
Seorang Hunter cantik tampak dikelilingi beberapa Hunter baik pria maupun wanita saat tim raid itu sedang beristirahat untuk memulihkan energi Mana dan stamina mereka.
Tim raid itu baru saja memenangkan pertempuran mereka melawan monster-monster di lokasi terakhir yang berada paling dekat dengan lokasi boss Dungeon berada.
Hunter cantik itu terdengar sedang menceritakan kisah pengalamannya saat ia masih berada di bangku SMA.
Ceritanya sangat menarik, hingga semua Hunter yang saat ini berada disekitarnya mendengarkan ceritanya dengan sangat antusias bahkan rasa lelah yang mereka rasakan setelah bertempur habis-habisan melawan monster-monster sebelumnya seakan sirna.
Ia memang orang yang sudah sangat populer semenjak berada di sekolah formal, apalagi ketika dia sudah mengikuti pelatihan di Akademi Hunter.
Cassey Lloyd, yang sedang bercerita dengan penuh semangat, adalah Hunter yang berasal dari kalangan atas yang sangat terkenal dengan keramahannya, kebaikan hatinya dan sifat lemah lebutnya yang mau bergaul dengan semua Hunter baik dari kalangan atas, menengah, bahkan kalangan bawah, yang sangat jarang dilakukan Hunter dari kalangan atas saat ini.
Tampilannya yang enerjik dan ramah membuat semua orang disekitarnya menjadi terpikat padanya. Cassey adalah magnet yang dapat menyatukan teman-temannya dimanapun dia berada.
Cassey yang biasa menggerai rambut pirang panjangnya itu, kini tampak imut saat mengepang kuda rambutnya. Hal itu adalah kebiasaan yang dia lakukan setiap melakukan raid di Dungeon, saat ia mengikuti pelatihan bersama para instruktur Akademi.
Raid yang Cassey ikuti kali ini adalah raid ujian akhir yang dilakukan siswa-siswi senior Akademi Hunter Kota C, untuk mendapatkan sertifikat kelulusan dan lisensi dari Akademi Hunter.
Setelah mereka mendapatkan sertifikat kelulusan dan lisensi Hunter, barulah Hunter-hunter pemula itu akan melangkah masuk ke dalam dunia Hunter profesional. Mereka akan tergabung dalam sebuah guild atau menjadi Hunter Asosiasi.
°°°
Sementara itu dari tempat yang agak jauh dari tempat Hunter-hunter siswa Akademi itu berkumpul, seorang instruktur yang sedang beristirahat sambil memakan bekalnya, tampak memperhatikan Cassey dengan seksama.
“Selama ini dia benar-benar terlihat sangat baik. Seperti tidak mungkin bisa melakukan hal yang sangat kejam.” Pikir Gina Stewart yang sejak tadi mengamati Cassey.
Gina sudah memantau gerak-gerik Cassey selama 4 hari belakangan. Ia bahkan menjadi sangat takjub dengan sifat dan sikap Cassey.
Dari hasil pengamatannya, Cassey merupakan teman yang baik, Hunter yang cekatan dan sangat bagus dalam bekerjasama. Dia juga peduli pada Hunter-hunter lainnya. Pantang mundur saat timnya terdesak dan bahkan rela bertarung sampai kehabisan energi Mana saat harus melindungi rekan-rekannya yang berada di garis depan.
Menurut penilaian Gina, Cassey tampak sempurna tanpa cela. Baik sebagai seorang manusia yang memiliki jiwa sosial tinggi, juga sebagai seorang Hunter yang dapat diandalkan dalam kerja tim.
Gus Stevin, seorang instruktur dengan kelas Tanker berperingkat B, sudah memperhatikan Gina Stewart sejak tadi.
Saat dia sudah tidak tahan melihat wajah teman masa kecilnya, yang tampak sangat serius menatap pada siswa-siswi didiknya, Gus Stevin tertawa.
Suara tawanya yang lumayan nyaring itu, membuat Gina terkejut sampai tersedak minuman yang baru saja dia masukkan ke mulutnya.
Dengan wajah kesal, Gina menoleh pada Gus Stevin dan menatapnya dengan tajam.
“Apa kau sedang mengingat masa-masa muda kita, Gina?” Ejek Gus Stevin.
“Aku masih muda, kau yang sudah tua!” Seru Gina dengan wajahnya yang memerah.
Jika Anna melihatnya, mungkin gadis itu akan menilai ulang sifat Gina yang ia nilai sebagai pribadi yang hangat, lembut, ramah dan peduli pada sesama.
Namun, sebenarnya hanya pada Gus Stevin lah Gina Stewart bisa mengekspresikan emosinya secara berbeda. Walaupun jarak usia mereka terpaut 5 tahun, Gus Stevin adalah satu-satunya sahabat yang Gina miliki.
Ayah Gus Stevin yang merupakan teman dekat dari ayah Gina, sering mengajak Gus Stevin berkunjung ke rumah Gina sejak gadis itu masih berusia 8 tahun dan Gus Stevin berusia 13 tahun.
Sejak itulah mereka sering bermain bersama, berlatih bersama dan mereka menjadi sahabat yang tak terpisahkan.
°°°
Gus Stevin meninggalkan barang-barang bawaannya lalu menghampiri Gina Stewart.
“Ada apa dengan gadis itu?” Tanya Gus Stevin yang kini sudah duduk di sebelah Gina.
Gina yang biasanya tampak sopan saat sedang berinteraksi dengan orang lain, mendecak dan berpaling. Ia mengabaikan Gus Stevin.
Melihat Gina yang sepertinya tampak kesal karena terpergok sedang mengamati seseorang, Gus Stevin dengan sengaja menatap wajahnya dengan bibirnya yang kemudian melengkung lucu.
Gina menyadari hal itu dan memukul punggung Gus Stevin saat pria itu memasang ekspresi yang paling dia benci darinya.
Setelah melakukan pertengkaran kecil beberapa saat, akhirnya mereka kembali diam dan menatap pada siswa-siswi yang masih asik menyimak cerita Cassey.
Gus Stevin mengikuti arah tatapan Gina.
“Cassey Lloyd. Mengapa kau terus memperhatikan siswi itu? Kau tertarik untuk merekrutnya? Dia tidak mungkin mau bergabung sebagai Hunter di Asosiasi, mengingat dia berasal dari keluarga Lloyd yang memiliki Guild Black Diamond.” Ucap Gus Stevin.
Agak terkejut dengan tebakan Gus Stevin yang tahu siapa orang yang diperhatikannya, Gina menoleh padanya.
__ADS_1
“Dari mana kau tahu aku memperhatikannya?” sahut Gina sambil mengernyitkan keningnya.
“Dari awal sebelum masuk ke dalam Dungeon ini kau terus memperhatikannya.” Ucap Gus Stevin yang kemudian mengalihkan tatapannya dari Cassey, ke seluruh Hunter-hunter muda itu. Ia tak mau dikira sedang mencuri pandang pada siswinya.
“Begitukah?”
“Hehehe… sudah ku katakan, lupakan saja untuk merekrutnya. Tidak akan ada lagi anak orang kaya gila selain Liu Gong yang mau bergabung dengan Asosiasi Hunter.”
Gina menarik nafasnya dalam-dalam sebelum akhirnya menghembuskannya kembali dengan cepat.
Gus Stevin memang menebak dengan benar siapa yang ia perhatikan, namun dengan alasan yang sama sekali salah.
“Apa penilaian mu tentang Cassey Lloyd?” Gina bertanya padanya.
Gus Stevin meyipitkan matanya seakan sedang mempertimbangkan jawaban dari pertanyaan itu.
Lelaki bertubuh gempal itu kemudian mengingat-ingat interaksi yang ia miliki dengan orang yang Gina maksudkan.
“Hampir sempurna.” Jawab Gus Stevin akhirnya.
Giliran Gina Stewart menyipitkan matanya. "Hampir sempurna?”
“Yes, my princess... ugh...! Hey, itu sakit!” protes Gus Stevin setelah menerima sikutan Gina di rusuknya.
“Tanker lemah...”
“Siku mu sangat tajam!”
Gina Stewart menatap lurus pada Cassey, sementara Gus Stevin masih meringis menahan sakit.
"Kenapa sikunya tajam sekali?” Pikir Gus Stevin seraya menggosok-gosok bagian samping perutnya yang berlemak dengan telapak tangannya.
Gina menoleh kembali pada Gus Stevin.
“Mengapa hampir sempurna? Maksud ku, dia memang terlihat sangat sempurna baik sifat dan sikapnya, terutama wajahnya. Tapi... apa yang membuatnya menjadi ‘hampir’?”
Gus Stevin mendengus. Dia merasa sudah memberitahukan alasan bahwa Cassey adalah satu-satunya Hunter yang mungkin akan sulit direkrut sebagai Hunter Asosiasi. Ia mengira, itulah alasan Gina memperhatikannya.
“Mengapa kau tiba-tiba begitu tertarik padanya?”
"Aku cuma mau tahu pendapat mu."
Gus Stevin mengangguk pelan. Ia menatap kembali pada Cassey.
"Dia agak mirip dengan mu."
Mendengar itu, Gina menatapnya dengan malas.
“Sudahlah, kau terlalu berbelit-belit. Kalau kau tidak mau mengatakan arti dari kata ‘hampir’ itu, biar aku yang mencari tahunya sendiri.”
Setelah mengucapkan kalimat itu, Gina mengambil perbekalannya yang sudah ia kemas sejak tadi lalu pergi meninggalkan Gus Stevin yang kemudian hendak mengejarnya.
“Wow... wow... wow... kau marah?” Ejek Gus Stevin.
Gina menoleh padanya sambil tersenyum mengejek.
“Kau tuli? Kapten tim menyuruh kita berkumpul.”
“Kau brengsek, kenapa kau tidak memberitahu ku?”
Gina tertawa dan meninggalkan Gus Stevin yang akhirnya berbalik dan berlari ketempat perbekalan dan senjatanya yang masih berhamburan di tempat yang agak jauh dari tempat duduk mereka tadi.
Wang Liu Gong yang menjadi kapten tim raid, mendecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Gus Stevin adalah satu-satunya Hunter yang masih belum mengemas perbekalan dan menyiapkan peralatan tempurnya.
“Instruktur macam apa dia?” Pikir Wang Liu Gong.
°°°
Gina Stewart terus memperhatikan Cassey yang masih saja dikelilingi beberapa Hunter di sekitarnya.
Memang tidak ada sedikitpun sikapnya yang mencerminkan dirinya sebagai seorang yang Gina anggap psikopat karena telah menyiksa dan hampir membunuh adik tirinya, hingga Gina kini hampir tidak percaya dan agak ragu dengan apa yang telah Anna ceritakan padanya.
__ADS_1
Satu-satunya yang dapat membuktikan kebenaran dari apa yang Anna katakan adalah hasil rekaman CCTV.
Sayangnya, semua CCTV yang ia minta pada kenalannya di restoran Asian Soul telah disabotase.
Menurut Gina, jika saat ini ia melaporkan pada Asosiasi tentang apa yang telah Cassey lakukan tanpa adanya bukti, maka Asosiasi akan menganggap laporannya adalah hal konyol.
Walaupun Gina lebih condong percaya pada cerita Anna, namun dia sebenarnya tidak tahu siapa orang yang layak mendapatkan piala Oscar di antara mereka.
“Tapi, tidak ada kebohongan yang terlihat dari Anna saat dia bercerita.” Pikir Gina.
°°°
“Nona Stewart?” Cassey Lloyd yang sadar telah ditatap Gina sejak tadi akhirnya menyapa instruktur pengawasnya itu.
Gina Stewart agak sedikit terkejut ketika gadis itu tiba-tiba menyebut namanya. “Y-ya?”
“Tidak…, hanya saja… sepertinya ada yang Anda ingin bicarakan pada saya?”
Gina tersenyum canggung, lalu menggelengkan pelan kepalanya.
“Tidak ada…, aku hanya melihat kau sepertinya sangat populer di antara rekan-rekan mu.”
Cassey tersenyum. Senyum alami yang begitu manis terbentuk di bibirnya.
“Saya tidak berpikir begitu.” Sahut Cassey, merendah.
“Aku melihatnya seperti itu.” Sahut Gina yang kemudian membalas senyuman Cassey dengan senyuman juga. “Itu akan baik untuk pekerjaan mu nanti.”
“Benarkah? Saya juga berharap seperti itu…”
Gina mengangguk dan menepuk pundak Cassey dengan lembut.
Gina diam beberapa saat sebelum akhirnya kembali berbicara.
“Tapi…, bukankah kau juga memiliki beberapa saudara yang juga berprofesi sebagai Hunter?”
“Ya… kakak saya sudah terdaftar di Asosiasi dan dia sekarang bekerja di guild Black Diamond.” Sahut Cassey.
Ada jeda beberapa detik sebelum Gina menatap lurus pada kedua mata Cassey. “Bagaimana dengan saudara mu yang lain?”
Cassey terdiam sesaat dan mengalihkan tatapannya ke tempat lain.
“Dua adik saya masih bersekolah.” Sahut Cassey kemudian.
Gina menganggukkan kepalanya. Dia sebenarnya agak tidak nyaman saat berusaha untuk mengetahui kehidupan pribadi orang lain jika bukan orang itu sendiri yang bercerita padanya.
Namun, karena rasa sayangnya pada Anna, Gina terpaksa melakukannya.
“Oh, aku hampir lupa… Aku pernah bertemu dengan seorang gadis bernama Anna Lloyd. Apakah dia berasal dari keluarga yang sama dengan mu?” Tanya Gina sambil menatap wajah Cassey dengan tatapan penuh selidik.
Kedua mata Cassey melebar dan dia menatap Gina sesaat sebelum akhirnya memalingkan pandangannya.
“Apakah dia saudari mu?” Cecar Gina, saat tidak mendapatkan jawaban.
Cassey akhirnya hanya mengangguk dan memaksakan senyumnya. “D-dimana Anda bertemu dengannya, nona Stewart?”
Gina dapat menangkap kecemasan Cassey dari raut wajah dan tatapan matanya. Gina tersenyum dan menepuk pelan pundak gadis itu lagi sebelum akhirnya kembali berbicara.
“Aku bertemu dengannya saat dia sedang melakukan tes pemeriksaan kebangkitan Hunternya beberapa tahun lalu.” Ucap Gina.
“O-oh… y-ya…”
Melihat perubahan pada sikap Cassey yang secara tiba-tiba, Gina tersenyum tipis.
“Baiklah, semoga beruntung.”
Gina menepuk lembut pundak Cassey sekali lagi, lalu ia pergi meninggalkan Cassey yang terlihat tidak nyaman pada pembicaraan mereka setelah Gina menyebutkan nama Anna.
“Aku dapat merasakan energi sihir aneh sama seperti yang terdapat dalam tubuh Anna waktu pertama kali aku menemukannya dulu. Ku rasa, dia memang benar-benar pelakunya.” Pikir Gina. Wajahnya tampak sedikit menegang saat itu.
•••
__ADS_1