Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 160 - Raid Di Kepulauan Fiji (7)


__ADS_3

Sementara itu di Dungeon.


Keempat Hunter mulai tertekan saat tornado pelindung yang Bimo ciptakan mulai bisa tertembus oleh serangan lawan.


Walaupun Bimo sudah memperkuat energi sihir pada pelindungnya, namun kekuatan lawan yang kini seimbang dengan kekuatannya itu, bisa mengikis ketebalan tornado pelindung dengan perlahan.


Melihat itu, Gina mengirimkan buff untuk menambah energi Mana pada Bimo, yang sudah banyak menggunakan energi Mana nya untuk terus menggunakan sihir pelindung dan menjaganya agar tetap kokoh agar bisa melindungi seluruh rekannya dengan aman.


Sementara itu, Kevin Jung terus membuat nyala apinya semakin membesar untuk membakar tubuh pengepung mereka.


Namun, 20 monster yang kini menjadi lawan tim raid itu, masing-masing memiliki kekuatan yang setara dengan seorang Hunter peringkat SSS. Jadi, walaupun api itu terus membakar mereka, mereka juga dapat membentuk pertahanan yang dapat mencegah sihir Kevin membuat tubuh mereka hangus terbakar.


Kevin berencana untuk mengubah serangannya. Ia ingin membuat sihir yang lebih kuat untuk dapat, setidaknya, melemahkan semua monster secara bersamaan.


"Gina, sekarang saatnya. Berikan buff untuk membuat kekuatan serangan menjadi berkali lipat pada kami bertiga." Pinta Kevin.


"Baiklah."


"Miyu, setelah serangan ku, gunakan serangan terkuat mu untuk menghabisi monster yang tersisa."


《"Aku akan melakukannya."》


"Bimo, gunakan special skill mu untuk melindungi kita."


"Ya."


Setelah selesai memberi arahan, Kevin mulai memfokuskan pikirannya pada sihir yang akan ia gunakan saat buff yang Gina berikan sudah memengaruhi energi sihir di tubuhnya.


Saat pikirannya sudah terfokus, Kevin melepaskan kekuatan sihirnya. Pada saat yang bersamaan, dari langit, ratusan bola api yang masing-masing setidaknya seukuran sebuah rumah, jatuh seperti meteor menghujani dan membakar 20 pengepung mereka.


Banggg... Bangggg... Banggg...!!!


Bola-bola api tersebut seperti sebuah hujan yang tak henti-hentinya jatuh dari langit.


Sihir tersebut adalah salah satu special skill pamungkas yang Kevin dapatkan saat ia sudah berada di peringkat Mhytic dan baru pertama kali ini ia gunakan.


Kekuatan dan keganasan hujan api tersebut bahkan membuat gelombang energi sihir yang sangat besar, hingga bisa saja membakar siapapun yang berada dalam radius 100 meter dari lokasi pusat sihir berada.


"Gila, kekuatan macam apa itu? Kita sudah berada sejauh satu kilometer tapi masih merasakan kekuatan sihirnya." Ucap Gus Stevin saat merasakan panas membara semakin menjadi-jadi setelah Kevin menggunakan sihirnya. Padahal, panas dari Dungeon itu saja sudah terasa membakar kulit, walaupun dia dan Davina sudah memperkuat pelindung tubuh dengan sihir.


"Aku lebih terkejut dengan kamera ini, yang tidak hancur setelah menerima dampak energi sihir sebesar ini." Sahut Davina, sambil masih menatap pada monitor kecil di kamera.


Gus Stevin mengalihkan tatapannya dari layar kecil yang berada di belakang kamera dan menatap Davina dengan tatapan kosong.


'Bagaimana dia sempat memikirkan hal seperti itu?'


°°°


Setelah hujan bola api berakhir, keempat Hunter tersebut menatap sekitar mereka dengan takjub.


"M-mereka semua menguap." Ucap Bimo dengan suara bergetar.


《"Aneh jika mereka bisa selamat dari serangan sekuat itu."》Sahut Miyuki, yang terdengar seperti sebuah pujian di telinga Kevin.


"Itu sebuah pujian, kan?" tanya Kevin, ingin memperjelas arti kata-kata Miyuki.


《"Ya. Akhirnya kau menunjukkan guna sebuah peringkat yang lebih tinggi dari kami."》


"Hei, kau ingin memuji atau menyindir ku?"

__ADS_1


《"Aku memuji mu."》


"Cepat naikkan peringkat mu dan ayo kita berkelahi!"


《"Aku bahkan tidak memerlukan avatar untuk menang berkelahi dari mu. Lagian, kekuatan serangan mu terbantu oleh buff yang Gina berikan."》


Kevin menatap wajah avatar Miyu dengan kemarahan menyala.


"Gina, berikan buff pada nya, aku ingin menguji apakah kekuatan bertarungnya berbanding lurus dengan kekuatan lidahnya!"


"Sudahlah. Kalian bisa melanjutkan pertengkaran saat kita sudah mengakhiri semua ini nanti, ok?!" Gina memotong keributan kecil itu dan memelototi mereka berdua.


Miyuki mengalihkan pandangannya ke arah lain sambil bersiul, sedangkan Kevin terus menatap avatar Miyu dengan perasaan mendongkol.


'Aku akan memberikan pelajaran padanya suatu hari nanti!'


°°°


Setelah yakin dengan kemenangan mereka dan tidak melihat datangnya gelombang monster lagi, Bimo menghentikan sihir pelindung untuk menghemat energi Mana nya.


Gina berusaha menghubungi Anna berkali-kali, namun tidak ada jawaban yang ia terima.


"Apa sambungannya terputus?" tanya Gina pada Miyuki.


《"Tidak. Dia masih terhubung."》sahut Miyuki.


"Apa sebaiknya kita susul saja?" tanya Bimo.


Gina menatap air terjun yang jatuh dengan tidak wajar itu, kemudian mengangguk.


"Ya. Ayo kita pergi kesana." Gina menyetujui.


"Ayo kita pergi seka..."


Clappp... Clappp... Clapppp...


Suara tepuk tangan seseorang mengagetkan keempat Hunter yang baru saja hendak pergi ke air terjun.


Dari atas tebing, dimana hulu air terjun berada, sosok makhluk menyerupai seorang manusia berdiri sambil bertepuk tangan.


Lokasi atas tebing dan tempat para Hunter berada cukup jauh, hampir berjarak 500 meter. Namun, suara tepuk tangan itu terdengar sangat dekat, seakan makhluk itu hanya berjarak beberapa meter di hadapan mereka.


Wush...


Kempat Hunter itu terkejut saat makhluk tadi tiba-tiba sudah muncul hanya beberapa meter di hadapan mereka.


Mereka langsung bersikap waspada, saat menyadari betapa kuatnya lawan yang baru hadir tersebut.


"Gawat, dia sepertinya sekuat Anna." Ucap Kevin Jung dengan suara pelan, hanya untuk memberikan peringatan pada 3 rekannya.


"Aku tidak menyangka manusia bisa sekuat ini." Ucap makhluk itu. Makhluk yang memiliki wujud seorang wanita cantik dan memiliki rambut berwarna pirang panjang sampai ke pinggangnya.


Makhluk itu bahkan berbicara dengan bahasa manusia.


Gina mengerutkan keningnya dan menatap makhluk itu dengan heran.


'Siapa dia? Apa dia manusia?'


"Bimo, bersiap untuk membuat tembok pelindung lagi." Pinta Kevin dengan suara setengah berbisik.

__ADS_1


"Ya."


"Aku tidak menyangka ada manusia yang bisa menyerap energi Mana dari para monster secepat kalian." Makhluk itu kembali berbicara.


"Siapa kau?" tanya Gina, mengabaikan ucapan lawannya.


Makhluk itu tertawa cekikikan. Ada getaran energi sihir besar yang terkandung dari suara tawanya hingga membuat pasir halus di bawah kaki keempat Hunter itu bergetar, bahkan beriak, seperti permukaan air yang mendidih.


Merasakan kekuatan lawan yang terasa mengintimidasi, Kevin dan Gina yang berdiri di belakang Bimo saling melirik.


《"Dia sangat kuat. Hati-hati."》Miyuki, yang berdiri di belakang Gina dan Kevin mengingatkan.


"Miyu, apa kau masih belum bisa menghubungi Anna?" tanya Gina.


《"Aku sudah mencoba mendeteksi keberadaannya. Lokasinya masih berada di balik air terjun, tapi dia masih tidak menjawab panggilan ku."》


"Apa ada sesuatu yang terjadi padanya?" pikir Gina, yang seketika itu juga langsung mengkhawatirkan keadaan Anna.


"Atau... Jangan-jangan dia meninggalkan alat komunikasi dan pergi ke suatu tempat?" Kevin memberikan pendapat.


《"Tsk... Mungkin saja. Dia sering tiba-tiba membuka gerbang dan pergi ke dunia buatannya, memanggil pasukan untuk mengangkut sesuatu yang menguntungkan baginya."》Miyuki menanggapi.


Kevin dan Gina menoleh pada Miyuki yang berdiri di belakang mereka.


'Keuntungan? Bagaimana dia bisa mengatakan dengan jelas mengenai sifat nya sendiri?'


°°°


"Manusia. Aku ingin memberikan sebuah kesempatan pada kalian." Makhluk itu kembali berbicara. "Jika kau bisa bertarung dengan seimbang saja dengan pengikut ku, kalian akan ku izinkan juga sebagai pengikut ku. Jika kalian kalah, maka kalian akan ma..."


Wush...


Crank... Crankk... Crankkk...


《"Kevin, bersiap saat aku nanti mundur."》Ucap Miyuki, yang sudah menyerang, saat lawannya tadi belum selesai berbicara.


Wanita berambut pirang menangkis serangan dari dua tanto avatar Miyu hanya dengan menggunakan tangan kosong.


Senyuman menghina tersungging di bibir wanita itu, saat ia melihat usaha sia-sia yang dilakukan lawan yang memiliki energi Mana lemah tersebut.


Namun, semakin lama avatar Miyu menyerangnya, ia merasa semakin akrab dengan cara lawannya itu menyerang.


"Teknik bertarung keluarga Damballa?" Gumam wanita berambut pirang saat ia merasa mengenal cara menyerang lawan yang sangat gesit tanpa membuat banyak gerakan yang tidak perlu.


Walaupun serangan-serangan itu tidak bertenaga, namun teknik yang digunakan Miyuki untuk menyerang, sangat merepotkan wanita berambut pirang.


Kewalahan dengan serangan yang sangat gesit, wanita itu menggunakan lebih banyak energi Mana nya untuk menghempaskan lawan hingga membuat avatar Miyu terpental mundur.


Zraaattttt...


Miyuki melihat status avatar yang banyak kehilangan health point dan defence point saat sengatan listrik tadi menyambar tubuh avatar.


Tidak ingin mengambil resiko karena tahu perbedaan energi Mana mereka, Miyuki menggerakkan avatar nya untuk berlindung di belakang Bimo.


《"Kevin, jangan serang dulu. Dia sangat kuat. Ayo kita ikuti apa yang dia mau dan lawan pengikutnya. Kita hanya perlu mengulur waktu sampai Anna kembali."》Ucap Miyuki memberi tahu apa yang dirasakannya setelah beradu kekuatan dengan lawan.


Kevin melirik avatar Miyu yang kini berdiri di antara dia dan Gina.


"Tsk... kau ini. Siapa yang menyuruh mu menyerang?"

__ADS_1


《"..."》


__ADS_2