
Morgan, Robin dan Andrew Lloyd yang baru saja mengunjungi Brandon dan Cassey Lloyd, juga Joana Nankins memang hendak menghubungi Anna untuk dapat bertemu.
Morgan berpikir jika Anna mau memaafkan ayah dan saudiri tirinya dan mengatakan hal tersebut pada Asosiasi, maka keringanan hukuman mungkin akan didapatkan.
Pria tua itu tidak menyangka akan bertemu cucu nya di tempat ini saat ia baru hendak meminta asisten pribadinya untuk menghubungi Anna.
"Anna, apa kita bisa bicara sebentar?" tanya Morgan Lloyd dengan tatapan penuh harap.
Anna menatap Morgan Lloyd sesaat sebelum ia menatap dua saudara tirinya.
Ada perbedaan yang kini ia rasakan setelah lama tidak bertemu dengan ketiga anggota keluarganya itu.
Dulu, Anna sangat bahagia ketika ia bertemu dengan kakeknya. Dia merasa, kakeknya adalah orang yang paling sangat menyayanginya setelah ibu kandung dan kakek-nenek dari pihak ibunya.
Namun, setelah 15.000 tahun lebih tidak bertemu, Anna merasakan hal berbeda setelah mereka saling bertatapan seperti saat ini.
Entah kenapa, ia merasa, hanya Robin Lloyd yang tampak terlihat merasa bersalah setelah mereka bertemu secara tidak sengaja seperti ini.
Sementara Andrew Lloyd, adik tiri yang hanya memiliki perbedaan usia 1 tahun lebih muda darinya, anehnya, terlihat sangat senang. Kedua matanya tampak berbinar-binar seakan sedang bertemu artis idolanya.
Melihat itu, Anna menjadi bingung, "Ada apa dengannya? Apa dia sangat senang bertemu dengan ku?" pikir Anna. Ia tidak memiliki banyak waktu kebersamaan dengan kedua saudara tirinya karena lokasi kediaman mereka yang tidak sama. Mereka hanya akan bertemu ketika keluarga besar Lloyd melakukan jamuan makan malam bersama.
Lalu, bagaimana dengan perasaan yang Anna dapatkan setelah bertatapan langsung dengan Morgan Lloyd sendiri setelah sekian lama?
Anna melihat aura yang sama, seperti yang ia rasakan saat bertemu dengan ayahnya. Aura jahat seseorang yang mementingkan dirinya sendiri, bahkan lebih gelap dari pada yang Brandon Lloyd pancarkan.
Menyadari hal itu, Anna merasa bahwa lebih baik ia tidak pernah bertemu kakeknya lagi dan tidak pernah tahu aura yang selama ini kakeknya sembunyikan darinya.
"Kakek, saya saat ini memiliki sebuah urusan yang sangat mendesak. Jadi, saya pikir akan lebih baik kita bertemu kembali saat di pengadilan." Sahut Anna.
Kedua kelopak mata Morgan Lloyd tampak berkedut. Ada sedikit ekspresi kemarahan yang bisa Anna lihat dari wajah pria tua tersebut, saat ia bisa melihat gerakan wajah seseorang dengan gerakan yang sangat lambat.
Andai saja Anna tidak memiliki kemampuan itu, mungkin dia tidak akan menyadarinya.
"Apakah kau akan bertemu ayah mu? Kau akan membantu keluarga mu sendiri untuk meringankan hukuman mereka, kan?"
"Ketidaksabaran ini..., sepertinya ayah mewarisi sikap tidak sabarnya dari kakek. Penampilan yang selalu tampak tenang dan berwibawa juga menghilang saat dia dalam keadaan terdesak," pikir Anna, menilai bahasa tubuh dan getaran dalam nada bicara Morgan Lloyd.
"Aku ingin menemui ibu tiri ku." Sahut Anna singkat.
"A-apa? Bukankah sebaiknya kau bertemu ayah mu terlebih dahulu?"
Anna menggelengkan kepalanya. "Saya tidak memiliki urusan apapun dengannya. Anda tahu kan, dia selama ini tidak pernah menganggap saya ada."
Tidak ingin membuang waktu, Anna akhirnya pamit unruk meninggalkan anggota keluarganya itu dan langsung pergi sebelum mereka menanggapinya.
"Anna...! Bagaimana bisa kau mengabaikan kakek mu?!" Morgan Lloyd tiba-tiba berbicara dengan suara yang sedikit meninggi.
__ADS_1
Anna menghentikan langkah kakinya dan berbalik.
"Kakek, saya akan mengembalikan semua uang yang telah Anda berikan pada saya, juga saham guild Black Diamond yang Anda berikan. Saya minta maaf jika saya tidak akan mencampuri urusan Asosiasi dalam menentukan hukuman apa yang harus di jalani ayah."
"K-kau..., bagaimana bisa kau berubah seperti ini?"
"Saya rasa, saya tidak pernah berubah. Saya juga tidak harus memiliki rasa bersalah atas apa yang sudah ayah dan Cassey lakukan pada saya."
"Kau berani berbicara seperti ini hanya karena kau sekarang sedikit lebih kuat? Kau masih anak kemaren sore yang belum benar-benar mengenal dunia Hunter profesional. Kau akan tahu bahwa nantinya kau memerlukan kekuatan keluarga Lloyd untuk memuluskan karir mu!"
Anna terdiam. Ia tidak mengira kakeknya yang dulu ia pandang baik dan berwibawa dapat mengatakan hal yang kini ia anggap sangat tidak masuk akal dan lucu.
"Tuan Lloyd. Justru Anda yang akan menyesali apa yang saat ini Anda katakan ketika kelak Anda tahu bahwa pengetahuan Anda mengenai monster-monster yang berada di Dungeon masih sangat sempit." Gina yang merasa tidak suka dengan apa yang baru saja Morgan Lloyd katakan, ikut bersuara.
Morgan Lloyd menoleh pada Gina dan menatapnya dengan tidak senang.
"Kau..., kau siapa? Apa kau tidak mengenali siapa aku? Walaupun aku sudah pensiun, aku dulunya adalah pejuang di Kota C ini!"
"Gina Stewart. Ketua dari guild Nine Bears yang membawahi seorang Hunter berperingkat SS, seorang Hunter berperingkat SSSS dan avatar hunter berperingkat SS. Anda tahu, Anna adalah anggota guild kami dan kami tidak akan membiarkannya sendiri untuk berjalan di dunia Hunter profesional yang penuh trik dan ambisi." Sahut Gina, seraya menatap kedua mata Morgan Lloyd dengan tajam. Bukan hendak menyombongkan dirinya, Gina hanya merasa tidak senang saat seorang Hunter lebih mementingkan nama besar dan kekuasaan untuk menunjukkan pengaruhnya. Gina kemudian melanjutkan, "Apakah dalam masa pensiun Anda, Anda sudah tidak mengikuti lagi berita mengenai kejadian yang sudah terjadi di Kota C?"
Morgan Lloyd hendak meledak saat mendengar kata-kata angkuh dari seorang wanita muda yang ia anggap belum memiliki banyak pengalaman itu.
Namun, pada saat itu, Ronald Stewart yang sejak tadi menguping pembicaraan mereka, akhirnya datang untuk menengahi.
"Tuan Lloyd, sebaiknya Anda menahan diri. Mari ikuti saya ke ruangan saya. Kita harus membahas lebih lanjut mengenai pembicaraan yang kita bahas tadi."
Morgan Lloyd akhirnya menahan diri untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar pada Gina dan berpaling kembali untuk menatap Anna yang sedang menatap Gina dengan tatapan kagum.
"Robin, Andrew, apa kalian ingin tinggal bersama ku?" Anna menghentikan Robin dan Andrew yang hendak berbalik pergi untuk mengikuti kakek mereka.
Mendengar permintaan itu, Andrew tampak ragu-ragu. Ia menatap pada Morgan dan Robin bergantian sebelum akhirnya tatapannya terhenti pada Anna.
"A-aku... Aku juga ingin berbicara pada mu." Ucap Andrew dengan suara pelan.
"Saya ingin tinggal disini. Ada hal yang ingin saya bicarakan pada Anna." Ucap Robin sambil menatap Morgan Lloyd.
Morgan menatap Robin agak lama sebelum akhirnya berbicara pelan padanya, "Bujuk dia agar dia mau berbicara pada Asosiasi untuk meringankan hukuman ayah dan ibu mu."
Robin mengangangguk pelan, lalu ia berjalan menghampiri Anna, diikuti juga oleh Andrew.
Morgan Lloyd pergi bersama Ronald Stewart, sementara Gina berpisah untuk menemui Luke, adiknya.
Setelah semua orang pergi meninggalkan mereka, Robin akhirnya berbicara pada Anna.
"Anna..., aku ingin minta maaf pada mu karena sudah menutupi kejadian itu walaupun aku juga sudah mengetahuinya."
Anna dan Andrew terkejut saat mendengar pengakuan itu dan menatap Robin yang menundukkan kepalanya dalam diam.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Anna akhirnya berbicara, "Kau mengetahuinya?"
"Y-ya. Aku mendengar pembicaraan ayah dan tuan Lau secara tidak sengaja. Aku tahu aku bersalah karena tidak langsung melaporkannya pada Asosiasi. Aku ingin bertemu dengan mu dan memberitahukan hal ini saat aku mengantarkan kakek bertemu dengan mu. Aku akan menyerahkan diri pada Asosiasi karena aku juga bersalah sudah menutupinya."
Bukan hanya Anna, bahkan Andrew terkejut mengetahui hal itu.
Anna menggelengkan kepalanya. "Sudahlah, ayo kita bahas nanti. Maukah kalian menemani ku untuk menemui ibu?"
Robin terkejut. Dia menyangka bahwa Anna ingin bertemu dengan Cassey dan tidak menyangka sama sekali jika ia ingin menemui ibunya.
"Ibu?"
"Ya. Bukankah aku sudah mengatakannya tadi?Ada hal penting yang ingin ku tanyakan."
"M-maaf, ku kira itu hanya alasan untuk membuat kesal kakek."
"Hah? Kenapa kau mengira seprerti itu?"
Robin memalingkan wajahnya karena ia merasa agak malu saat ingin mengatakan apa yang kemudian diucapkannya, "Kau dari kecil sedikit usil."
Anna membuka mulutnya lebar dan memiringkan kepalanya sambil mengingat-ingat kebiasaannya itu. Ia akhirnya tersenyum. "Kau..., ternyata kau memerhatikan ku diam-diam ya?"
•••
Anna, Robin dan Andrew akhirnya pergi menemui Joana Nankins setelah mendapatkan izin dari kepala penjara.
Mereka dipertemukan di sebuah ruangan khusus dan duduk bersama disana mengelilingi sebuah meja besar berbentuk bundar.
Berbeda dengan di penjara umum, anggota keluarga akan di izinkan untuk bertatap muka dalam satu ruangan dengan tahanan tanpa ada sekat pembatas.
Joana Nankins terkejut saat mengetahui dua anak kandung nya kembali lagi bersama dengan anak tirinya.
Setelah petugas jaga meninggalkan mereka, Anna langsung berbicara tanpa basa-basi untuk mengetahui hal yang ingin ia selidiki.
"Nyonya Lloyd, saya datang mengunjungi untuk menanyakan kembali mengenai pil sesat yang waktu itu saya tanyakan. Dari mana Anda mendapatkannya?"
Mendapatkan pertanyaan tersebut, Joana Nankins yang sebelumnya berusaha untuk terlihat tenang, langsung memelototi Anna.
"Tsk... Ku kira kau datang mengunjungi ku karena merindukan ku."
"Nyonya Lloyd, saya tidak ingin membuang waktu. Apa yang saya tanyakan adalah hal yang sangat penting. Apa Anda tahu ada dungeon break terjadi dua hari yang lalu?"
Joana tersenyum sinis, "Aku sudah berada dalam tahanan dan mungkin akan dipenjara setelah persidangan. Aku tidak tertarik lagi dengan urusan seperti itu."
"Nyonya Lloyd. Orang-orang yang memberikan Anda pil itu, mungkin adalah iblis yang menjadi dalang di balik kemunculan gerbang Dungeon di seluruh dunia!" ucap Anna dengan meninggikan suaranya.
Bukan hanya Robin dan Andrew, bahkan Joana Nankins ikut terkejut saat mendengar informasi tersebut.
__ADS_1
Ketiganya menatap Anna dengan mata melebar dan mulut menganga, seakan tidak memercayai apa yang baru saja Anna katakan.
•••••••