
Setelah Gina selesai berbicara padanya, Miyuki langsung lenyap dari hadapan para Hunter itu.
Ia mulai memasuki gerbang dengan sangat cepat untuk menghancurkan pilar sihir di tiap-tiap Dungeon.
•••
Wang Sin Long duduk di tanah, di dekat Gina dan yang lainnya. Sebagai seorang Hunter terkenal di Tiongkok yang baru saja naik ke peringkat SS, dia merasa bahwa dirinya seakan tak berguna.
Rasa bangga yang selama ini hinggap di hatinya sebagai seorang Hunter berhati lurus yang sama seperti sepupunya, Wang Zhu Ming, lakukan, lenyap seketika ia sudah berhadapan dengan monster bertanduk itu.
Ia akhirnya tahu bahwa ada pertempuran besar antara manusia dan para malaikat tersesat yang menanti mereka dibalik kemunculan gerbang-gerbang Dungeon.
Karena lamanya gerbang-gerbang itu hidup berdampingan dengan umat manusia, ia sampai tidak pernah memikirkan bagaimana caranya untuk menghapus semua gerbang dari muka Bumi.
Hanya setelah menyaksikan dan bertemu langsung dengan salah satu malaikat tersesat dan Miyuki, ia baru menyadari bahwa kehidupan bersama manusia dan Dungeon memang seharusnya diputus.
Tapi, setelah ia tahu bagaimana kuatnya monster-monster asli yang berasal dari para malaikat tersesat itu, dia malah merasa bahwa ia dan semua rekannya hanya bagaikan semut yang ingin menentang seekor gajah.
Sementara Wang Sin Long larut dalam pikirannya, Miyuki telah keluar dari gerbang pertama yang dimasukinya. Tanpa mengambil jeda istirahat sama sekali, Miyuki langsung pergi lagi ke gerbang kedua.
Miyuki terus mengulangi hal itu berkali-kali tanpa beristirahat. Ia terus masuk ke gerbang ketiga, keempat, kelima, keenam, ketujuh, sampai akhirnya Miyuki kembali ke hadapan Gina dan yang lainnya.
"Sihir pengunci gerbangnya akan terbuka," ucap Miyuki. "Kalian sebaiknya menjauh dulu," tambahnya.
"Tapi nona..."
"Tolong minta semua Hunter dibawah kepemimpinan Anda untuk mundur menjauh, tuan Wang," ucap Gina, memotong kalimat Wang Sin Long.
"Miyu, hati-hati, ok?"
"Ya."
Gina, Kevin dan Bimo tahu apa yang harus mereka lakukan dalam keadaan seperti ini. Akan lebih baik jika mereka pergi beristirahat untuk mengembalikan energi Mana mereka setidaknya sampai 10% dulu daripada harus membantu Miyuki dengan kekuatan yang hampir tak tersisa. Mereka justru akan merepotkan Miyuki yang harus bertarung sambil melindungi semua orang.
《"Miyu, aku akan membantumu,"》
Suara Rin tiba-tiba terdengar di earphone mereka. Rin yang sudah merasa cukup beristirahat akhirnya kembali memiloti avatar milik Miyuki atas izin dari Gus.
Bersama avatar Rin, pria bertopeng juga datang untuk membantu.
__ADS_1
"Apa Gus menyanggupi untuk menjagamu sendiri?" tanya Miyuki.
《"Ya."》
"Baiklah."
Miyuki kemudian menoleh pada pria bertopeng.
"Tolong jangan mati, ok... Aku tidak tahu sampai kapan sihir pelindungku bisa melindungimu."
"Y-ya nona Nakano."
"Panggil aku Miyu saja mulai sekarang. Kau bagian dari kami, kan?"
Pria bertopeng mengangguk pelan. Ia merasa kedua matanya terasa panas seketika. Selama hidupnya, ia tidak pernah merasa diperlakukan sebagai seorang teman seperti saat ini. Terutama saat Gina, Kevin dan Bimo menepuk pundaknya bergantian dan memberikan kata-kata penyemangat padanya.
'Walaupun aku mati hari ini, aku tidak akan pernah menyesal.'
°°°
"L-lihat... Lihat itu...!" ucap seseorang tiba-tiba, sambil menunjuk ke layar raksasa di tengah sebuah gedung tinggi yang tadi Miyuki retas.
Di layar itu, mereka melihat gerbang-gerbang yang berada di kota Tokyo dan kota Cape Town mulai terbuka.
Tak lama kemudian, Gerbang di Kota C dan Sydney juga mulai terbuka.
Pada saat itu, Coyote yang tampil di setengah layar berbicara kembali.
《"Kami baru menerima permintaan dari 20% warga dunia. Jadi, kami membuka gerbang di empat kota ini agar Anda semua melihat bagaimana jika Anda memilih untuk bermusuhan dengan kami. Kami masih menunggu permintaan dari kota-kota lain.》
《"Oh... Saya lupa. Kenapa harus keempat kota itu yang terbuka lebih dahulu?"》Coyote menjeda kalimatnya dan memasang wajah sedih sebelum ia melanjutkan kalimatnya,《"Karena kami hampir tidak menerima pesan permintaan hidup berdampingan dari keempat negara dimana kota-kota tersebut berada."》
Setelah mengatakan hal itu, Coyate kembali tersenyum jahat,《"Dan kami juga akan membuka gerbang di Beijing lagi, karena kami tidak mendapatkan pesan sama sekali dari Tiongkok."》Coyote diam sejenak, sebelum kembali berbicara dengan suara riang,《"Bagaimana para petarung yang baru saja bertempur? Apa kalian masih memiliki kekuatan untuk bertarung?"》ucap Coyote, yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
•••
《"Miyu. Kau bisa pergi ke Kota C sementara kami berusaha mencegah yang disini."》
"Aku akan mencoba menangani yang ini dulu," sahut Miyuki.
__ADS_1
Miyuki kemudian merentangkan kedua tangannya ke arah gerbang. Tepat pada saat itu, monster-monster bertanduk enam sudah mulai keluar dari dalam gerbang.
"Sword of Death, part 1. Return Gate!"
Tepat setelah Miyuki mengucapkan mantra sihir, puluhan gerbang besar berbentuk oval yang berwarna biru metalik bermunculan tepat di depan 20 gerbang Dungeon.
Monster-monster yang sebelumnya sudah melangkah keluar dari gerbang Dungeon, tiba-tiba berbalik dan masuk kedalam gerbang baru yang Miyuki buat.
Gerbang itu adalah gerbang yang sama, seperti yang pernah Lorelei buat saat di planet iblis. Gerbang itu akan mengembalikan semua makhluk dan benda apapun yang masuk kedalamnya untuk kembali ketempat asal mereka, atau bisa saja si pembuat gerbang lontarkan lagi ketempat lain.
Dengan adanya gerbang-gerbang itu, jumlah monster yang kini keluar dari gerbang Dungeon berkurang lumayan banyak sampai 30% nya. Tapi, 70% monster yang tidak bisa Miyuki kembalikan ke tempat asal mereka dan tidak terkena sihir aggro dan taunt seperti saat Bimo mengikat mereka, langsung berlari berhamburan ke setiap sudut kota.
Miyuki kembali mengucapkan mantra sihir.
"Sword of Death, part 3. Rain of Death Blades!"
Tepat setelah mantra sihir selesai diucapkannya, puluhan ribu pisau biru tua bermunculan dari arah kedua telapak tangannya dan menyebar ke udara, sebelum menyasar dan mengejar semua monster yang berlarian itu.
Hanya dalam sekejap mata, monster-monster menakutkan yang tadinya sudah mulai menghancurkan bangunan-bangunan yang berada di sekitar area gerbang, mati meledak saat pisau-pisau itu terbang dan menembus tubuh mereka.
Saking dahsyatnya kekuatan sihir itu, pria bertopeng dan avatar Rin yang tadinya hendak maju menerjang para monster, mengentikan langkah kaki mereka dan menatap bagaimana monster-monster itu langsung meledak saat tertembus pisau biru.
"Ini benar-benar sangat mengerikan," gumam pria bertopeng. Saking takjubnya pada kekuatan sihir Miyuki, pria bertopeng sampai menoleh kebelakang, melihat Miyuki yang tiba-tiba saja limbung dan terhuyung-huyung.
Melihat itu, pria bertopeng langsung berlari dan menangkap tubuh Miyuki.
Miyuki memang masih sadar, namun ia juga kehilangan banyak energi Mana setelah menggunakan dua dari enam sihir terkuatnya sekaligus.
"Miyu!"
Gina yang sudah berdiri jauh di belakang mereka, langsung berlari menghampiri saat melihat Miyuki hampir saja terjatuh.
"Miyu, apa yang terjadi?!"
Miyuki tidak menanggapi pertanyaan Gina. Matanya menatap lurus pada ribuan monster yang masih keluar dari gerbang. Ia sedang fokus mengendalikan ribuan pisau sihir dengan kedua matanya, untuk menghabisi seluruh monster itu dengan energi Mana nya yang tersisa.
"Miyu! Sudah cukup, jangan paksakan dirimu!"
Miyuki masih tidak menanggapi apa yang Gina ucapkan, ia malah menunjuk ke arah layar besar yang berada agak jauh di tengah gedung tinggi.
__ADS_1
"Lihat. Mereka datang ke Kota C."
•••