lorelei dengan tatapan dingin, sementara Lorelei juga tidak berusaha untuk bersikap ramah berlebih walaupun ia sebenarnya sangat membutuhkan bantuan Nordic.
°°°
Lorelei menatap beberapa pria berjubah merah yang berdiri berjaga di dalam goa itu.
Semua orang tampak enggan meninggalkan Nordic dengan para tamunya, walaupun mereka sepertinya memiliki hal penting untuk dibicarakan.
"Anda bisa mengatakan maksud kedatangan Anda dan teman Anda ini tanpa perlu mengkhawatirkan mereka," ucap Nordic, mengerti arti tatapan Lorelei pada para pengikutnya.
Dia juga sebenarnya mengenal Nordic hanya dari persaingan mereka saat mengikuti turnamen pertarungan antar malaikat milyaran tahun yang lalu.
Nordic adalah satu-satunya malaikat tertinggi dari keluarga dewa Zeus, yang mampu bersaing melawan kekuatan Lorelei. Jadi, saat Nordic meminta pada dewa Zeus agar ia diizinkan untuk tinggal di dunia para makhluk ciptaan, Lorelei pun merasa kesepian hingga akhirnya mengurung diri di dalam pertapaan.
Lorelei dan Nordic sebenarnya hanyalah kawan dan lawan di arena pertarungan. Mereka juga bisa tahu sifat dan kebiasaan satu sama lain melalui pertarungan. Dari situlah ada perasaan saling menghormati diantara mereka. Tidak kurang, tidak lebih.
"Maaf. Tapi, hal yang ingin saya sampaikan bukanlah hal yang bisa diketahui oleh banyak orang," sahut Lorelei yang kembali tersenyum pahit.
Nordic diam agak lama menatap Lorelei dengan tatapan kedua manik matanya yang berwarna putih.
Jika dilihat sekilas, orang akan mengira bahwa Nordic tidak memiliki manik mata sama sekali. Namun, jika seseorang memerhatikan dengan jelas, ada sedikit perbedaan di antara bola mata dan retina nya.
Nordic kemudian menatap pada Anna, mengikuti arah lirikan mata Lorelei yang tampak sengaja memintanya untuk melihat ke arah gadis itu.
Anna dan Lorelei dapat melihat sedikit perubahan pada raut wajah Nordic saat pria berambut dan berjanggut putih itu memicingkan kedua matanya untuk menatap wajah Anna dengan lebih teliti.
Setelah agak lama memerhatikan Anna, Nordic akhirnya meminta semua pengikutnya untuk pergi meninggalkan goa yang hanya diterangi oleh cahaya remang dari dua obor.
__ADS_1
Nordic juga akhirnya berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri Anna sebelum menoleh dan berbicara lagi pada Lorelei.
"Dia makhluk ciptaan duplikat dari dewi Ann?"
Lorelei mengangguk pelan.
"Apa gerangan yang membuat dewi Ann sampai mengirim makhluk duplikatnya kesini?"
Lorelei menunggu beberapa saat sampai ia tidak merasakan energi Mana dari para pengikut Nordic berada di dalam goa lagi, barulah ia berbicara, "Pusaran putih kami kehilangan dewi Lyn."
"A-apa?!" pekik Nordic.
Nordic akhirnya tahu kenapa Lorelei meminta semua pengikutnya pergi. Ia dapat mengerti jika hal itu sampai terdengar ke dewa perang dan dewa penguasa planet Titans, maka keluarga dewa Arnix akan dalam bahaya.
Para malaikat masih bisa bertoleransi tentang apa pun yang terjadi di antara para dewa, namun tidak dengan para dewa yang berebut untuk naik ke posisi pertama di bawah para dewan pengawas para dewa. Para dewa akan langsung saling menjatuhkan saat mengetahuinya.
Nordic menganganggukkan kepalanya berkali-kali.
"Apa jejak dewi Lyn terakhir kali pergi menuju planet kami?"
"Ya. Dewi Ann sendiri yang menemukan jejaknya. Saya juga menemukan jejak saat saya ingin mengejar para malaikat tersesat dari keluarga dewa Arnix."
"Begitu...," Nordic menarik nafas panjang sebelum ia berbicara lagi, "Tapi, saya tidak bisa menemukan jejaknya dengan sihir kuno kalau tidak ada energi Mana orang terakhir yang pernah bertemu dewi Lyn sebelum menghilang." Ucap Nordic sembari menatap pada Lorelei yang ia tahu sudah masuk ke pertapaan hanya beberapa tahun setelah ia memilih untuk tinggal di dunia para makhluk ciptaan. Jadi, dia tidak bisa menggunakan energi Mana Lorelei untuk menelusuri jejak dewi Lyn.
"Dia memiliki energi Mana dewi Ann," sahut Lorelei.
Glup...
Nordic hampir tidak memercayai apa yang ia dengar.
"Bisa kau ulangi?"
"Dewi Ann memberikan sebagian inti sihir padanya," sahut Lorelei memperjelas ucapannya tadi.
"Apa?!"
Nordic menatap Anna dengan tatapan tidak percaya. Belum pernah terjadi sebelumnya ada dewa perang yang memberikan sebagian inti Mana nya pada dewa lain atau pun pada para malaikat.
'Dan dewi Ann memberikan sebagian inti Mana nya hanya pada makhluk ciptaan?!'
__ADS_1
Nordic menatap Anna dengan rasa tidak percaya. Ia berpikir, se-spesial apa makhluk ciptaan itu hingga dewi Ann sampai mau memberikan sedikit dari inti Mana nya.