
Anna baru kembali dari mengantarkan serombongan pelaut lagi pada keluarga mereka saat pasukan iblis keluar lagi dari gerbang raksasa itu.
Berbeda dengan pasukan iblis sebelumnya, pasukan iblis yang menyeberang dari planet iblis ke Bumi kali ini mencapai jutaan banyaknya.
Di antara mereka, ada 13 panglima perang yang sangat kuat yang ikut hadir dengan menunggangi hewan tunggangan mereka masing-masing.
Setelah para panglima perang itu, di belakang mereka, 13 monster yang memiliki wujud sangat mirip dengan ular, terbang keluar dari gerbang.
Ular-ular berukuran raksasa bersisik merah itu terbang dengan menggunakan dua pasang sayap yang terletak di dekat kepalanya dan bagian tengah tubuhnya.
Ular-ular raksasa itu terbang tinggi dan berhasil menembus perisai pelindung yang Anna buat, lalu terbang menjauh ke 13 penjuru Bumi.
°°°
Anna menengadahkan kedua tangannya ke arah dua ekor ular raksasa. Ia kemudian menggunakan telekinesis untuk menarik dua ekor ular raksasa itu untuk datang padanya.
Anna menancapkan tombak Igiginya di tanah, lalu dua pedang meuncul di masing-masing tangannya.
Pedang di tangan kiri berbilah biru, sedangkan pedang di tangan kanan berbilah merah.
Anna kemudian melemparkan kedua pedangnya ke langit dan berteriak nyaring setelahnya.
"Kejar sisanya, dewa Ogun, dewi Ezili!"
Kedua pedang kemudian menghilang, pergi mengejar 11 ular raksasa yang sudah pergi jauh.
Anna mengambil tombaknya lagi, lalu menghempaskan tombak itu, menyambut dua ular raksasa yang sedang melayang tanpa daya setelah tertarik oleh kekuatan telekinesisnya.
Booooooooooooommmmm!!!
Ledakan besar tampak jelas di langit saat energi sihir yang berasal dari kibasan tombak bertemu dengan tubuh dua ular raksasa tersebut.
Setelah menghabisi kedua ular raksasa itu, Anna menghilang dari tempat itu, lalu muncul kembali di depan jutaan prajurit iblis yang sedang beterbangan ke arahnya, menggunakan sepasang sayap hitam mereka yang menyerupai sepasang sayap kelelawar.
Anna membuka dua gerbang raksasa di samping kiri dan kanannya. Beberapa detik setelah itu, ratusan pasukan Elf dan Orc, keluar dari masing-masing gerbang dan berlarian menyambut jutaan pasukan iblis yang datang ke arah mereka.
Setelah memanggil dua pasukan itu, Anna kembali pada para nelayan. Ia kemudian mengantarkan semua nelayan itu dengan sangat cepat ke tempat dimana anggota keluarga mereka berada, karena tahu daratan tempat mereka sedang berperang akan hancur tidak lama lagi.
•••
Setelah kembali ke area pertempuran, Anna langsung pergi menuju depan gerbang, di mana 13 panglima perang pasukan iblis sedang mengamati pertempuran dari atas tunggangan mereka masing-masing.
Ketigabelas panglima perang itu adalah makhluk ciptaan yang sama seperti manusia di Bumi. Bedanya, mereka adalah makhluk ciptaan dari planet merah bangsa iblis.
°°°
13 panglima iblis menatap Anna dengan senyum sinis menganggapnya remeh.
__ADS_1
Tapi, setelah Anna meledakkan kepala salah satu panglima dengan menghempaskan tombak ke kepalanya, barulah 12 panglima iblis lainnya terkejut dan langsung bersiap untuk menyerang.
Mereka terlambat. Anna, yang tidak ingin membuang banyak waktu, sudah berlompatan di antara mereka, membunuh mereka semua sebelum mereka sempat melakukan apa pun.
Baru saja Anna selesai membantai para panglima iblis itu, dewa Ogun dan dewi Ezili yang masih berwujud pedang juga sudah kembali setelah mereka berhasil menjalankan tugas yang Anna berikan. Sama halnya dengan pasukan Elf dan Orc.
Tepat saat Anna berbalik untuk melihat ke arah pertempuran, pasukan itu sudah berhasil menghabisi jutaan pasukan iblis.
Anna meminta pasukannya untuk kembali ke dunia ciptaannya. Ia sendiri langsung terbang setelah melihat air laut mulai masuk dan menggenangi daerah pesisir pantai itu.
Dampak yang ditimbulkan oleh amukan pasukkannya telah menghancurkan daratan dan menciptakan banyak kawah besar sehingga air laut turun ke dataran itu.
Saat Anna masih menunggu kedatangan pasukan iblis berikutnya, suara seseorang tiba-tiba terdengar jelas di dalam kepalanya.
"Anna, apa kau mendengarku? Kau bisa mendengarku, kan?"
Setelah mendengar suara itu, Anna lenyap dari tempat itu.
•••
Anna tiba-tiba muncul di hadapan Miyuki, di ruang bawah tanah.
"Kau memanggilku?"
"Astaga! Kau suka sekali mengagetkanku!"
"Tsk..., sudahlah. Lihat ini," ucap Miyuki sembari menunjuk ke monitor di hadapan mereka."
Anna melihat video tangkapan drone di layar itu sebentar lalu menghela nafas panjang.
Miyuki mengernyitkan kedua alisnya.
"Kenapa kau menghela nafas seperti itu? Apa kau sudah tahu?"
Anna tersenyum pahit, lalu mengangguk pelan.
"Apa yang terjadi di pulau itu?" tanya Miyuki lagi.
"Aku tidak tahu awal mulanya. Yang pasti Hunter di sana bisa mengatasinya sendiri."
"Kalau mereka bisa mengatasinya, kenapa lima kota di sana hancur lebur?"
"Aku tidak tahu. Kau mungkin bisa menanyakannya pada ketua Asosiasi Asia Tenggara yang baru. Dia banyak mendapatkan dukungan dari Hunter-hunter di kelima kota itu dan mereka selama ini menutupi keadaan pulau itu dari dunia."
"Apa maksudmu?"
"Berarti mereka baik-baik saja. Untuk apa mereka mendukung Lowe Frostman sebagai ketua Asosiasi baru jika dia orang yang tidak benar? Dia pasti sudah melindungi seluruh warga dari 5 kota dengan baik selama proses kehancuran kelima kota tersebut."
__ADS_1
"Kau berbelit-belit!" umpat Miyuki yang mulai kesal, tidak mendapatkan petunjuk apa pun dari apa yang Anna katakan.
"Kenapa kau tidak pergi saja ke sana untuk menyelidikinya?"
Tepat saat Anna baru saja selesai berbicara, drone mata-mata Miyuki hancur dan layar di hadapan mereka menjadi gelap.
"Apa tidak masalah jika aku pergi meninggalkan perang? Maksudku, jika kau mrnggunakan kekuatan berlebih, Bumi bisa celaka."
"Masih ada Nobara. Jangan khawatir."
"..."
"Kau mau pergi? Aku bisa mengantarkanmu. Cepat putuskan. Pasukan iblis baru saja keluar lagi dari gerbang yang sedang ku jaga."
Miyuki mengangguk.
"Baiklah. Antarkan aku ke sana."
Anna tersenyum padanya, lalu memegang pundak gadis manis itu dan mereka pun lenyap dari sana.
•••
Anna langsung pergi meninggalkan Miyuki di dekat reruntuhan sebuah bangunan besar. Itu adalah lokasi tempat dronenya terakhir mengambil gambar sebelum meledak.
Miyuki melompat ke salah satu puing bangunan lalu mengambil sisa kepingan kecil dronenya dari atas puing tersebut.
Ia menatap sebentar pada pecahan drone itu sebelum memperhatikan sekelilingnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini?" gumam Miyuki merasa heran dengan kehancuran kota itu.
Ia juga bisa merasakan sisa-sisa energi Mana buruk di tempat itu. Energi Mana yang mirip dengan energi Mana iblis dari planet merah.
Selama beberapa hari belakangan, Miyuki terus-terusan menyelidiki siapa yang telah meretas ketiga satelitnya dan ia akhirnya berhasil menemukan lokasinya yang ternyata berasal dari salah satu pulau di Asia Tenggara yaitu pulau tempatnya berada saat ini.
Setelah menemukan lokasinya, ia juga baru menyadari jika seluruh hubungan internet di seluruh pulau itu telah diputus dari dunia luar selama 8 bulan belakangan.
Tidak ada informasi apa pun yang keluar dari pulau itu seakan mereka memang tidak ingin apa yang terjadi di sana sampai diketahui oleh dunia luar.
Saat Miyuki masih memerhatikan keadaan sekitar, ia merasakan adanya aura energi sihir kecil datang dari arah belakangnya.
Miyuki berbalik.
Di kejauhan, ia melihat seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuh tingginya, yang Miyuki perkirakan sama dengan tinggi badan Anna, juga ramping, sedang berdiri mengawasinya.
Dari wanita itulah Miyuki merasakan pancaran aura sihir yang setara dengan seorang Hunter peringkat F.
Sementara itu, di samping wanita cantik itu, berdiri seorang pria tinggi berambut gondrong dengan perawakan ramping, yang sedang menatap tajam padanya.
__ADS_1
•••