Goddess Of War

Goddess Of War
Bab 56 - Keadaan Dungeon Yang Berubah


__ADS_3

Tugas para instruktur dalam ujian kelulusan ini hanyalah sebagai pengawas dan hanya akan bergabung dalam pertempuran jika ada kemungkinan buruk akan terjadi.


Namun, karena ketatnya persiapan dari Akademi sebelum melakukan raid dan juga sudah menentukan Dungeon mana yang boleh siswa-siswa tangani, hal-hal buruk selalu dapat dihindari.


Oleh karena itulah, instruktur biasanya hanya bertindak sebagai kapten tim dan memberikan strategi, juga hanya memberi perintah dan melakukan penilaian terhadap Hunter-hunter muda dalam setiap tindakan pada raid yang dilakukan.


Instruktur juga biasanya mengambil alih pertarungan hanya saat mereka sudah tahu sejauh mana batas para siswa bisa bertarung melawan boss sebuah Dungeon yang biasanya akan mengeluarkan serangan pamungkasnya seperti yang sedang Gus Stevin lakukan saat ini, atau jika Hunter-hunter muda itu terdesak atau cidera parah.


Instruktur-instruktur biasanya akan mengambil alih untuk menahan atau menerima damage serangan pamungkas yang sudah pasti dapat mereka atasi dengan mudah, karena Dungeon untuk para siswa levelnya berada di bawah para instruktur.


°°°


Saat Gus Stevin yang baru saja menyelesaikan tugasnya itu kembali, Wang Liu Gong memerintahkan Hunter-hunter dari tim raid utama untuk kembali menyerang Golem untuk segera menghabisinya.


Tanker maju terlebih dulu untuk memancing fokus serangan Golem pada mereka dan juga memberikan perlindungan untuk petarung jarak dekat.


Giliran kedua adalah siswa-siswa dengan kelas Warrior yang melakukan serangan jarak dekat. Sementara itu, serangan-serangan jarak jauh Mage menyusul setelahnya.


Wang Liu Gong kembali memberikan perintah pada Assassin saat melihat Golem itu sudah mulai melemah.


Pertempuran berakhir saat Assassin berhasil memisahkan kepala Golem dari tubuhnya dan tim Warrior menghancurkan jantungnya.


Tim raid bersorak saat mengetahui usaha yang mereka lakukan sudah berhasil.


Setelah boss Dungeon berhasil dikalahkan, Wang Liu Gong memerintahkan siswa-siswanya itu untuk berkumpul kembali.


Saat tim raid sedang berkumpul untuk mendengarkan evaluasi dari Liu Gong, tim penambang melakukan pekerjaan mereka. Mengumpulkan puing-puing tubuh Golem, untuk di bawa ke luar gerbang, dan menambang kristal sihir yang berada di area boss Dungeon.


“Selamat atas hasil yang sudah kalian semua capai,” ucap Wang Liu Gong saat semua siswa sudah berkumpul dan duduk mengelilinginya untuk mendengarkan pesan yang ketua tim itu berikan, sekaligus beristirahat.


Wang Liu Gong berbicara hanya 5 menit lagi kemudian meminta mereka semua bersiap untuk pergi menuju gerbang yang akan membawa mereka keluar dari dalam Dungeon.


Setelah semua anggota telah selesai mengemas perlengkapan, tim raid itu akhirnya kembali menuju gerbang Dungeon.


Suasana obrolan rombongan itu di isi dengan banyak sukacita setelah mereka dipastikan akan mendapatkan kelulusan dalam ujian akhir dari raid ini.


Terutama, saat kapten tim mengumumkan bahwa mereka berhasil menaklukan Dungeon hanya dalam waktu 4 hari, sambil menunjuk jam tangan di lengannya.


Semua arahan yang di berikan instruktur dapat mereka lakukan dengan baik dan mereka bekerja sama dengan sangat sempurna tanpa cela.


Itulah yang membuat tim ini berhasil menaklukan Dungeon 1 hari lebih cepat dari yang direncanakan.


“Untunglah semua berjalan lancar,” ucap Gus Stevin yang berjalan beriringan dengan Wang Liu Gong dan Gina Stewart.


“Ya. Mereka benar-benar melakukan arahan dengan baik. Mereka juga memiliki fokus yang cukup baik. Ku harap dua tim lainnya juga mendapatkan hasil yang sama seperti tim ini,” sahut Wang Liu Gong.


“Mereka akan langsung kaya begitu keluar dari sini,” ucap Gus Stevin lagi, yang kemudian tertawa.


“Awal yang sangat baik untuk mereka, karena bisa mendapatkan level E Dungeon dengan monster-monster Golem. Walaupun menguras mana potion yang mereka miliki, tapi hasilnya akan sangat menguntungkan,” sahut Wang Liu Gong.


“Aku tidak sabar mendapatkan transfer lima persen bagian kita,” ucap Gus Stevin yang kemudian tertawa kembali.


Dia tidak malu-malu saat membahas komisi yang akan diterimanya dari raid ini.


Menanggapi itu, Wang Liu Gong hanya tertawa pelan.


Liu Gong kemudian menoleh pada Gina dan menatapnya.


“Aku jadi tidak sabar melihat bagaimana adik sepupu mu nanti saat berada di dalam Dungeon,” ucap Liu Gong pada Gina.


Gina yang sedari tadi hanya menyimak obrolan kedua rekannya itu, agak terkejut saat Liu Gong berbicara padanya, terutama saat tahu bahwa yang dimaksudkan pria itu adalah Anna.


'Adik sepupu?'


Gus Stevin mengerutkan keningnya dan menatap Gina dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


Ia sudah sangat dekat dengan keluarga Stewart, dia tahu Gina tidak memiliki adik sepupu. Yang ada hanya kakak sepupu dan adik kandung.


"Kau tidak mengenalnya. Dia sepupu jauh ku," ucap Gina seraya membalas tatapan Gus Stevin, seakan mengerti arti tatapan Gus Stevin.


Gus Stevin mengangguk. Tapi, dari ekspresi Gina, dia tahu ada yang sedang Gina sembunyikan darinya. Ia sudah sangat mengenal gadis itu.


“Dia sangat luar biasa. Aku hampir mati saat ujian penerimaan," ucap Liu Gong.


Pria itu teringat kembali saat tombak Anna hampir menusuk lehernya yang tidak terlindung energi sihir.


“Kau instruktur pengujinya?”


“Ya. Kalau aku tidak berhati-hati saat itu, leher ku pasti sudah bolong.”


Gus Stevin terdiam.


Untuk bisa melakukan hal itu dalam duel 1 lawan 1 dengan Hunter peringkat A seperti Liu Gong, Hunter itu haruslah Hunter yang memiliki peringkat yang lebih tinggi darinya.


Atau setidaknya memiliki peringkat yang sama.


Gus Stevin menoleh pada Gina.


Gina tersenyum canggung dan mengalihkan pandangannya.


“Hey…, siapa dia?”


Gus Stevin hampir saja mengucapkan apa yang ia pikirkan. Namun, untung saja dia masih bisa menahannya karena ada Liu Gong di antara mereka.


Ketiga Hunter itu larut dalam obrolan sepanjang perjalanan menuju gerbang Dungeon.


Karena Wang Liu Gong bertindak sebagai kapten utama dari tim raid, dia harus berada di barisan paling belakang tim, saat mereka kembali menuju gerbang.


Hal tersebut memang sudah merupakan ketentuan yang diberikan Asosiasi Hunter. Hal itu akan memudahkan tim penambang untuk menghubungi kapten tim jika ada suatu hal mendesak terjadi.


Karena itulah, Liu Gong bersama Gina dan Gus Stevin, berjalan agak santai dan membiarkan rombongan mereka untuk pergi lebih dulu menuju gerbang.


°°°


Saat mereka sudah berada lebih dari separuh perjalanan menuju gerbang Dungeon, Gina Stewart tiba-tiba menghentikan langkah kakinya.


“Ada apa?” tanya Gus Stevin saat melihat sahabat karibnya itu tiba-tiba berhenti.


Gina mengangkat satu tangannya dengan maksud untuk memintanya diam.


Gina menoleh ke arah kanannya, dimana dia merasakan energi sihir baru, muncul dan berada di sana.


Wang Liu Gong dan Gus Stevin mengikuti arah tatapan Gina, namun tidak melihat apapun disana.


Pada saat itu, perasaan tak nyaman mulai dirasakan Gina.


Gadis itu kemudian memerhatikan keadaan sekeliling, saat merasakan energi sihir lain yang tiba-tiba bermunculan. Energi sihir itu semakin lama terasa semakin besar dan menumpuk di satu tempat.


"Gina, ada apa?"


Kali ini Liu Gong yang bertanya. Ia juga merasa tak nyaman saat melihat ekspresi panik Gina yang tiba-tiba terpampang jelas di wajah gadis itu.


"Aku merasakan adanya energi sihir yang biasanya berasal dari monster," sahut Gina akhirnya.


Liu Gong dan Gus Stevin saling bertatapan.


"Aku tidak mungkin melakukan kesalahan. Semua monster telah dimusnahkan," ucap Liu Gong yang ingin membela diri.


Jika sampai ada monster yang tertinggal, hal itu akan berakibat fatal bagi tim penambang yang masih akan berada di dalam Dungeon sampai pekerjaan mereka selesai.


Untuk menghindari hal buruk itu terjadi, sebagai kapten tim, tentu saja Liu Gong tadi sudah memeriksa alat pendeteksi berulang kali sebelum mereka pergi ke area boss Dungeon.

__ADS_1


Tahu bahwa Liu Gong salah mengartikan ucapannya, Gina menggelengkan kepalanya.


"Bukan. Energi sihir ini baru saja bermunculan," Gina menjelaskan.


"Baru bermunculan? Monster yang lain lagi?" tanya Gus Stevin. Ia hampir tertawa.


Gus Stevin tidak bermaksud mengejek. Memang, sejak kemunculan gerbang-gerbang Dungeon, tidak pernah ada dalam sejarah monster baru bermunculan lagi setelah seluruh monster awal mati.


Setelah semua monster berhasil dimusnahkan, urutan yang selalu dilakukan adalah; memindahkan mayat monster dan hasil tambang keluar Dungeon dan menghancurkan pilar sihir. Lalu gerbang akan tertutup 1 hari setelah pilar sihir dihancurkan.


Gina menarik nafas panjang. Ia bermaksud untuk menenangkan diri dan kembali pada akal sehatnya.


'Monster-monster baru? Tidak mungkin.'


Pada akhirnya, Gina juga meyakini hal itu.


Namun, keyakinannya sirna setelah melihat Liu Gong tampak tergesa-gesa mengeluarkan alat pendeteksi dari dalam tas nya.


Pada saat itu, Liu Gong akhirnya merasakan energi sihir yang sejak tadi Gina rasakan.


Wang Liu Gong dengan buru-buru mengeluarkan alat pendeteksi sihir Dungeon untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.


Saat alat pendeteksi sudah selesai memindai keadaan dan menampilkan hasilnya di layar, tangan Liu Gong yang sedang memegang alat pendeteksi itu gemetar saat melihat hasil yang ditunjukkan alat pendeteksi.


Gina yang menunggu hasil pemeriksaan, langsung mendekat pada Liu Gong saat mendengar suara notifikasi dari alat itu. Suara itu adalah tanda bahwa pendeteksian sudah selesai dilakukan.


"Bagaimana?” tanya Gina.


Gina dan Liu Gong memang dapat merasakan energi sihir yang sangat besar. Namun dengan alat pendeteksi, maka mereka akan tahu lebih pasti mengenai keadaan yang sesungguhnya.


“A-apa yang sebenarnya terjadi? Ini adalah energi sihir yang biasanya teebaca dari monster," wajah Liu Gong memutih saat mengatakannya.


"Level Dungeonnya juga... berubah menjadi level C...,” tambah Wang Liu Gong sambil masih menatap alat pendeteksi.


Walaupun tadinya Gina penasaran dengan hasil yang akan ditunjukkan alat tersebut, namun ia terdiam dan tak bisa berkata-kata saat mengetahui hal itu dari Liu Gong.


Gina juga tidak memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi di Dungeon ini.


Untuk menghadapi Dungeon level C, dibutuhkan sedikitnya 17 Hunter dengan peringkat B, dan 3 Hunter peringkat A.


"Kalau energi sihir ini benar-benar adalah monster-monster baru..."


“Cepat kita selamatkan tim penambang, kita tidak punya banyak waktu!” seru Gina, memotong kalimat Liu Gong.


Ia kemudian berlari untuk kembali ke tempat dimana boss Dungeon sebelumnya berada.


Wang Liu Gong dan Gus Stevin segera menyusul Gina yang memiliki kecepatan berlari jauh lebih cepat dibandingkan mereka berdua.


Namun baru berlari sejauh kurang dari 20 meter, Gina tiba-tiba berhenti dan menoleh kebelakang, jauh di belakang Liu Gong dan Gus Stevin.


“Ada apa?” tanya Liu Gong yang juga menghentikan langkah kakinya.


Gina tidak menjawab pertanyaan tersebut dan hanya terus menatap ke arah dimana gerbang Dungeon berada.


Pertanyaan Liu Gong terjawab tak lama kemudian saat mereka melihat awan hitam yang terbentuk dari energi sihir, mulai tampak dari arah gerbang.


“Sial, apa yang harus kami lakukan?” gumam Gina yang kini menoleh ke dua arah berbeda.


Dia sedang bingung memilih kemana mereka harus pergi, apakah menyelamatkan tim penambang atau siswa-siswanya.


Tim penambang untuk raid Akademi seperti ini, biasanya terdiri dari siswa-siswa baru, yang diberikan pengalaman untuk berada dalam Dungeon sesungguhnya.


Biasanya, hanya ada 2 petugas Asosiasi Hunter yang hanya berperingkat E bersama mereka, yang hanya bertugas untuk memberikan pengarahan dan juga menghancurkan pilar sihir saat semua pekerjaan tim penambang telah selesai dilakukan.


•••

__ADS_1


__ADS_2