Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 165 - Identitas Iblis Wanita


__ADS_3

Fernando Cavalli menghela nafas dengan berat. Ia melepaskan mouse dari genggaman tangannya lalu menyandarkan tubuh pada kursi yang berada di belakang meja kerjanya.


Sudah 4 jam lebih sejak ia menelusuri seluruh informasi mengenai 4 anggota dari guild Nine Bears yang kepala tim informasi, Thomas Ledgar, sudah kumpulkan untuknya.


Diantara keempat Hunter itu, ada 1 orang yang informasinya sama sekali tidak masuk akal dan justru Hunter itulah yang sebenarnya ingin dia cari informasinya sedetail mungkin.


"Bagaimana bisa dia cuma peringkat F?" Gumam Fernando seraya menatap wajah seorang gadis cantik di layar monitor komputernya.


Sebenarnya, Fernando Cavalli mungkin akan lebih terkejut lagi jika Miyuki waktu itu tidak segera meretas situs Asosiasi Dunia dan mengganti kembali informasi status Anna dari human menjadi peringkat F. Karena saat itu, Anna melakukan pemindaian energi Mana di Asosiasi Kota C menggunakan alat pemindai yang terhubung dengan sistem dunia dan dia terbaca sebagai human.


Penasaran dengan informasi keempat Hunter tersebut, Fernando pun pergi dari ruang kerjanya untuk mencari informasi mengenai mereka.


'Satu-satu nya cara adalah dengan mengundang mereka langsung ke sini.'


Pria paruh baya itu pergi ke ruang kerja sekretaris nya yang berada tepat di seberang ruang kerjanya.


Agneto Rosan terkejut saat melihat boss nya masuk ke ruangannya. Itu adalah hal yang sangat tidak biasa di lakukan oleh boss nya tersebut. Jika Fernando sampai mendatanginya sendiri seperti ini, biasanya ada hal yang sangat penting dan mendesak yang ingin pria itu bicarakan padanya.


"Tuan Cavalli?" Agneto langsung berdiri dari kursinya. Ia menatap Fernando yang memaksakan senyum padanya, lalu pergi ke sofa yang terletak di tengah ruangan kerja sekretaris.


Agneto buru-buru pergi menyusul ke sofa dan duduk bersama Fernando di sana.


"Ada yang ingin Anda perintahkan, pak?"


Fernando tidak langsung menjawabnya. Ia menyenderkan tubuhnya dan menarik nafas panjang seraya menatap langit-langit ruangan.


Pria paruh baya itu kemudian memejamkan kedua matanya selama beberapa saat, untuk mengingat kembali informasi pendek dari Anna Lloyd yang baru di bacanya.


Setelah diam agak lama, Fernando akhirnya menatap kembali pada sekretaris yang juga masih diam menatapnya untuk menunggu apa yang akan disampaikan oleh boss nya itu.


"Tuan Rosan, tolong hubungi guild Nine Bears. Undang lima Hunter yang sudah membantu menaklukkan Dungeon peringkat SS itu untuk menemui kita."


Agneto mengangguk dengan cepat. Tentu saja Boss nya itu sangat tertarik pada mereka. Bagaimana tidak, hanya orang aneh yang tidak akan terkesima setelah melihat kekuatan kelima Hunter tersebut.


"Tapi, tuan... Kita mungkin hanya bisa mengundang empat Hunter lain. Sepertinya pilot dari avatar sama sekali tidak ingin tampil di depan publik. Tuan Ledgar bahkan tidak berhasil mencari informasinya sama sekali."


Fernando mengerutkan keningnya. "Benarkah? Apa masih ada orang seperti itu di zaman ini?"


Agneto mengangguk.


•••


Gina meletakkan kembali smartphone nya di atas meja lalu menatap 2 rekannya yang masih tertawa terbahak-bahak mengingat kelucuan yang terjadi tadi sore.


Miyuki yang terlambat menyadari bahwa dia berada di laboratorium dan tidak bisa ikut merayakan keberhasilan raid, terutama karena ia tidak bisa dan memakan hidangan lezat Gina, mengamuk dan menyumpahi Kevin. Anehnya, dia hanya marah pada Kevin.

__ADS_1


Miyuki baru tenang saat Gina berjanji akan memasakkan menu khusus untuknya, saat mereka sudah kembali nanti.


"Hei, sudahlah. Kenapa kalian masih saja menertawakannya?" Gina yang merasa tidak tega pada Miyuki, berusaha menghentikan tawa Kevin dan Bimo yang seakan sedang mengejek Miyuki.


"Kau tahu, di dunia ini ada yang nama nya hukum karma. Ingat, dia sudah meninggalkan ku di antara para awak media itu seorang diri dan lihatlah..., dia mendapat balasan instan." Ucap Kevin dengan penuh semangat sebelum tertawa lagi. Tawa yang benar-benar alami dan terlihat bahwa dia benar-benar sangat bahagia.


"Tsk... Untung saja disini tidak ada CCTV. Jika tidak, dia akan membunuh mu kalau tahu kau menertawakannya seperti ini." Gina mengingatkan.


Setelah Kevin bisa menghentikan tawa nya dengan susah payah, dia akhirnya menyadari jika Anna tidak ada di situ bersama mereka.


"Di mana Anna?"


Gina menunjuk ke arah pintu utama vila.


"Dia jalan-jalan di taman."


"Ah, dia pasti masih memikirkan hal yang kita bicarakan tadi, kan?"


Gina mendesah pelan. "Bagaimana menurut mu? Apa yang kira-kira akan di lakukannya?"


Kevin mengangkat kedua pundaknya lalu mengambil kaleng bir dari atas meja.


"Aku tidak bisa menebak jalan pikirannya selain saat dia memikirkan sebuah keuntungan bisnis." Kevin kemudian berdiri, "Aku akan mencarinya."


"Kau yakin membiarkan dia memikirkan itu sendiri?"


"Kita sudah memberi pendapat. Saatnya dia memikirkan rencana miliknya sendiri."


Kevin akhirnya duduk kembali dan menyandarkan punggungnya pada kursi.


"Ok..."


°°°


Saat semua Hunter berkumpul untuk perayaan dan makan malam tadi, Anna menceritakan apa yang ia tahu dari latar belakang wanita berambut pirang di dalam Dungeon.


Walaupun wanita itu bisa merubah bentuk wajahnya, namun Anna mengenal energi Mana pada makhluk tersebut.


Energi Mana wanita itu sama persis seperti yang Li Wen Xia, ketua Asosiasi Asia Tenggara, miliki.


Mengetahui hal itu, tentu saja semua Hunter yang ada di sekeliling meja makan terkejut.


Tidak ada hal lain yang membuat mereka terkejut selain informasi yang Anna katakan. Tidak ada yang mempertanyakan kebenarannya.


Mereka semua percaya pada Anna dan tidak meragukan informasi yang Anna beritahukannya.

__ADS_1


Yang membuat mereka terkejut adalah saat tidak ada dari mereka semua yang menduga bahwa ketua Asosiasi negara mereka ternyata merupakan salah satu dari 31 iblis yang pernah Anna ceriakan juga sebelumnya.


Anna memberitahukan hal itu bukan hanya agar mereka mengetahuinya. Ia juga ingin meminta saran untuk apa yang harus ia lakukan pada ketua Asosiasi tersebut, pada orang-orang yang ia anggap lebih dewasa dalam berurusan dengan rumitnya dunia Hunter.


Dalam hal itu ada Kevin, Gina, Gus Stevin dan Davina yang sudah sangat berpengalaman dengan urusan di dunia Hunter profesional.


Jika harus mengikuti maunya sendiri, Anna sebenarnya ingin langsung mendatangi Li Wen Xia dan membunuhnya. Namun, membunuh seseorang yang sangat terkenal dan di anggap sebagai salah satu orang penting di negaranya tentu tidak akan sesederhana itu.


Jika Anna membunuh Li Wen Xia, tentu saja semua orang akan langsung mengetahuinya. Li Wen Xia bukanlah makhluk lemah yang bisa dibunuhnya secara diam-diam. Ia membutuhkan kekuatan besar untuk membunuh makhluk sekuat itu.


Membunuh iblis sekuat Li Wen Xia di dunia manusia juga akan menimbulkan banyak kehancuran yang pasti terjadi dan tentunya akan menimbulkan banyak kerugian juga pada warga Asia Tenggara.


Dari hasil diskusi yang mereka lakukan, satu-satunya cara untuk membunuh Li Wen Xia adalah dengan membawanya ke Dungeon terlebih dahulu. Namun, untuk melakukan hal itu, juga tidak mudah.


Orang-orang tentu akan curiga ketika seorang Hunter peringkat A seperti Li Wen Xia masuk ke dalam Dungeon dan mati di dalamnya.


Semua orang akan berpikir hal itu sangat tidak masuk akal. Terutama, mereka tidak bisa melakukannya secara diam-diam lagi di dalam Dungeon karena sekarang Asosiasi Asia Tenggara memiliki kamera canggih untuk mendokumentasikan proses sebuah raid. Kamera yang mereka miliki hasil dari kontrak kerja sama dengan perusahaan 9 AM.


°°°


"Ngomong-ngomong, siapa yang baru menghubungi mu?" tanya Kevin pada Gina.


"Ah, gara-gara kau tertawa seperti itu, aku sampai hampir lupa. Fernando Cavalli, mengundang kita untuk datang ke kantor Asosiasi Dunia."


"Apa?"


"Dia ingin mengucapkan terima kasih secara langsung karena kita sudah membantu menutup gerbang Dungeon peringkat SS itu."


"A-apa? Peringkat SS?" Kevin tercengang. "Pantas saja monsternya sangat kuat." Pikir Kevin.


"Ya. Kenichiro Tanaka menghubungi tuan Cavalli saat melihat wujud monster dalam siaran langsung. Dia mengatakan bahwa monster itu adalah monster yang sama dengan monster utama penyebab dungeon break sebelas tahun yang lalu."


"Begitu..." Kevin ingat, kejadian 11 tahun itu di tutup rapat-rapat oleh Asosiasi Dunia.


Penyebabnya, ia sendiri belum tahu. Namun, sudah pasti ada sebuah rahasia yang ingin 12 Hunter peringkat SS yang menangani dungeon break itu tutupi.


'Tapi, kenapa mereka harus menutupinya jika hanya karena itu sebenarnya Dungeon peringkat SS? Apa mereka takut seluruh umat manusia akan menjadi khawatir? Tapi, bukankah mereka berhasil menanganinya?'


"Jadi, apa kita akan datang?" tanya Bimo yang sejak tadi diam, setelah ia bisa mengontrol tawanya.


"Aku menyetujuinya. Bukankah ini kesempatan bagus agar semua negara besar juga melihat bahwa ketua Asosiasi Dunia mengundang kita secara khusus? Ini salah satu peluang agar negara-negara besar mau melakukan kontrak dengan kita untuk membantu raid di negara mereka."


Kevin mengangguk. "Ya. Kita juga harus bertambah kuat untuk membantu Anna."


•••••••

__ADS_1


__ADS_2