Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 289 - Berlibur Ala Nine Bears


__ADS_3

Anna masih berada di pantai itu saat semua temannya sudah pergi ke sebuah rumah pantai untuk beristirahat.


Wajahnya penuh dengan air matanya yang mengering.


Ia masih menyesali keterlambatannya untuk datang menyelamatkan Ren, padahal Ren sudah mengulur waktu lama untuk menunggunya datang menolong setelah ia meminta bantuan pada Miyuki.


Seandainya dia saat itu mengaktifkan ponselnya atau tidak berbicara terlalu lama dengan Eiko, ia mungkin akan sempat datang menolong.


'Andai waktu bisa kuputar kembali...'


Saat Anna bepergian dan disibukkan dengan perjalanannya, ia sempat melupakan kejadian itu. Namun, saat ia berada di tempat tewasnya Ren, dia akhirnya mengingat kembali penyesalan tersebut walaupun kejadian itu sudah berlalu selama 30.000 tahun lebih baginya.


"Anda tidak ke rumah pantai, nona Anna?"


Rin akhirnya kembali ke tepi pantai saat Anna tak kunjung juga datang menemui mereka. Rin sendiri sebenarnya sangat sedih saat mengingat kejadian itu. Melihat bagaimana keluarga satu-satunya yang tersisa itu mati mengenaskan hingga ia kini hidup sebatang kara. Tapi, kesedihannya masih bisa ia tahan karena ada banyak teman yang kini mendukungnya dan membuatnya bisa melupakan kejadian itu.


Tapi tidak dengan Anna yang berpikir ia datang terlambat.


"Anda sebaiknya jangan menganggap hal itu sebagai kesalahan Anda, nona Anna."


Rin akhirnya duduk di pasir pantai, tepat di sebelah Anna.


"Ren juga pasti akan sedih jika dia melihat Anda selalu merasa bersalah seperti ini."


Rin mengusap-usap pundak Anna.


Anna tidak berbicara sepatah katapun dalam waktu lama, sampai akhirnya ia berdiri dan mengajak Rin untuk pergi ke rumah pantai yang Gina sewa untuk mereka semua.


Sesampainya di rumah pantai, Anna langsung melengos naik ke lantai dua tanpa menyapa teman-temannya yang sedang berkumpul di ruang tengah, lalu tidur disalah satu kamar disana.


•••


"Tidak ku sangka dia bisa bersedih seperti itu. Padahal dia sangat ganas saat berperang. Selama ini dia juga sama sekali tidak menunjukkan sikap sebagai seorang wanita normal," ucap dewa Ogun dalam wujud red panda, yang kini berada dalam pangkuan Gina.


"Bagaimanapun, dia masih memiliki setengah darah manusia," sahut dewi Ezili yang berada di pangkuan Yola, dalam wujud otter.


"Setengah darah manusia?" tanya Lucy penasaran.


"Ya," sahut dewi Ezili singkat, sambil menoleh pada dewa Ogun.


"Tsk... Aku sedang malas bercerita. Aku tidak memiliki mood yang baik sejak melihat anak itu menangis tersedu-sedu." Dewa Ogun langsung memalingkan wajahnya, menghindari tatapan semua orang.


"Kau perhatian juga ternyata," sindir dewi Ezili yang selalu melihat Anna dan dewa Ogun bertengkar.

__ADS_1


Dewa Ogun akhirnya menoleh lagi dan menatap dewi Ezili dengan marah. "Itu sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin aku tidak merasa bersedih melihat hal itu?"


"Yah..., kau benar. Aku juga merasa lelah hanya dengan melihatnya menangis selama berjam-jam."


"Anna benar-benar merasa kehilangan yang sangat dalam," ucap Gina. Ia menghela nafas panjang sebelum melanjutkan kalimatnya, "Karena begitu sedihnya, dia menangis dengan seluruh kekuatannya sampai menghancurkan wilayah satu klan Elf."


"Apa?!" Kevin yang sejak tadi duduk diam mendengarkan pembicaraan mereka sambil menikmati bir bersama Bimo akhirnya penasaran.


"Eleanor menceritakannya padaku. Elf Klan Api kehilangan hutan tempat mereka tinggal karena badai dan gempa besar berhari-hari akibat tangisan Anna."


Glup...


Mengetahui itu, mereka merasa ngeri.


"Apa dia tadi menahan diri?"


"Jangan khawatir. Yang seperti itu tidak akan terjadi lagi. Saat itu dia masih tidak tahu cara mengunci energi Mana," sahut dewi Ezili.


"Mengunci energi Mana?"


"Ya. Dia tadi melakukannya. Karena itulah tidak terjadi apa-apa."


"B-begitu..."


"Bagaimana cara untuk mengunci energi Mana?" tanya Kevin penasaran. Ia memang selalu menjadi orang yang mudah penasaran.


Sigh...


"Tapi, kenapa Anna bisa? Bukankah dia manusia?"


"Dia demigod. Manusia setengah dewa."


"Manusia setengah dewa?"


Semua orang yang ada disitu, termasuk Miyuki yang biasanya tetap bisa mempertahankan ekspresi datarnya, terkejut.


Dewa Ogun tiba-tiba menyesali karena sudah memberitahukan hal itu karena semua mata kini tertuju padanya. Seperti biasa, mereka semua berharap dewa Ogun ingin memberitahukan mereka mengenai cerita-cerita rahasia para dewa.


Dengan berat hati, dewa Ogun akhirnya menceritakan lagi siapa Anna sebenarnya dan bagaimana Anna secara kebetulan bisa selamat di pengulangan kehidupan yang terakhir ini.


Semua dari mereka sudah tahu cerita mengenai pengulangan kehidupan itu dan sudah tahu bahwa kiamat sudah terjadi 6 kali karena terlalu kuatnya dewi Ann. Tapi, bagian mengenai Anna yang seharusnya tidak selamat belum pernah ia ceritakan.


•••

__ADS_1


"Jadi, siapa orang yang membuat Anna bisa bertahan selama beberapa menit itu? Apa Anna belum mengetahuinya?" tanya Kevin, setelah dewa Ogun selesai bercerita.


"Belum. Kami juga belum tahu itu."


"Apakah dia mungkin salah satu dari dewan pengawas para dewa?" tanya Kevin lagi, yang juga tahu bahwa di atas para dewa ada dewan pengawas para dewa.


"Itu tidak mungkin. Dewan pengawas para dewa tidak diizinkan datang ke dunia ciptaan kecuali hendak memberikan titah penghakiman. Jika dewan pengawas melanggar, dia akan dianggap sebagai pemberontak atas hukum Absolut."


"Mungkinkah itu Re?" ucap Lorelei yang akhirnya ikut berbicara. "Mungkin saja dia mau mengambil alih tubuh Anna yang spesial itu, kan?"


Mendengar pendapat itu, dewa Ogun dan dewi Ezili saling bertatapan. Apa yang Lorelei katakan itu sangat masuk akal.


"Itu bukan dia. Suaranya berbeda."


Semua orang terkejut saat mereka tiba-tiba mendengar suara Anna ada di dalam kepala mereka.


"A-apa ini? Kenapa suara mu ada di dalam kepalaku?" tanya Kevin kebingungan.


"Kalian sangat berisik. Aku bisa mendengar suara kalian semua didalam kepalaku," sahut Anna.


"Apa kau bilang?!"


"Dia mewarisi sihir dewi Lyn. Dia sekarang bisa mendengarkan semua pembicaraan seluruh makhluk di galaksi ini."


"Apa?! J-jadi..."


"Ya. Aku bisa mendengarkan apa yang kau keluhkan pada Bimo tentang dadaku yang mengecil."


Kali ini, semua orang menoleh pada Kevin.


"Pikiranmu sangat kotor!" umpat Gina.


Kevin : "..."


•••


Tim Nine Bears masih berada di Kepulauan Fiji sampai 3 hari lagi. Sebagian dari mereka, menjadikan saat-saat tenang itu sebagai waktu liburan.


Lucy, Yola dan Rin menggunakan waktu mereka untuk berjalan-jalan keliling di beberapa pulau.


Gina, Miyuki, Davina, Lorelei, Nordic, dewa Ogun dan dewi Ezili, sibuk di dalam dunia buatan Anna untuk berlatih dan melatih ratusan ribu prajurit Anna yang mengikutinya dari planet Titans.


Kevin, Bimo, Gus Stevin, pria brewok dan pria bertubuh besar, menghabiskan waktu mereka minum-minum di tepi pantai hampir sepanjang hari.

__ADS_1


Sementara Anna sendiri, ia masih tidur di dalam kamarnya selama tiga hari penuh tanpa pernah keluar sama sekali.


•••••••


__ADS_2