
Saat ledakan berkekuatan besar terjadi, Bumi mengalami sedikit pergeseran dari jalur orbit dalam mengelilingi Matahari.
Ledakan yang sangat besar itu hampir saja berhasil menghancurkan Bumi beserta galaksi di mana tata surya dari Bumi berada, jika Anna tidak dengan cepat merapalkan sihir pelindung yang ia pelajari dari kitab dewi Arnix, holy protector.
Tapi, sebagai akibatnya, Anna juga mendapat luka dalam yang cukup parah akibat menelan 90% dari ledakan sihir itu ke dalam tubuhnya sendiri.
•••
Anna menahan tubuhnya dengan tombak Igigi yang tadi ditancakpannya di tanah, untuk menahan tubuhnya yang melemah secara drastis agar tidak jatuh terhempas ke tanah.
Di sisi kiri dan kanannya, Lorelei dan Nordic yang sempat datang, sudah pingsan tak berdaya.
Keduanya mempertaruhkan nyawa untuk menyerap masing-masing 3% dari ledakan mengerikan itu, hingga Bumi masih tetap utuh terhindar dari kiamat.
•••
Berbeda dengan apa yang terjadi pada Anna, Lorelei dan Nordic, dewan Ra yang tidak memerdulikan kehancuran Bumi telah selamat dengan melarikan diri dan bersembunyi di dalam portal sihir.
Ia baru keluar dari portal sihir beberapa menit kemudian, setelah menghitung jika radiasi ledakan sihir sudah menghilang.
•••
Dewan Ra, yang mengira jika galaksi Milky Way telah punah akibat serangan gabungan yang dilakukan dirinya dan saudaranya, memandang sekitar, melihat hanya sedikit pengaruh dari ledakan yang terjadi pada Bumi yang kini telah dialiri shield keemasan yang ia tahu adalah sihir milik dewi Lyn.
Dewan Ra akhirnya berpaling, menatap Anna dengan membelalakkan kedua matanya.
"Kau bisa menghentikannya?"
Dewan Ra mencabut pedang yang tersarung di pinggangnya, sembari menatap Anna yang kini sudah jatuh berlutut, menopang tubuhnya dengan tombak Igigi.
"Kau benar-benar luar biasa. Aku akan mengingatmu sebagai makhluk ciptaan hebat yang berhasil menahan sihir terkuat kami," puji dewan Ra dengan tulus.
Dewan Ra masih berdiri diam di tempatnya, memerhatikan Anna yang mulai terbatuk-batuk darah segar dan tampak kesulitan untuk memberikan tenaga pada kedua kakinya untuk bisa berdiri kembali.
Dewan Ra masih berdiri diam di tempatnya juga untuk menunggu dewan Ge kembali dari persembunyian.
Namun, setelah dua menit berlalu, dewan Ra mengernyitkan dahi setelah dewan Ge tak kunjung kembali.
'Apa dia kehabisan energi Mana dan tidak bisa membuat portal sihir lagi?'
"Jika kau menunggunya, dia sudah binasa," ucap dewa Ogun yang baru saja keluar dari tubuh Anna dan berjongkok di samping Anna dalam wujud dewanya, sementara dewi Ezili pergi membawa Lorelei dan Nordic untuk menyingkir dari tempat itu.
__ADS_1
Dewan Ra menatap dewa Ogun dengan sorot mata tajam sebelum tatapannya turun ke salah satu tangan Anna dan melihat ada sebuah kaki dengan alas yang sudah ia kenal. Itu kaki dewan Ge, saudaranya.
°°°
Anna berhasil menangkap kaki dewan Ge sebelum ia sempat masuk ke dalam portal sihir dan melarikan diri dari ledakan.
Dewan Ge telah meledak oleh sihirnya sendiri dan hanya sepenggal kaki yang berada di tangan Anna itulah yang selamat.
"Kau..."
Dewan Ra mengangkat pedang bermata duanya tinggi, hendak menghempaskannya pada Anna.
Namun, dewa Ogun dan dewi Ezili, yang baru kembali setelah mengantarkan Lorelei dan Nordic pada Miyuki, dengan sigap menahan serangan itu.
Ledakan besar terjadi lagi setelah mereka beradu energi sihir.
•
•
•
"Apa dia baik-baik saja?" tanya dewi Ezili dengan suara bergetar, khawatir melihat keadaan Anna yang tampak terluka dalam sangat parah setelah meredam ledakan besar yang membuat Bumi mengalami gempa sangat mengerikan.
Keduanya baru saja membawa Anna pergi dari tempat ledakan, setelah mereka menangkis serangan dewan Ra.
Sihir yang dewan Ge lepaskan tadi adalah sihir pencipta sebuah galaksi.
Sebuah bintang raksasa yang jauh lebih besar dibandingkan sebuah galaksi akan terbentuk dari sihir itu dan akan menciptakan sebuah ledakan besar yang nantinya akan membentuk sebuah galaksi baru.
Anna telah menelan proses terbentuknya galaksi itu ke dalam dirinya. Karena itulah ia kini terluka dalam sangat parah.
•••
Dewan Ra mendarat di hadapan dewa Ogun. Tanpa basa basi, dewan Ra yang sangat marah setelah kehilangan saudaranya, langsung menyerang dewa Ogun dan dewi Ezili yang berusaha melindungi Anna.
Kedua dewa itu memang sangat kuat. Namun, keduanya bukanlah apa-apa saat beradu kekuatan dengan sosok dewan pengawas para dewa.
Dewa Ogun dan dewi Ezili masih bisa mengimbangi dewan Ra hanya karena dewan Ra sudah mulai kehabisan energi Mana karena ia tadi telah menyumbangkan sebagian besar energi Mananya pada sihir yang akan dewan Ge lepaskan.
Tapi, karena kedua dewa itu juga masih belum pulih dari luka dalam mereka, keduanya akhirnya mulai tertekan mundur dan mendapatkan banyak serangan fatal.
__ADS_1
Bammmmm... Sraaaaaattttt...!
Dewan Ra berhasil melukai dewa Ogun yang bertarung di bagian depan, sementara dewi Ezili terpental jauh setelah menerima serangan sihir dewan Ra.
"Matilah makhluk rendah!" seru dewan Ra sembari mengarahkan pedangnya pada dewa Ogun.
Tapi, sekelebat bayangan kebiruan tiba-tiba muncul di sana dan menepis pedang yang hampir menyambar leher dewa Ogun.
Crang...!
Srat... Srat... Srat...
Srat... Srat... Srat...
Miyuki langsung berhasil melukai banyak bagian tubuh dewan Ra setelah menangkis serangan makhluk itu pada dewa Ogun.
Ia juga langsung merapalkan mantra sihir dan menembakkan seberkas cahaya kebiruan pada dewan Ra.
Baaaaaaaammmmmmm...!!!
•••
Sigh...
Miyuki menatap lurus pada 11 makhluk yang baru saja bermunculan dari dalam portal dan berhasil menyelamatkan dewan Ra dari serangan sihirnya.
Ia kemudian menyerang semua makhluk itu dengan salah satu sihir terkuatnya, sebelum mereka sempat bertindak untuk menyerangnya.
"Sword Of Death, part 3... Rain of Death Blades!"
Cahaya kebiruan memendar dari dalam tubuh Miyuki. Sesaat kemudian, wujud ribuan belati muncul menggantikan cahaya tersebut dan terbang melesat menyerang 11 dewan pengawas yang terbang melindungi dewan Ra.
Walaupun kekuatan dari tiap belati tidak cukup untuk bisa menciderai para dewan pengawas, namun mereka cukup kerepotan untuk bisa menangkis dan menghindari belati yang terus berputar-putar mengikuti kemanapun mereka pergi.
Merasa kerepotan menghadapi serangan Miyuki, beberapa dewan pengawas akhirnya membuka gerbang lagi, memanggil ratusan ribu malaikat dari tempat persembunyian mereka di celah dimensi.
Ratusan ribu malaikat yang baru keluar dari celah dimensi itu beterbangan menghampiri Miyuki yang sedang sibuk mengontrol belati-belatinya.
"Astaga...," Miyuki mendongak, melihat malaikat-malaikat yang terbang melesat mendekatinya dengan rasa cemas yang baru pertama kali dirasakannya saat berhadapan dengan musuh.
Miyuki merubah arah belati-belatinya dan menarik semua belati itu untuk mendekat padanya.
__ADS_1
Ia membuat dinding pelindung dari puluhan ribu belati untuk menangkis serangan-serangan para malaikat yang bukan hanya tertuju pada dirinya namun juga pada Anna, dewa Ogun dan dewi Ezili yang sedang terluka parah.