Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 193 - Kuil Suci


__ADS_3

Tidak seperti dugaan Anna, mereka ternyata sudah sampai di pelataran kuil suci hanya dalam waktu 10 menit setelah mendaki tangga berputar di dalam pohon suci.


'Bagaimana mungkin kami sudah sampai dalam waktu sesingkat ini?'


Anna melirik pada Eleanor, yang di jawab Elf itu dengan senyuman lembut. Anna sebenarnya ingin bertanya tentang sihir apa yang bisa membuat mereka tiba di pelataran kuil suci dengan sangat cepat, namun ia mengurungkan niatnya setelah mengingat tidak merasakan sihir apapun saat mereka menaiki tangga tadi.


Mendapat hal mengejutkan itu, Anna semakin merasa kagum pada keajaiban hutan suci bangsa Elf, tempat dimana pohon dan kuil suci berada.


Rombongan kemudian berjalan kembali menyebrangi pelataran, menuju sebuah kolam besar yang melingkar mengelilingi sebuah kuil kecil di tengah-tengahnya.


"Itu kuilnya?" tanya Anna pada Eleanor yang berjalan di sebelahnya.


"Ya, dewi agung."


"Tapi..., apa kita harus melompat untuk sampai ke sana?" tanya Anna lagi, saat tidak melihat ada jembatan atau perahu untuk menyeberangi kolam yang lebar.


"Kita tidak membutuhkannya," sahut Eleanor. Ia kemudian tersenyum dan menunjuk pada rombongan yang mulai berjalan menuruni kolam. "Kita tinggal berjalan ke dalam kolam dan akan langsung tiba di dalam ruangan kuil suci."


"Apa?"


Anna kemudian menatap beberapa Elf yang sudah 'tenggelam' ke dalam kolam.


Tanpa terlihat ragu, semua Elf langsung berjalan masuk ke dalam kolam tersebut, hingga mau tidak mau Anna mengikuti apa yang mereka lakukan.


Anehnya, mereka bisa berjalan dengan normal seperti biasa, menapaki dasar kolam sampai tiba di ujung kolam walau tanpa menggunakan sihir apa pun agar tubuh mereka tidak mengapung.


Saat keluar dari kolam, Anna terkejut mengetahui seluruh tubuhnya tidak basah sama sekali seakan dia tidak pernah masuk ke dalam air sebelumnya.


"Apa mereka ini bangsa pesulap?" pikir Anna, yang masih menatap kolam dengan perasaan takjub.


"Astaga!!!" Seru Anna kaget, saat ia melihat ruangan di dalam kuil yang tidak pantas di sebut sebagai sebuah 'ruangan'.


Anna menatap ke sekeliling 'ruangan' dan tidak bisa melihat dinding-dinding di tiap sudut kuil.


"Ini ruangan kuil suci nya?" tanya Anna pada Eleanor, sambil masih menatap ke sana-sini bahkan sampai menatap ke langit.


"Ya. Dewi agung."


Anna kemudian menatap Eleanor seraya mengerjap-ngerjapkan kedua matanya, dengan wajah linglung.


Sebenarnya, mereka kini berada di padang rumput yang sangat luas.


Saat Anna menyadari semua Elf kini menatap dirinya dengan tersenyum dan bahkan ada yang tertawa, ia pun tersipu malu.

__ADS_1


'Ayolah, apakah kalian tidak kaget saat pertama kali tiba disini?'


Anna kemudian memerhatikan keadaan di sekelilingnya sekali lagi.


Sembari ia mengenali lingkungan, Anna juga dapat merasakan udara yang sangat sejuk, walaupun tidak ada satu pohon pun di sana.


Namun, ia akhirnya menyadari dari mana hawa sejuk itu berasal saat merasakan hawa dingin yang berasal dari rerumputan yang di pijaknya, bahkan rasa dinginnya sampai menembus karet sepatu yang ia kenakan.


Di atas, tepatnya di langit, Anna bisa melihat kelap-kelip bintang berkilauan walaupun mereka berada di antara langit biru cerah yang membentang luas sampai ke seluruh sisi padang rumput itu.


'Bukankah kuil nya tadi hanya sebesar sebuah pondok? Ini padang rumput, kan? Apa mereka sedang mengerjai ku?'


Mereka kemudian berjalan lagi menuju sebuah altar dimana dua buah patung kayu berwujud Elf pria dan Elf wanita berada.


Patung kayu itu memiliki warna berbeda. Patung wanita memiliki warna coklat kayu, sedangkan patung pria berwarna hijau lumut.


Di depan dua patung tersebut, Anna melihat ada sebuah papan tulis kayu berwarna hitam, yang besarnya seukuran sebuah pintu.


'Apa ini plat batu yang mereka maksud? Bukan kah ini papan tulis?'


Anna mengabaikan 'plat batu' tersebut, lalu menatap kembali pada dua patung kayu yang memancarkan aura hangat yang bahkan membuat kesedihan di hatinya seakan terobati.


°°°


Saat empat Elf perwakilan dari masing-masing klan sudah memulai ritual, Anna menyingkir dari kerumunan Elf, untuk memberikan mereka waktu melaksanakan tugas yang mereka emban.


Bahkan, Anna melihat seluruh Elf bernafas dengan sangat hati-hati, seakan tidak ingin suara nafas mereka mengganggu ritual pemujaan, yang di lakukan dengan cara diam, memejamkan mata, seraya bersujud di hadapan patung.


Takut akan mengacau ritual mereka, Anna bahkan menahan nafas nya. Ia tidak bernafas sama-sekali dalam waktu lama.


Beberapa jam kemudian, Anna melihat tulisan-tulisan dalam bahasa Elf muncul secara tiba-tiba di permukaan 'plat batu'.


Para Elf yang tadinya bersujud, langsung bangkit kembali dan pergi mengelilingi 'plat batu' tersebut untuk membaca pesan yang di berikan dewa pada mereka.


Di belakang para Elf, Anna mengerutkan keningnya saat menyadari tulisan itu sebenarnya di tulis oleh salah satu patung kayu dengan menggunakan sihir.


Anna menatap patung kayu berwarna hijau lumut, yang kebetulan baru saja melirik pada nya.


Namun, seakan sedang kepergok, mata patung kembali diam tak bergerak, dengan masih mengarahkan pandangannya pada Anna.


Anna menghampiri Eleanor, lalu berbisik, "Apa mata patung itu memang bisa bergerak? Maksud ku, dia tadi melirik ku."


Eleanor menoleh sebentar pada Anna, lalu mengalihkan pandangannya dan menatap patung berwarna hijau lumut.

__ADS_1


"Dari informasi yang para pendahulu tinggalkan pada gulungan suci, mereka memang mengatakan bahwa kedua patung ini adalah wadah bagi roh dewa Eru dan dewi Yolin saat mereka turun ke dunia, dewi agung,"


"Tapi, sejak mereka meninggalkan tubuh duniawi mereka di sini, mereka tidak pernah kembali lagi..."


Eleanor menghentikan kalimatnya saat menyadari semua Elf kini menatap pada dirinya dan Anna.


"A-ada apa?" tanya Eleanor pada Fael.


Fael tidak menjawab pertanyaan adiknya. Ia menoleh pada Anna dan memberitahukan isi pesan di 'plat batu'.


"Dewi agung. Dewa Eru meminta Anda untuk meninggalkan kuil suci ini."


"Ap..."


Dashhhh...!!!


Semua Elf yang masih mengelilingi 'plat batu' terkejut saat merasakan hembusan angin yang sangat kencang melewati mereka.


Secara spontan, mereka akhirnya menoleh pada orang yang baru saja di pentalkan oleh hembusan angin tersebut.


Sesaat setelah Fael menjelaskan mengenai isi pesan pada Anna tadi, hembusan angin kencang yang mengandung energi sihir kuat tiba-tiba datang dan menyerang Anna.


Walaupun Anna menyadari serangan dadakan yang ditujukan padanya itu, namun Anna tetap terpental karena sihir pelindungnya tidak merespon untuk membuyarkan serangan.


Anna lupa jika energi Mana nya masih ia kunci untuk menghilangkan rasa sakit yang selalu terasa di kepalanya.


Anna terpental jauh sampai hampir tercebur kembali ke dalam kolam.


Saat Anna bangkit berdiri, ia merasa tubuhnya langsung terbelenggu kekuatan tak terlihat, yang kemudian membawanya terbang kembali menuju altar.


Setelah Anna berada tepat di hadapan patung, patung kayu berwujud Elf pria, tiba-tiba berbicara. Namun, ia tidak berbicara pada Anna, melainkan pada seluruh Elf yang berada di sana.


"Kenapa kalian membawa makhluk asing ke kuil suci kami?!" ucap patung itu dengan nada menggeram marah.


Mengenyampingkan kemarahan patung dewa Eru, semua Elf gemetar saat patung itu berbicara. Suara nya saja mengandung energi sihir yang sangat kuat yang membuat tubuh mereka kehilangan kekuatan tanpa mereka sadari.


"Berlutut!" Perintah patung pria itu.


Semua Elf langsung jatuh berlutut di hadapan patung dewa-dewi saat patung dewa Eru memberikan perintah.


Bahkan, Nobara yang memiliki kekuatan sangat mengerikan pun tidak bisa membantah perintah itu. Tubuh nya secara refleks mematuhi perintah yang di berikan.


Padahal, Nobara dan semua Elf pengikut Anna, tentu saja tidak ingin mengikuti perintah itu. Namun, mereka tidak memiliki daya apa pun untuk melawan kekuatan sihir patung dewa Eru yang membelenggu tubuh.

__ADS_1


Berbeda dengan para Elf, perintah yang patung berikan sama sekali tidak bisa memengaruhi Anna. Namun tetap saja, ia terbelenggu oleh sihir yang membuatnya sama tidak berdaya, sama seperti para Elf.


•••


__ADS_2