
Saat status miliknya tampil di monitor, hanya Anna yang tampak tersenyum di antara semua orang yang menatap layar dengan sangat tidak memercayai apa yang mereka lihat.
Pada layar tertera :
NAME : ANNA
RANK :
Exp : 0
MP : 0
CLASS :
SPECIAL SKILL :
°°°
“Apa-apaan ini?! Apa alat ini rusak? Bagaimana mungkin energi Mana nya bahkan lebih rendah dari manusia biasa?!” Kevin Jung benar-benar terkejut hingga dengan refleks memelototi Mira Ahn.
“Tidak mungkin. Jika alat ini rusak, maka alatnya juga tidak akan bekerja pada Anda bertiga sebelumnya,” sahut Ronald Stewart sambil menatap curiga pada Anna.
“Dia mungkin bisa memanipulasi alat pemindai yang selalu disediakan di depan gerbang dan juga di Akademi. Tapi, tidak dengan milik Asosiasi. Bagaimana caranya melakukan ini?” pikir Ronald.
“Ah…, ternyata begitu. Alat ini memang hebat.” Ucap Anna dengan santai sambil menatap kagum pada alat pemindai yang hanya memiliki ukuran 15 x 15 centimeter.
“J-jadi… apa maksudnya?” tanya Kevin penasaran.
“Jenis energi Mana kita berbeda. Jadi, sudah pasti Sato Corporation belum pernah memasukan jenis energi Mana milik ku ke data mereka,” Sahut Anna.
“A-apa? Lalu…, dari mana kau mendapatkan energi Mana berbeda itu? Dan bagaimana cara mu meningkatkan experience point mu?”
Pertanyaan Kevin Jung membuat Anna teringat kembali bagaimana dia mendapatkan inti mana. Kekuatan itu memang sudah sangat besar sejak pertama kali didapatnya
Namun seiring dengan pelatihannya selama ribuan tahun, kekuatannya juga meningkat berkali-kali lipat.
Anna memang mendapatkan inti mana secara instan dengan bantuan patung misterius. Namun, bagaimana dia mengembangkannya benar-benar tidak instan dan dia harus berlatih dengan sangat keras.
Sama hal nya dengan bangsa Orc. Mereka mengembangkan kekuatan sihir dengan melakukan ritual bernyanyi dan menari di sekitar api unggun.
Anna akhirnya menyadari bahwa cara meningkatkan energi Mana mungkin memang berbeda-beda di tiap ras.
Manusia sendiri, mendapatkan inti Mana setelah mengalami sakit keras lalu mengembangkannya dengan sebuah penelitian.
Sebenarnya, itulah yang membuat kenapa manusia tidak sekuat monster si pemilik energi Mana sebelum mereka ambil 'secara paksa'. Manusia hanya mengambil alih tanpa mengembangkannya sendiri dengan latihan atau ritual seperti yang Anna dan Orc lakukan.
"Jadi, bagaimana cara bangsa Elf mengembangkan kekuatan mereka, ya? Aku jadi penasaran," pikir Anna.
"Anna?"
"Ya?" Anna agak terkejut saat Kevin menyadarkannya dari lamunan, “Oh..., saat ini aku tidak melakukan peningkatan apapun.”
“Lalu, dari mana dan bagaimana kau mendapatkan kekuatan mu?” Kevin Jung terus mendesak karena Anna belum menjawab pertanyaannya dengan lengkap.
“Ceritanya panjang dan aku tidak memiliki semangat untuk menceritakannya.” Sahut Anna yang kemudian mendengus dengan tatapan malas. “Sebaiknya kita lanjutkan pembicaraan mengenai perusahaan naungan guild.”
Kevin Jung masih menatap Anna dengan perasaan mendongkol. Selain jawabannya tidak memuaskan, ia juga tidak suka dengan tatapan malas Anna, yang ia rasa sangat merendahkan dirinya. Lagian, itu adalah tatapan yang mirip dengan tatapan seorang gadis yang tampak membencinya, Miyuki.
Kevin Jung memang sangat penasaran, namun dia juga tak berani memaksa Anna untuk memberitahunya.
°°°
“Ehm... Ngomong-ngomong, nama guildnya belum di tulis,” Mira Ahn memotong pembicaraan seraya menatap Gina.
Gina menatap Anna.
__ADS_1
“Aku tidak memiliki ide. Tapi, untuk nama perusahaannya pakai saja nama 9 AM.” Ucap Anna.
“9 AM? Apa arti nama itu?” tanya Kevin.
Anna menunjuk pada jam digital yang berada di dinding ruangan, “Sekarang tepat jam sembilan pagi.”
Kevin mendengus dengan suara nyaring karena kesal.
‘Dia memilih nama dengan sembarangan.’
“Hei, AM bukan cuma menunjukan waktu. Itu juga inisial nama ku dan pencipta avatar. Juga, dulu kami pertama kali bertemu saat jam 9 pagi.”
Kevin menatap Anna lekat-lekat, “Aku yakin kau juga bisa membaca pikiran, kan?”
“Aku tidak bisa. Hanya saja, isi pikiran mu tergambar jelas pada raut wajah dan juga sikap mu.”
“Kau dan kau…, apa kalian bisa menebak isi pikiran ku? Coba perhatikan wajah ku,” pinta Kevin sambil menatap Gina dan Bimo secara bergantian. Kedua Hunter itu menggelengkan kepala mereka. Kevin menatap Anna lagi, “Kau mengerikan.”
Sigh…
Anna langsung pergi kembali ke sofa tanpa menanggapi tuduhan Kevin.
"Bisakah aku saja yang membuat nama perusahaannya? Aku CEO nya, kan? Kau memberikan Gina kebebasan untuk memilih nama juga, kan?" pinta Kevin seraya berjalan menghampiri Anna.
Namun, langkah kakinya terhenti saat sebuah kekuatan besar membelenggu tubuhnya dan membuat kedua kakinya terangkat dari lantai.
"H-hei..., apa yang kau lakukan pada ku? Apa kau mau menjadi seorang diktator?"
Argh...
Mulut Kevin mendadak terkunci dan dia tidak bisa berbicara lagi.
•••
Kevin menjabarkan perusahaan yang akan dipimpinnya pada Ronald Stewart, demi mendapatkan surat rujukan yang nantinya akan dia gunakan untuk mendaftarkan perusahaan secara legal dan untuk mengurus administrasi di kantor pemerintah.
Kevin Jung juga menampilkan produk yang akan mereka pasarkan dalam sebuah video berdurasi lumayan panjang yang telah mereka rekam dari ujian Akademi dan juga saat mereka melakukan raid ilegal di beberapa Dungeon.
Ronald, Steven dan Mira tak henti-hentinya berdecak kagum saat menyaksikan tayangan video yang juga sudah dikemas dengan sangat bagus oleh Miyuki.
Mereka berpikir, jika Hunter pada akhirnya akan di gantikan oleh avatar, maka tidak akan ada lagi yang perlu mengkhawatirkan kematian keluarga, saudara atau teman mereka saat melakukan raid, seperti yang terjadi saat ini.
Avatar hunter terbaru bahkan memiliki sistem untuk melarikan diri saat benda itu dalam keadaan terdesak.
Pengalaman yang Miyuki dapat saat melakukan uji coba pertama di Akademi, membuatnya berpikir bagaimana agar avatar yang dalam keadaan terdesak, memiliki sistem melarikan diri sendiri dan kembali ke tempat pilot berada.
Karena, jika avatar itu hancur dan tercerai berai saat kalah bertarung dengan monster, maka seluruh experience point yang telah di kumpulkan akan hilang sia-sia. Hal itu bisa mengakibatkan orang-orang menjadi ragu untuk membeli produk tersebut.
°°°
Ronald memerhatikan monster-monster Dungeon yang dikalahkan avatar dalam beberapa raid. Ia tahu bahwa jenis monster yang dilawan adalah monster dari Dungeon berperingkat A, dan avatar bisa mengalahkannya!
“Apa avatar itu berperingkat S juga?” tanya Ronald pada Kevin dengan tatapan serius. Dia berpikir, jika avatar itu berperingkat S, maka dia sebaiknya pensiun saja.
Kevin berdehem sekali sebelum menjawabnya, “Saat rekaman di ambil, avatarnya masih berperingkat B,” sahut Kevin pelan. Ia dapat melihat reaksi terkejut Ronald setelahnya.
Jawaban itu malah membuat Ronald merasa bahwa dirinya tidak diperlukan lagi untuk bertarung melawan monster.
'Jika peringkat B sudah sehebat itu, bagaimana jika avatar nya berperingkat S?'
Sebenarnya, monster-monster telah di lukai dengan lumayan parah oleh pasukan Orc dan Dark Elf sebelum di habisi avatar. Namun, mereka tentu saja tidak mengambil rekaman saat Orc dan Dark Elf melakukannya, untuk tidak membuat pertanyaan kebingungan lainnya yang pasti akan sangat merepotkan untuk dijawab.
Untungnya, cara bertarung sang pilot avatar juga sangat meyakinkan. Pilot menggerakan avatar dengan sangat gesit, bahkan cara bertarungnya lebih efektif dibandingkan seorang Hunter profesional tipe Assassin.
“Pilotnya sangat mahir mengendalikannya.” Mira Ahn mengomentari. Sebagai sesama Assassin, dia tidak yakin apakah akan bisa melakukan gerakan bertarung sebaik pilot avatar.
__ADS_1
“Ya. Saat melakukan uji coba di Akademi, Tuan Fizer juga langsung meminta pilotnya untuk di daftarkan di Akademi hanya setelah melihat sedikit aksinya.” Anna mengatakan hal itu dengan ekspresi bangga.
"Pilotnya bukan seorang Hunter profesional?" tanya Mira dengan tatapan terkejut.
Anna tersenyum, "Bukan. Dia juga seumuran dengan ku dan belum pernah belajar di Akademi. Dia tidak ingin terlibat dengan Dungeon secara langsung. Untuk itulah dia menciptakan avatar hunter."
Mira terdiam. Hal itu sebenarnya sangat tidak masuk di akal. Bagaimana seorang pemula bisa memiliki teknik bertarung seperti itu? Tentu saja semua orang yang mendengar apa yang baru saja Anna katakan, tidak akan memercayainya.
Saat pertama kali melihat cara Miyuki bertarung, Kevin Jung juga mengira bahwa gadis itu pastilah seorang Hunter berpengalaman. Namun, saat ia tahu Miyuki hanyalah Hunter pemula, dia hampir muntah darah akibat tak bisa memercayainya.
Bisa bertarung dengan sangat cekatan seperti yang Miyuki lakukan saat mengendalikan avatar adalah impian semua Assassin. Sayangnya, karena kesibukannya dengan urusan administrasi di Asosiasi, Mira tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih seni bela diri.
"Tidak usah terlalu merasa rendah diri. Aku juga merasa malu saat melihat gerakan avatar yang benar-benar mirip seorang pembunuh sejati," ucap Ronald yang juga seorang Hunter tipe Assassin. Dia tersenyum pahit di akhir kalimatnya.
“B-baiklah… Sekarang...," Mira mengalihkan perhatiannya pada Gina, "Apa kau sudah menetapkan nama guild?” tanya Mira.
Terlalu banyak kejutan yang Mira terima hari ini hingga tak mau lagi terlalu berlama-lama menatap video presentasi. Mira merasa akan menjadi gila jika harus melanjutkan menonton video tersebut. Wanita itu akhirnya meninggalkan Kevin Jung pada Ronald, boss nya.
“Nine Bears.” Sahut Gina dengan cepat.
Semua orang menoleh pada Gina, setelah dia mengatakan nama guild baru nya.
“Apa tadi?” tanya Mira, saat merasa tidak yakin dengan pendengarannya.
“Nine Bears.” Gina mengulangi.
Glup…
Mira menelan ludahnya saat kehabisan kata-kata untuk mempertanyakan nama aneh tersebut. Dia mengira akan mendengar sebuah nama yang terdengar garang atau setidaknya sebuah nama yang bagus dari seorang wanita cantik dan juga cerdas seperti Gina.
Namun, Kevin yang sedikit tidak menerima nama yang ia pikir terlalu imut, mempertanyakan nama tersebut seolah hendak mewakili pemikiran Mira.
“Dari mana kau mendapatkan ide itu?” tanya Kevin. Cara ia bertanya santai, namun dengan tatapan tidak setuju.
“Kita mendirikan guild tepat jam sembilan. Anggota pertama Hunter juga ada sembilan jika di hitung dengan avatar. Nama perusahaan yang akan dinaungi juga menggunakan angka sembilan, kan?” Gina menjelaskan.
“Lalu, dari mana asal nama beruang nya?” tanya Kevin lagi.
“Kita…,” Gina melirik pada Anna sebelum melanjutkan, “Kita bisa memanfaatkan sosok beruang yang membantu membereskan dungeon break. Orang-orang tidak akan tahu jika kita mengatakan bahwa sosok di balik kostum beruang adalah avatar hunter,"
"Kita juga bisa memanfaatkan kejadian itu untuk menaikan nama perusahaan 9 AM. Dan lagi, tidak akan ada orang yang mengklaim dirinya sebagai sosok di balik kostum beruang, kan? Jadi tidak akan ada yang tahu. Kecuali, ayah, Steve dan Mira membocorkannya.”
Ronald Stewart menatap Gina dengan mata terbelalak setelah putrinya memberikan penjelasan panjang lebar mengenai asal nama guild yang dipilihnya.
Ronald tidak pernah menyangka putrinya yang manis dan selalu berbicara jujur itu bisa menjadi seorang pengarang cerita indah seperti itu.
‘Putri ku sudah berubah.’
Ronald melirik pada Anna yang memiliki senyum canggung di bibirnya saat mendengarkan penjelasan Gina, “Dia bocah yang memiliki pengaruh berbahaya.” Pikir Ronald seraya menatap Anna dengan sedikit memiliki perasaan jengkel di hatinya.
“Bagaimana, Anna?” tanya Gina pada Anna, yang langsung menjawab dengan anggukan kepala.
“A-aku setuju.” Sahut Anna yang kemudian memaksakan bibirnya untuk tersenyum lebar.
Mungkin di antara mereka semua hanya Anna yang tahu bahwa Gina sangat menyukai beruang karena hanya Anna yang pernah melihat seberapa banyak koleksi miniatur beruang milik Gina di apartemennya.
'Pemilihan nama itu hanya karena dia suka beruang, kan?'
“Baiklah…,” Kevin akhirnya menyetujui nama itu, walaupun dia sebenarnya tidak menyukainya. "Dan aku adalah wakil ketua dari guild bernama aneh, juga ketua dari perusahaan dengan nama tanpa filosofi," Kevin mendongkol dalam hatinya.
“Bagaimana Bimo?” tanya Gina lagi, pada pria pendiam yang kebetulan berdiri di sebelahnya.
“Saya setuju, nona Gina.” Sahut Bimo cepat.
Gina tersenyum lebar, “Nah, dengan ini, guild kita resmi terbentuk!”
__ADS_1
•••••••