Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 38 - Obrolan Dalam Perjalanan


__ADS_3

Anna Lloyd duduk di kursi panjang yang berada di ruang tunggu yang memang disediakan untuk tamu kepala Akademi.


Sementara dia duduk disana, Anna memperhatikan beberapa pegawai dan instruktur Akademi berlalu lalang di depannya.


Anna meminum dan mengosongkan botol minumannya kemudian mengenakan kembali maskernya saat melihat beberapa instruktur pria nampak menoleh padanya dengan pipi yang merona.


Dia akhirnya bisa duduk dengan santai disana sambil ‘mendengarkan’ pembicaraan yang dilakukan Gina Stewart dengan kepala Akademi tanpa harus memperdulikan dan membalas sapaan pria-pria yang menyapanya saat melewatinya.


Selain pembicaraan antara Gina dan kepala Akademi, Anna juga mulai mendengarkan pembicaraan-pembicaraan yang berasal dari ruangan besar yang terletak di seberang ruangan kepala Akademi, yang adalah ruangan anggota dewan Akademi Hunter.


Dari yang telah dia tangkap sejauh ini, bahan pembicaraan utama mereka hanya satu, yakni pembahasan mengenai hasil ujian dirinya dan bagaimana menutupinya untuk sementara waktu.


“Apakah yang ku lakukan itu terlalu berlebihan?” Pikirnya.


Anna kembali mengingat kejadian-kejadian saat tim lain berjuang melewati ujian ke 3 dan semua peserta yang menghadapi ujian ke 3 itu terlihat berjuang sangat keras walaupun hanya untuk bertahan sampai waktu ujian selesai dan sejauh ini hanya ada 18 calon siswa yang lolos. 10 diantaranya berasal dari timnya.


“Yah... sepertinya memang berlebihan untuk ukuran seorang pemula.” Sesalnya sambil menepuk keningnya dengan telapak tangan.


Dia menghela napas panjang dan menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi di belakangnya.


Instruktur-instruktur yang berjalan mondar-mandir di koridor sudah mulai berkurang dan dia juga sudah mulai bosan berada di sana. Anna berdiri dan bermaksud untuk berjalan-jalan di sekitar tempat itu untuk menghilangkan rasa bosan. Namun, bertepatan dengan itu, Gina akhirnya keluar dari ruangan kepala Akademi.


“Apakah kau bosan menunggu?” Gina langsung menyapa Anna begitu dia berbalik setelah menutup kembali pintu ruangan kepala Akademi.


“Yeah... aku agak bosan menunggu dan hanya ingin jalan-jalan.”


“Oh... Maafkan aku...”


Gina menatap sekitarnya sebelum kembali menatap Anna.


Gina masih berdiri diam menatap Anna sambil mengambil ujung rambutnya yang jatuh di dadanya lalu memainkannya dengan jemarinya sambil masih terus menatap mata cerah Anna.


“Ada apa?” Tanya Anna saat melihat sikap aneh Gina.


“Oh... tidak ada...”


Gina kemudian meraih pergelangan tangan Anna dan menggandengnya untuk berjalan bersama pergi dari tempat itu.

__ADS_1


“Aku akan mengantarmu kembali ke apartemen kita.”


“Apakah kau tidak akan terlambat? Kau bisa menurunkan ku di sebuah kafe.”


“Masih ada dua jam lebih sebelum raidnya dimulai, hanya membutuhkan waktu satu jam dari sini ke apartemen.”


Setelah Anna menyetujuinya, mereka akhirnya pergi menuju area parkir dimana mobil Gina berada.


Gina Stewart sama sekali tidak membahas apapun mengenai hal yang membuat Akademi Hunter itu gempar hari ini, setelah ujian yang Anna dan timnya lakukan, hingga membuat kepala Akademi memanggilnya.


Walaupun sebenarnya Anna dapat mendengar apa yang Gina dan kepala Akademi bicarakan di ruangan kepala Akademi tadi, dia tidak mau membahas hal itu, juga tidak mau menanyakan lebih lanjut saat melihat Gina yang sepertinya juga tidak ingin membahasnya.


Saat mereka sudah berada di luar gedung dan ingin berbelok ke arah parkiran, Anna mendengar suara yang sedikit familiar sedang berbicara di telepon, di arah belakangnya.


Dia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah suara itu hingga Gina yang berjalan bergandengan dengannya juga terpaksa menghentikan langkah kakinya.


“Ada apa?” Tanya Gina Stewart padanya.


Gina mengikuti arah tatapan Anna yang sedang melihat seorang remaja yang tampak seumuran dengan Anna sedang melakukan panggilan telepon di tempat yang agak jauh dari mereka.


Pria itu berusaha melindungi rekan-rekannya sampai akhir, bahkan bertindak jauh lebih baik dari pada kapten tim mereka.


Setelah tidak bisa menyelamatkan rekan-rekannya lagi, pria itu akhirnya melakukan gerilya. Berpindah dari satu persembunyian ke persembunyian lainnya, sampai akhirnya batas waktu ujian selesai dan dia akhirnya bisa lolos dengan sangat beruntung.


“Tidak ada...,” sahut Anna yang kemudian berbalik. “Ayo kita pergi, nanti kau terlambat.” Ajak Anna yang kemudian menarik lengan Gina dan akhirnya mereka kembali berjalan menuju parkiran.


•••


“Apakah ada masalah?” Tanya Anna saat mobil yang mereka kendarai sudah meninggalkan area parkir.


Dia tidak bisa menahan diri lagi untuk tidak bertanya saat ia melihat wajah Gina yang biasanya ceria, tidak demikian lagi semenjak dia keluar dari ruangan kepala Akademi.


“Ya?”


“Kau tampak aneh setelah keluar dari ruangan kepala Akademi tadi.”


“Oh… hahaha.” Gina menoleh padanya dan Anna dapat merasakan kecanggungan dari suara tawa itu.

__ADS_1


“Kau bisa langsung mengatakannya pada ku jika ada hal-hal yang membuat mu tidak nyaman karena tindakan ku.”


“Oh… Tidak ada, tidak sama sekali." Sahut Gina dengan cepat. Dia tidak ingin Anna salah paham dengan moodnya yang mungkin terlihat mencurigakan bagi Anna. Dia menoleh sekilas pada Anna sambil memaksakan senyumnya.


Gina berpikir sejenak sebelum akhirnya kembali menoleh pada Anna yang menatapnya dengan wajah serius.


“H-hanya saja..., apa yang kau lakukan saat ujian tadi begitu mengejutkan." Ucap Gina pelan.


"Maksudmu?"


"Aku dipanggil menghadap kepala Akademi hanya untuk mendiskusikan supaya mereka dapat menunda pengunggahan video hasil ujianmu di situs website Akademi Hunter.” Gina mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, ia tidak ingin Anna salah sangka.


Anna sebenarnya tahu isi pembicaraan mereka, namun dia tidak mengerti arti dari pembicaraan itu.


“Apakah itu buruk? Maksud ku, jika mereka mengunggahnya.”


Gina yang sedang fokus mengemudikan mobil, menoleh sebentar pada Anna dan melihat bahwa gadis itu sepertinya benar-benar belum mengerti mengenai dunia para Hunter.


“Ada baik dan buruk nya.” Ucap Gina.


Ia kembali memikirkan apa yang hendak dikatakannya sebelum akhirnya kembali berbicara.


"Kau sepertinya belum pernah mendengar atau mengetahui mengenai kehidupan sebenarnya dari seorang Hunter...”


Anna tampak memikirkan apa yang baru saja Gina ucapkan. Yang dia tahu dari melihat keseharian keluarganya yang berprofesi sebagai Hunter profesional, mereka hanya terus berlatih, pergi ke Guild, pergi ke Dungeon dan saling bercerita pengalaman saat bertarung mempertaruhkan nyawa menghadapi monster.


Sebagian besar yang Anna ketahui hanya cerita-cerita pengalaman.


Karena dia juga belum pernah terjun secara resmi ke dunia Hunter profesional, maka dia belum pernah mengetahui pemahaman teknis dari kehidupan Hunter selain bertarung melawan monster-monster di Dungeon.


Melihat Gina yang sepertinya tidak ingin melanjutkan pembicaraan sebelum dia menjawabnya, Anna kemudian menganggukkan kepalanya saat Gina menoleh padanya.


“Aku akan menceritakannya dari awal dengan singkat. Nanti, kau bisa mendapatkan informasi detailnya saat belajar di Akademi, ok?”


“Ya…”


•••

__ADS_1


__ADS_2