Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 94 - Rencana Anna


__ADS_3

Melihat boss nya bergabung bersama mereka, Bimo langsung mengangkat mangkuk mie nya, bermaksud untuk menawarkan pada Anna.


"Nona Anna, Anda tidak makan?" Tanya Bimo setelah menelan mie di mulutnya.


"Aku tidak apa-apa. Kalian makan saja." Sahut Anna yang kemudian tersenyum.


"Dia tidak makan makanan instan." Miyuki menimpali.


"Ah... Y-ya... Maafkan saya." Ucap Bimo. Dia ingat kalau tak ada satu pun anggota keluarga Lloyd yang memakan makanan instan selain ransum khusus dikosumsi saat berada di dalam Dungeon.


"Kau tidak perlu minta maaf untuk itu." Sahut Anna. Ia kemudian tertawa.


"Tapi nona, apa yang akan Anda lakukan sekarang?"


Bimo agak penasaran dengan apa yang akan Anna lakukan. Miyuki juga sempat bercerita jika Anna kini tidak lagi pulang ke kediaman Lloyd dan juga masih belum memutuskan untuk melaporkan kejahatan yang Cassey lakukan pada dirinya.


"Sebenarnya, aku yang harus bertanya terlebih dahulu pada mu. Apa yang akan kau lakukan? Kau tak mungkin bekerja lagi di keluarga Lloyd. Aku sudah tidak kembali pada mereka lagi."


Mendengar apa yang Anna katakan, Bimo akhirnya merenung. Sejak dia sadar dari keadaan koma nya, ini adalah pertama kalinya dia menyadari hal itu.


Bimo akhirnya mengingat bahwa dia dapat selamat dari kematian atas bantuan dua gadis remaja di hadapannya. Selain itu, dia kini memiliki kekuatan super yang sebelumnya bahkan tak pernah ia pikir akan dapat memilikinya.


Dari seorang Hunter peringkat F meloncat ke peringkat S? Dia bahkan tidak berani membayangkan hal itu sebelumnya. Bahkan, orang terkaya di Kota C pun, tak ada yang sanggup membiyayai diri mereka sendiri untuk melakukan hal luar biasa itu.


"Saya akan terus mengikuti Anda, nona Anna." Sahut Bimo akhirnya.


Anna tersenyum. Ia senang karena mendengar hal itu langsung dari Bimo.


Walaupun Bimo tidak mengatakannya, Anna sebenarnya akan memaksanya untuk masuk dalam rencana yang sudah ia miliki.


"Bagus. Mari kita buat masa depan kita mulai sekarang." Ucap Anna, yang kemudian menatap 3 temannya itu satu per satu.


Hanya Miyuki dan Bimo yang membalas tatapan itu dengan semangat di mata mereka.


Yola Silvia yang tidak mengerti dengan situasi itu, menatap Anna dengan bingung. Bahkan dia sampai tidak menyeruput mie yang menjuntai di mulutnya.


Dia baru mengenal Anna secara langsung. Bahkan, dia baru berbicara pada Anna hanya beberapa kalimat sebelumnya.


Namun, saat Miyuki bahkan Bimo menoleh padanya, Yola dengan cepat menyeruput mie yang tergantung di bibirnya dan langsung menelan tanpa mengunyahnya terlebih dulu.


"A-apa saya juga harus masuk dalam rencana Anda, nona Anna?"


Anna mengangguk.


"Kau, Ren dan Lucy, masuk dalam rencana ku." Sahut Anna kemudian.

__ADS_1


"Tapi, apa saya boleh tahu rencana apa yang Anda maksud, nona?"


Sebelum menjelaskan rencana nya, Anna menoleh pada Bimo. "Bimo, tolong kau rekam semua yang akan ku jelaskan dalam ingatan mu. Aku tahu kau memiliki ingatan yang sangat baik. Tugas mu nanti untuk menyampaikan apa yang ku katakan ini pada semua anggota yang ku rekrut."


Bimo mengangguk. Ia meletakkan mangkuk mie nya di meja, lalu menatap Anna untuk menyimak apa yang akan gadis itu katakan.


Anna mulai menjelaskan, "Yang pertama, mari kita tingkatkan dulu peringkat kalian. Kita akan melakukan raid untuk mendapatkan bahan-bahan upgrade experience yang nantinya akan Miyuki lakukan pada kalian semua."


"Apa?! Tapi, kita belum memiliki lisensi." Yola mengingatkan.


"Kita memiliki kepala Akademi. Dan..., ketua Asosiasi akan menyusul untuk berada di pihak kita." Ucap Anna. Senyuman licik mengembang di bibirnya.


Walaupun tidak mengerti maksud ucapan Anna, Yola akhirnya mengangguk.


"Aku memiliki rencana berbeda untuk tiap-tiap kelompok. Yang pasti, tujuan kita adalah untuk menutup semua gerbang Dungeon di seluruh dunia." ucap Anna, dengan wajah bersemangat.


Kata-kata Anna, berhasil membuat ketiga orang itu terkejut. Memiliki rencana untuk menutup semua gerbang Dungeon di Kota C saja adalah hal yang terlalu muluk untuk di pikirkan. Menutup semua gerbang Dungeon di seluruh dunia? Ketiga orang itu saling bertatapan untuk memastikan apa yang baru saja mereka dengar tidaklah salah.


Namun, Bimo teringat kembali pada monster-monster dengan energi sihir mengerikan di dalam gerbang.


Entah bagaimana cara Anna membuat mereka semua takluk padanya, yang pasti Anna mungkin punya sebuah metode. Jadi, Bimo merasa bahwa Anna sedang tidak bermain-main dengan perkataannya.


"Tapi, bagaimana caranya kita bisa membeli izin raid jika kita tidak memiliki guild?" tanya Bimo.


"Apa? Tapi, saya bahkan tidak punya lisensi."


"Kau sekarang Hunter berperingkat S. Kau akan mendapatkan lisensi mu dengan cepat. Besok kau ikut dengan ku ke Akademi, kita akan membicarakannya dengan kepala Akademi."


Mendengar jawaban itu, Bimo menoleh pada Yola, demikian pula sebaliknya. Mereka benar-benar belum mengerti bagaimana cara Anna untuk meyakinkan kepala Akademi dengan idenya yang tak masuk akal tersebut. Namun demikian, mereka tidak berani untuk menyanggahnya.


"Yah, mari kita lihat besok." Pikir Bimo. Dia ragu Anna akan berhasil berbicara pada kepala Akademi bahkan dengan bantuan keluarga Lloyd, apalagi tanpa bantuan keluarganya. Namun, dia juga tak mau memupuskan ide gila boss nya itu.


"Nah, ku rasa itu dulu yang perlu ku sampaikan. Sisanya, kalian akan melihat seiring berjalannya waktu." ucap Anna, mengakhiri penjelasan.


Anna kemudian beralih pada Miyuki.


"Avatar hunter itu, apakah kau sudah bisa mengoperasikannya?" tanya Anna pada Miyuki.


"Tentu." Sahut Miyuki dengan cepat seraya menganggukkan kepalanya.


"Apakah benda itu berat untuk di bawa?" tanya Anna lagi.


"Avatar itu hanya seberat tubuh ku."


Anna tersenyum, puas dengan jawaban itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, besok kita akan membawanya ke Akademi. Aku baru ingat, kita bisa melakukan uji coba dengan monster virtual disana."


Miyuki menatap Anna dengan malas.


"Kau pikir kau bisa melakukan hal seenaknya seperti itu?"


"Tentu saja." sahut Anna singkat. Dia kemudian menoleh pada Bimo. "Kau bawalah juga avatar hunter itu besok bersama mu."


Bimo menatap Anna dengan sedikit keraguan di hatinya, lalu ia melirik pada Miyuki yang sudah menatapnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ya, nona." sahut Bimo kemudian.


"Nah, semuanya sudah selesai. Sekarang, ayo kita istirahat dulu." Ucap Anna, mengakhiri rapat singkat itu.


Namun, Miyuki kembali berbicara dan mencegah Anna yang sudah hendak berdiri. “Tunggu dulu. Sekarang…, ada yang ingin ku tanyakan pada mu.”


Anna menoleh padanya. “Apa itu?”


“Sebenarnya, kekuatan apa yang kau sembunyikan?”


Anna mengernyitkan alisnya, tak mengerti maksud pertanyaan Miyuki. "Maksud mu?"


“Yang pertama. Aku tahu kau yang membuat orang-orang itu mengambang di udara." Ucap Miyuki, ia menatap Anna dengan wajah serius lalu menambahkan, "Dan… kau bisa berpindah tempat!”


Anna tertawa canggung.


“Yah, aku sebenarnya tidak ingin lagi menyembunyikan hal-hal seperti itu dari mu.” Sahut Anna kemudian.


“Bagaimana kau bisa memiliki kekuatan seperti itu? Dan apakah kau melakukannya tanpa menggunakan energi Mana?" tanya Miyuki. "Maaf, tapi kau bahkan lebih lemah dari Yola."


Anna tertawa.


Setelah puas tertawa, Anna menghela nafas panjang sebelum memberikan jawabannya, “Begini. Maksud ku, tidak apa-apa jika kau mengetahui aku punya kekuatan itu. Hanya saja, terlalu panjang untuk menceritakan bagaimana cara ku mendapatkannya."


Miyuki tidak puas dengan jawaban itu, namun akhirnya dia mendengus lalu mengangguk untuk mengakhiri pembicaraan sampai disitu.


'Seiring berjalannya waktu, aku juga akan tahu.'


"Nah, ayo kita istirahat dulu." Ajak Anna kemudian.


Anna mengajak Yola untuk pergi ke kamar pribadinya yang juga berada di bangunan bawah tanah.


Sementara itu, Miyuki kembali ke laboratorium bersama Bimo untuk kembali bekerja, mengolah semua kristal sihir yang berada disana.


•••••••

__ADS_1


__ADS_2