Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 236 - Tiga Malaikat Tersesat


__ADS_3

Sesampainya di Kota A, Miyuki dan Rin langsung pergi ke gedung Asosiasi untuk menemui Li Wen Xia.


Kedatangan Miyuki disana membuat semua reporter spesialis peliput semua hal tentang Hunter dan Dungeon, yang kesehariannya selalu berada di sekitar gedung Asosiasi, terkejut.


Mereka tentu saja sudah sangat mengenal wajah Miyuki, sang pembantai keji itu.


Meninggalkan segala kegiatan yang saat itu sedang mereka lakukan, para reporter berlarian mendekat sambil membawa semua peralatan untuk meliput berita.


Namun, kecepatan langkah Miyuki membuat mereka langsung kehilangan jejak kedua gadis itu yang sudah masuk melewati pintu utama gedung.


•••


Hunter-hunter Asosiasi yang sedang berada di lobi juga tak kalah terkejut saat melihat Miyuki berada di sana. Mereka langsung teringat dengan ancaman yang Miyuki katakan saat siaran langsung bahwa ia akan memburu Li Wen Xia.


Hunter-hunter itu pun dengan cepat memblokir jalan Miyuki.


"Tolong berhenti disini!" Seru salah satu Hunter yang merupakan Hunter Asosiasi berperingkat tertinggi yang sedang berada di situ.


"Atau?"


"Atau...," ia tiba-tiba merasa ragu dengan apa yang akan dilakukannya jika Miyuki tidak menuruti apa yang ia mau.


"Panggil Li Wen Xia kesini. Atau kalian semua akan mati." Ucap Miyuki, menggantikannya.


"A-apa?"


Ziiiinnng...


Pluk...


"Aku tidak akan mengulangi kata-kata ku," ucap Miyuki lagi sembari berbalik dan menunjuk ke arah para awak media yang sedang meliput kejadian itu dari belakangnya. "Lihat, orang-orang di seluruh dunia mungkin akan menyaksikan bagaimana Li Wen Xia mengorbankan semua Hunter Asosiasi jika dia tidak turun kesini."


Hampir tidak ada yang mendengar apa yang baru saja Miyuki katakan.


Mata dan perhatian mereka tertuju pada tubuh tanpa kepala yang perlahan-lahan kehilangan keseimbangan dan jatuh terhempas ke lantai. Itu adalah tubuh orang yang tadi berusaha mencegat Miyuki.


Miyuki menatap Hunter yang berdiri di dekat tubuh tanpa kepala itu. "Hubungi dia sekarang."


Hunter itu tentu saja ketakutan. Ia segera mengambil ponselnya untuk menghubungi asisten pribadi Li Wen Xia.


Namun, sebelum Hunter itu melakukannya, tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan dari arah belakang mereka.


Clap... Clap... Clap...


Di belakang para Hunter Asosiasi, Li Wen Xia sedang berjalan ke arah mereka. Di sampingnya, ada seorang laki-laki berkebangsaan Inggris yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia sebagai pengusaha kaya raya yang kini menduduki jajaran 10 besar orang terkaya di dunia, Brian McLoren.


"Senang sekali karena kau telah datang sendiri untuk menemui ku," ucap Li Wen Xia yang sedang menatap lurus pada Miyuki. "Dengan begini, aku akan menangkap penjahat besar seperti mu dengan..."


Crannnkkk!!!


Belum selesai Li Wen Xia berbicara, Miyuki sudah menyerangnya.


Dengan perasaan gugup, Li Wen Xia memegang lehernya yang tergores oleh senjata Miyuki.


Untung saja Brian bertindak dengan sangat cepat, menangkis serangan. Jika tidak, Li Wen Xia pasti sudah kehilangan kepalanya.


"Mundurlah...," ucap Brian pelan, tanpa mengalihkan tatapannya dari Miyuki yang berdiri tenang dan menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi. Dia tahu bahwa lawan mereka sangat berbahaya. Ia tadi hanya mengandalkan instingnya saja tanpa bisa melihat kecepatan lari Miyuki.


"Menyingkir!" perintah Li Wen Xia pada Brian yang berdiri di depannya. "Aku akan membunuhnya! Berani-berani nya dia..."


Crank... Crankkk...!


Wushhh... Bakkkk...


Stab! Stab!

__ADS_1


"Ahhh...! Kau...!"


Buakkkk...!


Saat Li Wen Xia masih berbicara, Miyuki kembali menyerang. Ia menebas dengan lebih kuat hingga membuat Brian yang berhasil menangkis dua serangannya, terpental.


Miyuki kemudian menyerang Li Wen Xia dan berhasil menusukkan tanto di wajah dan dada kiri wanita itu, lalu menendangnya hingga ia terbang jauh dan menghancurkan dinding kaca gedung Asosiasi.


Tindakannya tidak sampai di situ. Miyuki langsung mengejar Li Wen Xia yang telah terpental jauh sampai ke halaman gedung Asosiasi.


Melihat bahaya akan terjadi pada Li Wen Xia jika lawan dibiarkan mendekatinya, Brian terbang untuk menghadang jalur Miyuki.


Wushhh...


"Brengsek!" umpat Brian yang terlambat memutus jalur Miyuki yang sudah pergi melewatinya.


•••


Li Wen Xia tidak dapat melihat wujud Miyuki yang sedang melaju ke arahnya, namun bisa merasakan aura sihir Miyuki yang kian mendekat.


Wanita itu langsung menyilangkan kedua tangan ke depan lehernya, berharap ia beruntung bisa menebak arah serangan.


Sayangnya Li Wen Xia salah. Ia merasa lawannya tiba-tiba berbelok arah dan menyerangnya dari belakang.


"Tidak...!"


Kedua mata Li Wen Xia melebar, saat tahu bahwa ia tidak sempat lagi menghindari serangan yang tertuju pada lehernya.


Crankk!!!


Namun, leher Li Wen Xia kembali terselamatkan saat seseorang tiba-tiba muncul disana dan menangkis serangan Miyuki.


°°°


"Senang bisa bertemu semua iblis yang hendak ku bunuh disini." Ucap Miyuki, yang kemudian menatap dingin pada Albert Brosman.


Sementara keempat Hunter itu masih berdiri berhadap-hadapan, semua jurnalis langsung pergi ke halaman gedung Asosiasi untuk mengabadikan pertarungan mereka.


Pertarungan itu juga sudah di tayangkan secara langsung oleh statsiun televisi nasional Asia Tenggara.


•••


Miyuki kini berdiri di tengah-tengah 3 pengepungnya. Li Wen Xia, Albert Brosman dan Brian McLoren.


Namun demikian, tak ada satu pun di antara ketiga pengepungnya yang maju terlebih dahulu untuk menyerang. Mereka tahu seberbahaya apa lawan yang kini sedang mereka hadapi. Jika mereka salah langkah, mereka khawatir lawan malah akan membunuh mereka.


"Dia sangat kuat. Kita mungkin tidak bisa melawannya jika tidak dalam wujud asli kita." Brian mengingatkan.


"Kita tidak boleh berubah disini. Semua orang akan mengetahuinya. Lihat, para jurnalis itu sedang meliput kita." Sahut Albert Brosman.


"Ya. Kita bisa menyerangnya secara bersamaan. Ku rasa kita bisa mengalahkannya tanpa memerlukan kekuatan asli kita," ucap Li Wen Xia.


Li Wen Xia akhirnya mengeluarkan senjata andalannya, trisula, yang tidak pernah ia tunjukkan pada publik. Selama ini, orang-orang mengenalnya hanya sebagai seorang Hunter tipe Mage yang bertarung tanpa menggunakan senjata apa pun.


Tak lama kemudian, Li Wen Xia akhirnya maju dan menyerang Miyuki.


Namun, Miyuki tiba-tiba lenyap dari hadapannya.


Stab!


"Aaahhh...!"


Li Wen Xia berseru nyaring saat tanto Miyuki menusuk punggungnya hingga tembus ke dadanya.


Melihat itu, Albert Brosman tidak menyia-nyiakan kesempatan saat Miyuki membelakanginya. Ia menusukkan pedang ke punggung Miyuki.

__ADS_1


Stab!


"Aaaahhh...!"


Namun, bukan Miyuki yang ia tusuk. Itu adalah tubuh Li Wen Xia, yang kini memiliki tanto dan pedang Albert menempel di punggungnya.


"Ap... Arggghhh...!"


Miyuki menyarangkan tanto nya pada pinggang Albert.


Ia langsung berpindah ke belakang Albert saat pria itu tadi menyerang dengan membokonginya.


Stab... Stab... Stab... Stab...


Miyuki menusuk Albert berulang kali di punggung dan tengkuknya.


Ia baru berhenti dan pergi menjauh saat api tiba-tiba menyala dan memendar keluar dari tubuh Albert.


"Brengsek...! Apa dia ini manusia?!" umpat Albert yang buru-buru berbalik agar tidak membelakangi Miyuki lagi.


Sementara Li Wen Xia dan Albert Brosman mengutukinya, Miyuki fokus menatap pada 1 lawan yang belum dilukainya. Brian.


Ia akhirnya menghilang dan muncul kembali di belakang Brian.


Wushh... Crang... Crang...!


Brian berhasil menangkis dua serangan Miyuki dengan trisula nya, namun Miyuki kembali menyerang dan kali ini tiga tusukkannya berhasil bersarang di pinggang dan paha Brian.


Crakkk... Crak... Crak...!


Sementara Miyuki sedang sibuk melukai Brian, Li Wen Xia dan Albert mengambil kesempatan untuk menyerang Miyuki secara bersamaan dari arah belakangnya.


Namun, serangan mereka hampir saja mendarat di tubuh Brian, jika pria itu tidak segera melompat menjauh.


Srattt... Srattt... Srattt...


Sebagai gantinya, Miyuki telah melukai dua penyerangnya lagi dan kembali melompat menjauh saat tubuh Albert kembali diselimuti api yang sangat panas membara.


Miyuki tersenyum sinis sembari menatap tiga malaikat tersesat yang sudah banyak mengalami luka tusuk dan luka sayat darinya.


"Apa hanya itu kemampuan kalian?" ucap Miyuki dengan nada mengejek.


Di remehkan seperti itu, tentu saja membuat Li Wen Xia kesal dan kembali maju menyerang. Kali ini, ia menggunakan cambuk panjang yang sebelumnya melilit di sekitar pinggangnya.


Wushhh... Wushhh...


Tetap saja, target yang ia tuju kembali lenyap dan muncul kembali di belakangnya.


Crakkk!!!


Li Wen Xia kembali menerima luka tusuk di punggungnya.


Jika Albert tidak langsung menyerang, Miyuki mungkin sudah memberikan luka lain di tubuhnya.


Sementara Miyuki sedang sibuk dengan kedua rekannya, Brian pergi menjauh.


Bukan melarikan diri.


Ia sedang melesat cepat menuju seorang gadis yang ia tahu tadi datang bersama Miyuki.


"Mungkin dia akan menyerah jika aku menyanderanya," gumam Brian.


Tahu lawannya tiba-tiba menghilang dari sekitarnya, Miyuki segera berpaling dan menatap ke arah mana Brian pergi.


Saat Miyuki menemukan keberadaan orang yang ia cari, sayangnya, Brian sudah terlebih dahulu berhasil mencapai target yang ia tuju dan langsung mencengkeram erat leher targetnya itu yang tak lain adalah Rin.

__ADS_1


__ADS_2