Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 27 - Pertemuan Kembali Dengan Miyuki


__ADS_3

Pagi berikutnya, setelah sarapan pagi bersama seperti hari sebelumnya bersama Gina, Anna pergi ke daerah pinggiran Kota C dengan hanya berjalan kaki.


Anna yakin bahwa Gina pasti akan mengantar dengan mobilnya jika tau dia akan pergi ke daerah yang terletak lumayan jauh dari tempat tinggal mereka.


Untuk itulah, Anna pergi saat Gina sudah berangkat bekerja sebagai instruktur di Akademi Hunter Kota C. Dia memang berjanji untuk tidak membohongi Gina lagi, namun dia masih harus merahasiakan pekerjaan yang sedang dilakukannya bersama Miyuki.


Pada saat baru keluar dari pintu utama apartemen, Anna melihat sekilas ada dua orang pria yang tampak terkejut saat melihatnya berjalan menuruni tangga.


Anna hanya melirik sekilas pada mereka dan terus berjalan tanpa memperdulikannya.


Namun, saat dia sudah berjalan cukup jauh dari apartemen, ia menyadari bahwa kedua pria itu ternyata sedang mengikutinya.


"Apa mereka salah membuntuti orang?" Pikir Anna.


Dia sedikit curiga pada kedua orang itu. Anna tentu saja sudah membuat persiapan sebelum bepergian. Dia sudah mengenakan masker dan topinya untuk menutup kemungkinan dikenali orang yang tau siapa dirinya, terutama dari pihak keluarganya.


Untuk memastikan dugaannya, Anna akhirnya berbelok dan masuk ke sebuah toko kue. Dia melihat-lihat beberapa kue di etalase sambil sesekali melihat keluar toko dan melihat bahwa kedua pria itu tampak sedang menunggunya diluar.


"Sepertinya mereka memang membuntuti ku." Pikir Anna.


Anna mengambil dua potong kue lalu meletakkannya di nampan dan pergi menemui kasir. Anna kemudian mengeluarkan smartphonenya untuk membayar pesanannya, namun ia lupa jika smartphonenya tidak menyala karena sudah lama tidak terisi daya.


Anna akhirnya menitipkan kuenya disana sementara dia pergi ke toilet.


“Sialan, aku tidak punya uang.” Pikirnya panik saat berada di dalam salah satu bilik di dalam toilet.


Setelah tidak memiliki pilihan lain, dia akhirnya memutuskan untuk berteleportasi ke bangunan yang berada di dekat laboratorium. Toh, rencananya, dia memang ingin menghilangkan jejak dari orang yang membuntutinya.


•••


Saat tiba di lokasi laboratorium bawah tanah tempat dimana Miyuki berada, Anna memandang ke sekitarnya beberapa saat untuk memastikan tidak ada orang yang melihatnya saat tiba-tiba muncul disitu.


Lega saat disana tidak ada siapapun selain seekor kucing yang tampaknya tidak terkejut saat melihatnya tiba-tiba muncul, dia akhirnya melepas topi dan maskernya lalu pergi menuju laboratorium.


Saat berada beberapa puluh meter dari toko bunga tempat Rin berada, Anna mendapatkan perasaan yang tidak nyaman.


Ia dapat merasakan energi sihir yang sangat luar biasa besar dan sangat kuat meluap-luap di area itu.


Energi sihir yang bahkan tidak dirasakannya saat dia berpetualang ke belasan Dungeon beberapa hari yang lalu.


Anna berjalan perlahan menuju bangunan kecil itu karena dia takut jika energi sihir mengerikan yang dirasakannya itu benar-benar berasal dari sana, tempat dimana Rin dan Miyuki harusnya berada.


Saat tiba di depan toko bunga, Anna melihat Rin yang sedang menata bunga-bunga di rak-rak yang berada di sekitar pintu masuk.

__ADS_1


“Nona Anna…, Anda sudah datang…” sapa Rin yang langsung meninggalkan pekerjaannya dan menghampiri Anna.


“Ya…” sahut Anna yang kemudian membalas senyuman Rin dengan senyuman kaku di wajahnya. “Dia tidak apa-apa…” pikir Anna saat melihat Rin yang tampak baik-baik saja. “Kau baik-baik saja?” tanyanya pada Rin.


“Ya… berkat Anda… Terima kasih…” Sahut Rin dengan wajahnya yang tampak sangat bersyukur. Rin mengira Anna menanyakan kondisinya setelah kejadian yang terjadi padanya tadi malam.


Anna juga menangkap hal itu. Dia melihat Rin yang sepertinya tidak menyadari sesuatu yang berada di dalam bangunan itu.


'Yah... Tentu saja dia tidak akan menyadarinya.'


Anna kemudian mengangguk pada Rin dan berjalan melewatinya menuju bagian dalam toko bunga.


“Apa Anda akan langsung ke bawah?”


Anna menoleh lalu mengangguk lagi dan menatap ke pintu ruangan yang menghubungkan toko bunga kecil itu ke ruang bawah tanah. “Baiklah, aku permisi dulu. Semoga hari ini menyenangkan.” Sahut Anna. Ia kemudian pergi menuju ruang bawah tanah.


Anna berjalan perlahan saat sudah berada di dalam koridor yang akan membawanya menuju laboratorium. Ia sempat menghentukan langkah kakinya saat merasakan energi sihir yang sangat mengerikan berada di balik pintu laboratorium yang berada tepat di ujung koridor tersebut.


Namun, baru setengah perjalanan, Anna melihat pintu laboratorium itu terbuka secara perlahan. Tak lama kemudian, wajah seseorang yang tampak tanpa ekspresi muncul dari balik pintu.


Miyuki terdiam sesaat begitu melihat orang yang dikenalinya berada disana.


“Anna? K-kau baik-baik saja?” Miyuki langsung dapat mengenali Anna walaupun tanpa bisa melihat wajahnya dengan jelas akibat koridor yang sangat gelap. Dia langsung berlari menghampiri dan memeluk gadis itu.


Setelah berpelukan beberapa saat, Miyuki melepaskan dekapannya pada Anna dan menatapnya dari ujung kepala hingga ujung kakinya.


Pertanyaan itu membuat Anna mengernyitkan alisnya dan menatap Miyuki lekat-lekat dengan sedikit perasaan curiga. “Kau tau apa yang terjadi pada ku?”


Anna menyangka bahwa gadis itu akan menyikapi canggung atas apa yang baru ia tanyakan. Namun, tanpa di duganya, Miyuki mengangguk cepat.


“Ya. Maafkan aku…” ucap Miyuki yang kemudian menggenggam pergelangan tangan Anna. “Ayo kita ke laboratorium dulu.” Pintanya yang langsung menarik Anna yang dengan sedikit keraguan di hatinya, namun tetap mengikutinya.


Anna dan Miyuki kini berada di dalam laboratorium. Saat Anna baru masuk tadi, dia melihat sebuah mesin baru yang sebelumnya tidak pernah berada di ruangan itu.


Miyuki membawa Anna menuju sisi depan mesin dan menunjukkan sesuatu yang berada di dalamnya.


Saat melihat apa yang berada di dalam mesin tersebut, Anna mengangkat kedua tangannya dan menangkupkannya pada mulutnya yang terbuka lebar saat mengenali seseorang yang tampak tertidur di dalam tabung yang terletak di dalam mesin.


Dengan masker transparan yang menutupi seluruh wajahnya, Anna tetap dapat mengenali orang yang sangat dikenalnya dan sangat dekat dengannya.


“Bimo?!” seru Anna, akhirnya, lalu kemudian menoleh pada Miyuki yang berdiri di sampingnya. “Apa yang terjadi padanya?”


Miyuki menoleh dan menatap pada kedua mata Anna lalu tersenyum getir. “Dia mengalami hal yang sama sepertimu dan… dilakukan juga oleh orang yang sama.” Sahut Miyuki.

__ADS_1


Tampak butiran air mata menggenang di kedua sudut mata gadis itu saat mengakhiri kalimatnya. Dia mengingat apa yang terjadi pada Anna saat menyaksikannya melalui sebuah video rekaman CCTV yang didapatnya dengan cara meretas bank data.


“T-tunggu… jadi... kau benar-benar mengetahuinya?”


Miyuki hanya mengangguk. Dia kemudian menyeka butiran air mata di kedua sudut matanya dengan ujung jarinya.


“Aku… meretas CCTV di tempat itu dan seluruh CCTV di bangunan di sekitarnya…” jawab Miyuki dengan nada suaranya yang sedikit terdengar serak karena sedang menahan tangis.


Jawaban Miyuki membuat Anna semakin tercengang lagi. Bahkan Gina Stewart yang telah dibantu ‘orang dalam’ tidak bisa menemukan rekaman CCTV-nya, tapi Miyuki bisa mendapatkannya.


“Tapi… bukankah mereka telah menyabotase semua rekaman CCTV yang berada disana?”


Miyuki kembali mengangguk. “Aku meretas satelitnya. Semua CCTV di Asia Tenggara menyimpan data di satelit. Jadi sebenarnya percuma mereka membuat rekaman palsu.”


“J-jadi begitu…” gumam Anna sambil menatap wajah Miyuki dengan perasaan kagum. “Dia bukan ahli komputer biasa…” pikirnya.


“Mereka menyergapnya saat dia sedang pergi untuk menjemputmu, lalu membuangnya di sebuah bangunan terbengkalai di dekat tempat kita. Aku menemukan jejaknya dari CCTV.” Ucap Miyuki sambil menatap pada Bimo Gandri yang berada dalam tabung dan tampak tertidur lelap.


“Dan… apa yang sedang kau lakukan padanya?” Tanya Anna yang juga ikut menatap ke dalam tabung.


“Aku sedang berusaha menyembuhkannya. Ini hampir berhasil, dia mungkin akan sadar dalam beberapa hari.”


Anna mengangguk pelan tapi keningnya masih berkerut.


Tidak mau menyimpan pertanyaannya, Anna akhirnya kembali menatap Miyuki dan berbicara kembali.


“Tapi mengapa banyak energi sihir di dalam sana?”


Pertanyaan Anna kali ini berhasil membuat Miyuki terkejut dan langsung menoleh padanya. “Kau bisa merasakannya?”


“Ya.” Sahut Anna cepat. “Aku bahkan dapat merasakannya saat masih berada di atas tadi.” Dia tidak mau menyembunyikannya.


Ada sedikit kilatan aneh di kedua mata Miyuki saat mendengar Anna mengatakan hal itu.


“Apakah aku membuat kebocoran dari pelindung yang ku tanam di seluruh ruang bawah tanah?” Pikir Miyuki yang sebenarnya sudah menanamkan sebuah alat khusus untuk menekan energi sihir agar tidak mengganggu Rin yang berada di atas. Terutama, supaya tempat persembunyiannya itu tidak diketahui oleh Hunter-hunter yang mungkin kebetulan lewat atau singgah di toko bunga Rin.


Alat khusus tersebut adalah alat buatannya sendiri yang bahkan belum pernah ada di seluruh dunia.


Ada banyak hal yang Miyuki lakukan dalam 2 minggu belakangan. Hal-hal yang masih diluar rencananya dalam jangka pendek. Miyuki mempunyai banyak ide pada awalnya, namun gadis itu lebih memprioritaskan mengembangkan alat yang sudah direncanakannya bersama Anna.


Tapi saat keadaan yang berjalan diluar rencana terjadi, gadis itu akhirnya mengerjakan pekerjaan yang seharusnya baru akan di lakukannya beberapa tahun kedepan.


“Aku mempunyai banyak rencana yang sebenarnya akan ku bicarakan padamu di masa mendatang.” Ucap Miyuki, dia mengatakannya sambil masih menatap pada mesin buatannya yang kini sedang bekerja di hadapan mereka.

__ADS_1


Anna mengikuti tatapan Miyuki dan memperhatikan mesin sebesar sebuah mobil SUV tersebut. Ada beberapa kabel tebal yang menghubungkan mesin itu pada sebuah kotak besi seukuran sebuah lemari pakaian.


“Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan?” tanya Anna penasaran.


__ADS_2