
"Bimo, di mana Anna dan tuan Wang?" Tanya Lucy sementara mereka berlari.
Karena empat Hunter itu memiliki kecepatan di atas kecepatan lari Hunter-hunter non Asosiasi, mereka berlari di belakang para Hunter non Asosiasi dan tim penambang agar tidak ada orang yang tertinggal.
"Mereka sedang berada di luar gerbang. Kau ingat orang-orang yang membuntuti kita?"
"Sial, kenapa harus di saat seperti ini?"
"Kakak, apa kau bisa menahan mereka?" tanya Yola.
Bimo mendengus. "Aku tidak tahu, mereka sepertinya sangat kuat." Keluh Bimo yang kemudian menoleh ke belakang, melihat ratusan monster yang mengejar mereka.
Saat Bimo sudah bisa melihat wujud monster dengan sangat jelas, dia mengerutkan keningnya saat berusaha untuk mengingat-ingat monster yang sepertinya sangat familiar itu.
Monster-monster itu mirip dengan makhluk purba yang telah punah jutaan tahun yang lalu, yang pernah Bimo lihat di internet.
"Apa itu Dinosaurus?" Gumam Bimo.
Yola yang berlari tepat di samping Bimo dapat mendengar gumaman itu. Ia pun ikut menoleh ke belakang.
"Itu Raptor! Makhluk purba."
Mendengar apa yang baru diteriakkan Yola, Lucy dan Ren ikut menoleh.
"Kenapa bisa ada makhluk purba di dalam Dungeon?"
"Hei Ren, nyalakan lagi kamereanya dan rekam mereka sebentar." Pinta Bimo.
Ren segera melaksanakan apa yang Bimo pinta dan mengarahkan kamera pada para monster sambil terus berlari.
"Kakak, mereka semakin dekat!"
Bimo juga merasakan monster-monster itu kian mendekat tanpa harus menoleh.
"Semuanya berhenti! Berkumpul di dekat ku!"
Bimo masih berlari beberapa meter lagi lalu ia berhenti dan berbalik.
Bammmm... Bammmm... Bammmm...!!!
Bimo memukul setiap monster yang melewatinya dengan sangat keras.
Normalnya, monster dengan peringkat A pun akan meledak saat Bimo memukul mereka dengan level kekuatan yang baru saja digunakannya. Namun, monster berwujud Raptor itu hanya terpental jauh saat menerima serangannya.
Melihat mangsa yang mereka kejar telah berhenti, ratusan Raptor ikut berhenti, lalu mengepung mereka.
__ADS_1
Raptor menatap calon mangsanya dengan mulut menganga lebar. Gigi-gigi runcing tampak mencuat dari bagian atas dan bawah mulut mereka.
Air liur yang menetes-netes menambah keangkeran dari makhluk itu.
Berbeda dengan gambar yang pernah mereka lihat di internet, kulit Raptor tampak gelap seperti terbentuk dari energi Mana. Mereka juga dapat melihat asap hitam tipis menyelimuti seluruh tubuh Raptor.
"Mereka besar. Bukannya harusnya tinggi badan Raptor cuma setengah meter?" Ucap Lucy di sela-sela kebingungan tim yang dengan gemetar berdiri di sekitar keempat Hunter terkuat dalam tim.
"Sepertinya catatan sejarah sedikit salah. Tinggi tubuh mereka ini kira-kira dua meter, kan?" Sahut Yola.
"Hei, tolong konsentrasi saja. Mereka berbahaya." Bimo mengingatkan.
Baru saja Bimo selesai bicara, dua Raptor menyerang secara tiba-tiba.
Wushhh... Bannngg...!
Bimo yang selalu bersiaga, mengerahkan energi sihirnya dan membentuk sebuah pelindung besar berupa asap hitam yang mengembang menyerupai sebuah perisai berukuran besar.
Tubuh kedua Raptor terjatuh saat mereka bertabrakan dengan perisai yang baru saja Bimo buat.
Wushhh... Wusshhh... Wussshh...
Belasan bilah es beterbangan dari kedua tangan Ren dan mengarah langsung pada dua Raptor yang baru saja terjatuh.
Melihat serangannya tidak menghasilkan dampak apapun pada kedua makhluk itu, Ren terkesiap.
"Gila! Es ku mencair begitu saja?!"
Puluhan Raptor lain ikut menyerang saat melihat dua kawan mereka terjatuh.
Dengan sigap, Bimo mengerahkan kembali sihirnya dan membuat belasan perisai yang lebih besar untuk menghadang puluhan Raptor yang menyerang dari berbagai arah.
Serangan tidak berhenti disitu. Raptor lain ikut menyerang secara serempak.
Hanya dalam sekian detik, Raptor-raptor mengerubungi tim raid dan berusaha menghancurkan perisai-perisai yang Bimo buat dari energi sihirnya.
"Jangan ada yang menyerang. Aku akan kesulitan menahan serangan dari arah luar dan dalam." Pinta Bimo, saat ia melihat beberapa Hunter hendak menyerang Raptor yang tidak bisa menembus perisai yang Bimo buat.
Perisai itu berdiri mengelilingi tim raid tanpa memberikan celah kosong untuk Raptor masuk.
"Tapi, bagaimana cara kita meloloskan diri dari mereka?"
"Ikuti aku secara perlahan. Ayo kita berjalan pelan-pelan menuju gerbang." perintah Bimo.
Hunter-hunter itu akhirnya bergerak secara perlahan dengan Bimo berada di pusat rombongan.
__ADS_1
Perisai yang melindungi orang-orang itu juga ikut bergerak dengan jarak 5 meter di luar Bimo, yang menjadi pusat lingkaran.
Namun, perisai itu tak bisa bertahan lebih lama lagi. Raptor yang juga memiliki energi Mana besar, menyerang perisai dengan menabrakan tubuh mereka lebih keras.
Suara retakan terdengar di dalam pelindung itu dan berhasil membuat Bimo sedikit khawatir.
Bimo menciptakan pelindung baru dan melapisi pelindung yang mulai hancur oleh serangan para monster.
"Sepertinya kita tidak bisa terus seperti ini dalam waktu lama. Aku akan membuat pelindung untuk kalian satu per satu dan kalian semua lari lah menuju gerbang."
Mereka menatap Bimo dengan perasaan khawatir. Mereka mengerti jika Bimo ingin menahan semua monster itu seorang diri.
Namun, mereka tidak mempertanyakan perintah itu sama sekali karena hanya itulah pilihan terbaik jika ingin lolos dari amukan monster.
Bimo berkonsentrasi pada skill yang akan ia gunakan.
Dari telapak tangannya, muncul puluhan gelembung sihir berupa asap hitam pekat yang kemudian terbang ke setiap Hunter yang berada di dalam lingkaran.
Gelembung itu membesar, seketika bertabrakan dengan tubuh setiap orang, lalu mengembang hingga membungkus tubuh masing-masing orang.
Setelah berhasil menggunakan special skill tahap pertama miliknya pada semua orang, Bimo mengambil perisai yang tergantung di punggungnya dan mencabut pedang yang tersarung di pinggangnya.
"Setelah perisai pelindung menghilang, larilah secepat yang kalian bisa." ucap Bimo.
Setelah semua orang menjawabnya dengan anggukan, Bimo membuka perisai yang mengelilingi mereka. Pada saat yang bersamaan juga, Bimo memperkuat aggro skill nya agar semua monster berfokus padanya, sementara semua Hunter mencari celah di antara monster untuk keluar dari kerumunan.
Rencana Bimo berhasil. Semua monster tidak menghiraukan para Hunter lain yang menyelinap keluar dari kepungan dan fokus menyerang Bimo seorang.
Crakkk... Crakkk... Crakkk...
Bimo mulai menebas kesana-kemari dengan kekuatan yang jauh lebih besar dibandingkan serangan pukulannya tadi, karena ia tahu monster-monster itu juga telah melindungi tubuh mereka dengan energi Mana yang sangat kuat.
Walaupun tebasannya tampak seperti tebasan asal, namun tak ada satupun serangan yang dilakukannya dengan sia-sia.
Berbeda dengan cara bertarungnya dulu, Bimo sudah mendapatkan pelatihan dari Anna dengan baik selama satu bulan belakangan dan dia kini memiliki gerakan yang jauh lebih efektif dalam menyerang maupun bertahan.
Tapi, Bimo hanya memberikan skill pengikat pada monster-monster yang tadi mengerubungi mereka saja dan tidak pada monster-monster yang baru tiba di daratan.
Sembari ia bertarung dengan monster yang mengepungnya, ia juga melihat ada ratusan Raptor yang baru mendarat di tanah dan langsung mengejar Hunter-hunter yang sedang berlari menuju gerbang.
"Sialan, mereka tidak akan bisa bertahan kalau monsternya sebanyak itu."
Bimo mulai khawatir.
Special Skill nya memang melindungi Hunter satu per satu, namun skill pelindung itu tidak jauh lebih kuat dibandingkan perisai yang ia buat pertama kali.
__ADS_1