
Anna memperhatikan seisi kapal dan melihat ada sekitar 30 pria, yang kesemuanya memiliki energi sihir, berada di dalam kapal tersebut.
Di lain pihak, setelah Anna dan Ren berada disana, semua mata menatap pada mereka berdua yang sedang bergandengan tangan. Terutama pada Anna yang tampak asing dan mencurigakan karena masih memakai topi dan maskernya.
“Orang baru?” Tanya seseorang pada pria yang adalah pemimpin rombongan yang baru saja naik.
“Ya... dia pacarnya.” Sahut pria itu.
Pria yang bertanya itu sebenarnya masih berusia 30 tahun. Namun, rambutnya yang menipis alami dan wajahnya yang dipenuhi berewok lebat, membuatnya tampak lebih tua dari usia aslinya.
Dia menatap Anna Lloyd dengan seksama dan dapat merasakan energi Mana dari gadis itu. Karena itu, dia merasa tidak masalah baginya untuk ikut bersama mereka.
“Apakah kelas mu Assassin?” Tanya pria brewok pada Anna, saat melihat tubuhnya yang tampak ramping serta penampilannya yang mirip dengan kebanyakan kelas Assassin pada umumnya.
“Warrior.” Sahut Anna singkat.
“Warrior?” Pria itu sedikit terganggu saat mengetahuinya, karena tubuh Anna tidak cocok sebagai seorang Warrior.
"Walaupun pemula, tapi bukankah dia terlalu ramping?"
“Apa kau tahu kita akan kemana?” Tanya pria brewok lagi.
“Tentu. Ke Dungeon, kan?”
Mendengar apa yang baru saja Anna ucapkan, Ren terkejut. Seingatnya, dia sama sekali tidak pernah mengatakan kemana tujuan mereka, karena itu adalah hal yang sangat rahasia.
•••
Semua orang yang berada di dalam kapal itu adalah tim yang akan melakukan raid tidak resmi dari Dungeon yang gerbangnya berada di tengah laut.
Seluruh Dungeon yang berada di daratan biasanya sudah dipesan dan dibeli oleh guild. Entah itu guild besar yang mampu membeli Dungeon dengan dana sendiri atau guild-guild kecil yang membeli jatah raid secara patungan dan akan melakukan raid gabungan untuk mengatasi Dungeon tersebut.
Sedangkan Hunter tanpa lisensi seperti mereka biasanya hanya dapat mencari nafkah dengan tiga cara.
Yang pertama, mereka dapat bergabung dengan guild-guild kecil yang kekurangan anggota dan mereka akan di berikan bayaran yang sesuai, setelah raid berhasil.
Yang kedua adalah mencari dan melakukan raid di Dungeon yang gerbangnya berada di tengah lautan luas atau di hutan-hutan yang susah untuk di jangkau, seperti yang akan mereka lakukan saat ini.
Pihak Asosiasi biasanya terlambat untuk menjangkau dan memeriksa gerbang Dungeon, hingga terlambat juga untuk melelang Dungeon tersebut di situs resmi Asosiasi Hunter.
Walaupun hal kedua itu adalah tindakan yang bisa disebut sebagai tindakan ilegal, namun Asosiasi biasanya tidak terlalu mempermasalahkannya asalkan tim yang melakukan raid dapat mengatasinya dengan baik dan kembali dari Dungeon dengan selamat.
Jika mereka terpergok dan ditangkap, Asosiasi biasanya hanya akan menahan mereka selama beberapa minggu di penjara, namun akhirnya akan membebaskan mereka juga.
Yang ketiga adalah dengan melakukan raid ilegal. Raid ilegal adalah hal curang yang dilakukan sebuah tim raid dengan melakukan raid terlebih dahulu pada Dungeon yang hak raidnya sudah dibeli tim atau guild lain.
Dari 3 hal di atas, cara pertama dan kedua adalah yang sering dilakukan oleh Hunter-hunter yang tidak memiliki lisensi.
Namun, karena akan menghasilkan uang yang lebih banyak, Hunter-hunter tak berlisensi biasanya melakukan cara kedua.
__ADS_1
Mereka selalu mencari gerbang Dungeon yang sulit untuk di jangkau dan akan melakukan raid disana sebelum Asosiasi melelang atau menaklukkan Dungeon itu sendiri.
Terutama jika kebetulan itu adalah Dungeon berperingkat rendah. Asosiasi biasanya mengabaikannya dan baru akan melakukan raid di sana saat akan terjadi Dungeon Break.
Dungeon break biasanya akan terjadi saat sebuah Dungeon tidak diatasi dalam 3 sampai 10 hari.
Berbeda dengan guild kecil, Asosiasi Hunter dan guild besar biasanya tidak pernah mengajak Hunter yang tidak memiliki lisensi walaupun melakukan raid di Dungeon berperingkat terendah. Mereka tidak mau mengambil resiko mengajak Hunter yang tidak pernah mengikuti pelatihan, karena akan dapat mengganggu kerjasama tim yang dapat berakibat fatal.
Untuk itulah, Hunter yang tak berlisensi biasanya melakukan cara kedua. Mereka melakukan raid terlebih dulu di Dungeon yang di abaikan, karena hanya dengan begitu mereka bisa mendapatkan penghasilan yang layak dibandingkan melakukan cara pertama yang hanya mengandalkan bayaran dari guild kecil yang terbilang sangat sedikit dibandingkan dengan pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa.
Dengan cara kedua, mereka akan mendapatkan uang lebih banyak dengan menjual hasil raid di pasar gelap.
Asosiasi sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan cara kedua tersebut hingga jarang sekali menangkap Hunter-hunter yang melakukannya. Karena, dengan mereka berhasil mengatasi sebuah Dungeon, sebenarnya mereka berhasil membantu menjaga dunia tetap aman dari Dungeon break.
Asosiasi biasanya hanya memburu tim curang yang melakukan raid dengan cara ketiga.
•••
Pria brewok menatap Ren dengan marah, ia curiga bahwa Ren telah membocorkan rencana mereka.
Pada saat ini, berita tentang raid ilegal yang dilakukan oleh sebuah tim sedang santer dibicarakan. Pria brewok itu takut jika rencana mereka sampai bocor, maka pihak Asosiasi akan menyergap dan memenjarakan mereka semua.
Walaupun pada akhirnya mereka tidak akan terbukti sebagai pelaku raid ilegal karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk menaklukkan sebuah Dungeon dengan menghabisi seluruh monster beserta bahan tambangnya seperti yang ramai diberitakan, tapi mereka pasti tidak akan memiliki kebebasan lagi di masa depan karena sudah pasti akan masuk dalam daftar hitam Asosiasi.
Apalagi saat melihat penampilan wanita yang saat ini Ren bawa bersamanya. Wanita itu tampak seperti memiliki tubuh yang terawat dengan baik. Hal itu dapat terlihat dari kulit di sekitar matanya, kulit tangan dan kakinya yang terpampang jelas karena dia menggunakan hotpants jeans.
Pria brewok menebak, wanita itu pasti dari kalangan atas yang sudah pasti memiliki hubungan dengan Asosiasi Hunter.
Dia dapat menebak niat pria brewok yang adalah ketua tim yang sepertinya akan memarahi Ren, dan ingin mengatasi situasi itu dengan cepat.
Pria brewok kembali menatap pada Anna. “Kau Hunter tidak berlisensi?”
“Ya.” Sahut Anna.
Dia tidak berbohong. Karena sebelum dia lulus dari Akademi Hunter maka dia juga tergolong Hunter yang tidak memiliki izin raid dan belum terdaftar di Asosiasi Hunter.
Pria brewok masih menatapnya agak lama sebelum kembali berbicara.
“Baiklah, senjata apa yang biasanya kau gunakan?”
“Tombak atau pedang.” Sahut Anna yang hampir saja mengucapkan ‘aku tidak memerlukan senjata’.
Pria brewok kembali menatap pada Ren kemudian menatap pada ketua geng yang membawa Ren. Ketua geng adalah pria yang tadi mengizinkan Anna untuk ikut bersama mereka.
Pria brewok kemudian menatap kembali pada Anna. “Kau sudah pernah mengikuti raid?”
“Belum, aku mendengarnya dari kenalan ku.”
Pria brewok kemudian menoleh pada seorang pria yang duduk di atas sebuah peti berukuran besar. Pria itu adalah ketua tim dari pasar gelap.
__ADS_1
“Apakah masih ada pedang atau tombak yang bisa dia gunakan?”
“Kami hanya memiliki tongkat yang tersisa. Tapi ini tongkat untuk Warrior, bukan tongkat sihir Mage. Jadi dia bisa meminjamnya.” Sahut pria itu.
Pria brewok kembali menatap Anna Lloyd.
“Kau tidak masalah dengan itu?”
“Tentu. Dan...," Anna menoleh pada Ren. "Dia akan melindungi ku.” Sahut Anna sambil menoleh kembali pada pria brewok.
Mendengar itu, seisi kapal tertawa terbahak-bahak.
“K-kau gila? Kau pikir kita sedang bercanda?” Protes Ren pada Anna dengan suara setengah berbisik.
“Bercanda? Hubungan kita? Atau kata-kata ku barusan?” Sahut Anna yang kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Ren.
Ren dapat menebak gadis itu pasti sedang mempermainkannya.
“Ngomong-ngomong, berusahalah semaksimal mungkin kali ini.” Ucap ketua tim dari pasar gelap. “Asosiasi sedang melakukan penyelidikan ketat mengenai raid ilegal yang sekarang lagi ramai dibicarakan. Ini mungkin akan menjadi kesempatan terakhir kita bekerja sama dalam waktu dekat.”
‘Cough!’
Setelah ketua tim dari pasar gelap selesai berbicara, orang-orang tidak melihat padanya lagi. Mata semua orang tertuju pada Anna yang tadi tiba-tiba terbatuk.
"Aku tidak apa-apa, tolong abaikan saja." Ucap Anna saat menyadari semua mata tertuju padanya.
•••
Kapal yang mereka tumpangi akhirnya tiba di dekat gerbang Dungeon setelah menempuh perjalanan 2 jam penuh.
Tim raid yang berjumlah 22 orang, termasuk Anna di dalamnya, kini sedang mengantri untuk menerima pinjaman peralatan raid dari tim pasar gelap.
Tim pasar gelap menyediakan peralatan seperti tas ransel besar, bahan makanan dan minuman dan kapak kecil untuk menambang. Kemudian ada rompi sederhana sebagai pengganti armor, yang Anna nilai kualitasnya bahkan lebih rendah dibandingkan yang berada di Akademi Hunter. Dan tentu saja senjata untuk digunakan bertarung melawan monster-monster nantinya.
Tim dari pasar gelap memang selalu bekerjasama dengan Hunter-hunter yang tidak memiliki lisensi, untuk mengembangkan bisnis mereka sendiri.
Hasil raid ilegal akan dibeli langsung oleh pasar gelap dan biaya penyewaan peralatan akan dipotong setelah hasil penjualan diuangkan.
Masing-masing orang dari tim pasar gelap dengan cekatan menyiapkan ransel besar untuk tiap Hunter dan sudah mengisi ransel mereka dengan perlengkapan yang dibutuhkan.
“Ransum makan tersedia untuk tiga hari waktu Dungeon. Itu mungkin sekitar tiga atau empat jam waktu di luar Dungeon. Kalian harus bergegas. Mungkin saja tim dari Asosiasi akan tiba dalam enam sampai delapan jam lagi.” Ucap ketua tim pasar gelap sambil menyerahkan beberapa jam tangan khusus yang memang wajib dibawa tiap melakukan raid, pada ketua tim raid.
Jam yang dibuat dengan bahan-bahan hasil raid itu akan tetap berfungsi di dalam Dungeon. Berbeda dengan alat elektronik biasa yang tidak akan berfungsi apabila berada di dalam Dungeon.
Jam itu adalah benda terpenting terutama untuk raid ilegal seperti saat ini. Karena waktu di dalam Dungeon tidak berjalan sebagaimana diluar Dungeon. Waktu yang berjalan di dalam Dungeon jauh lebih cepat dibandingkan diluar Dungeon.
Untuk itulah mereka membutuhkan jam tangan tersebut, yang berjalan dalam waktu yang sama dengan jam di luar Dungeon, agar tahu kapan harus keluar sebelum tim raid Asosiasi Hunter tiba.
Setelah memasangkan jam itu di pergelangan tangannya dan mengantongi sisanya, ketua tim raid menanyakan kesiapan anggotanya.
__ADS_1
Saat mereka semua sudah siap, tim itu segera melompat masuk ke dalam gerbang, sementara tim dari pasar gelap menunggu di kapal yang mereka tambatkan di sekitar gerbang Dungeon.
•••