
“Apakah kau tahu tempat penyewaan truk?”
“Truk?”
“Ya, aku membutuhkan truk untuk mengangkut barang.”
Gina melihat jam di dashboard. Masih ada waktu selama 2 jam lagi untuk melakukan raid dengan siswa nya.
Dia kemudian mengingat-ingat tempat ia terakhir kali menyewa truk untuk pindah dari kediaman keluarganya ke apartemen yang ditinggalinya saat ini.
Gina mengira bahwa Anna ingin mengangkut barang-barang pribadinya dari kediaman keluarganya juga, karena dia tahu bahwa Cassey tidak akan berada di rumah hari ini. Cassey Lloyd ada dalam daftar siswa yang akan mengikuti ujian kelulusan bersamanya.
“Apa kau akan mengangkut barang-barang pribadimu dari kediaman keluarga mu?”
“Tidak.” Anna menggelengkan kepalanya.
Toh barang-barangnya sudah habis terbakar berkat kebodohan dan kepanikan Cassey.
“Aku hanya membutuhkan truk pengangkut barang dan menyewanya. Aku bisa mengendarainya sendiri.”
Gina mengerutkan dahinya. Banyak hal misterius dari Anna. Namun, dia adalah orang yang tidak suka menyanyakan rahasia orang lain. Jika dia mempercayai orang itu, maka dia akan membantunya selama itu masih dalam jangkauan kemampuannya dan bukan hal yang tidak benar atau melanggar hukum Pemerintah dan Asosiasi Hunter.
“Apa kau bisa menyetir?”
“Aku bisa. Supir pribadi ku mengajarkan hal itu pada ku."
Gina mendesah pelan.
Anna tertawa.
"Aku juga memiliki lisensi mengemudi.” Ucap Anna.
Beberapa kilometer kemudian, Gina membelokkan arah perjalanan mereka dari jalan yang seharusnya akan membawa mereka kembali ke apartemen.
•••
Anna Lloyd memilih truk yang memiliki bak berukuran terbesar yang disediakan jasa penyewaan.
Dia juga menolak saat pemilik penyewaan truk tersebut menyarankan untuk memakai jasa supir angkutan karena tanggung jawab akan lebih ringan jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan.
Saat pemilik penyewaan truk itu terlihat setengah memaksa, Gina Stewart memberikan kartu lain yang merupakan uang elektronik, sebagai tambahan bayaran. Gina juga menambahkan kartu lain lagi sebagai uang jaminan jika terjadi sesuatu yang dapat merugikan layanan mereka.
Pemilik penyewaan truk berkedip beberapa kali saat melihat dua kartu di tangannya. Itu bukan nilai yang kecil. Dan lagi, jenis kartu yang Gina berikan itu berbeda dari uang elektronik biasa yang beredar. Jenis kartu yang hanya dimiliki oleh seorang Hunter itu, memberikan informasi secara tidak langsung padanya bahwa dua gadis itu berasal dari keluarga Hunter.
“Silahkan, ini kuncinya.” Ucap sang pemilik penyewaaan truk yang kemudian menyerahkan kunci truk itu pada Anna dengan tangan yang sedikit gemetar.
Kedua penyewa itu akhirnya langsung berbalik pergi dari ruangan tersebut.
"Kalau dia tertabrak atau menabrak sesuatu, toh dia tidak akan mati." Pikir pemilik penyewaan sambil melihat uang jaminan yang cukup besar di tangannya. Jumlahnya senilai dua kali lipat harga truk yang ia sewakan pada Anna.
“Hati-hati saat mengemudi.” Gina mengingatkan. “Aku akan kembali dalam waktu 4 sampai 5 hari kedepan.” Tambahnya sambil mengeluarkan kartu lagi dari tas tangannya dan menyerahkannya pada Anna.
“Gunakanlah ini.” Ucap Gina yang kemudian tersenyum lembut.
Anna langsung mengambil 5 kartu yang merupakan uang elektronik. Nilai 1 kartu setara dengan 5.000 Dollar.
__ADS_1
Anna benar-benar merasa terharu saat melihat ‘segepok uang’ di tangannya. Walaupun dia berasal dari keluarga kaya raya dan dia sendiri sebenarnya memiliki uang yang sangat banyak, yang di taruh Miyuki entah dimana, namun dia saat ini benar-benar miskin.
“Bolehkah aku memanggil mu kakak mulai sekarang?” Ucap Anna sambil menatap Gina dengan mata berkilau.
Spontan saja Gina tertawa saat mendengar pertanyaan mengejutkan itu. Dia memegang kepala Anna dan mengelus rambutnya dengan lembut.
“Tolong jaga aku mulai sekarang, adik ku.” Ucap Gina yang kemudian tersenyum pada Anna. Senyum yang dapat membutakan mata Anna Lloyd.
Anna membalas senyuman itu di balik maskernya.
Gina masih berdiri memperhatikan truk yang sudah dikendarai Anna sampai truk itu menghilang di persimpangan jalan, baru kemudian dia sendiri pergi meninggalkan tempat itu menuju lokasi raid Akademi Hunter.
•••
Anna pergi ke pinggiran Kota C yang lokasinya tidak terlalu jauh dari ruang bawah tanahnya Miyuki.
Dia memilih sebuah dataran di dekat hutan yang ia tahu sangat jarang dilewati warga dan menghentikan truk itu disana.
Tanpa memeriksa keadaan sekitarnya, yang ia tahu tidak ada makhluk hidup selain hewan-hewan liar di daerah itu, Anna kemudian membuka gerbang menuju tempat Orc berada.
Begitu memasuki gerbang, Anna langsung melihat tumpukan kristal sihir yang menggunung di tepi pantai.
Tumpukan kristal itu tampak sangat kotor dan sedikit berlumut, seperti sudah sangat lama berada disana.
Saat Anna mengingat perbedaan waktu yang terjadi antara dunia yang ia ciptakan ini dengan Bumi yang memiliki perbandingan 1:100 hari, dia mendecak pelan.
Itu bukanlah kesalahan Orc yang tetap membiarkan kristal-kristal sihirnya berada disana, karena saat terakhir kali mereka bertemu, Anna mengatakan bahwa akan mengambil kristal sihirnya ‘besok’.
Besok di Bumi adalah tepat hari ini di saat dia benar-benar datang. Namun untuk di dunia itu, sudah berlangsung selama 100 hari.
Ada sebuah kejutan yang Anna temui saat berada disana. Dia menatap pada 3 Orc yang seperti biasa langsung berlutut saat melihat kehadirannya.
Ketiga Orc tersebut kini memiliki energi Mana yang jauh lebih besar dan lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Jika sebelumnya Anna merasakan aura energi sihir mereka hanya setingkat yang dimiliki Hunter peringkat B, maka saat ini mereka berada di sekitar Hunter berperingkat A.
“Energi Mana mereka hampir menyamai Gina." Pikir Anna.
Anna kemudian mengingat perbandingan waktu antara tempat itu dan Bumi dan dia meyakini itulah penyebabnya. Mereka telah berlatih lebih keras meningkatkan kemampuan dan energi sihir mereka selama ratusan tahun di tempat ini.
Namun sosok mereka terlihat tetap sama karena usia mereka yang mengikuti waktu di dunia aslinya.
Setelah berbicara banyak pada mereka, Anna akhirnya mengetahui nama dari ketiga Orc tersebut.
Orc pertama yang takluk padanya bernama Tzullu.
Orc Penyihir bernama Tzaca.
Dan Orc yang pasukannya dia ampuni bernama Drucalla.
Anna menatap ketiga Orc dengan senyum di bibirnya.
“Sudah pasti mereka memiliki nama, walaupun nama mereka agak sedikit aneh.”
Setelah mereka bertiga berbicara beberapa saat, Anna akhirnya meminta semua Orc untuk memindahkan semua kristal sihir ke luar gerbang, ke dalam truk yang dibawanya.
__ADS_1
Orc melihat benda yang mirip gerobak itu dengan sangat tertarik. Mereka sampai mengelilingi gerobak, yang sebenarnya adalah truk, sambil menunjukkan tatapan kagum di matanya.
Anna melihat itu sebagai sesuatu yang lucu, lalu mengambil smartphonenya untuk mengambil foto mereka.
Truk itu hanya mampu menampung sepersepuluh dari seluruh kristal sihir yang Anna miliki. Hanya kristal sihir, tidak termasuk mayat-mayat monster dan tumbuhan sihir.
Dari obrolannya dengan Orc tadi, Anna mengetahui bahwa Tzaca bisa mengekstrak energi Mana yang masih berada di tubuh mayat-mayat monster dan memindahkannya ke tubuh mereka, karena itulah energi Mana semua Orc dapat meningkat pesat.
Sementara itu, Orc telah membudidayakan tanaman sihir untuk obat dan ramuan penyembuh yang akan mereka gunakan jika mereka terluka dalam latihan, dan yang mengubah tanaman tersebut menjadi obat juga Tzaca.
Anna kagum pada mereka, Orc sangat mandiri dan memiliki kecerdasan layaknya manusia di Bumi.
Setelah truk itu akhirnya terisi penuh, Anna menyuruh mereka kembali masuk ke dalam gerbang, menutupnya dan akhirnya pergi dari tempat itu.
Anna tahu jika membawa setumpuk kristal sihir akan membuat energi sihirnya mengundang Hunter-hunter yang dapat merasakan energi sihir dari kristal-kristal tersebut dapat mengendus keberadaannya.
Maka dari itu, Anna berusaha menghindari jalanan ramai dan juga perumahan penduduk, karena dia kebetulan sudah familiar dengan lingkungan itu yang berada tak jauh dari laboratorium bawah tanah Miyuki.
Saat sudah tiba di lokasi ruang bawah tanah berada, Anna mengarahkan truk itu ke sebuah bangunan besar yang terbengkalai.
Anna menyingkirkan prabotan-prabotan tua dan rusak dari dalam bangunan, menjebol dindingnya seukuran lebar truk, dan membawa truk tersebut masuk kedalamnya.
Setelah menurunkan kristal sihir dengan bak hidrolik yang dimiliki truk, Anna akhirnya melakukan panggilan telepon.
“Miyu, datanglah ke tempat ku. Aku akan mengirimkan lokasinya. Bawalah sebuah karung atau apapun untuk membawa kristal sihir.”
Anna kemudian menutup panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari Miyuki, lalu mengirimkan lokasi keberadaannya.
Hanya membutuhkan waktu 15 menit sampai akhirnya Miyuki tiba di tempat itu.
Miyuki yang sebelumnya mengomel sepanjang perjalanannya menuju tempat itu, menjadi diam dengan tatapan kosong saat melihat setumpuk kristal sihir di hadapannya.
“A-apa… B-bagaimana kau bisa mendapatkan sebanyak ini?” Ucap Miyuki dengan terbata-bata saat dia akhirnya kembali ke kesadarannya.
“Ini belum semuanya.”
"Hah?!"
Anna mengabaikannya. Miyuki akhirnya menatap kembali pada gunungan kristal sihir.
Anna mengikuti arah tatapan Miyuki dan tersenyum puas melihat respon gadis imut itu.
“Nah, aku menyerahkannya padamu. Aku akan mengembalikan truk sewaan ini.”
Anna menepuk pelan pundak Miyuki lalu pergi meninggalkannya, sementara Miyuki masih berdiri diam di tempatnya tanpa berkata-kata lagi.
Anna menatap Miyuki dari kaca spion di sampingnya saat ia pergi meninggalkan tempat itu.
Senyumnya merekah saat melihat Miyuki yang sepertinya masih menatap takjub pada tumpukan kristal sihir tanpa beranjak dari sana sama sekali.
“Dia pasti bisa memindahkannya sendiri kan? Toh dia bisa memindahkan benda-benda berat itu ke laboratorium seorang diri juga.” Pikir Anna, mengingat peralatan-peralatan yang menyesaki laboratorium.
Anna kemudian menambah kecepatan truk sebelum Miyuki tersadar dan memanggilnya untuk meminta bantuan.
•••••••
__ADS_1