Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 190 - Musnahnya Tim Idola


__ADS_3

Wang Chu Gong baru menyadari bahwa lawan yang dihadapinya sangat kuat setelah ia sama sekali tidak diberikan ruang untuk bergerak dan hanya bisa berusaha untuk menghindari serangan-serangan jarak jauh lawannya.


Chu Gong bahkan tidak berani menggunakan perisai kesayangannya untuk menangkis bola api lawan. Ia tidak percaya diri kekuatan sihir pelindungnya bisa menahan kekuatan lawan dengan baik.


Untuk itulah, Chu Gong akhirnya meminta Hunter yang sedang memegang kamera untuk mematikan kamera di tangannya.


Agar bisa menghadapi lawan sekuat Zobyr, boss Dungeon, ia membutuhkan lebih banyak buff sihir yang bisa di dapatkannya dari mengosumsi pil iblis.


Saat Hunter yang memegang kamera sudah memberinya tanda bahwa kamera telah dimatikan, Chu Gong segera mengambil botol kecil dari dalam tas pinggangnya dan menelan seluruh pil yang berada di dalamnya tanpa sisa.


Setelah mendapatkan kekuatan berkali-kali lipat dari pil iblis, Chu Gong akhirnya mulai bisa memperkecil jaraknya dari Zobyr.


Sebelumnya, Chu Gong sama sekali tidak bisa mendekati lawan yang terus menyerang nya dari jarak jauh dengan bola api biru.


Dengan energi Mana yang semakin kuat, Chu Gong kini berani menahan langsung serangan Zobyr dengan perisai di salah satu tangannya, tanpa khawatir perisainya akan pecah saat beradu energi sihir dengan bola api milik Zobyr.


Dannnggg... Danggg... Danggg...!


Sambil melindungi diri, Chu Gong terus bergerak maju, hingga akhirnya berada tepat di depan Zobyr.


Zobyr akhirnya mengubah cara bertarung saat merasa tidak memiliki celah untuk menembakkan bola api lagi.


Zobyr memfokuskan energi Mana ke kedua tangannya, hingga bola api kini menyelimuti seluruh lengannya.


Zobyr dan Chu Gong terus bertukar serangan yang langsung mereka lakukan dengan kekuatan penuh.


Setelah bertarung pada jarak dekat selama beberapa menit, Chu Gong yang sudah terbiasa bertarung dengan jarak dekat akhirnya terlihat mengungguli pertarungan.


Chu Gong terus menyerang Zobyr yang tidak leluasa itu dan sudah berkali-kali melukai tubuh pimpinan Elf tersebut.


Namun, saat Chu Gong sudah merasa bahwa tak lama lagi ia akan berhasil membunuh lawan, gerakannya terhenti saat seseorang tiba-tiba mencengkeram tengkuknya, lalu melempar tubuhnya hingga terbang jauh dan jatuh terguling.


"Fael?!" Seru Zobyr saat melihat Fael, putra Legalos tiba-tiba muncul di hadapannya.


Namun, ia merasa aneh saat melihat Nyrna, panglima perang dari Klan Es, ada bersama Fael.


Kejutan lain juga di dapatkan Zobyr sesaat kemudian setelah Cirdan tiba-tiba muncul di samping Nyrna, dengan membawa 4 kepala Hunter di kedua tangannya.


"Ketua. Lama tidak bertemu." Sahut Fael, menyapa ketua klan nya.


Namun, ia segera menoleh pada Cirdan, tepatnya pada empat kepala yang berada di tangannya.


Melihat bentuk ujung leher yang tidak terputus rapi itu, Fael mendecak dan menatap Cirdan dengan tatapan tidak senang.


"Kau mencabut kepala mereka?"


Cirdan tersenyum canggung.


"Aku lupa membawa belati." Merasa malu dengan keteledorannya, Cirdan memalingkan wajah, lalu menatap pada Zobyr dan menyapanya, "Tuan Zobyr."


Setelah Cirdan, Nyrna juga ikut menyapa.


Ketiga Elf itu berdiri dengan menghadap Zobyr, tanpa memerdulikan Chu Gong yang sudah bangkit berdiri dan mulai menyerang mereka.


"Maaf baru kembali," ucap Fael, yang kemudian memiringkan tubunya sedikit untuk menghindari serangan pedang yang datang dari belakang.


Fael kemudian menangkap tangan yang baru saja melewatinya itu, merebut pedangnya, lalu menebaskan pedang itu pada leher penyerangnya, Chu Gong.


Sraaaatttt...!

__ADS_1


Setelah itu, Fael melemparkan pedang Chu Gong secara sembarangan, lalu menangkap kepala Chu Gong yang baru terjatuh melewati depan tubuhnya.


"Sini, biar kami yang pergi melemparkannya keluar gerbang." Ucap Nyrna, seraya menyodorkan tangannya untuk meminta kepala Chu Gong.


Ia merasa bahwa tidak sopan jika Fael langsung pergi meninggalkan mantan ketua nya. Jadi, dia memutuskan untuk menyelesaikan perintah yang Anna berikan.


Cirdan juga mengangguk setuju, lalu pamit pada Zobyr dan Fael, untuk memenggal kepala semua Hunter yang sudah di bunuh Glynka dan 'mengembalikannya' keluar gerbang, seperti yang Anna minta.


"Kau bergaul dengan mereka?" tanya Zobyr sambil menatap Nyrna dan Cirdan yang sudah pergi jauh meninggalkan mereka.


"Ya. Kami berteman baik." Sahut Fael seraya tersenyum.


Zobyr akhirnya menatap Fael, sebelum ia mundur beberapa langkah dan mengamati Fael dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Zobyr bergidik ngeri saat menyadari bahwa Fael telah bertumbuh sangat kuat.


"K-kau... Kau sangat kuat..."


•••


Semua orang yang sedang menyaksikan raid yang dilakukan anggota dari guild Gold Dragon di depan gerbang Dungeon, terkejut saat melihat sambungan pada regu kecil yang di pimpin Chu Gong tiba-tiba terputus.


Rasa terkejut mereka pada akhirnya berubah menjadi rasa khawatir saat tembakan kamera pada tim kedua berguncang, sebelum akhirnya tembakan kamera itu diam di satu sudut pandang.


Mereka bisa menebak bahwa pemegang kamera telah mati hingga ia tidak bisa mengambil gambar seperti sebelumnya.


"M-mereka semua sudah mati?"


Mendengar ucapan dari salah satu Hunter, semua orang tertunduk sedih.


Tim raid yang selama ini menjadi idola dan andalan Kota C itu kini telah tiada.


Saat semua orang masih larut dalam kesedihan, gambar di layar akhirnya bergerak kembali, lalu menyorot pada sosok Elf yang sedang memenggal leher Hunter yang sudah menjadi mayat, satu persatu.


Tindakan yang Elf lakukan benar-benar sangat keji. Mereka bahkan masih memenggal leher Hunter yang sudah menjadi mayat.


Tampilan di layar besar di dekat gerbang itu kemudian beralih lagi, mengarah pada wajah Elf yang sebelumnya mengambil gambar rekannya.


Wajahnya yang sedang tersenyum tanpa dosa itu tampak cantik. Elf wanita itu kemudian melambaikan tangannya, seakan hendak menyapa semua pemirsa yang baru saja menyaksikan pembantaian yang telah mereka lakukan.


Melihat itu, semua orang yang merasa telah dihina itu pada akhirnya mengumpat dan mengutuki mereka.


Namun, layar tiba-tiba berubah menjadi gelap, saat Nyrna menghancurkan kamera di tangannya.


"A-apa yang terjadi? Apa mereka semua telah di bunuh?" tanya seorang Hunter Asosiasi, yang sedang bertugas menjaga gerbang, pada rekannya.


Hunter yang sedang di ajak berbicara itu terdiam agak lama, sebelum ia menyadari bahwa bahaya akan segera datang.


"Cepat hubungi kantor dan minta mereka mengirimkan Hunter terbaik! Akan ada dungeon break!" seru Hunter itu dengan suara nyaring.


Mendengar perintah yang diberikan ketua tim pengawas gerbang, semua Hunter Asosiasi yang berada di tempat itu langsung bergerak cepat.


Sebagian orang menghubungi kantor Asosiasi dan beberapa guild besar untuk meminta bantuan.


Sementara yang lain langsung mengarahkan warga sipil, yang sebenarnya sedang menantikan Hunter idola mereka untuk melakukan perayaan setelah raid selesai, agar segera pergi meninggalkan lokasi gerbang.


Menyadari akan ada dungeon break, bukan hanya warga sipil, bahkan Hunter-hunter yang berada di sana langsung panik.


Tapi, di antara kepanikan yang mereka rasakan, para Hunter penggembira dari guild Gold Dragon yang sebenarnya ditugaskan sebagai tim penambang itu juga merasa lega, karena meraka tidak ikut masuk ke dalam Dungeon bersama tim raid.

__ADS_1


Chu Gong yang tidak suka repot-repot melindungi orang lain, meminta mereka tinggal di luar dan baru masuk untuk bekerja setelah tim raid menyelesaikan pekerjaan mereka.


•••


Kegaduhan tiba-tiba mereda saat mereka mendengar suara pukulan keras dari arah gerbang.


Suara pukulan tersebut terdengar sangat nyaring hingga menyita perhatian semua orang.


Sampai akhirnya, gerbang Dungeon tersebut tiba-tiba saja pecah dan runtuh seperti sebuah kaca mobil yang hancur saat menerima benturan keras.


Tak lama kemudian, dari gerbang yang sudah tidak memiliki sihir penghalang tersebut, muncullah dua sosok Elf yang berjalan dengan anggun sambil memegang beberapa benda bulat di masing-masing tangan mereka.


Kedua Elf itu kemudian melemparkan benda bulat yang akhirnya orang-orang kenali sebagai kepala dari Hunter-hunter guild Gold Dragon yang telah melakukan raid.


Beberapa dari mereka langsung lari ketakutan, tanpa memikirkan rasa malu lagi. Padahal, mereka adalah Hunter-hunter yang harusnya berusaha mencegah para monster agar tidak pergi menuju pemukiman warga dan melakukan pembantaian massal.


•••


"Kenapa kau menghancurkan gerbang nya?" protes Nyrna pada Cirdan, merasa heran dengan apa yang Cirdan lakukan.


"Kita tidak akan bisa keluar jika tidak menghancurkannya. Tubuh kita yang berasal dari sana tidak bisa melewati sihir penghalang gerbang."


Nyrna mendengus kesal. Dia tentu tahu akan hal itu.


"Kita hanya diminta untuk melemparkan kepala-kepala itu."


Cirdan terdiam. "B-benarkah?"


"Tsk... Ya sudah, ayo kita kembali," ajak Nyrna yang kemudian berbalik untuk kembali ke dalam Dungeon.


"Tunggu."


"Ada apa lagi?"


Cirdan menunjuk pada beberapa orang, yang masih tetap berada di tempat itu, walaupun tubuh mereka tampak jelas sedang gemetar hebat.


"Lihat mereka."


Nyrna mengikuti arah Cirdan menunjuk dan baru menyadari bahwa ada beberapa orang di sana yang memiliki energi Mana yang sama dengan orang-orang yang Anna perintahkan untuk di bunuh.


Sementara itu, Hunter-hunter yang baru saja di tatap oleh kedua Elf, menatap mereka dengan sangat ketakutan.


Walaupun Elf itu hanya berdua, namun mereka dapat merasakan aura dari energi Mana Elf yang sangat mengerikan.


Bahkan, sepanjang hidup mereka, mereka tidak pernah merasakan aura semengerikan itu.


Karenanya, pemikiran 'hanya ada dua' itu menguap begitu saja di gantikan dengan pemikiran 'bahkan, makhluk mengerikan itu ada dua'.


Pemikiran itu hanya sempat berada beberapa saat dalam kepala Hunter-hunter tersebut. Karena setelahnya, Nyrna langsung memenggal leher mereka hanya dalam sekejap.


Melihat beberapa Hunter sudah kehilangan kepala mereka tanpa bisa melihat siapa yang melakukannya, Hunter yang sebelumnya memutuskan untuk tinggal dengan maksud berusaha mencegah kedua Elf itu untuk pergi menuju pemukiman warga, langsung lari terbirit-birit meninggalkan lokasi gerbang.


"Aneh, padahal kau cuma mau membunuh makhluk dengan Mana iblis. Kenapa mereka lari?" ucap Cirdan seraya menggelengkan kepalanya.


"Tsk... Anggap kita ini dewi agung dan mereka adalah kita. Apa yang akan kau lakukan?"


Cirdan terdiam.


"Aku akan berlutut dan memohon ampun."

__ADS_1


"Tsk... Ayo kembali dan hancurkan pilar sihir nya."


•••••••


__ADS_2