
Sesampainya di luar Dungeon, Anna melemparkan semua orang dengan kasar dan menumpukan mereka menjadi satu.
Para petugas yang masih berjaga di depan gerbang terkejut saat melihat mereka keluar dari Dungeon dengan cepat, bahkan lebih cepat dibandingkan petugas tambahan yang dikirimkan dari Asosiasi setelah mendapat panggilan darurat.
Liu Gong langsung menghampiri rekan-rekannya untuk meminta mereka mengikat semua orang yang baru saja mereka bawa keluar dari Dungeon.
Saat Liu Gong dan salah satu petugas penjaga gerbang sedang membicarakan permasalahan yang terjadi, tanpa mereka sadari energi sihir yang berada di gerbang beriak.
Namun, karena energi sihir itu semakin lama terasa semakin kuat, semua orang yang berada disana akhirnya menyadarinya juga.
“Ada apa dengan gerbangnya?”
Mereka saling bertanya-tanya.
Anna sudah menyadari perubahan aneh pada gerbang Dungeon sejak tadi. Namun ia juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi.
“Tuan Wang. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa biasanya juga seperti ini?” tanya Anna pada Liu Gong.
“Tidak. Hal seperti ini tidak pernah terjadi.” Sahut Liu Gong. “Ayo kita kembali ke dalam dulu. Perasaan ku tidak enak.” Ajak Liu Gong yang kemudian berlari menuju gerbang.
Awalnya, Liu Gong ingin membawa beberapa orang untuk pergi bersama mereka. Namun, saat ia menyadari bahwa orang yang akan pergi bersamanya bukanlah Hunter biasa, ia membatalkan niatnya.
Liu Gong akhirnya hanya mengajak Anna untuk kembali ke dalam Dungeon.
Namun, saat Liu Gong melompat masuk ke dalam gerbang, kepalanya bertabrakan keras dengan gerbang yang tiba-tiba mengeras seperti sebuah dinding batu.
Liu Gong memegangi hidungnya yang baru saja bertumbukan keras dengan gerbang seraya menatap bingung ke arah gerbang.
Anna juga merasa heran dengan gerbang yang biasanya berwujud gas, tiba-tiba membatu menyerupai kristal sihir. Ia meraba-raba gerbang tersebut dengan kedua tangannya dan merasakan kekuatan sihir yang sangat besar terpancar dari gerbang itu.
"Ada apa dengan gerbang ini?"
Anna mundur sebanyak dua langkah. Ia mengerahkan energi sihir ke salah satu tinjunya lalu memukul gerbang yang mengkristal itu.
Banngggg...!!!
Hasil bertemunya energi sihir yang berasal dari pukulan Anna dan gerbang, menghasilkan ledakan sihir yang membuat seluruh benda, termasuk manusia, yang berada di sekitar gerbang terpental.
Anna menatap gerbang yang masih berdiri kokoh dengan terkesima. Ia melihat lagi ke titik yang baru saja di pukulnya dan tidak melihat kerusakan apapun disana.
"Keras sekali..."
Liu Gong yang tadi ikut terpental bersama ledakan, telah kembali dan berdiri di samping Anna.
__ADS_1
"Gerbangnya tidak hancur setelah kau pukul dengan kekuatan seperti itu?" Liu Gong menatap Anna dan gerbang bergantian dengan kedua mata melebar.
Anna tidak menanggapi ucapan Liu Gong, namun ia membuat sebuah permintaan pada pria itu.
"Tuan Wang, tolong minta mereka semua untuk menjauh."
Liu Gong mengangguk lalu sambil pergi menjauh, ia berteriak memerintahkan semua orang untuk pergi menjauhi lokasi gerbang.
Setelah melihat semua orang sudah berada jauh, Anna kembali menatap gerbang seraya memfokuskan kembali energi sihir yang lebih besar di tinjunya.
Setelah merasakan kekuatan yang terkumpul di salah satu tangannya cukup, Anna memukul kembali gerbang itu.
Baaaaannngggg!!!
Kekuatan yang ia gunakan kali ini jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya hingga membuat area di sekitar gerbang hancur lebur. Bersamaan dengan itu, gumpalan debu beterbangan di udara.
•••
Sementara itu di dalam Dungeon...
Tim raid yang di pimpin Lucy baru saja mengalahkan pasukan Goblin di sebuah wilayah dengan mudah.
Walaupun Lucy tidak ikut bertarung, namun karena adanya campur tangan Ren dan Yola, tim raid itu unggul kekuatan dengan perbedaan yang sangat jauh dari para monster.
Lucy menatap beberapa Hunter yang tampak kelelahan setelah mereka berjuang mati-matian untuk melawan para Goblin.
Walaupun Goblin terbilang lawan yang cukup mudah, namun karena peringkat Hunter non Asosiasi yang rata-rata berada di kisaran F dan E, tentu bukan hal mudah bagi mereka untuk melawan monster-monster tersebut.
“Kita istirahat satu jam, baru kita bergerak lagi.”
Setelah menginstruksikan agar semua orang istirahat sambil memulihkan energi Mana mereka, Lucy meminta tim penambang untuk melakukan pekerjaan mereka sebelum semua orang berangkat ke lokasi berikutnya.
“Dimana Anna dan tuan Wang?” Tanya Ren saat ia menyadari hanya ada Bimo yang berdiri mengawasi dari atas bukit batu yang agak jauh dari tempat mereka berada.
“Apa mereka tidak sabar dan pergi ke lokasi lain terlebih dulu?” Yola memberikan pendapatnya.
“Mungkin mereka sedang memantau keadaan Dungeon.” Sahut Lucy, mengingat kebiasaan Anna yang suka berkeliling Dungeon, meninggalkan pasukan Orc dan Elf yang sedang bertarung melawan para monster.
Yola tertawa saat ia juga mengingat kebiasaan Anna.
“Dia memang selalu berhati-hati. Padahal bisa saja dia mengalahkan seisi Dungeon dengan mudah.” Ucap Yola.
“Aku tidak menyangka dia adalah orang yang sangat teliti. Padahal dia terlihat agak malas belajar.” Lucy berpendapat.
__ADS_1
“Hei… lihat langitnya…” ucap Ren tiba-tiba saat ia melihat perubahan di langit.
Selain Lucy dan Yola, orang-orang yang kebetulan mendengar apa yang baru saja Ren katakan menatap ke langit dan melihat keanehan yang terjadi di sana.
Awan-awan kelabu yang sebelumnya menghiasi pemandangan di langit, bergerak ke satu arah dan akhirnya berkumpul menjadi satu.
Awan kelabu itu semakin lama semakin menggelap. Bersamaan dengan itu, cahaya kilat menyambar-nyambar dari awan gelap tersebut. Lalu, awan itu membentuk sebuah pusaran besar dan mengeluarkan suara petir yang sangat nyaring dan menggema di Dungeon.
Bukan hanya itu. Awan gelap juga membawa energi sihir yang sangat besar bersama kehadirannya, hingga membuat semua Hunter yang berada di daratan terpengaruh dan mereka merasakan panas di sekujur tubuh.
“Semuanya, cepat berkumpul di sekitar ku!” Seru Bimo yang sudah berada di dekat mereka.
Bimo menyadari adanya bahaya dari langit terlebih dahulu dari siapapun yang berada di situ. Saat ia menyadarinya, Bimo langsung berlari turun dari atas bukit untuk mendatangi tim raid dan tim penambang yang sedang bekerja.
Bimo pernah mendengar cerita dari Gina mengenai keadaan Dungeon yang akan berubah di Kota C dari hasil penelitian yang dilakukan Asosiasi Hunter Austria dan hal itu juga dibenarkan oleh Kevin Jung.
Bimo menyadari, mungkin keadaan inilah yang Gina dan Kevin maksud, jadi ia bergerak cepat untuk melindungi semua orang.
Bimo mengerahkan skill pelindungnya agar semua Hunter dapat terhindar dari energi sihir mengancam yang berasal dari awan gelap di atas sana.
Tidak tahu apa yang sedang terjadi, mereka hanya menatap pada awan, tanpa tahu harus berbuat apa.
“Bimo, apa kita keluar saja dari Dungeon ini?” Tanya Lucy yang dapat menebak situasi darurat itu.
“Ya. Kita harus keluar sekarang.” Sahut Bimo. Ia kemudian menyerahkan kamera di tangannya pada Ren, “Ren, rekam awan itu sementara kita semua pergi keluar.” Pinta Bimo.
Ren menerima kamera dari tangan Bimo dan mengarahkannya ke langit sementara Bimo mengajak semua Hunter untuk segera pergi menuju gerbang.
“Bimo, lihat ini. Benda apa ini?” tanya Ren seraya menunjuk pada layar kamera saat ia menyadari banyak benda berjatuhan dari dalam awan.
Bimo menghentikan langkah kakinya untuk melihat apa yang baru saja Ren tunjukan.
Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke awan karena akan lebih mudah baginya mengenali benda tersebut dengan melihatnya secara langsung.
"Itu monster. Tapi..., monster jenis apa itu?" Gumam Bimo saat ia merasa tidak pernah melihat monster itu di situs resmi Asosiasi.
Jumlah monster itu sangat banyak hingga mereka terlihat seperti semut yang berjatuhan dari langit.
Sementara Bimo masih memerhatikan monster yang berjatuhan dari dalam awan, monster-monster yang sudah tiba di daratan langsung berlari menghampiri mereka.
"Ayo cepat! Lari secepat yang kalian bisa!" Perintah Bimo dengan berteriak nyaring.
•••
__ADS_1