
Seperti yang sudah Anna minta, Ren dan Yola Silvia sudah menunggunya di dekat gerbang Akademi.
Anna berjanji pada Yola untuk mempertemukan dia dengan kakaknya hari ini.
Sedangkan Ren, karena Anna kebetulan ingin pergi ke laboratorium, dia mengajak Ren untuk pergi bersama karena mereka memiliki tempat tujuan yang sama, toko bunga tempat usaha Rin berada.
Saat masih berada di kafe Akademi, Ren memberitahu Anna bahwa dia akan pergi menjemput Rin setelah jam pelajaran selesai.
Setelah mereka berkumpul di dekat gerbang Akademi, ketiga siswa itu akhirnya memesan taksi untuk transportasi pergi ke toko bunga yang berjarak hanya 1 jam perjalanan dari Akademi.
°°°
Banyak hal yang sebenarnya ingin Yola tanyakan pada Anna mengenai kakaknya. Namun karena Anna adalah boss dari kakaknya, maka dia sungkan untuk melakukannya dan hanya menyimpan pertanyaan-pertanyaan itu di dalam hatinya.
Dia berpikir bahwa dia juga akan mengetahuinya nanti dari kakaknya.
Selain itu, Yola juga menjadi sedikit takut pada Anna, setelah dia melihat gadis itu menghabisi Luke Stewart dan Milena Williams hanya dengan sekali gebrakan saja.
Sepanjang perjalanan, Anna bertukar pesan melalui smartphonenya pada Gina dan Miyuki. Hanya mereka berdualah teman dekat yang Anna miliki saat ini.
Setelah taksi memasuki blok yang masih berada agak jauh dari toko bunga dan laboratorium bawah tanah, Anna meminta supir untuk berhenti di tempat itu dan menurunkan mereka disana.
"Kenapa kita berhenti disini?" Tanya Ren.
"Kau akan tahu nanti. Ikutlah dulu bersama ku." pinta Anna pada Ren dan juga Yola.
Anna membawa keduanya ke sebuah kafe kecil yang berada di lokasi yang agak sepi. Itu adalah kafe yang sering dikunjunginya saat dia tinggal di apartemennya yang hanya berjarak 5 bangunan dari tempat itu.
Sebelum masuk ke dalam kafe, Anna berhenti dan berdiri sebentar untuk memerhatikan keadaan di sekitar kafe yang merupakan bangunan pertokoan model lama yang sedikit usang.
Hanya diam selama 1 menit di depan kafe, Anna akhirnya mengajak mereka untuk masuk ke dalam dan memesan minuman.
Seperti biasa, Anna memesan coklat panas yang belakangan menjadi minuman favoritnya.
Setelah pesanan mereka dihidangkan, Anna membawa Ren dan Yola duduk di kursi yang berada di teras kafe untuk menikmati pemandangan malam yang sunyi dan angin malam yang terasa sejuk.
Itulah alasan yang Anna berikan untuk membawa mereka duduk disana.
Sebenarnya, ada alasan lain yang membuatnya memilih duduk di luar kafe tersebut.
°°°
Berbeda dengan di pusat kota, daerah pinggiran benar-benar sepi walaupun saat itu masih jam 8 malam.
Polusi udara yang sangat memenuhi udara pusat kota juga tidak begitu terasa di tempat itu.
Sejak pusat kota dipindahkan ke area baru yang berada jauh dari pinggiran kota, daerah pinggiran ini, yang sebelumnya merupakan pusat kota, kini berangsur-angsur memiliki udara yang bersih.
Kepadatan kendaraan yang dulunya berada di sana, secara otomatis berpindah ke pusat Kota C, dimana perkantoran dan guild-guild besar kini berdiri.
"Anna, apakah kita sedang menunggu kakak ku?" tanya Yola yang tampak tidak sabar untuk bertemu saudaranya yang sudah selama 1 bulan ini menghilang tanpa kabar.
__ADS_1
"Tentu." Sahut Anna yang kemudian tersenyum lembut pada Yola. Saat Yola hendak berbicara lagi, Anna mengangkat satu tangannya dan memberikan kode untuk menahan Yola agar tetap diam. "Tunggu sebentar."
Tak lama setelah Anna berbicara, serombongan pria berpakaian kasual menghampiri mereka.
Pria paruh baya yang tampaknya adalah pemimpin dari rombongan itu, yang mengenakan setelan jas hitam, menunjuk pada CCTV yang tepat menyorot tempat mereka berada, lalu memerintahkan seorang bawahannya untuk pergi ke dalam kafe.
Anna sebenarnya memang memilih tempat itu karena tersorot kamera CCTV. Untuk itulah dia tadi memantau keadaan sekitar sebelum masuk ke dalam kafe.
Anna juga sudah tahu ada orang yang mengikuti mereka sejak taksi yang mereka tumpangi keluar dari gerbang terluar Akademi.
Anna sama sekali tidak heran atau bingung apakah dua mobil yang selalu mengikuti taksi yang ia tumpangi itu benar-benar mengikutinya, karena dia bisa melihat langsung siapa orang yang telah mengikutinya itu.
Dengan memberikan fokus pada kedua matanya, Anna dapat melihat siapa saja orang yang berada di dalam mobil yang membuntuti mereka.
Karena itulah, Anna tadi meminta taksi untuk berhenti di lokasi yang agak jauh dari toko bunga agar orang-orang itu tidak mengetahui lokasi laboratorium bawah tanah.
Saat pria yang diperintahkan untuk mematikan kamera CCTV baru berjalan beberapa langkah menuju pintu utama kafe, dia tiba-tiba ambruk dan pingsan tanpa mereka semua ketahui apa penyebabnya.
"Apa yang terjadi? Ada apa dengannya?"
Ucap Rudyard Lau yang bertanya pada pria lainnya.
Salah satu dari mereka akhirnya pergi memeriksa rekannya itu. Dia terkejut saat melihat tulang rahang rekannya yang jatuh tertelungkup itu bergeser.
Tanpa mereka sadari, Anna tadi menjentikkan kertas tisu yang sudah digumpalnya sampai seukuran kelereng pada pria tersebut.
°°°
Tapi, dia masih bisa menekan rasa paniknya saat melihat ketenangan di wajah Anna. Dia tahu, bukan tanpa sebab gadis itu terlhat tenang dalam situasi mereka saat ini.
Dari ketenangan yang tampak di wajah Anna, dia menebak bahwa Anna mengenal orang-orang menyeramkan yang saat ini sedang mengepung meja mereka dan dia juga menebak bahwa Anna memiliki keyakinan untuk mengatasi masalah yang mungkin akan menimpa mereka.
"Mereka sepertinya lebih kuat dari Minotaur-minotaur itu, tapi sepertinya Anna tidak takut pada mereka." Pikir Ren, berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Ren tahu, mereka adalah Hunter-hunter kuat. Tubuhnya bahkan gemetaran hanya karena terpengaruh energi Mana orang-orang disekelilingnya itu.
Demikian juga dengan Yola.
"Tidak apa-apa. Mereka hanya orang-orang yang tersesat." Sahut Anna dengan suara pelan seraya menatap Ren dan Yola bergantian. "Minumlah sambil menyaksikan pertunjukan yang akan terjadi nanti."
°°°
"Tuan Lau, saya senang Anda datang sendiri untuk menyerahkan diri." ucap Anna tanpa menatap wajah pria paruh baya itu.
Walaupun kata-katanya mengancam, namun semua orang dapat mendengar ada sedikit kesedihan dari nada suaranya.
Anna dulunya memiliki pandangan baik pada Rudyard Lau.
Saat dia hendak bertemu ayahnya dan selalu ditolak karena kesibukan ketua guild Black Diamond itu, Rudyard Lau selalu menemaninya dan berbicara baik pada Anna untuk menggantikan ayah gadis itu.
Rudyard Lau bahkan selalu menjadi perpanjangan tangan dan penyampai pesan Anna, saat dia hendak meminta bantuan atau membicarakan hal penting pada ayahnya, hingga Anna akhirnya merasa lebih dekat dengan Rudyard dibandingkan dengan ayahnya sendiri.
__ADS_1
Hari ini, dengan terpaksa, Anna akan menyeret Rudyard Lau karena masalah yang Cassey timbulkan.
Karena itulah, Anna tidak nyaman untuk bertatapan langsung dengan kedua mata Rudyard.
Anna masih merasa memiliki kedekatan pada pria paruh baya itu, yang sudah mengabdikan dirinya pada keluarga Lloyd sejak dirinya masih remaja.
Anna akhirnya berdiri dan berjalan menghampiri orang terkuat yang berada di antara para pengepung.
"Saya sebenarnya tidak nyaman karena harus menangkap Anda sendiri. Siapa sangka Anda bisa lolos dari Wang Zhu Ming," ucap Anna. Wajahnya tampak sedih ketika mengatakannya.
"J-jadi... Anda tahu kalau pria itu Wang Zhu Ming?" Rudyard Lau kini sadar bahwa saat itu bukan kebetulan Anna berbicara di depan Wang Zhu Ming tentang keadaannya. Dia kini yakin bahwa gadis itu telah menjebaknya.
"Justru saya yang heran kenapa Anda tidak mengenali Hunter paling terkenal di Asia Tenggara. Seharusnya...," Anna menarik nafas perlahan sebelum melanjutkan kalimatnya. "Seharusnya Anda sudah memasuki masa pensiun sekarang. Anda bahkan sudah kehilangan fokus pada orang-orang penting di dunia Hunter."
Nada suaranya sama sekali tidak terdengar seperti sebuah ejekan. Bahkan Rudyard Lau dapat menangkap rasa simpati pada suara gadis itu.
Anna merasa bersimpati pada pria paruh baya itu, yang nantinya harus menghabiskan masa pensiun di Penjara Hunter.
Mengabaikan perasaan Anna yang sebenarnya tersampaikan padanya, Rudyard Lau mengalihkan pembicaraan dan langsung menyampaikan tujuannya.
"Nona Anna. Kalau Anda mau ikut kami secara baik-baik, saya berjanji tidak akan menggunakan kekerasan pada Anda." ucap Rudyard Lau dengan nada mengancam.
Anna juga mengabaikannya. Dia bahkan tidak menatap asisten pribadi ayahnya itu sejak tadi, walaupun dia sedang berbicara padanya.
Anna masih merasa Rudyard adalah orang yang selalu baik padanya, walaupun barusan dengan terang-terangan mengancamnya.
Anna malah menatap pria di hadapannya yang ia ketahui sebagai Hunter dengan energi Mana terbesar di antara orang-orang yang Rudyard Lau bawa bersamanya.
Anna sudah mengenal wajah pria itu dari daftar Hunter guild Black Diamond yang pernah ia telusuri melalui situs resmi guild tersebut.
"Tuan Maxim Williams, kan? Tunggu, apakah Milena Williams itu putri Anda?" tanya Anna pada pria bertubuh kekar itu.
Tinggi badannya hampir mencapai 2 meter. Anna bahkan sampai harus mendongak untuk menatap kedua matanya.
Maxim mengerutkan keningnya saat mendengar nama putrinya disebut.
"Kau... Apa kau yang berbuat masalah dengan Milena hari ini?" tanya Maxim yang merasa curiga.
Tadi pagi, Milena sempat menghubunginya dan meminta orang-orang ayahnya itu untuk menyelidiki seseorang dengan nama Anna.
Pada saat itu, Rudyard Lau kebetulan juga sedang berada bersama Maxim untuk meminta bantuannya menyingkirkan orang yang mereka duga sebagai orang sewaan Gina yang selalu menghalangi mereka untuk membawa Anna.
Siang harinya, sebelum pertandingan dimulai, Milena akhirnya mengirimkan foto Anna yang diambilnya secara diam-diam, pada ayahnya.
Maxim yang pada saat itu sedang berada di sekitar apartemen Gina untuk menunggu orang yang Rudyard maksud, menunjukkan fotonya pada Rudyard dan meminta bantuan pria paruh baya itu untuk mencari informasi mengenai orang yang di foto putrinya.
Rudyard benar-benar kaget saat melihat wajah di foto yang Maxim tunjukan padanya.
Pada saat itulah Rudyard tahu jika Anna berada di Akademi dan akhirnya dia mengajak rombongannya pergi ke Akademi Hunter lalu menunggu Anna di luar gerbang.
•••
__ADS_1