Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 161 - Raid Di Kepulauan Fiji (8)


__ADS_3

Wanita berambut pirang itu kembali tertawa. Tawa yang sama, yang membuat pasir di bawah kaki mereka beriak seperti tadi.


"Benda yang sangat menarik." Ucap wanita itu. Ia menatap avatar Miyu dengan seksama dan terkesima dengan penampilannya yang seperti sebuah robot. "Sepertinya akan menarik jika aku memiliki mu sebagai mainan."


Wanita itu kemudian menghilang dan muncul kembali di atas tebing.


"Seharusnya kau menghemat energi Mana mu. Pengikut ku sangat kuat. Mungkin akan membuat kalian semua tewas." Ucap wanita itu dari atas tebing, yang kemudian tertawa lagi setelahnya.


Ia tidak berbicara sambil berteriak, namun suaranya terdengar seakan dirinya berada di dekat keempat Hunter tersebut berada.


"Sepertinya kita harus berusaha lebih banyak lagi agar setidaknya bisa bertarung dengan seimbang melawannya." Keluh Kevin.


Kevin mengira sudah cukup kuat untuk mengalahkan lawan-lawan mereka dan dapat mengakhiri siklus kemunculan gerbang Dungeon di seluruh dunia, setelah ia tadi takjub dengan kekuatan sihir pamungkasnya. Namun, saat ia di hadapkan dengan makhluk sekuat wanita berambut pirang itu, ia merasa bahwa kekuatannya masih berada jauh di bawahnya.


"Apa kalian sudah siap?" tanya wanita itu yang kemudian terkekeh.


Keempat Hunter tidak menyahut, mereka hanya berdiri dengan kesiagaan penuh, mewaspadai serangan yang mungkin akan datang secara tiba-tiba.


Melihat keempat mainannya tampak tegang dan tidak meresponnya, wanita berambut pirang akhirnya memanggil pengikutnya.


Setelah wanita itu berteriak, makhluk yang ia maksud, keluar dari balik air terjun dan langsung melesat dengan sangat cepat menuju keempat Hunter tersebut.


Makhluk itu hanya menjejakkan kakinya sebentar di pasir, di jarak yang tidak begitu jauh dari lawannya, kemudian langsung bergerak lagi, menyerang Bimo yang berada di posisi paling depan kelompok.


Dannnggg...!!!


Tinju kanannya menghujam keras ke arah Bimo. Untungnya, makhluk itu menyerang tepat ke perisai besar yang selalu Bimo posisikan di depan tubuhnya, semenjak pertempuran melawan makhluk-makhluk bertanduk tadi.


Pukulan itu sangat keras. Walaupun tidak ada energi sihir yang menyertai serangan, namun serangan tersebut membuat kedua kaki Bimo terseret saat ia terdorong mundur, hingga membuat ketiga rekan dibelakangnya harus menahan tubuhnya agar tidak terpental.


Pukulan yang tepat mengarah ke tengah-tengah perisai itu juga telah membuat perisai terbelah menjadi dua, dengan lubang besar di tengah-tengahnya.


Setelah melakukan serangan pertama, makhluk itu melesat ke samping, ke sisi dimana Gina berada, lalu melesakkan sebuah pukulan lagi terpat menuju wajah Gina.


Baakkkkk!!!


Serangan yang mengenai telak pipi kiri Gina, membuat gadis itu terpental dan bertabrakan dengan Bimo, hingga membuat keduanya terpental jauh sebelum akhirnya jatuh berdebum di pasir.


Makhluk itu menyerang lagi dengan tangannya yang lain. Kali ini, tubuh avatar Miyu yang menjadi sasarannya.

__ADS_1


Serangannya sangat cepat dan bertenaga, hingga membuat lawan tidak sempat bereaksi apa pun saat serangan itu datang.


Buuuaaakkkk!!!


Kevin Jung langsung terpental jauh dan jatuh bergulingan di pasir.


Serangan itu memang sangat cepat hingga membuat siapapun yang tidak terbiasa bertarung dengan gerak cepat akan kesusahan melihat datangnya serangan. Namun, hal itu tidak berlaku pada Miyuki.


Miyuki sempat melihat datangnya serangan. Sebagai seorang Hunter bertipe Assassin, ia sudah terbiasa melakukan gerakan yang berada di luar batas kecepatan mata menangkap sebuah gerakan.


Miyuki menggerakkan avatar nya dan menghindari serangan tadi, hingga membuat Kevin yang berdiri tepat di belakangnya menjadi korban serangan tersebut.


°°°


Miyuki tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang. Saat ia menghindar dan makhluk itu melewati tubuh avatar, Miyuki langsung mengarahkan tanto di tangan avatar menuju tengkuk lawan.


Namun, serangan itu berhasil dihindari lawan dengan membungkukkan tubuhnya. Bahkan, lawannya langsung memberikan serangan balasan.


Makhluk itu mengangkat kaki kirinya dan mengarahkan kakinya itu untuk menendang avatar Miyu di bagian perutnya.


Wush...


Serangan mengenai tempat kosong. Avatar Miyu berhasil mengelitkan tubuhnya ke samping untuk menghindar, lalu ia langsung menyerang lagi dengan memutar-mutar salah satu tanto di telapak tangan, menuju perut lawannya.


Dengan gerakan berputar menyamping dan mengarahkan tubuhnya mendekati avatar, makhluk itu melakukan serangan lagi dengan tinjunya.


Avatar memiringkan tubuhnya sedikit untuk mengelak dari serangan.


Setelah itu, Miyuki menggerakkan tangan avatar yang lain untuk menyerang kembali ke arah perut lawan yang masih berada di udara dengan memutar-mutar tanto di tangannya.


Makhluk itu sempat melihat datangnya serangan. Tidak ada waktu untuk menghindar, dan kebetulan kakinya juga tidak sedang menjejak di tanah hingga ia tidak bisa menggunakan kakinya sebagai tumpuan untuk mengelak dari serangan lawan.


Jadi, ia menggerakkan kakinya untuk menendang tangan yang sedang berusaha menyerang perutnya.


Miyuki menarik kembali tangannya. Tahu jika tangan avatar mungkin akan langsung hancur saat beradu kekuatan dengan lawan, yang ia tahu sangat kuat. Bahkan, tiap lawannya menggerakkan kaki atau tangannya untuk menyerang, suara deru angin dari kekuatan dan kecepatannya terdengar meraung-raung di sekitar mereka.


Namun, Miyuki hanya menarik tangannya, sementara tanto di tangannya tetap ia biarkan terbang berputar menuju perut lawan.


Tap...

__ADS_1


Lawan menangkap tanto yang hampir menyentuh tubuhnya.


Miyuki sudah dapat memperkirakan hal itu. Ia langsung bergerak lagi sesaat setalah menarik tangannya tadi.


Yang ia incar kali ini adalah lengan lawan yang baru saja menangkap senjata miliknya.


Makhluk itu langsung menarik tangannya dengan cepat, melepaskan tanto yang baru saja direbutnya. Ia tidak ingin mengambil resiko kehilangan lengan saat mempertahankan senjata itu.


Tanto yang terlepas jatuh ke tanah.


Miyuki menendang tanto yang hampir menyentuh pasir hingga membuatnya terbang kembali ke atas, mengarah tepat ke dagu lawan yang baru menjejakkan salah satu kakinya ke tanah berpasir.


Makhluk itu mengangkat wajah dan memundurkan kepalanya untuk mengindari datangnya serangan.


Namun, saat senjata melewati kepalanya, tangan avatar langsung menangkap senjata itu lagi dan melesakkannya ke bawah, menuju tubuh lawannya.


Makhluk itu memberikan sedikit tenaga pada kakinya dan menghentakkan kakinya untuk pergi menjauh, menghindari serangan lawan.


Melihat lawannya melompat mundur menjauh, Miyuki tidak mengejarnya. Miyuki menggunakan kesempatan itu untuk mengambil bola kristal dari tas pinggangnya lalu meledakkannya di salah satu punggung tangan avatar.


Gerakan yang ia lakukan begitu cepat hingga Bimo, Gina dan Kevin bahkan tidak bisa melihat tangan avatar dengan benar, saking cepatnya tangan itu bergerak.


Bahkan, ketiga Hunter itu hampir tidak bisa mengikuti kecepatan gerak pertarungan mereka tadi. Andai mereka bisa mengikuti kecepatannya, tentu mereka bertiga tidak akan sampai terkena serangan lawan.


Avatar Miyu dan lawannya kini berdiri dengan jarak agak jauh dan saling bersiaga. Tidak satu pun dari mereka yang berinisiatif untuk mengambil tindakan untuk menyerang kembali.


Wanita berambut pirang yang menyaksikan pertarungan mereka dari atas tebing, bertepuk tangan dan tertawa dengan riang gembira.


"Luar biasa. Benda itu benar-benar luar biasa. Aku harus memilikinya." Ucap wanita berambut pirang dengan nada girang sambil menatap pada avatar Miyu.


°°°


Miyuki menatap lawannya tanpa berkedip. Ia bersiaga penuh karena tahu lawan yang di hadapinya sangat kuat dan juga memiliki kecepatan yang luar biasa.


Padahal, ia juga tahu bahwa lawannya bertarung masih tanpa menggunakan energi Mana sama sekali. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana avatar nya akan langsung hancur lebur saat lawan sudah menggunakan energi Mana dalam pertarungan.


Gina, Bimo dan Kevin sudah berdiri kembali. Namun mereka tidak serta merta ingin berniat untuk membantu Miyuki. Bukan karena takut akan mengganggu pertarungan mereka, namun karena mereka mengenal lawan yang baru saja avatar Miyu hadapi.


Gina menatap makhluk itu seraya bergumam dengan suara hampir tidak terdengar, karena tersangkut di tenggorokannya sendiri.

__ADS_1


"Anna...?"


•••


__ADS_2