
Melihat tampaknya orang-orang yang berada di dalam ruangan sedang membahas hal yang sangat penting, Gina agak terkejut dan merasa menyesal telah menerobos masuk ke dalam ruangan pada saat yang tidak tepat.
Sebenarnya, itu bukan kesalahan Gina sepenuhnya. Dua petugas yang berjaga di depan pintu, langsung membukakan pintu untuknya saat dia tiba di depan tadi.
Padahal, jika mereka mengatakan bahwa sedang ada pembicaraan penting antara ketua Asosiasi dan Hunter nomor 1 di Asia Tenggara, Gina pasti akan dengan sabar menunggu di luar ruangan.
Namun, petugas yang tahu jika ketua Asosiasi sangat mengkhawatirkan putrinya yang tidak pernah mengunjunginya selama 2 minggu belakangan, dengan tidak sengaja juga langsung membukakan pintu. Terutama saat mereka melihat penampilan Gina yang tampak mengkhawaitkan.
Merasa tidak berada pada tempatnya, Gina pun merasa tidak nyaman. Ia buru-buru hendak berdiri dari tempat duduknya untuk segera pamit meninggalkan ruangan.
Namun, Jester yang seakan mengerti perasaan tak nyaman Gina hanya dari melihat raut wajahnya, segera menghentikannya.
"Tidak apa-apa, Anda juga harus tahu situasinya." Ucap Jester seraya menatap Gina dengan tatapan lembut.
Wang Zhu Ming juga mengangguk setuju. Walaupun ini adalah kali pertama mereka bertemu, namun Wang Zhu Ming tahu siapa gadis itu. Kota C akan sangat membutuhkannya nanti untuk mengatasi masalah yang akan terjadi disana.
Melihat dua tamu Asosiasi tampak tidak keberatan dan malah memintanya untuk mempelajari situasi yang akan terjadi, Gina tersenyum canggung sebelum akhirnya duduk kembali di tempatnya.
Gadis itu kemudian menoleh pada layar, untuk membaca semua informasi yang tertera disana.
Setelah membaca seluruh bahan presentasi di layar monitor, Gina menatap dua tamu Asosiasi Hunter untuk bertanya lebih lanjut, namun ia rasa akan tidak sopan jika melakukannya, jadi dia hanya diam.
“Itu sebenarnya adalah perkiraan tempat munculnya gerbang Dungeon berperingkat tinggi,” ucap Jester Bailey seakan mengerti arti tatapan Gina Stewart.
“Y-ya?”
“Saya memperhatikan Anda sepertinya ingin bertanya.”
“O-oh… maafkan saya.”
“Tidak masalah, Anda juga harus mengetahui hal itu karena kedepan kita akan bekerjasama.” Jester tersenyum padanya, sebelum melanjutkan kembali penjelasannya. "Salah satunya adalah tempat yang sama persis di lokasi Anda dan tim Akademi melakukan raid. Walaupun anehnya, Dungeon itu awalnya hanya Dungeon berperingkat E. Kami sebenarnya tidak menyangka akan ada hal seperti itu terjadi." Jester, mengakhiri penjelasannya.
"Dungeon yang peringkatnya berubah..." Gina hanya ingin melengkapi apa yang baru saja Jester katakan dengan menggumamkannya.
Namun, Jester mendengarnya dan melanjutkan, "Awalnya, kami juga tidak mempercayainya saat mendapatkan informasi itu dari Asosiasi saat meminta bantuan. Tapi, kita sudah melihatnya sendiri tadi."
__ADS_1
Wang Zhu Ming melirik Jester Bailey yang menurutnya terlalu banyak bicara saat seseorang tidak bertanya padanya. Itu bukan kebiasaan yang temannya, yang sekaligus asisten pribadinya, sering lakukan sebelumnya pada orang yang tidak dikenalnya dengan akrab.
Masih banyak yang ingin Gina tanyakan, seperti mengapa level Dungeon tiba-tiba berubah? Hal seperti itu tidak pernah terjadi sebelumnya. Padahal, dari hasil yang Asosiasi Hunter Australia temukan harusnya itu adalah Dungeon berperingkat tinggi, bukan Dungeon yang levelnya bisa berubah.
Jika kejadiannya akan berulang, mungkin akan banyak Dungeon yang bermasalah kedepannya. Dan juga dari yang Gina lihat di layar tadi, sepertinya hal itu hanya akan terjadi di Kota C.
Gina hanya menyimpan pertanyaan-pertanyaan tersebut di dalam hatinya. “Akan ada kesempatan lain kali," pikirnya.
Setelah Wang Zhu Ming melihat pembicaraan antara Gina dan Jester sudah selesai, dia akhirnya membuka mulutnya dan berbicara pada Ronald Stewart.
"Ada satu hal lagi yang ingin saya sampaikan pada Anda."
Ronald Stewart langsung menatap Wang Zhu Ming dan memberikan perhatiannya kembali pada pria itu.
"Sebelum kami hendak pergi ke Asosiasi tadi siang, ada hal mencurigakan yang juga patut untuk diselidiki." Wang Zhu Ming menghentikan kalimatnya sampai disana, dia menatap Ronald dengan lebih serius sebelum melanjutkan kalimatnya. "Sepertinya ada masalah yang terjadi dalam sebuah keluarga Hunter. Ada usaha pembunuhan yang terjadi antar keluarga."
"Apa?! Siapa?"
Wang Zhu Ming mengkerutkan dahinya dan mencoba untuk mengingat lagi nama yang disebutkan dalam pembicaraan yang telah didengarnya secara tidak sengaja tadi siang.
"Kalau tidak salah, keluarga Lloyd."
Wang Zhu Ming menggelengkan kepalanya, "Saya tidak tahu apakah itu adalah keluarga Lloyd yang sama."
Wang Zhu Ming kemudian menggaruk-garuk pelipisnya dengan ujung jarinya saat baru menyadari bahwa apa yang baru saja diceritakannya mungkin agak kurang pantas dengan tanpa adanya bukti. Apalagi, jika itu adalah keluarga Lloyd yang sama, apa yang ia katakan seperti sebuah tuduhan politik.
Semua orang di Kota C sudah tahu bahwa guild Black Diamond dan guild cabang Gold Dragon adalah saingan teratas di Kota C. Apa yang ia katakan seperti hendak menjatuhkan guild saingannya itu.
Ronald Stewart sudah pasti adalah orang yang paling tahu hal itu. Setelah dia mendengar cerita itu, pria paruh baya itu diam walaupun masih tetap menatap pada Wang Zhu Ming.
Dia tahu, tidak ada keluarga Hunter lain dengan nama Lloyd selain keluarga pemilik guild Black Diamond.
Dengan agak ragu, akhirnya Ronald bertanya, "Apakah Anda memiliki buktinya?"
Saat Wang Zhu Ming hendak menjawab pertanyaan itu, ia dihentikan oleh suara panggilan telepon yang berasal dari ponsel salah satu orang di dalam ruangan.
__ADS_1
Dengan panik, Steven Stewart mengambil ponsel dari kantong jas nya. Ia kemudian buru-buru meminta maaf atas keteledorannya lalu berdiri dan pergi untuk menerima panggilan.
"Sayang sekali, orang yang kami bawa untuk di interogasi berhasil melarikan diri saat kami meninggalkannya untuk pergi ke Dungeon tadi."
Jester Bailey menyambung pembicaraan untuk menjawab pertanyaan Ronald tadi, saat ia melihat Steven sudah pergi meninggalkan ruangan.
Ronald Stewart hendak menanggapinya, namun dia sedikit terganggu saat melihat Gina yang terlihat gelisah seperti menahan diri untuk berbicara.
Jester juga melihat itu.
"Ada yang ingin Anda sampaikan, nona Stewart?" Jester bertanya.
Gina menoleh pada Jester sebelum berpaling menatap ayahnya.
Walaupun awalnya agak ragu-ragu karena janjinya pada Anna, Gina akhirnya memutuskan untuk memberitahukan apa yang telah ia ketahui demi melindungi gadis itu.
"Sebenarnya..."
Brak...!
Suara pintu yang baru saja dibuka dengan tergesa-gesa menghentikan kalimat Gina.
Semua orang menoleh pada orang yang baru saja masuk dengan sangat tergesa-gesa, yang langsung berlari menghampiri Ronald Stewart.
"Tuan! Telah terjadi Dungeon Break!" seru Steven tanpa memerdulikan sikapnya yang tidak sopan pada tamu mereka dan boss nya.
Ronald yang pada awalnya hendak marah pada keponakannya yang sembrono itu, mendadak berdiri dari tempat duduknya saat mendengar apa yang baru saja Steven ucapkan.
"Dungeon Break?!"
"Ya. Lokasinya ada di tengah kota, di antara pusat kota dan pinggiran kota."
Setelah mengatakan kalimat itu, Steven menunjuk pada tablet yang berada di atas meja di hadapan Mira Ahn.
Wanita itu langsung mengerti dan menyalakan tabletnya. Ia kemudian menghubungkannya langsung dengan monitor, dan mereka akhirnya dapat melihat tayangan langsung di lokasi kejadian yang di ambil dari satelit.
__ADS_1
"Monster-monster itu... Orc dan High Orc..."
•••