
Walaupun pria bertopeng dan Wang Sin Long terlihat sangat berminat mendengarkan cerita Azazel, namun hal itu tidak tampak pada Miyuki.
Miyuki tidak tertarik sama sekali pada cerita yang ia anggap hanya seperti sebuah dongeng belaka saat Azazel menceritakan tentang bagaimana dunia para dewa ada dan siapa mereka sebenarnya.
Walaupun apa yang Azazel ceritakan itu sebenarnya adalah hal yang nyata dan penting, tetap saja hal itu tidak dianggap penting oleh Miyuki.
Miyuki tetap sabar menunggu cerita malaikat tersesat itu hanya karena ada hal lain yang direncanakannya. Ia menunggu siapa tahu teman-teman malaikat tersesat itu datang untuk menyelamatkannya.
Tapi, sekitar satu jam kemudian, Miyuki mulai mulai bosan dengan cerita yang sama sekali tidak mengarah ke kenapa mereka membuka gerbang Dungeon. Ia pun mulai gusar dan akhirnya memotong salah satu lengan Azazel.
Sratttt!!!
Melihat lengannya tiba-tiba terputus, tentu saja membuat Azazel, yang sedang fokus bercerita, marah.
•••
“Kau gila! Kenapa kau memotong lenganku saat aku masih bercerita? Bukankah kau berjanji..."
"Nah, aku bosan mendengarnya," potong Miyuki. "Tidak ada bagian dari ceritamu yang mengungkapkan kenapa kalian sampai membuka gerbang Dungeon di Bumi. Sebaiknya kau panggil saja semua temanmu. Aku benar-benar bosan."
"Kau tidak tahu tindakanmu ini akan merugikanmu sendiri? Apa kau tidak tahu seberapa kuatnya kami? Ku harap kau tidak akan menyesali perbuatanmu ini!” umpat Azazel.
Walaupun kekuatan Miyuki sangat menakutkan, namun ia juga tidak bisa menerima saat diremehkan oleh seorang manusia.
“Kalian kuat? Kalau kalian kuat, kenapa kalian takut padaku? Aku sudah mengizinkanmu untuk memanggil semua kawananmu dan aku ingin melihat seberapa kuatnya kalian,” sahut Miyuki dengan senyum mengejek.
Azazel yang sangat geram, langsung mengirimkan sinyal pemanggil yang lebih kuat pada seluruh malaikat tersesat yang berada di Bumi.
Walaupun manusia dihadapannya ini memiliki inti Mana dari malaikat tertinggi, ia yakin bahwa mereka bisa menanganinya jika bersatu untuk melawannya.
“Kalau kau tidak mau cerita, biar aku saja yang bertanya,” ucap Miyuki. Ia memperbaiki posisi duduknya, menghadap Azazel yang sedang sangat marah dengan wajah yang tampak merah padam.
“Ku perhatikan, tiga temanmu itu berada si posisi tinggi disebuah organisasi dan perusahaan. Apa temanmu lainnya juga seperti itu?” tanya Miyuki.
Azazel tersenyum tipis. Pertanyaan itu secara tidak langsung mengarahkan situasi yang jauh lebih baik untuknya.
Musuh sedang membutuhkan informasi dan dia bisa mengulur waktu karenanya.
__ADS_1
Dengan begitu, Miyuki akan berada di posisi yang membutuhkan jawaban sedangkan ia sebagai pemberi informasi tentu akan bisa mengulur waktu sambil menunggu teman-temannya datang untuk menyelamatkannya.
Tapi, apa yang terjadi berikutnya, sangat diluar dugaan.
Tanpa ia kehendaki, tangannya yang tersisa tiba-tiba bergerak sendiri dan mendarat di atas meja giok.
Kemudian, salah satu jarinya tiba-tiba terputus.
“Kau…!”
“Kau tahu kalau sihirku akan membuatmu tak bisa mengembalikan bagian tubuhmu yang hilang, kan?”
“Saat kau tidak memberikan jawaban atau jawabanmu membuatku ragu, aku akan memutuskan satu jarimu. Kau mengerti?” ucap Miyuki. Baik nada bicara, kalimat, dan tatapannya sama-sama mengancam.
“Jawab pertanyaanku tadi,” ucap Miyuki lagi, mengulangi pertanyaannya.
“Y-ya… mereka berada pada posisi tertinggi di beberapa negara! Mereka ketua Asosiasi dari beberapa negara!" seru Azazel. Ia sudah tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak.
“Dimana saja? Jika mereka adalah seorang ketua Asosiasi, sebutkan nama dan berada di Asosiasi mana saja mereka sekarang.”
Saat Azazel tampak ragu untuk menjawabnya, salah satu jarinya sudah menghilang.
Saat Azazel menyumpah, satu jarinya menghilang lagi hingga ia kini hanya memiliki satu jari saja yang tersisa di tangannya yang utuh itu.
Tidak tahan dengan hinaan itu, Azazel akhirnya mengerahkan kekuatan penuhnya untuk melepas kekangan sihir pada tangannya.
Sayangnya kekuatan sihir Miyuki yang diluar nalarnya sebagai mantan malaikat, benar-benar tidak bisa ia lawan. Jangankan menarik kembali tangannya yang terkekang, ia bahkan tidak bisa menggeser tangannya sama sekali.
'Brengsek! Apa dia ini benar-benar manusia?!'
Tidak memiliki pilihan lain, Azazel akhirnya memberitahukan siapa saja kawanannya dan sedang menyamar sebagai apa dan berada di negara mana.
Setelah mendapat jawaban lengkap itu, Miyuki tersenyum puas. Ia pun mengajukan pertanyaan lain.
"Jadi, apa tujuan kalian membuka gerbang Dungeon?"
Azazel yang sudah sangat marah, langsung menjawabnya dengan sangat cepat.
__ADS_1
"Gerbang-gerbang itu ada sebenarnya karena kami ingin semua manusia sejalan dan sepemikiran dengan kami. Apa kalian tidak merasakan diabaikan oleh sang pencipta? Lihatlah, dengan adanya gerbang-gerbang itu, kehidupan jadi lebih baik, kan? Walaupun awalnya dianggap sebagai malapetaka, tapi gerbang-gerbang itu kini menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak orang. Bukankah sangat banyak manusia yang memiliki kehidupan yang lebih baik setelahnya?"
"Para dewa itu tidak pernah memerhatikan ciptaannya. Mereka hanya terus berpesta pora, saling memperebutkan posisi di dunia mereka dan saling mencari muka untuk diakui sebagai dewa terbaik. Karena itulah kami tidak menyukainya dan akhirnya berkhianat,"
"Kau pikir kami berbuat jahat? Lihat, manusia bahkan tidak berperang dengan sesama manusia. Manusia berperang dengan bangsa dari planet lain. Kami juga membantu manusia untuk memiliki kekuatan agar bisa menangani makhluk asing yang berada didalam gerbang, kan? Tidak ada yang dirugikan, kan?"
Ucap Azazel dengan sangat berapi-api.
"Kata-katamu itu benar-benar tidak masuk akal," sahut Miyuki akhirnya. "Karena perbuatan kalian, manusia justru semakin menjadi serakah. Kau tidak melihat perebutan kekuasaan antar Hunter dan bagaimana Hunter-hunter yang lebih kuat pada akhirnya menindas Hunter-hunter lemah?"
"Nah, lihat ini." Miyuki menunjuk pada daftar Hunter yang dipilih untuk melakuan raid di Dungeon peringkat S yang akan dijadwalkan untuk masuk ke dalam gerbang esok hari. "Apa ini yang kau bilang tadi sebagai adanya kedamaian antar manusia? Kau ingin menyingkirkan manusia yang menentangmu!"
Azazel terdiam. Karena kata-kata Miyuki, juga karena cara aneh Miyuki yang malah mengangkat daftar para Hunter yang akan melakukan raid ke depan tubuhnya, namun tidak mengarahkan tulisan surat perintah itu padanya, namun malah ke arah dirinya sendiri.
"Kau... Apa kau sedang merekam ini?" tanya Azazel curiga.
Miyuki tersenyum.
"Aku tidak merekamnya. Aku sedang melakukan siaran langsung di stasiun berita WABC."
Azazel terdiam.
Saat Miyuki menurunkan dokumen itu, Azazel akhirnya melihat ada salah satu kancing di pakaian yang Miyuki kenakan tampak berbeda dari bentuk kancing lain.
"Keparat!!!"
Bannnnggggggg!!!
Bertepatan dengan umpatan Azazel, mereka tiba-tiba mendengar suara ledakan besar yang berasal dari luar gedung Asosiasi.
Mengenal aura dari energi sihir yang membuat ledakan di luar gedung, Azazel tersenyum sinis.
"Kau ingin bertemu dengan kami dan ingin tahu seberapa kuatnya kami, kan? Jangan menyesal setelah ini!" seru Azazel sambil melontarkan energi sihir dari mulutnya.
Azazel melakukan serangan sihir dari mulutnya. Ia melontarkan energi sihir besar, yang berhasil meledakkan dan menembus tembok di belakang posisi Miyuki duduk.
Pada saat itu, kekang di tangannya juga sudah terlepas hingga Azazel akhirnya bisa membuka gerbang kembali untuk melarikan diri.
__ADS_1
•••