Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 109 - Kevin Jung (2)


__ADS_3

Gina duduk bersama ayahnya, juga Wang Zhu Ming dan Jester Bailey di sebuah meja bundar kecil yang hanya memiliki 4 kursi di tiap sisinya.


Tempat keempat Hunter itu berada masih merupakan tempat yang sama seperti sebelumnya, aula perjamuan milik Asian Soul.


Butir-butir keringat dingin menyembul di dahi Gina di bawah tatapan serius 3 Hunter di sekitarnya. Bukan karena kelelahan setelah memulihkan cidera Brandon Lloyd, namun karena pertanyaan yang baru saja di ajukan ayahnya, Ronald Stewart.


"Siapa sebenarnya remaja itu? Bagaimana dia bisa begitu kuat?"


Itulah pertanyaan yang baru saja Ronald tanyakan dan ia benar-benar tidak bisa mengabaikan pertanyaan tersebut kali ini, di bawah pengawasan 3 Hunter yang menunggu penjelasannya dengan penuh minat.


Gina mulai membuka mulutnya.


"Sebenarnya... Astaga!!!"


Gina terperanjat sampai melompat dari kursinya.


Hal serupa juga di lakukan 3 Hunter lainnya, saat melihat Anna tiba-tiba muncul di samping Gina.


Anna juga terkejut melihat reaksi keempat Hunter itu.


'Ah, aku mengagetkan mereka? Sepertinya mereka sedang fokus pada sesuatu.'


Anna tadi berteleportasi lagi ke aula dan muncul di atas panggung. Beberapa Hunter Asosiasi yang masih berada disitu terkejut saat melihat kehadiran Anna yang tiba-tiba. Namun, empat Hunter yang berada di pojok ruangan rupanya tidak menyadari kehadirannya karena terlalu fokus pada suatu hal hingga saat Anna berteleportasi lagi ke tempat mereka, mereka pun terkejut.


"Maaf, saya tidak bermaksud mengagetkan Anda semua." Ucap Anna dengan wajah tersipu.


Keempat Hunter itu mengangguk cepat sebagai jawaban mereka.


"Bolehkah saya membawa Gina sebentar? Ada yang membutuhkan perawatannya." Pinta Anna, seraya menatap tiga Hunter lain secara bergantian.


"Ayo kita pergi!" Sahut Gina.


Hal terbaik untuk menghindari menceritakan siapa Anna pada 3 Hunter di situ adalah dengan cara melarikan diri dan inilah kesempatannya.


"Baiklah kalau begitu," Anna tersenyum pada ketiga Hunter lain, lalu menghilang lagi bersama Gina.


Ronald Stewart, Wang Zhu Ming dan Jester Bailey saling bertukar pandang sebelum akhirnya duduk kembali di kursi.


Mereka tidak berbicara apapun dan larut dalam pikirannya masing-masing.


Anna kembali tanpa ada Kevin Jung bersamanya dan meminta untuk membawa Gina karena harus merawat seseorang.


Tubuh ketiga Hunter itu menggigil saat bisa menebak apa yang kira-kira telah terjadi.

__ADS_1


"Bahkan Kevin Jung terluka olehnya!"


Pikiran serupa ada di dalam benak ketiga Hunter top itu.


•••


Anna kembali dengan membawa Gina bersamanya.


Setelah kembali ke tempat itu, Anna menunjuk pada Kevin Jung yang duduk bersila di atas tanah dengan wajah pucat.


Gina tak langsung melakukan pemulihan pada Kevin. Dia sedikit terkejut saat tahu telah di bawa ke depan sebuah gerbang Dungeon dimana banyak Hunter Asosiasi juga Hunter dari sebuah guild besar berada juga di sana.


"Apakah kau bisa memulihkan dia?" tanya Anna dengan wajah memerah karena malu dengan pertanyaan yang ia ajukan.


Gina menoleh pada Kevin Jung. Ia tahu kalau bisa melakukannya, namun sudah pasti akan menguras banyak energi Mana karena dari wajahnya pria itu, sepertinya dia terluka dalam cukup parah.


Gina mengangguk, lalu bertanya pada Kevin, "Apa yang terjadi pada Anda?"


Kevin Jung mendongak dan menatap Gina sebentar lalu melirik pada Anna, "Dia meremukkan tulang-tulang ku."


Gina memiliki ekspresi terkejut di wajahnya. Namun, siapapun yang melihat wajah Gina, dapat melihat senyuman melintas walau hanya sekilas di bibir wanita cantik itu.


Gina merasa senang di dalam hatinya karena secara tidak langsung Anna sudah membalaskan sikap meremehkan dan tidak sopan Kevin Jung pada ayahnya, walaupun sebenarnya tadi ia juga sudah cukup senang saat melihat Anna memukul wajah Kevin setelah berbicara pada ayahnya sambil menatap remeh.


Gina berjongkok, lalu berbicara pada pria itu dengan nada dingin, "Aku Gina Stewart. Putri ketua Asosiasi yang Anda pandang dengan sebelah mata tadi."


Kevin mendecakkan lidahnya. Dia akhirnya tahu kenapa wanita itu tampak senang saat tahu bahwa ia telah cidera lumayan parah.


"Lain kali, berbicara dan bersikaplah sopan pada seseorang yang tidak bersikap buruk pada Anda." Gina berbicara dengan menatap tajam pada kedua mata Kevin, "Kali ini saya mau membantu Anda karena Anna yang memintanya."


Kevin bergidik saat mendengar nada bicara dingin dari wanita itu.


'Wanita-wanita di kota ini sangat dingin.'


"Terima kasih. Saya akan meminta maaf jika bertemu lagi dengan tuan Stewart."


Anna tersenyum melihat momen itu. Ia kemudian berbalik dan pergi untuk menemui dua orang Hunter yang bertanggung jawab atas gerbang Dungeon yang ada disitu.


Gus Stevin yang sedang bertugas sebagai Hunter pengawas gerbang dari Asosiasi menatap Anna yang sedang berjalan ke arahnya, dengan seksama.


Sebelum Anna 'menjemput' Gina tadi, mereka sempat bertukar sapa sebentar saat Anna meminta mereka untuk menjaga Kevin Jung.


Gus Stevin menatap Anna dengan wajah tegang. Kemampuan datang dan pergi dengan cara menghilang seperti yang Anna miliki, cukup membuatnya tahu seberapa hebatnya remaja itu.

__ADS_1


Ia bahkan tak pernah mendengar jika seorang Hunter top berperingkat SS memiliki skill menghilang.


°°°


Gus Stevin terus memperhatikan Anna sambil sesekali melirik pada Gina yang tiba-tiba dibawa gadis itu bersamanya.


Ingin rasanya untuk menghampiri Gina saat itu juga. Namun saat ia menyadari Gina sedang fokus memulihkan keadaan seorang Hunter yang tampaknya mengalami cidera cukup parah, Gus Stevin mengurungkan niatnya.


Anna menyapa Gus Stevin dan Adolf Nima sekali lagi saat ia sudah tiba di dekat mereka.


"Tuan Nima, apa Anda mengenal saya?" tanya Anna, pada pria berusia akhir 30an yang berdiri di sebelah Gus Stevin.


Adolf Nima adalah salah satu Hunter berkedudukan tinggi di guild Black Diamond yang akan melakukan raid di Dungeon peringkat B yang gerbangnya berada tak jauh dari mereka.


Sebagai salah satu Hunter berkedudukan tinggi di guild Black Diamond, Adolf adalah orang yang memegang tanggung jawab saat ketua tim raid belum datang ke lokasi.


Tim raid dari guild Black Diamond yang berada di lokasi ini sebenarnya sedang menunggu kehadiaran ketua tim mereka, Brandon Lloyd, yang mereka tahu akan datang terlambat karena harus menghadiri undangan khusus dari guild Gold Dragon.


Namun, dia akhirnya mendapat kabar jika ketuanya tak akan hadir karena telah di tahan pihak Asosiasi sebagai kriminal.


°°°


Adolf Nima menatap Anna dengan sedikit bingung. Sebagai orang berkedudukan tinggi di guild milik keluarga gadis itu, dia tentu mengenal Anna yang memiliki status sebagai putri bungsu ketua mereka yang keberadaannya tak di buka kepada publik.


"Nona Lloyd, tentu saja saya mengenal Anda. Tapi, kenapa Anda ada di sini?"


Anna tersenyum lembut pada pria itu lalu berbicara, "Karena ketua tidak bisa hadir, saya akan mewakilinya untuk melakukan raid di Dungeon ini."


"Apa?! Tapi, ini adalah Dungeon peringkat B."


Anna tidak menanggapi kata-kata Adolf. Dia kemudian berbicara pada Gus Stevin.


"Tuan, ada masalah dengan Dungeon ini." Ucap Anna. Ia kemudian berbalik dan menunjuk pada Kevin Jung, "Anda mengenalnya kan?"


Gus Stevin menatap dengan seksama pada Kevin Jung. Wajah pria itu sangat familiar. Apalagi rambut panjang berwarna merahnya itu. Gus Stevin sangat akrab dengan wajah dan penampilannya, namun ia juga merasa bahwa mereka belum pernah bertemu sebelumnya.


Tapi, tak lama kemudian dia menyadari bahwa pria jangkung itu adalah seorang agen rahasia terkenal milik Asosiasi Australia yang bertugas di wilayah Australia dan Asia Tenggara.


"D-dia... Kevin Jung?!"


Anna tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Ya."

__ADS_1


•••


__ADS_2