
Rin terbelalak ngeri melihat seringai lebar di wajah Brian yang kini sedang menyeretnya menjauhi lokasi itu.
Seringai yang secara perlahan sirna dan di gantikan teriakan takut secara tiba-tiba saat tangan Brian yang mencekik leher gadis itu tiba-tiba tenggelam terhisap ke dalam tenggorokan Rin.
Brian yang langsung menyadari kekuatan sihir yang sedang menghisap tubuhnya secara perlahan itu, tiba-tiba berteriak nyaring dengan sangat ketakutan.
"T-tidaaaakkkk...!"
Mendengar jeritan ketakutan Brian, tentu saja membuat Li Wen Xia dan Albert Brosman menoleh ke arah itu secara bersamaan.
Saat itu juga, kedua mata mereka melebar ketika melihat tubuh Brian masuk terhisap ke dalam lubang kebiruan yang berada di antara tubuh pria itu dan Rin.
Li Wen Xia dan Albert Brosman sudah sangat mengenal portal teleportasi itu dan menoleh ke arah orang yang mereka curigai sebagai pemiliknya.
Dan benar saja, tangan dan setengah tubuh dari Brian yang sudah masuk ke dalam portal di depan Rin, kini muncul di hadapan Miyuki sampai akhirnya seluruh tubuh Brian seutuhnya berdiri di hadapan remaja itu.
Tap...
Begitu Brian sudah berada di hadapannya, Miyuki langsung menangkap leher pria itu dengan tangannya yang bebas.
Miyuki menyeringai lebar, namun ekspresi wajah dan tatapan matanya tetap dingin seperti biasanya. Ekspresi penuh di wajah gadis itu membuat Brian yang berada dalam kuasanya melotot ngeri.
"K-kau..."
Miyuki mendorong tubuh Brian sampai pria itu terlempar ke arah di mana Li Wen Xia dan Albert Brosman berdiri.
Ia kemudian menepuk-nepukkan bilah tanto pada satu telapak tangannya yang kosong sambil tersenyum dengan senyuman iblis pada ketiga iblis di hadapannya.
"Sepertinya kalian mengenal sihir itu? Wajah kalian menunjukkannya dengan sangat jelas," ucap Miyuki dengan suara dingin.
"Kau... Bagaimana kau bisa memiliki sihir milik malaikat tertinggi Lorelei?" ucap Brian dengan suara bergetar.
Miyuki mengernyitkan alisnya. Ia belum pernah mendengar nama itu. Apalagi bertemu dengan sosok malaikat.
Namun ia juga tidak penasaran dan tidak ingin mengetahui apa maksud perkataan mereka. Yang ia pikirkan saat ini hanyalah membunuh ketiga makhluk yang sudah membuat kehidupannya dan teman-temannya menjadi kacau-balau.
"Aku tidak mengerti apa yang kalian katakan. Tapi, yang aku tahu, kalian sepertinya sudah mengenal sihir itu." ucap Miyuki, mengulangi apa yang ia katakan tadi.
Ketiga makhluk itu tentu saja tahu sihir seperti apa portal sihir Lorelei itu. Saat ini, mereka tidak akan bisa melarikan diri darinya lagi. Kemanapun mereka pergi, mereka akan selalu kembali ke hadapan gadis itu melalui portal sihir.
__ADS_1
Brian akhirnya menyadari bahwa gadis itu sejak tadi memang tidak ingin membunuh mereka, walaupun sangat banyak kesempatan yang ia miliki jika ia ingin memenggal leher mereka.
"Itu benar-benar sihir milik malaikat tertinggi. Dia sengaja menusuk-nusuk tubuh kita untuk meninggalkan tanda agar dia bisa mengendalikan tubuh kita dengan portalnya," ucap Brian pelan pada kedua rekannya.
Glup...
Ketiga makhluk itu menjadi sangat gugup. Mereka tahu, hanya ada dua cara untuk melepaskan diri dari sihir itu. Mereka mati atau pemilik sihir mati.
Yang membuat mereka takut, mereka tahu bahwa itu adalah bagian keenam dari kitab malaikat Lorelei yang merupakan bagian terakhir dari kitab itu. Jika gadis itu menguasai bab 6 dari kitab, ia tentu sudah menguasai 5 bab awal juga. Itulah yang membuat mereka kini sangat ketakutan.
Damballa yang hanya menguasai bab 1 dari kitab malaikat Lorelei saja sudah sangat diakui kemampuan bertarungnya oleh seluruh malaikat. Apalagi jika Damballa saat itu bisa menguasai bab keduanya saja.
Sedangkan remaja di hadapan mereka ini sudah menguasai 6 bab dari kitab tersebut. Hal itu membuat mereka menjadi sangat putus asa.
"Sial! Kenapa kita tidak menyadarinya sejak awal?!" umpat Li Wen Xia dengan suara dan tubuhnya yang sama-sama gemetar.
"Itu karena kau terbawa amarah mu!" bentak Brian.
•••
"Apa yang sedang kalian diskusikan? Cepat kembalilah ke wujud asli kalian." ucap Miyuki sembari menarik Rin mendekat dengan sihir telekinesisnya.
Ia sengaja mengatakannya dengan keras agar suaranya tertangkap oleh para jurnalis dan perangkat syuting mereka. Dia ingin agar dunia mengetahui kebenaran dari siapa iblis yang sesungguhnya.
°°°
"M-miyu, apa aku tidak apa-apa berada disini?" tanya Rin pelan dengan suara gemetar. Ia sangat takut saat ini. Takut terbunuh dan takut menjadi beban Miyuki.
"Kenapa memangnya?"
"A-aku hanya tak mau menjadi beban mu."
"Beban?" Miyuki tertawa. "Jika kau berada di sisi seseorang yang sedang bertarung sengit dan dia menganggapmu menjadi beban, orang itu berarti payah."
"A-apa?"
"Tempat ini boleh hancur, tapi mereka tidak akan bisa menyentuhmu. Jangan khawatir."
Rin terdiam.
__ADS_1
Miyuki tersenyum lembut padanya.
"Aku mempelajarinya dari Anna. Dia tidak pernah mengeluh saat bertarung sambil melindungi orang banyak. Dia bahkan tidak terganggu sama sekali karenanya. Itu karena dia sangat kuat."
Rin mengangguk. Ia tidak terlalu mengerti namun ia hanya akan memercayai apa yang Miyuki katakan.
"Duduklah di sana jika kau lelah berdiri," ucap Miyuki sembari menunjuk ke sebuah gazebo mini yang berada tepat di belakang mereka.
Begitu Rin sampai di gazebo itu, seluruh gazebo tiba-tiba diselimuti cahaya tipis kebiruan.
Miyuki kembali menatap ketiga lawannya yang masih diam dalam keadaan bimbang.
"Aku akan menghitung sampai tiga. Jika kalian masih mempertahankan wujud itu, jangan salahkan aku jika kalian akan mati oleh serangan ku berikutnya."
Di ancam seperti itu, tentu saja ketiganya tidak memiliki pilihan lain lagi. Mereka terpaksa harus menunjukkan wujud asli agar bisa bertarung dengan seimbang.
"Satu."
"Sial, semua yang ku bangun hancur dalam satu hari!" umpat Li Wen Xia.
"Dua."
"Ayo kita tunjukkan wujud asli kita dan bunuh semua wartawan itu." Ucap Brian.
Li Wen Xia dan Albert mengangguk. Lalu, kulit tubuh mereka tiba-tiba mengelupas.
Ketiga makhluk itu akhirnya berubah ke wujud malaikat mereka yang sangat tampan dan cantik. Mereka memiliki rambut pirang yang sama dan memiliki pakaian putih yang sama.
Melihat ketiga orang terkenal itu tiba-tiba berubah wujud, para awak media segera mengarahkan kamera dan memperbesar wajah mereka.
Beberapa dari mereka yang menyadari wujud baru Li Wen Xua sangat mirip dengan wujud makhluk yang berada di dalam Dungeon peringkat S di Kepulauan Fiji, terkejut.
"Dia... Bukankah dia makhluk yang berada di dalam Dungeon itu? Yang menjadi lawan dari guild Nine Bears?"
Saat semua orang menatap ke arah Li Wen Xia yang kini berada dalam wujud Astareth, wujud aslinya, wanita itu tiba-tiba menghilang dan muncul di hadapan mereka.
Bukan hanya Astareth saja. Brian yang kini dalam wujud Astaroth dan Albert yang sudah dalam wujud Mammon, juga muncul secara tiba-tiba di hadapan mereka.
Ketiga makhluk itu kemudian mengembangkan sayap putih mereka dan menghempaskan angin yang sangat kencang ke arah puluhan jurnalis dan ratusan Hunter Asosiasi yang sejak tadi sedang menyaksikan pertarungan di tempat itu.
__ADS_1
Wussshhhh... Wussshhh... Wussshhh...