Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 131 - Raid Guild Nine Bears


__ADS_3

Gina Stewart, ketua dari Nine Bears, guild yang baru berdiri dalam 1 bulan belakangan, menghampiri Gus Stevin dan Davina yang terluka cukup parah setelah mereka berhasil mengalahkan boss Dungeon.


Gus dan Davina adalah dua Hunter yang paling bekerja keras saat tim raid bertarung melawan boss dari Dungeon peringkat B yang merupakan seekor Gorila dengan kekuatan serang dan bertahan yang sama kuatnya.


Davina yang merupakan Hunter berperingkat C bertipe Assassin, adalah satu di antara dua Hunter yang bertugas sebagai penyerang jarak dekat dalam tim raid ini.


Saat tadi Philip Cardis, Hunter tipe Warrior, sedang memulihkan energi Mana nya kembali dengan bantuan buff Gina, otomatis Davina menjadi satu-satunya penyerang jarak dekat yang tersisa dan ia hanya bertarung sendirian di barisan depan hanya dengan di bantu oleh Gus Stevin, salah satu Hunter tipe Tanker dalam tim, yang tidak memiliki daya serang sekuat seorang Warrior atau Assassin.


Mereka berdua bahu-membahu melakukan pertarungan jarak dekat dengan boss Dungeon dari sisi atas dan bawah monster raksasa tersebut. Sementara itu, Hunter-hunter bertipe Mage membantu dengan serangan jarak jauh.


Gorila yang memiliki tubuh setinggi 3 lantai sebuah bangunan itu mengamuk dan berusaha menginjak-injak Gus Stevin yang menggunakan taunt skill padanya.


Gorila juga tampak sangat marah pada pengganggu yang terus menyerang bagian wajah dan leher nya berkali-kali. Saat makhluk itu berusaha menyingkirkan Davina yang berlompatan di bagian atas tubuhnya, ia merasa selalu terlambat karena fokus nya entah kenapa teralihkan oleh Gus Stevin yang juga berlompatan kesana kemari di dekat kakinya.


Sementara itu, tembakan-tembakan bola api dan es yang mengarah ke bagian perut dan dada Gorila dari para Mage, tidak terlalu dipedulikannya karena serangan mereka tidak terlalu berarti bagi Gorila yang memiliki pertahanan magic lebih baik.


Sampai akhirnya, kerja sama seluruh anggota tim membuahkan hasil. Saat Gorila lengah, sebuah serangan dengan kecepatan tinggi mengarah ke mata kirinya.


Craaaakkkk...


Serangan itu berhasil membuat Gorila kehilangan mata kirinya.


Akibat luka tersebut, Gorila kehilangan semua fokus akibat rasa sakit yang dirasakannya. Makhluk itu hanya bisa mengamuk memukul dan menendang ke segala arah, hanya untuk menjaga agar tidak ada serangan susulan dari makhluk pengganggu yang baru saja melukai matanya.


“Davina, hati-hati... Luka itu membuatnya terlepas dari aggro skill ku!” Gus Stevin yang menyadari aggro nya terlepas dari Gorila, segera melompat menjauhi tim raid yang sejak tadi berlindung di belakangnya.


Gus bermaksud untuk mengalihkan serangan Gorila hanya padanya, dibanding harus mengorbankan seluruh anggota tim.


Davina mendarat tepat di samping Gus Stevin, setelah ia berusaha melarikan diri dari serangan serampangan yang Gorila lakukan.


Posisi Gus dan Davina kini berada di seberang tim raid dengan, sementara Gorila berada di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


Dua Hunter tipe Tanker yang berada bersama sebagian besar anggota tim, berusaha melindungi tim dari serangan-serangan Gorila yang kini mengarah pada mereka.


Tentu saja, karena dua Tanker itu masih berperingkat C dan D, skill pertahanan mereka tidak sebaik milik Gus Stevin. Tim itu pun akhirnya terdesak.


“Gus, kenapa dia malah menyerang ke sana?” Davina mempertanyakan kelalaian Gus Stevin dalam memancing niat lawan untuk menyerang hanya pada mereka berdua.


“Energi Mana ku hampir habis, aku tidak bisa menggunakan skill pengikat dengan maksimal,” keluh Gus Stevin.


Pada saat itu, Gina yang berada dalam tim yang berada di seberang mereka, tiba-tiba berteriak, “Aku akan melindungi disini, gunakan waktu mu untuk menggunakan special skill, Davina.”


Mendapat perintah dari ketua guild sekaligus kapten tim raid mereka, Davina menganggukan kepalanya lalu ia berbicara pada Gus Stevin, “Aku akan menggunakan special skill. Tolong lindungi sementara aku mengumpulkan kekuatan.”


“Aku akan melindungi mu,” sahut Gus Stevin.


Davina melompat mundur dan berdiri agak jauh di belakang Gus Stevin untuk memusatkan seluruh energi Mana pada kedua tangan dan kaki nya. Special skill nya membutuhkan waktu selama 1 menit sebelum bisa diaktifkan karena ia masih berperingkat C, hingga membutuhkan banyak waktu untuk mengalirkan seluruh energi Mana.


Gus Stevin sudah sering berada dalam satu tim dengan Davina saat mereka masih berada di tim Asosiasi dulu, jadi ia mengetahui kebiasaan itu dan langsung berdiri di depan Davina untuk menjaga apabila Gorila tiba-tiba berbalik dan beralih menyerang ke arah mereka.


Namun, saat Gorila itu hendak pergi ke arah Gus Stevin dan Davina, tindakannya di cegah oleh sebuah serangan di bagian dadanya.


Philip Cardis yang sudah pulih, berusaha mengalihkan perhatian boss Dungeon. Bersamaan dengan itu, dua Tanker yang berada di dekatnya berusaha meningkatkan sihir aggro untuk mengikat Gorila.


Kerja sama tersebut berhasil membuat perhatian Gorila kembali pada tim raid yang berjumlah lebih besar dan ia mengamuk menyerang mereka, hingga tim yang kebanyakan hanya beranggota Hunter peringkat C dan D itu akhirnya terdesak.


Namun, tentu saja Gina tidak membiarkan anggota tim nya terluka. Gina terus mengirimkan skill pelindung nya untuk mencegah dampak buruk serangan pada 17 Hunter disekitarnya.


“Aku akan melakukannya sekarang,” ucap Davina, saat ia sudah siap untuk melakukan serangan pamungkas.


Setelah melihat anggukan cepat Gus Stevin,


Davina melompat tinggi sampai ia berada beberapa meter di atas kepala boss Dungeon.

__ADS_1


Saat kecepatannya berkurang, Davina menarik kedua tangannya kebelakang, lalu beberapa detik kemudian, ia melemparkan kedua belatinya sekaligus.


“Matilah!”


Bersamaan dengan seruannya, Davina kedua belati itu melesat dengan cepat menuju leher pendek Gorila.


Wushhh… Wushhh… Wushhh… Wushhh…


Dalam perjalanannya, kedua belati yang terlontar dari tangan Davina, tiba-tiba beranak menjadi ratusan. Ratusan belati yang mengandung energi sihir besar, dengan cepat meluncur ke seluruh bagian tubuh Gorila.


Merasakan ancaman dari atas kepalanya, Gorila segera mendongak hanya untuk melihat ratusan belati yang terbang dengan cepat ke arahnya.


Menyadari bahaya besar yang sudah sangat terlambat untuk dihindari, Gorila menggunakan setengah dari energi sihirnya untuk melepaskan diri dari hunter-hunter yang sejak tadi mengganggunya dan menggunakan setengah kekuatannya lagi untuk menyerang ke arah manusia yang telah melepaskan serangan mematikan tersebut.


Davina tersentak saat melihat serangan datang ke arahnya. Ia sudah kehabisan energi Mana. Tidak ada kekuatan yang tersisa untuk menghindar apalagi menangkis serangan tersebut.


Itulah kekurangan dari special skill nya, yang bisa menghabiskan seluruh energi Mana.


“Astaga, apa aku akan mati," gumam Davina yang hanya bisa tersenyum getir menantikan maut yang akan segera datang menjemputnya.


Kedua mata Gina melebar saat menyadari bahaya yang akan menghampiri Davina, namun ia tidak dapat melindungi Davina yang berada terlalu jauh darinya. Dan lagi, ia juga tidak bisa bergerak kemanapun, karena masih menggunakan special skill juga, untuk melindungi seluruh tim dari hujan belati milik Davina yang memenuhi seluruh area pertarungan.


Hujan belati itu mengakibatkan tubuh Gorila tersayat-sayat disana sini. Namun, yang paling berbahaya dari ratusan belati itu adalah 2 belati alsi yang tepat mengarah pada lehernya.


Saattt... Sattt...


Wussshhh...


Baaaannnnggggg...!!!


Pada saat yang bersamaan dengan serangan dua belati Davina pada leher Gorila, tinju Gorila juga menghantam tepat pada Davina hingga mengakibatkan suara ledakan besar yang menggema di sekitar area pertempuran.

__ADS_1


Hunter-hunter di sekeliling Gina, menatap ke arah ledakan dengan tatapan khawatir. Bahkan, mereka mengabaikan kepala Gorila yang baru saja jatuh di dekat mereka, sementara tubuh Gorila roboh ke arah lain.


__ADS_2