
“Kau…,” Ronald menunjuk pada Anna dan menatap gadis itu dengan marah. Dia bahkan terlihat hendak berdiri dari sofa saat berbicara sambil menuding Anna, “Jangan bilang kau memusnahkan sebagian besar energi Mana anak ku seperti yang kau lakukan pada ayah mu!” Ronald mengumpat pada Anna.
“Hah?” Anna menatap Ronald dengan bingung. Ia mengira Ronald akan menyadari apa yang terjadi setelah melihat senyum sumringah dari Gina.
Anna, Kevin bahkan Gina membuka mulut mereka lebar saat melihat reaksi ketua Asosiasi yang di luar dugaan mereka sama sekali.
“Ayah, aku sudah naik level dan sedang menyamarkan energi Mana,” Gina akhirnya memberitahukan kenaikan levelnya untuk mencegah adanya kesalahpahaman lebih lanjut.
Mendengar kata-kata putrinya, Ronald terdiam dan bereaksi terlambat.
“Ap-apa kau bilang? Bagaimana kau bisa…”
“Saya yang membantunya, tuan Stewart.” Sahut Anna seraya mengedip-ngedipkan kedua matanya saat masih mengalami sedikit syok pada reaksi ketua Asosiasi itu.
“Anda membantunya?” Ronald melemahkan kembali nada suaranya.
Anna hanya menganggukan kepalanya seraya tersenyum sopan pada Ronald.
Ronald secara bergantian menatap 4 Hunter yang duduk berjejer pada sofa di seberangnya dan mereka terlihat jelas tidak sedang bercanda.
Ronald menatap putrinya lagi dengan seksama. Kali ini ada kekaguman pada ekspresi wajah pria paruh baya itu. Ronald mengusap-usap janggutnya seraya menganggukan kepalanya dengan pelan.
Menghilang selama 3 hari penuh dan baru kembali di hari ke 4 dan naik ke peringkat S. Dia yakin mereka sedang tidak bercanda padanya, namun waktu yang dibutuhkan untuk naik peringkat sangatlah meragukan.
Tapi, Ronald akhirnya menyadari kenapa ekspresi wajah putrinya begitu ceria semenjak awal masuk ke dalam kantornya tadi, atau bahkan sebelumnya. Mungkin kenaikan level itulah penyebabnya.
Karena itu juga, Ronald tadi tidak langsung menanyai putrinya dengan khawatir begitu Gina masuk ke dalam ruang kerjanya dan memilih untuk berbicara pada Kevin Jung terlebih dahulu.
°°°
Satu-satunya cara untuk menaikan level dengan cepat adalah dengan cara membeli experience point.
Tapi, Ronald juga tahu bahwa biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan level seorang Hunter dari peringkat A ke peringkat S sangatlah besar.
Walaupun ia tahu jika Anna berasal dari keluarga kaya raya, ia juga tahu jika kekayaan Anna tidak mampu untuk membeli experience point. Bahkan Brandon Lloyd saja tidak memiliki cukup kekayaan untuk membeli experience point dari peringkat A ke peringkat S.
__ADS_1
Satu-satunya cara ialah dengan melakukan raid.
Tapi, Ronald berpikir lagi. Jika kenaikan peringkat didapatkan dari hasil raid, maka hal itu tidak akan cocok dengan waktu menghilang putrinya selama 3 hari.
Ronald dapat memperkirakan akan membutuhkan ratusan Dungeon untuk menaikkan peringkat Gina jika harus melalui raid. Dan tidak mungkin mereka dapat melakukannya hanya dalam 3 hari.
Terlebih lagi, Dungeon mana yang telah mereka masuki? Hampir semua Dungeon peringkat D ke atas yang berada di Kota C sudah di beli oleh guild-guild peringkat 20 ke atas.
Namun tak lama kemudian, Ronald akhirnya dapat menebak dari mana putrinya mendapatkan experience point secepat itu, setelah Steven memberitahunya sebuah kabar terbaru.
°°°
Steven yang sejak tadi juga ada di situ, berbicara pelan pada Ronald setelah ia mendapatkan pesan di ponselnya.
“Paman, ada berita penting.”
Ronald yang masih memikirkan kemungkinan-kemungkinan cara Gina menaikkan levelnya, menoleh pada Steven, “Ada berita apa?”
“Ada banyak negara telah melaporkan adanya aktivitas raid ilegal di wilayah mereka. Total ada tujuh belas negara dan ada tiga puluh Dungeon peringkat A yang dilaporkan telah di raid secara ilegal sebelum tim raid resmi melakukannya. Bahkan, gerbang-gerbangnya telah tertutup. Beritanya sudah tersebar di forum Asosiasi Dunia. Asosiasi Pusat meminta kita untuk mengonfirmasi apakah ada aktifitas seperti itu juga di Kota C.”
“Sudah sejak empat hari yang lalu.”
Pada saat Steven menyelesaikan laporannya, Ronald dapat menangkap gelagat aneh dari Kevin Jung dan Gina Stewart.
Yang pertama tiba-tiba menegakan posisi duduknya, sementara yang terakhir memiliki perubahan pada ekspresi wajahnya dari ceria menjadi gelisah.
Sementara itu, Ronald tidak melihat perubahan ekspresi apapun pada wajah Anna yang malah tersenyum semakin lebar saat tatapan mereka saling bertemu.
Ronald akhirnya menatap pada Hunter baru yang tidak ia kenal, yang langsung memalingkan wajahnya ketika Ronald tiba-tiba menatap padanya.
Akhirnya, Ronald menatap kembali pada Anna.
‘Aku tahu sekarang. Jadi dia yang telah melakukannya, kan? Tapi, apa yang harus ku lakukan? Apakah aku pura-pura tidak tahu saja?’
“Ada yang ingin Anda bicarakan pada saya, tuan Stewart?” Anna bertanya setelah melihat tatapan Ronald terpaku padanya.
__ADS_1
“Tidak ada,” Ronald menggelengkan kepalanya, lalu menunjuk pada berkas di hadapan Gina. “Ayo kita selesaikan urusan pendirian guild terlebih dahulu.”
“Ayah mengizinkan ku?” tanya Gina dengan wajahnya yang kembali ceria.
“Sebagai seorang ayah, tentu saja aku mendukung semua pekerjaan positif yang kau lakukan. Tapi, hati-hatilah. Memimpin sejumlah besar Hunter tidaklah mudah.”
“Tidak perlu khawatir. Hanya mereka bertiga anggota guild yang akan melakukan raid. Sisanya masih mengikuti pelatihan di Akademi dan mungkin baru akan bergabung dalam enam bulan ke depan.”
"A-apa kau bilang? Bagaimana mungkin mendirikan guild hanya dengan...," Ronald menghentikan kalimatnya. Ia teringat pada sosok berkostum beruang, lalu menatap Anna. "Tanpa meremehkan Kevin Jung, ku rasa dia bisa menutup banyak Dungeon sendiri," pikir Ronald sambil terus menatap Anna.
Ronald juga yakin Anna adalah orang di balik raid ilegal di banyak negara dalam 4 hari belakangan seperti yang telah Steven katakan. Dan, dia juga dapat menebak pelaku raid ilegal di belasan Dungeon Kota C sebulan yang lalu.
"Tuan Stewart, saya akan menjamin semua akan baik-baik saja. Anda bisa membuat surat perjanjian terpisah jika perlu," ucap Kevin setelah melihat Ronald tampak ragu.
"Saya rasa tidak perlu, saya sudah pernah melihat bagaimana dia mengalahlan monster yang mungkin berada di atas peringkat SS dengan mudah." Sahut Ronald yang kemudian tersenyum kaku.
"Anda pernah melihatnya?" tanya Kevin penasaran.
"Kalau Anda pernah melihat berita tentang sosok berkostum beruang..."
Kevin terdiam sejenak, lalu mengangguk-anggukan kepalanya dengan pelan.
"B-begitu..., saya mengerti." Sahut Kevin yang tentu saja tahu karena ia juga datang ke Kota C untuk menyelidiki hal itu. Namun karena pertemuannya dengan Anna, dia jadi agak melupakan urusan-urusannya.
Sementara itu, Ronald Stewart diam agak lama sambil mengusap-usap janggutnya.
Pria paruh baya itu agak bimbang tentang apa yang baru ia pikirkan, mengenai pelaku raid ilegal yang seharusnya ia penjarakan.
Namun, Ronald yakin bahwa Anna tidak akan tinggal diam jika dia akan menangkapnya.
'Bagaimana mungkin kami bisa menangkap orang yang bisa membinasakan High Orc mengerikan itu dengan sangat mudah?'
Ronald menatap sekilas pada Anna, namun ia segera mengalihkan tatapannya saat kedua pandangan mereka saling bertemu.
"Aku harus lebih fleksibel. Dan lagi dia hanya menutup sebuah Dungeon. Bukankah itu adalah tugas Hunter yang sebenarnya?" pikir Ronald yang akhirnya berdamai dengan pemikirannya sendiri.
__ADS_1
°°°