Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 297 - Kedatangan Pasukan Iblis (2)


__ADS_3

Asap hitam tebal yang berasal dari tubuh pasukan iblis bercampur kabut debu dari bangunan yang meledak menutupi seluruh area dimana Anna telah menembakkan sihirnya.


Setalah ia tidak merasakan lagi adanya energi Mana dari pasukan iblis, barulah ia mengebaskan gumpalan asap-debu itu hingga udara kembali bersih seakan tidak pernah ada debu dan asap yang pernah beterbangan di sana.


Anna memfokuskan indranya lagi. Merasakan pertempuran yang terjadi di lokasi jauh, di 4 benua yang berbeda dari benua tempatnya berada.


Lorelei dan Nordic sudah menghabisi semua pasukan kloning. Anna kemudian membukakan gerbang lagi bagi mereka untuk pindah ke kota lain di benua yang sama dimana mereka masing-masing berada.


Setelah kedua Serafim yang masih mengunci energi Mana mereka itu pindah lokasi, barulah Anna kembali berkonsentrasi pada pasukan iblis bertanduk empat yang baru keluar dari gerbang.


Tidak seperti pasukan sebelumnya yang tampak takut-takut untuk menyerang, pasukan iblis itu langsung berlarian menghampiri Anna.


Anna mengambil sebilah besi kecil dari ujung lengan catsuitnya, lalu melemparkan besi itu ke arah pasukan iblis yang sedang berlari dan terbang ke arahnya.


Saat besi kecil itu tiba di depan barisan pasukan iblis, besi hitam itu berubah wujud menjadi sebuah tombak panjang yang hitam berkilauan.


Tap...


Anna tiba-tiba muncul di tengah-tengah pasukan iblis dan menangkap tombak Igigi nya.


Ia memutar-mutarkan tombak itu dengan sangat cepat, menyapu dan menghancurkan seluruh iblis yang berada di sekitarnya.


Tiap tombaknya mengayun, seluruh iblis yang berada di jalur ayunan lenyap bak tertelan angin, hanya menyisakan gumpalan asap hitam hasil dari meledaknya tubuh mereka.


Hanya dalam waktu kurang dari 1 menit, seluruh pasukan iblis bertanduk dua yang baru saja keluar dari gerbang telah musnah seluruhnya.


•••


Setelah Anna mengebaskan tangannya, debu-debu dan asap hitam yang dihasilkan dari meledaknya tubuh iblis dan debu dari puing-puing bangunan yang beterbangan, menghilang.


Ia kemudian terbang mendekati gerbang dan meraba gerbang raksasa itu ketika sudah tiba disana.


Lempengan kristal solid yang merupakan gerbang penghubung antara Bumi dan planet iblis itu terasa panas di kulit telapak tangannya. Itu artinya ada banyak energi sihir iblis yang terdapat pada gerbang, yang membuatnya menjadi sangat keras hingga tidak bisa dilewati makhluk Bumi.

__ADS_1


Anna mendengus pelan saat bisa memperkirakan lempengan kristal dari gerbang yang mengeras itu telah tertancap dalam sampai ke perut Bumi.


"Tsk... Mereka pintar juga. Kalau aku menghancurkan gerbang ini, Bumi akan ikut terbelah," gumam Anna.


Anna memfokuskan indranya lagi merasakan jauh ke tempat keberadaan pasukan Gina dan Rin, yang baru saja selesai menghabisi seluruh pasukan kloning di lokasi mereka, dari tempatnya berada.


Ia kemudian memindahkan kedua pasukan itu melalui gerbang ke lokasi lain untuk bertempur kembali disana.


Selain memindahkan mereka, Anna juga memeriksa energi Mana semua rekannya itu. Seandainya ia merasa bahwa mereka membutuhkan waktu untuk beristirahat, dia akan mengirimkan Miyuki, pasukan Orc atau Elf untuk menggantikan mereka. Karena itulah dia masih menyimpan mereka.


•••


Saat gelombang ketiga keluar dari gerbang, Anna pergi menjauh. Sebelum menyerang semua iblis bertanduk dua itu, ia memeriksa kondisi tanah di sekitar area itu terlebih dahulu dengan terbang berkeliling.


Anna melihat banyak retakan di daratan, juga tanah yang mulai amblas.


Ia tahu, jika memaksakan diri untuk menggunakan sihirnya lagi, daratan di tempat itu mungkin akan amblas seluruhnya hingga semua bangunan dan gedung yang berada dalam radius 10 kilometer mungkin akan ikut jatuh terkubur kedalam tanah.


"Bertarung tanpa energi Mana sama saja seperti aku mengunci energi Mana ku, kan?" gumam Anna yang kemudian mendengus pelan.


Anna saja sudah berusaha meminimalisir kekuatannya sampai batas terendah namun hasilnya tetap seperti yang kini dilihatnya.


Ia akhirnya menyadari kenapa dewi Ann melatih fisiknya juga. Kekuatan fisik itu ternyata bisa digunakan di saat seperti ini.


Tapi tetap saja ia khawatir jika para panglima perang iblis apalagi jika dewa perang mereka sampai datang nanti. Ia tidak akan bisa menang bertarung melawan mereka jika hanya mengandalkan kekuatan fisik saja.


Satu-satunya cara agar bisa bertarung dengan bebas adalah jika pihak penyerang mengajukan tantangan untuk berduel. Pada saat itu kekuatan pelindung surgawi akan menutup energi sihir agar tidak keluar dari area pertarungan dan merusak alam sekitar.


Sebenarnya masih ada dua cara lain. Yang pertama adalah menghancurkan gerbang dan menyerang balik planet lawan. Tapi resikonya tentu besar juga. Bumi bisa ikut terbelah saat Anna menggunakan kekuatannya untuk menghancurkan gerbang.


Cara kedua, sama dengan cara pasukan iblis datang ke Bumi. Harus ada yang mengundang mereka datang ke planet para iblis. Tapi cara ini kemungkinannya 0%.


•••

__ADS_1


Setelah selesai berkeliling, Anna kembali ke dekat gerbang. Ia memerhatikan pasukan iblis bertanduk dua yang tidak bisa keluar dari cahaya keemasan yang ia buat, sedang menghancurkan bangunan-bangunan yang berada di area pelindung itu.


"Tsk... Mereka malah menghancurkan bangunan-bangunan."


Anna melesat masuk kedalam pelindung buatannya, lalu mengamuk dan menghabisi pasukan iblis itu.


Berbeda dengan pasukan dari gelombang kedua, kali ini ia membutuhkan waktu 1 menit lebih untuk menghabisi mereka semua dengan serangan fisik karena mereka jauh lebih kuat dibandingkan iblis-iblis di dua gelombang sebelumnya.


Setelah menghabisi pasukan iblis gelombang ketiga, Anna memindahkan Lorelei dan Nordic lagi untuk berperang melawan pasukan kloning di wilayah lain. Ia juga memeriksa kembali kondisi Gina dan Rin beserta pasukannya sebelum ia pergi ke tempat para pelaut menunggunya.


•••


"Tuan-tuan, saya akan mengantarkan anda ke tempat pengungsian anggota keluarga kalian secara berkelompok," ucap Anna pada mereka.


"Apakah peperangan disini sudah selesai, nona Anna?" tanya Victor.


"Belum. Ada sedikit waktu jeda sebelum pasukan iblis gelombang berikutnya keluar dari gerbang. Saya akan menggunakan kesempatan itu untuk bergantian mengantarkan tiap kelompok."


Victor mengangguk.


"Terima kasih, nona Anna."


Anna memanggil nama-nama orang yang ia tahu keluarganya mengungsi di wilayah yang sama.


Orang-orang yang Anna panggil itu kaget saat mendengar nama mereka disebutkan dengan lengkap.


Setelah orang-orang yang ia panggil berkumpul, Anna membawa mereka berteleportasi langsung ke tempat pengungsian.


Orang-orang yang berada di tempat pengungsian, yang sedang menyaksikan pertempuran Anna dan Nine Bears di smartphone mereka, terkejut saat melihat Anna dan keluarga mereka tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


Anna tersenyum saat melihat para anggota keluarga itu saling berpelukan dalam tangis haru.


"Terima kasih nona Anna!" seru mereka bersamaan.

__ADS_1


Anna membalas ucapan terima kasih mereka dengan sebuah senyuman, lalu menghilang dari hadapan mereka dan kembali ke lokasi gerbang berada.


•••


__ADS_2