
Alvin dan Cyntia adalah Hunter yang selama ini tinggal di sebuah pulau terasing yang merupakan bagian dari wilayah Asia Tenggara juga.
Dalam diri Alvin, ada sebuah Sistem Kecerdasan yang pernah ingin membantu Anna untuk tetap hidup setelah Cassey menganiayanya, namun Anna telah menolak bantuan Sistem itu.
Sistem Kecerdasan yang dikirimkan Miyuki dari masa depan di kehidupan keenam itu pun akhirnya pergi ke Kota S dan bertemu dengan Alvin di sana, saat pria itu sekarat dalam sebuah raid sembrono yang di lakukan para Hunter dari Asosiasi Kota S.
Tapi, karena Sistem Kecerdasan yang Miyuki kirimkan itulah, umat manusia memiliki harapan untuk tetap hidup pada pengulangan kehidupan terakhir ini dan memiliki peluang untuk selamat dari pemusnahan massal yang nantinya akan dilakukan dewi Ann.
Karena Sistem Kecerdasan yang Miyuki kirimkan dari masa depan di kehidupan keenam itulah garis takdir yang dewan pengawas para dewa tuliskan berubah.
Dengan perubahan garis takdir itu, dewi Lyn dan dewi Ann menyusun rencana baru untuk bisa bertempur melawan para pengkhianat dari dunia para dewa.
Dalam rencana mereka, Anna diminta dewi Ann untuk menceritakan semua yang pernah terjadi pada Alvin, agar dia nantinya bisa bekerjasama untuk menyelamatkan Bumi dari kiamat yang akan dewi Ann ciptakan dengan tidak sengaja.
Oleh sebab itu, Anna meminta Rimi, sang Sistem Kecerdasan, untuk membuka ruang hologram yang bisa menyembunyikan keberadaan mereka sebelum ia menceritakan segala sesuatunya pada Alvin.
•••
Anna membawa Alvin pergi ke kota Tianjin, di mana gerbang merah besar berada, sementara Cyntia ia tinggalkan pada Miyuki, yang akan membantu wanita itu untuk meningkatkan energi Mana dengan menyerap kekuatan inti Mana dari kristal sihir yang tersimpan di dunia buatan Anna.
Setelah Anna dan Alvin berada di Tianjin, di atas lautan yang berada tepat di dekat gerbang merah, barulah Sistem Kecerdasan membuka portal yang akan menghubungkan Bumi dan ruang hologram ciptaan Sistem.
Di dalam ruangan tersebut, Anna pun menceritakan semua hal yang ia tahu. Ia juga membuka rahasia kenapa Sistem, yang selama ini belum Alvin ketahui, bisa ada.
°°°
Sementara Anna menghilang ke dalam ruang hologram, tentu saja masyarakat dunia yang sedang menyaksikan siaran langsung pertempuran di Tianjin menjadi sangat khawatir.
Walaupun pasukan Orc dan Elf tampak baik-baik saja dalam pertempuran mereka, apalagi pasukan tentara berkuda dari planet Titans sudah datang membantu, tetap saja para penduduk dunia akan jauh lebih tenang jika Anna ada di sana.
Rasa khawatir para penduduk meningkat saat melihat beberapa sosok makhluk beraura seram keluar dari balik gerbang.
Hanya dari gempa dan riakan yang terjadi di darat dan air laut saja, semua orang tahu jika makhluk yang baru bermunculan itu pastilah sangat kuat.
Tapi, rasa khawatir mereka lenyap saat melihat Anna tiba-tiba muncul kembali di depan gerbang, terutama ketika Anna bisa menghabisi semua makhluk kuat itu dengan sangat mudah.
"Dia benar-benar seperti dewi perang," gumam Robin Lloyd yang berada di dalam bunker bawah tanah raksasa, tempat persembunyian warga Kota C.
__ADS_1
Mendengar apa yang baru saja digumamkan Robin, salah seorang yang duduk di dekat Robin langsung mengepalkan tinju dan mengangkatnya tinggi di atas kepala.
"Hidup dewi perang Anna!" serunya seketika.
Mendengar seruan itu, semua masyarakat Kota C yang sedang bersembunyi di dalam bunker ikut berteriak nyaring, menyerukan kalimat serupa.
Walaupun mereka tahu jika sorakan penuh semangat itu tidak akan terdengar oleh Anna, namun mereka terus meneriakkannya berkali-kali, untuk memberikan dukungan dari jarak jauh.
•••
Di tempat lain, Anna yang baru saja menghabisi para malaikat dari pusaran merah yang sempat membuat penduduk dunia khawatir, tersenyum simpul saat mendengar yel-yel masyarakat Kota C yang tentu saja bisa didengarnya setelah memiliki kuasa dewa Arnix yang dewi Lyn berikan padanya.
Sama seperti dewa, Anna kini memiliki kemampuan untuk mendengarkan semua ucapan dan isi hati seluruh manusia yang hidup di muka Bumi.
Anna mendongak, menatap salah satu satelit yang berada di luar angkasa, lalu mengepalkan tinjunya ke arah kamera yang terpasang pada satelit itu.
Di dalam bunker, penduduk Kota C yang melihat gerakan Anna, terdiam.
Mereka saling bertatapan saat menyadari jika Anna sepertinya sedang menyapa mereka dari kamera yang menghubungkan satelit pada monitor raksasa di dalam bunker.
Setelah suasana hening selama beberapa saat, seluruh penduduk Kota C berseru semakin nyaring, meneriakkan nama Anna dengan penuh semangat.
•••
Ia juga membawa Alvin pergi ke dunia buatannya, lalu membawa pria itu juga ke laboratorium bawah tanah Miyuki untuk menjemput Cyntia, juga untuk memberikan sebuah avatar hunter untuk dapat Sistem Kecerdasan gunakan sebagai tubuhnya di dunia.
Setelah menyelesaikan misi dari dewi Ann untuk memberitahu Alvin tentang kekuatan Beelzebub yang Anna tahu akan muncul di Kota S sebagai pembawa bencana besar yang akan datang ke Bumi, Anna akhirnya mengirimkan Alvin dan Cyntia kembali ke Kota S dengan membukakan sebuah gerbang yang menghubungkan laboratorium dengan Kota S langsung.
•••
"Mereka sudah kembali?" tanya Miyuki setelah melihat Anna hanya berdiri seorang diri di dalam ruangan pengendali avatar hunter.
Anna tersenyum lembut dan mengangguk.
"Avatar yang kau berikan pada mereka sangat bagus."
Miyuki membalas senyuman itu dengan senyuman manis yang membuat Anna merasa gemas dan ingin mencubit pipinya saat itu juga.
__ADS_1
"Bagaimana aku tidak memberikan yang terbaik saat aku tahu kalau Rin yang akan menggunakannya?" sahut Miyuki.
Anna menghela nafas panjang, lalu mengangguk pelan sekali lagi.
Sistem Kecerdasan yang membantu Alvin dari dalam dirinya itu sebenarnya adalah ingatan Rin dari masa depan yang Miyuki tanamkan dalam mesin dan Miyuki program menjadi sebuah Sistem.
Di tahun 2100 pada kehidupan keenam, avatar hunter Rin sudah sangat canggih dan memiliki banyak skill kuat yang pada akhirnya Miyuki kehidupan keenam tanamkan juga pada Sistem.
Skill avatar Rin itulah yang akhirnya Alvin gunakan sementara ia memperkuat diri, sebelum mendapatkan kekuatan sihir dari skill asli milik Miyuki yang diwarisinya dari Lorelei.
°°°
"Apa kau sempat berbicara dengannya?"
Anna mengangguk pelan.
"Dia menanyakan Ren."
Miyuki tersenyum pahit.
"Kau memberitahu jika Ren sudah meninggal di kehidupan ini?"
"Y-ya...," Anna hampir menangis. "Dia tidak berbicara apa-apa lagi setelah itu."
Miyuki memalingkan wajah, tidak ingin melihat wajah sedih Anna yang hampir saja menular padanya.
"Rin memang seperti itu. Dia akan menyimpan kesedihannya sendiri dan menangis saat tidak ada siapa pun bersamanya," sahut Miyuki yang kemudian berbalik dan membuka pintu untuk pergi dari ruangan tempat mereka berada.
"Kembalilah. Mereka sedang menunggumu," ucap Miyuki sebelum menutup pintu di belakangnya.
Anna mengusap butiran air mata yang mulai menggenang di kedua sudut mata dengan telunjuknya, sebelum akhirnya pergi dari ruangan itu dan kembali ke depan gerbang besar yang berada di kota Tianjin.
Saat tiba di depan gerbang itu, Anna langsung melihat tiga malaikat tertinggi dari pusaran merah yang sudah hadir di Bumi.
Salah satu dari malaikat itu memiliki kekuatan yang hampir setara dengan Lorelei dan Nordic.
Sama dengan kedua malaikat tertinggi dari pusaran putih dan pusaran milik dewa Zeus, salah satu dari tiga malaikat yang terbang melayang di hadapan Anna itu juga merupakan keturunan dari Serafim, malaikat yang berkedudukan lebih tinggi dari para dewa.
__ADS_1
•••••••