
Saat Anna kembali ke apartemen milik Gina dari Dungeon, saat itu sudah tengah hari.
Anna langsung mandi untuk membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya dengan jenis yang sama seperti yang tadi ia kenakan, t-shirt disertai hoodie dan hotpants jeans, sebelum akhirnya dia pergi keluar dari apartemen, yang kali ini ia lakukan dengan cara normal. Melalui pintu.
Karena janjinya pada Miyuki untuk membawakan gadis itu lebih banyak kristal sihir, Anna bermaksud untuk pergi ke tempat penyewaan truk untuk mengangkut kristal-kristal sihir lagi seperti sebelumnya.
Walaupun sebenarnya ia bisa langsung pergi ke tempat tujuannya dengan berteleportasi, Anna tidak ingin melakukannya dan memilih untuk pergi ke tempat penyewaan dengan menggunakan taksi.
Ia tidak ingin mengejutkan orang lain dan membuat masalah dengan muncul secara tiba-tiba, karena masih belum tau tempat yang aman untuk langsung berteleportasi ke sana. Berbeda dengan di dalam Dungeon, ia tidak bisa sembarangan melakukan teleportasi di dunia manusia.
“Berurusan dengan manusia akan sangat merepotkan.”
Saat berada di dalam lift, Anna tiba-tiba teringat pada toko kue yang membuatnya merasa bersalah karena tempo hari ia pergi begitu saja dari sana tanpa mengambil dan membayar pesanannya.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke sana terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat penyewaan truk. Lagian, dia merasa sedikit penasaran dengan rasa kue-kue disana yang terlihat enak.
°°°
Setelah ia keluar dari pintu utama gedung apartemen, Anna dapat merasakan ada beberapa orang yang mengawasinya, bahkan akhirnya membuntutinya sepanjang perjalanan ke toko kue.
Walaupun dia tau itu, Anna hanya mengabaikannya saja dan terus berjalan menyusuri trotoar untuk pergi menuju toko kue.
Setelah berada di toko kue, Anna memesan beberapa potong kue yang dia anggap enak. Itu adalah kue yang sama seperti yang ingin dibelinya tempo hari.
Setelah menyerahkannya pada kasir, Anna membayar semua pesanannya dan meminta untuk mengantarkan pesanannya itu ke lantai dua toko kue tersebut.
Anna kemudian pergi ke balkon toko berlantai dua itu dan menunggu pesanannya di antarkan ke sana.
Bukan secara asal dia memilih tempat itu. Dari tempatnya kini berada, Anna dapat memperhatikan sebuah mobil sedan silver yang membawa beberapa orang yang sejak tadi mengikutinya.
Setelah beberapa saat berada disana, akhirnya dua orang pria keluar dari mobil itu dan tampak sedang berjalan masuk ke dalam toko kue.
Anna mengambil smartphonenya, lalu mengirimkan pesan pada seseorang sambil menunggu orang-orang itu sampai di tempatnya.
Anna memang ingin bertemu dengan mereka.
Saat orang-orang yang ditunggunya akhirnya tiba, Anna mengembalikan smartphonenya ke saku hoodie dan menatap mereka dengan tenang.
Dua pria berpakaian kasual itu datang menghampiri Anna. Salah satu pria kemudian duduk di seberangnya, sementara pria lain duduk di kursi di bagian lain meja, di sebelah Anna.
Pria yang duduk di seberang Anna hendak berbicara, namun ia terdiam saat melihat wajah cantik Anna yang benar-benar menyilaukan matanya.
Walaupun kepalanya tertutup tudung hoodie, namun pira itu kini dapat melihat wajah Anna dengan jelas. Tidak seperti beberapa hari yang lalu, saat Anna mengenakan masker yang menutupi wajahnya.
“Apakah Anda memiliki keperluan dengan saya?” Tanya Anna, saat pria itu bahkan belum membuka mulutnya untuk berbicara, karena masih terpukau dengan kecantikannya.
Pria itu tersenyum canggung sambil melirik temannya yang duduk di meja lain di dekat Anna.
Wajah temannya itu tampak merah merona, dan tatapan matanya seperti seseorang yang telah jatuh cinta pada pandangan pertama.
Tidak mendapatkan jawaban dari pria itu, Anna pun kembali berbicara.
__ADS_1
“Kalau tidak ada, bisakah tinggalkan saya sendiri?” Anna mengatakannya dengan pelan tanpa terkesan kasar. Ia malah tersenyum lembut setelah menyelesaikan kalimatnya.
Pria itu, yang menyangka Anna akan takut pada mereka dan menduga bahwa gadis itu mungkin akan berusaha melarikan diri, tiba-tiba merasa tidak nyaman saat melihat sikap Anna yang tampak tenang dan sopan.
Dua pria itu merupakan Hunter-hunter suruhan Brandon Lloyd. Mereka diminta untuk membawa Anna pulang untuk menemui Brandon.
Yang kedua pria itu tau, Anna yang telah dijodohkan itu telah melarikan diri bersama supir pribadinya karena tidak menyukai perjodohannya.
Jika mereka tau bahwa Anna sebenarnya dijemput untuk membungkamnya atas kejahatan yang telah dilakukan Cassey Lloyd, mungkin kedua pria itu akan berpikir dua kali untuk melakukan perintah jemput paksa pada Anna.
Pada saat itu, seorang pria paruh baya tiba disana.
Dengan wajahnya yang terkesan galak, pria itu melangkah dengan angkuh sampai ia tiba dan berdiri di depan meja, di dekat Anna.
Seakan pihak lain tidak penting baginya, pria paruh baya itu tanpa memperhatikan sopan santun untuk menyapa lawan bicaranya terlebih dahulu, langsung berbicara dengan nada yang terdengar sedikit mengancam.
“Nona, kami diperintahkan, tuan Lloyd untuk membawa Anda bersama kami.”
Anna melirik pria yang tampak seumuran dengan ayahnya tersebut. Anna memang bermaksud untuk bertemu orang ini.
Dengan kekuatan yang ia miliki, Anna tadi dapat melihat pria paruh baya itu berada di dalam mobil, walaupun hanya meliriknya sekilas saat ia baru keluar dari gedung apartemen tadi. Karena itulah Anna menunggunya disini.
“Tuan Lau, lama tidak bertemu.” Sapa Anna pada pria paruh baya itu.
Mendapat sapaan hangat dan tatapan lembut dari Anna, Rudyard Lau terlihat sedikit salah tingkah dan agak menyesali sikapnya yang kurang sopan.
Namun, ia adalah pengikut Brandon Lloyd yang selalu taat pada perintah tuannya itu.
Pria paruh baya itu kembali berbicara.
“Nona Anna, tolong ikutlah bersama kami. Tuan ingin bertemu Anda.” Nada bicara Rudyard terdengar lembut, namun tatapan kedua matanya tampak mengancam.
Anna tidak menggubris kata-kata pria paruh baya itu yang terdengar seperti sebuah permintaan, namun tampak terlihat seperti sebuah perintah dari cara pria itu menatapnya.
Anna menatapnya sambil tersenyum selama beberapa saat.
Ia mengingat Rudyard Lau adalah orang yang dulu sangat ramah padanya.
Sebelumnya, Anna mengira bisa berbicara dengan nyaman pada pria paruh baya itu dan ingin menanyakan bagaimana tanggapan ayahnya setelah tau Cassey telah berusaha membunuhnya.
Tapi, niatnya awalnya itu telah sirna.
“Anda sepertinya sudah lama memata-matai saya, kan? Anda bahkan tidak terkejut dengan keadaan saya yang sudah pulih dari cidera parah akibat penganiayaan Cassey. Anda tau, saya harusnya sudah mati saat itu jika seseorang yang baik hati tidak menyelamatkan saya.” Ucap Anna dengan tenang.
Saat melihat Rudyard tampak kehilangan kata-katanya untuk menanggapi apa yang baru saja ia katakan, Anna kembali berbicara dengan suaranya yang sama tenangnya seperti sebelumnya.
“Lagian, jika ayah benar-benar ingin bertemu dengan ku, bukankah dia bisa menghubungi ku secara langsung dan memintaku untuk datang? Bagaimana mungkin seorang ayah tidak pernah menelepon putrinya sendiri?”
Setelah mengatakannya, Anna kembali tersenyum pada pria paruh baya itu.
"Nona, tuan sebenarnya ingin menjemput Anda sejak dua minggu yang lalu. Tapi Hunter bayaran nona Stewart selalu menghalangi kami seolah-olah kami hendak menculik Anda."
__ADS_1
Anna sedikit terkejut mendengar informasi itu. Setahunya, Gina tidak memberitahukan pada orang lain tentang keberadaannya selain pada dokter keluarganya.
"Apa Gina berbohong?"
"Jika itu benar, apakah ayah tidak bisa menjemput ku jika dia sendiri yang datang? Apakah orang-orang itu mampu menghalanginya?"
Kini giliran Rudyard yang terdiam. Apa yang Anna katakan memang benar. Bahkan jika itu bukan Brandon Lloyd langsung, cukup dia sendiri yang menanganinya, ia yakin bisa mengalahkan satu pengawal sewaan Gina Stewart dan membawa Anna pergi bersama mereka.
Rudyard kemudian memandang ke sekeliling balkon. Ia ingin tau ada berapa banyak orang disana. Akan sangat berakibat buruk jika ada orang lain yang mendengarkan pembicaraan ini.
Untungnya, hanya ada seorang pria disana yang duduk agak jauh dari mereka.
Rudyard dapat merasakan energi Mana samar dari pria itu. Ia menduga pria itu adalah seorang Hunter pemula yang masih berperingkat F. Ia pun merasa sedikit tenang.
Ia tidak terlalu khawatir jika harus ribut dengannya, jika nanti terlihat membawa Anna pergi secara paksa.
Rudyard Lau menatap kembali pada Anna.
“Nona, tolong. Kami tidak ingin membuat keributan disini.” Ucap Rudyard dengan suara setengah berbisik. Kali ini ekspresinya sedikit melunak.
Pada saat itu, seorang pelayan datang membawakan kue pesanan Anna.
Anna menatap pelayan yang kebingungan untuk meletakkan pesanan pelanggannya di meja, karena Rudyard menghalanginya.
“Tolong di bungkus saja, saya harus segera pergi.” Ucap Anna pada pelayan itu.
Pelayan itu melirik pada Rudyard, yang menatapnya dengan angkuh, lalu ia pergi dari sana.
Anna kembali menatap Rudyard setelah pelayan tadi sudah berada jauh dari mereka.
Rudyard mengira Anna akan pergi bersama mereka, ia pun memaksakan senyumnya pada gadis itu.
Namun, apa yang dikatakan Anna setelahnya, membuat wajah Rudyard menegang.
“Sangat aneh, orang-orang yang bersalah malah memiliki sikap santai seperti kalian. Kalian tau jika Cassey berusaha membunuh ku, tapi tampaknya kalian memihak padanya.” Ucap Anna. Ia tidak repot-repot lagi untuk berbicara dengan sopan. Tatapannya kali ini tampak mengancam.
Rudyard tampak terkejut pada awalnya, namun ekspresinya kembali menjadi dingin setelahnya. Pria paruh baya itu terlihat tidak senang dengan apa yang baru saja Anna katakan. Terutama, karena ada dua pengikutnya disini, yang tidak tau masalah sebenarnya yang terjadi diantara Anna dan Cassey.
Pria paruh baya itu memajukan tubuhnya dan meletakkan tangannya di meja untuk berbicara pada Anna dengan maksud untuk memberikan sedikit intimidasi pada gadis itu.
Namun saat ia hendak berbicara, Anna tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya dan melengos pergi meninggalkannya.
Masih mengira Anna akan pergi bersama mereka, Rudyard mengangguk pada dua pengikutnya untuk mengawal Anna ke mobil.
Pada saat itu, seorang pria tampan bertubuh tinggi dan memiliki otot-otot kekar yang menonjol dari balik kemejanya, sudah berdiri di samping Anna.
Sambil menatap lurus pada Rudyard Lau, pria itu berbicara pada Anna.
“Nona, Anda tidak perlu pergi bersama mereka jika Anda tidak menginginkannya.”
Setelah mengatakan kalimat tersebut pada Anna, pria itu melangkah ke belakang Anna untuk menghalangi Rudyard Lau dan 2 pengikutnya yang kini menatapnya dengan tatapan bingung.
__ADS_1