
Tubuh keenam Hunter yang tewas secara mengenaskan di bekas gudang pelabuhan Kota C itu, baru di temukan 5 hari setelah kematian mereka.
Walaupun awalnya petugas Asosiasi kebingungan dalam mengidentifikasi keenam jenazah yang sudah membusuk akibat seluruh kulit dan daging di tubuh mereka hampir menjadi bubur, namun hasil tes DNA akhirnya berhasil mengidentifikasi keenam jenazah tersebut.
Mengetahui siapa saja yang tewas, tentu saja seluruh warga di Asia Tenggara menjadi geger. Bagaimana tidak, keenam Hunter itu adalah Hunter-hunter terbaik di Asia Tenggara. Bahkan di antara mereka ada dua nama yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.
Yang pertama ada Wang Zhu Ming. Hunter muda primadona Asia Tenggara yang juga banyak menorehkan jasanya untuk membantu negara-negara kecil untuk mengatasi Dungeon di negara mereka.
Berikutnya ada Ronald Stewart. Tokoh terkemuka Kota C yang telah menjabat sebagai ketua Asosiasi Hunter Kota C selama lebih dari 10 tahun.
Kemudian ada Jester Bailey, Mira Ahn dan juga Steven Stewart yang sudah di kenal di Kota A dan Kota C sebagai orang kepercayaan Wang Zhu Ming dan Ronald Stewart.
Namun, yang paling menyedihkan adalah saat stasiun televisi nasional lagi-lagi meliput berita duka dari kediaman Wang Xu Chan, padahal baru satu bulan yang lalu mereka meliput berita duka juga dari kediaman yang sama, saat putra sulung Wang Xu Chan tewas dengan mengenaskan di sebuah Dungeon.
Wang Xu Chan terlihat menangis hebat di depan foto putra keduanya, Wang Liu Gong.
Walaupun dia tahu penyebab kematian putranya, namun, saat itu ia benar-benar berduka. Satu-satunya putra yang masih tersisa kini sudah pergi menyusul putra sulungnya.
Ditinggalkan kedua anak nya di waktu yang hampir bersamaan, tentu saja membuat Wang Xu Chan bersedih hingga ia mengabaikan banyak tugas Asosiasi yang seharusnya ia tangani.
Melihat bagaimana Xu Chan berduka dengan sangat alami, Li Wen Xia yang sedang menyaksikan liputan itu tertawa terbahak-bahak.
"Pertunjukan alami yang sangat bagus. Bukankah warga akan lebih bersimpati padanya?" ucap Li Wen Xia pada dua tamu nya yang kebetulan berkunjung hari itu dan menyaksikan berita bersamanya.
•••
Sementara itu di belahan dunia lain, di sebuah negara kecil, benua Afrika.
Gina Stewart terlihat sedang duduk melamun, di temani dua patung yang duduk diam membatu di dekat sebuah sungai kecil yang berada di sekitar area bekas gerbang Dungeon berada.
__ADS_1
Sudah selama dua hari ia berada di sana tanpa tidur, makan dan hanya sedikit minum, setelah ia melihat berita kematian dari ayah, sepupu dan dua teman baiknya.
Selain 4 orang dekatnya tersebut, ada juga Jester Bailey, seorang Hunter yang baru dikenalnya lumayan dekat yang menjadi korban dalam tragedi itu.
Walaupun ia tidak menanggapi Jester yang terlihat jelas ingin mendekatinya secara pribadi, namun ia juga tidak membenci Jester yang ia anggap baik sebagai seorang teman.
Melihat duka mendalam yang dialami Gina, hingga membuatnya mogok makan, Gus Stevin dan Davina selalu berusaha bahkan rela bolak balik berkali-kali dalam sehari hanya untuk membujuk Gina agar mau makan dan minum.
Sementara avatar Miyu dan avatar Rin duduk bersama Gina di sana untuk menemaninya, walaupun terkadang secara bergantian mereka tidak mengaktifkan avatar pada saat mandi atau makan.
•••
"Sebenarnya aku tidak mengerti kenapa dulu kita tidak langsung melawan orang-orang dari Asosiasi itu saat mereka mengusir kita." Ucap Bimo pada Kevin Jung yang duduk di sebelahnya, sembari memerhatikan lokasi keberadaan Gina dan dua avatar dari jauh.
Walaupun mereka jarang menghampiri Gina, mereka selalu duduk di tempat itu, di depan teras rumah tempat mereka menginap, untuk mengawasi rekan mereka yang sedang kehilangan semangat dalam melakukan apa pun.
"Karena dia tidak mau ada pertumpahan darah." Sahut Kevin yang juga sedang menatap lurus pada Gina.
Perangai asli nya yang bengis saat masih bertugas sebagai agen rahasia, membuatnya tersiksa saat harus mengalah di bawah ancaman hukum yang ia tahu sangat mengada-ada.
Jika Kevin tidak menaruh respek pada Gina, yang selama bekerjasama dengannya ia nilai sebagai pemimpin yang sangat bijaksana, bertanggung jawab, ulet dan berdedikasi tinggi, maka dia tidak akan pernah mau mengalah.
Selain itu, sikap perhatian alami yang Gina miliki, juga membuat Kevin menaruh respek besar padanya. Gina akan selalu tahu saat siapa pun yang berada di dalam tim nya memiliki masalah walaupun itu hanya masalah sepele. Dengan senang hati ia akan langsung membantu jika diperlukan.
"Bagaimana jika kita kembali dulu untuk menyingkirkan mereka?" tanya Bimo dengan suara pelan. Ia tidak mau Gina bisa mendengar ucapannya. Ia tahu, sejak dia dan Gina berada di peringkat SSS, mereka memiliki pendengaran yang baik, walaupun berada dalam jarak yang lumayan jauh.
"Apa kau tahu siapa yang melakukannya?" Kevin bertanya balik, lalu mendecak kesal saat Bimo menggelengkan kepala. Ia kemudian berbicara kembali, "Ayo kita kembali saat Miyu menemukan siapa pelakunya."
•••
__ADS_1
Di Kota A, Li Wen Xia sedang berbicara dengan dua tamu yang dikirimkan secara khusus oleh ketua Asosiasi Amerika, Albert Brosman.
Pertemuan itu mereka lakukan secara diam-diam tanpa ada orang luar yang mengetahuinya.
Fred Watson dan Jordan Foster, dikirimkan boss mereka lengkap bersama tim ahli pencari jejak sinyal satelit, untuk menangkap para peneliti 9 AM yang telah menyembunyikan diri.
"Kalian baru datang setelah delapan bulan, huh?" ucap Wen Xia, mencibir kedua Hunter yang duduk dengan patuh di hadapannya.
Walaupun mereka Hunter peringkat tinggi, tentu saja mereka tidak berani berbicara sembarangan, apalagi menyahuti cibiran itu.
Mereka tahu siapa Li Wen Xia sebenarnya dan mereka tahu bahwa mereka bukanlah lawan wanita kejam berperangai buruk tersebut.
Jadi, mereka hanya bisa menelan cibiran itu tanpa berani membantah.
"Sebenarnya, kenapa kalian datang ke sini sekarang? Apakah pengejaran yang kalian lakukan tidak berhasil? Bukankah mereka sedang berada di Afrika?" Li Wen Xia membombardir dua Hunter itu dengan banyak pertanyaan.
Ia kesal karena Asosiasi Amerika pernah mengumumkan bahwa mereka akan memburu perusahaan 9 AM jika tidak memberikan formula pembuatan avatar hunter dalam 1 bulan. Namun, mereka malah kehilangan jejak para peneliti itu setelahnya.
Tidak hanya itu, mereka bahkan tidak berani mendekati tim raid yang selama ini melanglang buana di Afrika, membantu negara-negara kecil yang masih mau memakai jasa mereka.
Padahal, menurut Li Wen Xia, para peneliti itu mungkin berlindung di balik tim raid yang di pimpin oleh Gina Stewart.
"Sebenarnya, kami sedang berusaha mencari tim penelitinya saja," sahut Fred dengan kepala menunduk.
"Bukankah mereka bersembunyi di Afrika? Kenapa kalian malah ke sini?!" bentak Li Wen Xia. Ia kemudian menggumam dengan mengutuk rekannya, Albert, yang malah mengirimkan anak buahnya ke negara yang berada di bawah kekuasaannya.
"S-sebenarnya..., mereka bersembunyi di sini, nyonya Li," sahut Fred dengan menundukkan kepalanya lebih dalam.
"Apa kau bilang? Mereka masih di sini?"
__ADS_1
"Ya, nyonya Li."
Li Wen Xia terlihat sangat tidak senang, lalu ia pun mengomel, "Apa Chris itu sebenarnya tidak berguna? Bagaimana dia tidak bisa menemukan jejak mereka?"