
Gina, Kevin dan Bimo akhirnya tiba di lokasi tempat ketiga makhluk kloning sedang mengamuk, menghancurkan bangunan-bangunan dan membunuh semua Hunter yang sedang berusaha menghalau mereka.
Gina langsung memerintahkan semua Hunter Asosiasi untuk merawat dan membawa pergi semua korban akibat serangan tiga makhluk kloning. Sementara ia sendiri, Kevin dan Bimo tetap tinggal untuk menghadapi ketiga makhluk tersebut.
Melihat wajah ketiganya sama persis seperti teman-teman mereka, Gina sempat terdiam beberapa saat sampai sebuah ledakan terjadi di hadapannya.
Boooommm!!!
Ledakan yang berasal dari serangan salah satu makhluk kloning itu berhasil dihalau oleh tembok pelindung yang Bimo buat saat ia memerhatikan Gina kehilangan kewaspadaannya.
"Gina, mereka bukan teman-teman kita. Waspada!" seru Kevin Jung, menyadarkan Gina dari lamunannya.
"Maaf. Aku hanya tidak percaya harus melawan teman-temanku sendiri setelah bertarung melawan ayah dan sepupuku beberapa hari yang lalu."
•••
Makhluk kloning berwajah Anna itu akhirnya maju menyerang dengan bersenjatakan pedang pendek di masing-masing tangannya.
Melihat lawan datang menyerang, Bimo yang sebelumnya berdiri di samping Gina langung maju untuk menghadangnya dan membentuk sebuah dinding pelindung yang jauh lebih besar dan kokoh daripada sebelumnya.
Daaaannnggg... Danggg... Dang...!!!
Makhluk itu terus-terusan menebas tembok pelindung yang Bimo bentuk, dengan kedua pedang di genggamannya.
Sementara itu, dua makhluk kloning berwajah Rin dan Ren masih diam di belakang makhluk kloning berwajah Anna sambil terus memerhatikan Gina dan Kevin dari kejauhan.
Kevin menengadahkan kedua tangannya ke langit. Lalu, dari langit, hujan bola api berjatuhan di atas kepala makhluk kloning dengan wajah Rin dan Ren.
Wushhh... Wushhh... Wushhh...
Booommm... Boooommm... Booommm...!!!
Hujan bola api itu terjadi terus-menerus sampai Kevin akhirnya menurunkan kedua tangannya saat ia merasa bahwa kedua makhluk itu pasti sudah mati terkena serangannya yang sangat dahsyat.
"Jika mereka mengkloning kekuatan Rin dan Ren, mereka seharusnya akan langsung mati setelah terkena seranganku barusan," ucap Kevin dengan yakin.
Namun, saat asap tebal yang berasal dari ledakan bola api Kevin sudah menghilang, mereka melihat kedua makhluk kloning itu masih berdiri kokoh dengan asap hitam tipis melindungi tubuh mereka.
"Apa itu sihir pelindung?"
__ADS_1
"Sepertinya. Bukankah Anna memiliki sihir pelindung seperti itu? Hanya warnanya saja yang berbeda." Sahut Gina.
Seakan serangan tadi bukan masalah besar untuknya, makhluk kloning berwajah Ren merentangkan salah satu tangan yang ia arahkan pada tembok pelindung buatan Bimo, tanpa memerhatikan Kevin Jung lagi. Bersamaan dengan itu, tembok pelindung buatan Bimo itu tiba-tiba meiliki sebuah lubang besar di tengah-tengahnya.
Kemudian, dengan melalui lubang tersebut, makhluk kloning berwajah Anna akhirnya masuk dan menyerang Bimo.
Crang... Crang... Crang...!!!
Bimo menangkis serangan dua pedang lawan dengan perisai besarnya.
Melihat itu, Gina yang baru selesai merakit tombaknya, langsung maju untuk membantu Bimo terhindar dari serangan lawan.
•••
Pertarungan sengit antara Gina melawan makhkuk kloning berwajah Anna pun terjadi.
Selama pertarungan itu, Gina menyadari bahwa lawannya benar-benar memiliki skill bertarung yang sama hebatnya dengan Anna, namun tidak memiliki daya hancur seperti yang Anna miliki.
"Kevin, serang kami!" Seru Gina.
Mendapat perintah itu, tentu saja Kevin langsung menembakan puluhan bola apinya.
Bimo sudah paham dengan apa yang Gina inginkan. Pada saat itu juga ia langsung mengirimkan sihir pelindungnya pada Gina.
Tapi, serangan yang Gina harap bisa menghabisi lawannya itu ternyata tidak melukainya sama sekali karena pada saat itu, tubuhnya juga dilindungi oleh sihir pelindung berupa asap kehitaman yang menyerupai sebuah bola gelembung.
Tapi, Gina menyadari bahwa sihir pelindung itu bukanlah milik lawan dihadapannya.
Ia kemudian menoleh pada dua makhluk kloning yang masih memerhatikan pertarungan mereka dari jauh dan melihat makhluk kloning berwajah Ren itu sedang mengarahkan telapak tangannya pada makhluk kloning berwajah Anna.
"Kevin, serang makhluk yang mirip Ren itu. Dia memiliki sihir pelindung."
Setelah Gina memerintahkannya, Kevin langsung menembakkan bola-bola apinya lagi pada target yang Gina pinta. Kali ini, Kevin menyerangnya dengan menambahkan banyak energi Mana pada bola-bola apinya.
Boooommm... Boooommm... Boooooommm...!!!
•••
Sigh...
__ADS_1
"Yang satu itu sepertinya Healer!" seru Kevin saat melihat lawannya masih dalam keadaan baik sesaat setelah serangannya tampak akan berhasil namun tubuh lawannnya tiba-tiba pulih saat asap kehitaman yang berasal dari makhluk kloning berwajah Rin datang menyelimutinya.
Pada saat itu, sesosok makhluk dengan jubah hitam tiba-tiba muncul dibelakang Gina. Ia langsung mengarahkan telapak tangannya ke kepala Gina dan melontarkan energi sihir yang bermaksud untuk memecahkan kepala gadis itu.
Wusssshhhh... Boooommmm...!!!
Gina yang tentu saja menyadari ada energi Mana terkumpul di belakang kepalanya, langsung menunduk dan menghindari serangan.
Setelah serangannya dihindari, makhluk berjubah hitam itu langsung pergi menghampiri makhluk kloning berwajah Anna dan menariknya untuk pergi menjauh.
Melihat lawan tiba-tiba menjauh, Gina langsung pergi ke sisi Bimo untuk berlindung didekatnya kalau-kalau lawan akan menyerang mereka dengan sihir jarak jauh.
"Tidak kusangka ada manusia sekuat kalian." puji makhluk berjubah hitam, sembari membuka sebuah gerbang sihir dibelakangnya.
Bersamaan dengan terbentuknya gerbang sihir itu, ketiga makhluk kloning langsung pergi ke gerbang tersebut lalu menghilang dibaliknya.
"Siapa kau? Apa kau salah satu iblis?"
"Iblis?" makhluk berjubah hitam tertawa.
Wushhhh...
Spalsh...!!!
Percikan yang berasal dari tembakan bola api Kevin menyebar bagaikan lava saat makhluk berjubah hitam itu menepis bola api dengan sangat mudah hanya dengan satu kebasan tangannya.
"Tsk... Kau benar-benar tidak sopan. Bukankah temanmu sedang berbicara padaku?" protes makhluk berjubah hitam yang kemudian tertawa terkekeh.
Ia kemudian menatap kembali pada Gina.
"Jika pertarungan dilanjutkan, mereka bertiga sepertinya akan mati ditangan kalian. Akan sangat disayangkan jika hasil ciptaan yang sudah ku rawat selama bertahun-tahun itu mati begitu saja. Tunggulah beberapa bulan lagi dan aku akan mengirimkan mereka kembali kesini," ucap makhluk itu yang kemudian pergi masuk kedalam gerbang menyusul ketiga makhluk kloning.
"Apa dia salah satu dari iblis-iblis itu?" ucap Bimo saat makhluk itu sudah pergi dari hadapaan mereka.
"Mungkin saja. Tapi, bukankah Miyu mengatakan bahwa Takayoshi Sato yang mungkin menciptakan makhluk-makhluk itu?"
"Kita tidak tahu pasti. Yang pasti Kota C akan terancam bahaya jika mereka nanti kembali lagi dengan kekuatan asli Anna," sahut Gina.
"Tapi kenapa dua makhluk yang mirip Ren dan Rin itu memiliki kekuatan berbeda? Bukankah Miyu juga bilang bahwa mereka akan dikloning dengan kekuatan asli?"
__ADS_1
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Kevin itu. Ketiganya akhirnya diam merenung di tempat itu sampai Hunter-hunter dari Asosiasi yang tadinya pergi mengevakuasi para korban telah kembali.
•••••••