
Miyuki mengajak Anna untuk duduk di sebuah bangku panjang yang berada di seberang tabung dimana tubuh Bimo Gandri berada. Anna melihat bangku baru yang sebelumnya tidak berada disana itu sambil mendesah pelan.
Anna kemudian menatap ke sekeliling ruangan dan melihat banyak benda-benda asing yang sebelumnya tidak berada di sana. Hanya dalam dua minggu, laboratorium menjadi penuh sesak.
“Apakah ini barang-barang yang kita pesan?”
“Ya. Mereka semua akhirnya datang di hari yang berdekatan.”
“Apakah kau membawa semua barang ini seorang diri?”
“Ya. Tenang saja, aku memindahkannya di malam hari. Jadi Rin tidak melihat semuanya.”
Anna mengangguk. Bukan itu yang sebenarnya sedang dia pikirkan, tapi bagaimana caranya Miyuki memindahkan barang-barang itu seorang diri.
Sebenarnya tidak aneh untuk seorang gadis yang memiliki kekuatan spesial walaupun berperingkat rendah untuk dapat memindahkan semua benda yang tampak berat itu dari atas ke ruang bawah tanah tersebut. Tapi bagaimanapun, itu tampak sangat luar biasa bagi Anna.
“Dia benar-benar pekerja keras dan sangat rajin” Pikir Anna.
Anna melihat sebuah plat di atas meja kecil yang berada di dekat bangku, ia mengeluarkan smartphonenya dari dalam saku hoodienya dan meletakkannya di atas plat tersebut untuk mengisi dayanya, baru kemudian ia duduk di sebelah Miyuki.
“Bisa kau mulai ceritanya?”
Miyuki mengangguk.
“Dia mengalami luka yang sangat parah seperti yang kau alami. Kedua kakinya patah, beberapa tulang rusuknya juga patah. Dan…” Miyuki berpikir sejenak saat ingin menyampaikan informasi penting yang sebenarnya menjadi permasalahan utama yang membuat gadis itu akhirnya membuat mesin yang masih dia rencanakan untuk dibuat dalam beberapa tahun kedepan, harus dibuatnya dalam waktu singkat dan harus menghabiskan semua sumber daya yang dia miliki.
Miyuki menatap Anna dan dengan kedua matanya yang menyipit. Gadis itu menatap Anna dengan tidak percaya saat baru menyadari bahwa energi Mana di tubuh Anna tampak sangat jauh berbeda dari yang pernah dia rasakan.
“Apa yang terjadi padamu?”
“Ya?” Anna tampak bingung saat Miyuki bertanya balik padanya di sela-sela penjelasannya tadi.
“Seharusnya dia tahu jika ada energi sihir yang berbeda dari energi Mana yang dimiliki Hunter pada umumnya berada di dalam tubuhnya kan?” pikir Miyuki.
Dia masih ragu untuk menanyakan hal itu untuk saat ini, hingga akhirnya Miyuki menanyakan hal lain. “Maksud ku, apakah ada seseorang yang telah merawatmu hingga tubuhmu bisa pulih?”
Anna menatap Miyuki dengan tanpa ekspresi apapun di wajahnya. Apa yang Miyuki tanyakan mirip dengan apa yang Gina tanyakan.
“Seseorang menyembuhkan ku.” Sahut Anna. Dia tidak sedang berbohong. Seseorang yang tidak dia ketahui siapa, memang menyembuhkannya melalui perantaraan sebuah makhluk yang menyerupai sebuah patung.
Miyuki masih menatap nya. Kali ini, ia memperhatikan kulit tubuh Anna yang jauh lebih halus lagi dari sebelumnya. Kulitnya tampak sedikit bercahaya keemasan, terutama saat diperhatikan di tempat mereka saat ini yang memiliki sedikit pencahayaan.
Kemudian pada rambutnya yang halus dan hitam mengkilap. Rambut itu sangat indah.
Lalu, pada dada dan bokongnya yang lebih berisi dari sebelumnya.
__ADS_1
"Ada apa?" Anna merasa terganggu saat Miyuki menatap lama pada dua bagian tubuhnya secara bergantian.
'Kenapa dia dan Rin menatap ke sana terlalu lama? Aku jadi khawatir.'
"Kau tampak tumbuh dengan mengagumkan setelah pulih." Sahut Miyuki dengan cuek. "Tubuh mu juga sedikit lebih tinggi dari sebelumnya."
Anna menatapnya dengan ekspresi malas.
"Ya. Aku merasa lebih baik dari sebelumnya." Sahut Anna dengan asal-asalan.
“Baguslah kalau begitu.” Sahut Miyuki yang kemudian mengalihkan tatapannya ke tabung tempat Bimo Gandri berada.
“Aku menciptakan alat ini untuk menyembuhkanmu.” Sambung Miyuki. Wajahnya tampak sedikit berduka kemudian. “Maafkan aku karena melakukan percobaan terhadap kenalanmu.” Miyuki sebenarnya agak menyesali itu.
Ia memang dapat membuat mesin pemulihan itu dalam gambaran lengkap di dalam kepalanya. Namun untuk melihat hasil dan untuk menghasilkan mesin yang sempurna, dia membutuhkan kelinci percobaan sebelum menggunakan alat itu pada Anna.
Miyuki tidak berani mengambil resiko dengan langsung mencobanya pada Anna.
Anna sepertinya mengerti apa yang sedang ada di dalam pikiran Miyuki dan dia mengusap lembut punggung tangan Miyuki yang berada di atas paha gadis itu.
Tapi saat ia ingat tatapan Miyuki pada dua bagian tubuhnya tadi, Anna buru-buru melepaskan sentuhannya pada Miyuki.
“Kau bukan melakukan percobaan padanya. Kau sedang berusaha untuk menyelamatkannya… Dan juga… jika Bimo mengalami luka parah seperti yang ku alami, cara pengobatanmu sepertinya telah berhasil. Kita tinggal menunggunya sadar kembali kan?”
Miyuki menoleh pada Anna yang tanpa dia duga memiliki pemikiran seperti itu.
Mereka diam beberapa saat sambil melihat Bimo Gandri yang berada di dalam tabung. Tubuhnya diselimuti oleh asap tipis kebiruan yang merupakan hasil ekstrak kristal sihir yang diubah menjadi energi sihir. Energi sihir itulah yang saat ini sedang membantu menyembuhkan Bimo Gandri selama 24 jam penuh dalam sehari.
“Apakah wanita itu yang telah menyembuhkanmu?” Karena rasa penasarannya, Miyuki akhirnya bertanya juga mengenai hal yang sejak tadi sebenarnya membuatnya penasaran.
Anna menoleh pada Miyuki dengan menyipitkan matanya. “Kau bahkan menyelidiki latar belakangnya?”
“Informasi dirinya dapat kau temukan dengan detail di situs resmi Asosiasi Hunter Kota C. Dia adalah Healer terbaik di Kota C. Dia Healer dengan peringkat A.”
“Dia?” Anna tahu kalau Gina adalah seorang Hunter kelas Healer dengan peringkat A, namun dia tidak tahu kalau Gina memiliki predikat terbaik di kelasnya.
“Ya.” Sahut Miyuki.
Anna mengedip-ngedipkan kedua matanya. Sudah banyak hal yang dia dan Gina bicarakan dalam beberapa hari ini, namun dia sama sekali tidak mengetahui informasi itu.
Hampir semua Hunter yang memiliki peringkat tinggi, terutama yang berperingkat A dan B biasanya sangat tinggi hati. Apalagi seseorang dengan predikat terbaik di kelasnya dalam suatu kota.
Namun, Anna sama sekali tidak menemukan hal itu, bahkan ciri-cirinya pun tidak dia temukan pada Gina Stewart.
"Dia memang orang yang rendah hati.” Puji Anna. "Tunggu, kalau Gina saja tidak bisa menyembuhkan ku, berarti…” Anna mengatakan semua itu di dalam hatinya. Saat dia menyadari apa yang telah Miyuki lakukan, mau tak mau gadis itu menoleh pada Miyuki dan menatapnya dengan rasa kagum.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Miyuki saat melihat tatapan aneh Anna.
“Tidak apa-apa.” Sahut Anna yang kemudian mengalihkan tatapannya kembali pada Bimo Gandri. “Tapi, dari mana kau mendapatkan semua sumber daya ini? Bukankah benda ini tidak masuk dalam rencana bisnis kita?”
Miyuki tampak tersipu saat mendapat pertanyaan itu.
“Aku meminjam dana dari rekeningmu.”
"Oh..."
Anna mengangguk pelan.
“A-apa?!” Anna terkejut saat baru mencerna apa yang Miyuki katakan.
Miyuki tersenyum canggung.
“Aku meretas rekening tabunganmu.”
“Benarkah?!” Kali ini, dia bahkan lebih terkejut lagi. Ia bahkan sampai memutar tubuhnya menghadap ke arah Miyuki.
“M-maafkan aku… sebenarnya…”
“Tidak, bukan begitu. Aku mengira saudari tiri ku mungkin telah mengambil uang ku.” Ucap Anna memotong kalimat Miyuki.
“Kau tidak salah sebenarnya, Cassey Lloyd memang telah mengambilnya.” Ucap Miyuki sambil menganggukkan kepalanya. “Tapi aku mengambilnya lagi dan memindahkannya ke sebuah rekening yang sudah tidak bertuan. Kau bisa memindahkannya lagi ke rekeningmu kapan saja kau mau.”
“Rekening tak bertuan?”
“Ya. Rekening atas nama seseorang yang sudah mati. Tapi kau harus memindahkannya dalam waktu kurang dari 1 bulan sebelum pihak Bank menyadarinya. Aku hanya bisa memanipulasi data mereka sementara waktu.”
Anna mengangguk sampai beberapa kali mendengar penjelasan itu. Di hadapannya ternyata ada orang yang sangat ‘berbahaya’.
“Tunggu…, kalau kau bisa melakukan hal itu, kenapa kau tidak melakukannya untuk memodali proyek temuanmu itu?” Tanya Anna dengan penasaran. Jika Miyuki mampu membobol rekening tabungan orang lain, seharusnya Miyuki tidak membutuhkannya untuk berinvestasi di proyek mereka saat ini.
Miyuki menatap Anna dengan malas, seolah-olah dia tersinggung.
“Aku orang jujur.”
“Hah?”
“Aku bahkan tidak tahu kau memiliki uang sebanyak itu jika bukan karena ingin menyelidiki penyebab orang itu ingin membunuhmu.”
Anna Lloyd terdiam.
“Ayo ikut ke ruangan ku, aku akan menceritakan kemajuan proyek kita.” Ajak Miyuki yang kemudian tanpa menunggu tanggapan Anna, langsung pergi mendahuluinya ke ruang kerjanya.
__ADS_1
•••