Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 49 - Elf (2)


__ADS_3

“Ada apa?” Tanya Eleanor yang baru saja tiba di dekat Fael. Ia sempat melihat wajah terkejut Fael sebelum melempar ranting di tanganya.


“Ada racun yang keluar bersama darah dari tubuhnya.” Ucap Fael.


Eleanor melihat ranting yang baru saja dilemparkan Fael. Ranting dan beberapa lembar daun di ujung-ujungnya tampak layu dan mati setelahnya. Bukan hanya ranting dan daunnya saja, rumput-rumput hijau dibawahnya pun mendadak layu dan mati.


Fael meminta Eleanor untuk menjauh dari mayat di dekat mereka. Pada saat itu, racun yang menyebar dari tubuh Elf yang mati, mulai menjalar di sekitar mayat itu.


Karena area racun itu menyebar semakin luas, Fael dan Eleanor akhirnya memutuskan untuk melompat ke dahan pohon.


Dari sana mereka dapat melihat sekitar area dimana mayat-mayat Elf berada menghitam. Seluruh tumbuhan di sekitar mayat, layu dan mati.


Glynka baru tiba sekitar 2 menit kemudian. Keningnya langsung berekrut saat melihat apa yang terjadi di bawah mereka.


“Apa itu racun?” Tanya Glynka sambil menoleh pada Fael.


“Ya. Darah mereka mengandung racun."


“Kau tidak apa-apa?” Tanya Glynka lagi, saat melihat bercak darah di pakaian Fael yang ia tau berasal dari Elf yang kini telah menjadi mayat.


Fael menatap pakaian yang ia kenakan lalu pada lengannya yang terkena percikan darah.


“Aku tidak apa-apa.” Sahut Fael kemudian.


“Apakah darah mereka baru akan menyebarkan racun setelah mereka mati?” Tebak Eleanor.


Fael mengangguk. “Sepertinya begitu.”


Setelah merespon apa yang baru saja Eleanor katakan, Fael menoleh ke sebelah kanannya.


Tak lama kemudian, Eleanor dan Glynka juga menatap ke arah yang sama.


“Mereka bahkan tidak repot-repot menyembunyikan energi Mana.” Ucap Fael. “Berapa banyak musuh kali ini?” Tanya Fael pada Glynka yang memiliki jarak pandang yang jauh.


“Aku tidak tau.” Sahut Glynka.


“Mereka masih belum masuk jarak pandang mu?”


Glynka menggeleng. “Maksud ku, mereka sangat banyak. Mungkin lebih dari seratus.”


Fael berdecak.


“Kita sembunyi saja. Lagian, kau sudah kehabisan anak panah.”


Eleanor dan Glynka mengangguk.


Saat mereka hendak pergi dari tempat itu, sesosok bayangan yang melesat dengan kecepatan tinggi mendekat pada mereka.


Fael yang bisa melihat kehadiran musuh yang datang sambil mengarahkan senjatanya pada leher Eleanor, langsung mencabut pedang pendek dari pinggangnya.


‘Traaannggg!!!’


Untung saja Fael berhasil menangkis serangan mendadak itu, jika tidak, Eleanor pasti sudah kehilangan kepalanya.


“Menjauh!” Seru Fael yang langsung melompat ke dahan lain untuk mencegah lawan mengejar dua saudaranya.


Elf bertubuh kurus itu terkekeh.


“Kau memang sangat kuat, Fael.” Puji Elf yang baru saja datang dan menyerang. Ia kemudian melirik pada Eleanor. “Sayang sekali aku kehilangan kesempatan untuk membunuh salah satu penyihir terbaik di Klan Api.”


“Itu adalah satu-satunya kesempatan yang kau miliki.” Sahut Fael dengan nada dingin.


Cirdan, lawan yang baru saja muncul di hadapan mereka itu kembali terkekeh.

__ADS_1


“Tak ku sangka Fael yang terkenal dari Klan Api malah menjadi mata-mata."


Fael diam. Ia melirik sebentar kesampingnya untuk melihat pada dua saudaranya.


“Ku rasa kau dan dua saudara mu sedang sial. Kau pasti tak mengira wilayah Klan Angin ini akan menjadi zona perang, kan? Hahaha...”


Fael mendengus. "Apa yang kau tertawakan? Bukankah kau juga sedang terjebak disini."


Cirdan berdehem dan sedikit malu. "Kau benar."


Cirdan yang juga di utus oleh Klan Es untuk memata-matai Klan Angin dengan alasan yang sama seperti Klan Api miliki juga sedang terjebak di wilayah Klan Angin.


Saat Cirdan tampak sedang merenung, Fael menggunakan kesempatan itu untuk melemparkan pisau kecil pada Cirdan.


Karena jarak mereka berdiri tadi agak jauh, Cirdan dapat melihat serangan dadakan itu dan memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan.


Namun, dari arah yang tidak ia lihat, bola api biru datang dengan cepat dan melabrak pundaknya.


“Ugh...!”


Cirdan terpental sambil menepuk pundaknya yang terbakar untuk mematikan api yang membakar baju dan kulitnya.


Namun, tatapannya kini teralih pada sebilah pedang yang mengarah ke lehernya.


“Taaaang!!!”


Lengan Fael teralihkan saat serangannya ditangkis oleh sebuah pedang yang memiliki energi sihir besar.


Tidak sampai disitu. Elf yang baru saja menyelamatkan nyawa Cirdan, kini menyerang balik.


Fael melompat mundur untuk menghindari serangan. Sebenarnya, dia juga ingin mengambil jeda untuk memulihkan keadaan tangannya.


Tenaga sihir yang baru saja berbenturan dengannya membuat tangan kanannya yang menggenggam pedang sedikit kebas.


"Habisi yang lain, aku akan mengurus Fael." Perintah Nyrna yang kemudian melompat menuju Fael.


Dengan energi sihir yang meluap dari tubuhnya, bilah pedang Fael berubah warna dari abu-abu menjadi kemerahan.


"Crang... Crang...!"


Suara dua pedang pendek yang beradu kekuatan menggema di sekitar area pertarungan antara Fael dan Nyrna.


Dengan kekuatan penuhnya, Fael sebenarnya sedikit lebih unggul dari Nyrna, namun kecepatan Nyrna yang setingkat di atas Fael, membuat Elf wanita itu bisa mengimbangi lawannya.


Cirdan yang berniat menyerang Eleanor dan Glynka, malah sibuk menghindari bola-bola api yang Eleanor tembakkan padanya tanpa henti.


Berbeda dengan kelas penyihir biasa, Eleanor dapat mengisi dan menembakkan api birunya hampir tanpa jeda dari kedua tangannya.


Eleanor tidak terlalu khawatir dengan kehabisan energi Mana, karena Glynka yang sudah kehabisan anak panah memberinya buff untuk menghemat energi Mana.


Pertarungan kelima Elf itu terjadi di tempat tinggi di antara pepohonan raksasa.


Banyak dahan pohon yang dilewati tebasan pedang Fael dan Nyrna kini berguguran.


Sementara pohon-pohon yang menerima dampak dari serangan Eleanor yang berhasil dihindari Cirdan, mulai terbakar.


•••


Karena sedang sibuk bertarung, 5 Elf itu tidak menyadari kedatangan lawan lain. Mereka adalah pemilik wilayah Klan Angin.


Ratusan Elf bertubuh ungu yang baru saja tiba, menatap sengitnya pertarungan 5 Elf yang berlompatan dari dahan pohon satu ke dahan pohon lainnya.


Pemimpin mereka kemudian memerintahkan Elf pemanah untuk menyiapkan busur, sementara Elf penyihir juga sudah siap menyerang.

__ADS_1


“Serang!” Seru pemimpin Elf bertubuh ungu. Ia adalah kepala Klan Angin.


Saat perintah sudah diberikan, ratusan anak panah melesat menuju ke bagian atas pohon dimana 5 Elf sedang sibuk bertarung.


Dengan memiliki keahlian panah yang sudah terlatih sejak usia belia, Elf dapat menembakkan minimal 3 anak panah dalam 1 kali sentakkan tali busur.


Selain itu, tembakan mereka hampir tidak pernah meleset dari sasaran, apalagi dengan jarak mereka sekarang yang sangat dekat.


Melihat datangnya hujan anak panah, 5 Elf yang sedang bertarung langsung menghentikan serangan mereka antara satu dan yang lain dan pergi berlindung di balik pohon.


Namun, tempat perlindungan mereka langsung menghilang saat pohon-pohon itu patah akibat angin ribut yang tiba-tiba datang menerjang.


Angin ribut itu adalah serangan yang baru dilakukan oleh Elf penyihir dari Klan Angin.


Saat persembunyian 5 Elf terungkap, anak panah kembali menghujani mereka.


Kelima Elf dengan cepat berpindah tempat untuk berlindung kembali di antara batang dan dahan pohon.


Hanya itulah cara untuk selamat dari ratusan anak panah yang semuanya membidik tepat ke masing-masing tubuh mereka.


Hal yang sama kembali berulang. Saat mereka bersembunyi, angin topan kembali melenyapkan tempat persembunyian mereka.


Tak ingin menghabiskan sumber daya dan energi Mana pasukannya, pemimpin Elf bertubuh ungu dari Klan Angin memerintahkan pasukannya untuk berhenti menyerang.


Pemimpin Elf itu kemudian memanggil 3 Elf lain yang adalah panglima-panglima perangnya.


“Serang mereka.” Perintah pemimpin Elf sambil menunjuk pada tempat dimana Eleanor, Glynka dan Cirdan berada.


Setelah memberikan perintahnya, pemimpin Elf itu menghunuskan pedangnya dan melompat menuju tempat Fael dan Nyrna berada.


Melihat pemimpin Klan Angin datang ke arah mereka, Fael dan Nyrna saling melirik dan menganggukkan kepala mereka.


Mereka tau jika harus bertarung satu lawan satu dengan pemimpin Klan Angin, mereka bisa dipastikan akan kalah. Jadi, mereka memutuskan untuk bekerjasama.


Pemimpin Elf menyerang Fael terlebih dahulu.


Fael yang tidak ingin beradu tenaga, menghindari serangan itu dengan melompat ke arah kiri, untuk menjauhi posisi Nyrna. Ia dan Nyrna memiliki rencana untuk menyerang lawannya dari dua arah berbeda agar dapat mengganggu konsentrasinya.


Pemimpin Elf Klan Angin mengejarnya. Ia menebaskan kembali pedangnya pada Fael. Namun, kali ini serangannya itu di sertai dengan energi sihir besar yang menimbulkan gelombang angin pada tiap sabetan pedang.


Fael dapat menghindari serangan tersebut, namun tidak dengan gelombang angin yang mendistorsi udara di sekelilingnya.


Tubuh Fael seakan terjebak dalam ruang udara yang tak terlihat, lalu terombang ambing tanpa bisa ia kendalikan.


Nyrna melihat kesempatan saat pemimpin Elf Klan Angin memunggunginya.


Dengan kekuatan penuhnya, Nyrna kemudian melepaskan serangannya.


Dari ujung pedangnya, muncul bilah es sihir yang langsung melesat cepat menuju tengkuk pemimpin Elf Klan Angin.


Tau akan ada serangan yang membokonginya, pemimpin Elf bergerak ke samping.


Ia lalu melirik dan tersenyum licik pada Nyrna, yang kini melihat bilah es nya dengan mata melotot.


Bilah es yang mengandung energi sihir besar itu, terbang jauh menuju Fael yang sedang terperangkap dalam skill angin pemimpin Elf lawan.


Karena terkejut dengan serangannya yang salah sasaran, Nyrna terlambat menyadari datangnya pedang pemimpin Elf yang kini menuju ke lehernya.


Serangan itu datang dengan sangat cepat. Nyrna bahkan akan mati tanpa sempat mengedipkan matanya, saat ia sudah pasrah akan kematiannya.


Namun, Nyrna merasakan udara di sekitarnya tiba-tiba melengkung, lalu keadaan disekelilingnya berubah.


Nyrna menoleh ke kanan dan kirinya dimana Eleanor, Glynka, Cirdan, bahkan Fael juga sudah berada disana.

__ADS_1


Ia kemudian menatap pada punggung seseorang yang berdiri membelakangi mereka, menghadap pada pemimpin Elf Klan Angin.


•••


__ADS_2